
Saat ini Afiyah lagi bersantai bersama Suami dan anaknya di ruang santai didepan TV saat ini dengan perut membesar Afiyah agak susah berjalan dan begerak saat ini.
Afiyah sudah memulai merasa lain dipinganya saat ini namun belum mau memberi tahu suaminya itu.
"Kamu kenapa Sayang ? Kok aku perhatikan dari tadi kamu itu gelisah saja."ucap Alif sedikit agak bingung dan kawatir pada istrinya itu.
"Pingangku merasa Sakit Mas, tapi belum terlalu sakit."Kata Afiyah sedikit tenang.
"Apa kamu merasa sakit Sayang ?"ucap Alif pada istrinya itu.
"Sakit gak sih Mas, cuma pingangku sedikit nyeri." ucap Afiyah masih tenang pada suaminya itu.
"Apa itu tanda kamu mau melahirkan ?"Kata Alif lagi kerena Alif kurang tahu semua itu.
"Waktu Sama Lian aku gak merasakan nyeri dipingang Mas,aku mengeluarkan Cairan berbetuk darah dan lendir gitu,tapi kayaknya ini gak."ucap Afiyah santai.
"Mungkin saja Ini lain Sayang kerena anak kita Perempuan."jawab Alif.
"Mungkin saja Mas, kita lihat Batik jika ada Kontraksi yang membuat aku sakit di perutku berakti aku mau lahiran." jelas Afiyah dengan senyuman.
"Jika kamu Merasa aneh bilang padaku ya,jangan kamu diamkan saja entar anak kamu itu lahir dirumah."ucap Alif asal.
"Kami ini bicara sembarangan saja mas."ucap Afiyah sedikit mencubit suaminya itu.
"Jangan docubit sayang,sakit."ucap Alif sambil memeluk istrinay itu.
"Bunda jika sama Ayah terus begitu, gak ingat sama Lian Ada disini."ucap Bocah itu sudah mulai merajuk oleh kedua orang tuanya itu.
" Ehhh Ayah lupa ada jagoan Ayah disini."ucap Alif memeluk putranya itu.
"Kapan sih Bun, lahirnya adik Lian?"ucap Lian sambil megusab perut buncit Afiyah itu.
"Ditunggu aja ya sayang,Bunda juga belum tahu kapan adiknya Lian akan keluar dari perut bunda ini."ucap Afiyah Menggusab pipi putranya itu.
"Ayok dong Dek keluar dari perut bunda itu, Kakak sangat menunggu kamu disini."ucap Lian lagi sambil berbicara diperut Bundahnya itu.
"Iya kakak Lian ganteng, secepatnya adek bertemu dengan kakak."ucap Fiyah meniru suara anak kecil itu.
"Lian ini udah malam ayok tidur biar Ayah antar kekamar. "ucap Alif pada pitranya itu.
"Baiklah Ayah."ucap Lian berdiri dan berjalan disamping Ayahnya itu.
"Aku tidurkan dulu Lian ya sayang kamu masuklah kekamar sekarang, udah malam."Alif pada istrinya itu lembut.
"Iya bentar lagi aku masuk kamar Mas. " sambung Afiyah pada Alif.
"Ya sudah aku tidurkan Lian dulu. "kata Alif pergi masuk kekamar Lian.
Afiyah masih saja Duduk didepan TV itu dengan menonton acara yang ada di tv itu.setelah tidak lama rasa mulas di perutnya tambah lama semakin terasa saja, namun Afiyah masih membawa sedikit santai.
"Mungkin saja konstraksi biasa saja kali."ucap Afiyah dengan santai.
Tambah lama Rasa sakit itu makin terasa seluruh pingang dan perutnya, Afiyah meringis menahan rasa sakit itu.
"Sayang kamu kenapa? "tanya Alif melihat istrinya itu seperti menahan rasa sakit.
"Mas sepertinya aku mau lahiran,kamu ambil semua perlengkapan untuk beby kita, buruan Mas entar aku bisa lahiran dirumah."suruh Afiyah pada suaminya.
"Apa kamu mau lahiran!!Terus apa yang harus Aku lakukan Sayang."ucap Alif panik berputar-putar saja di ditempat istrinya itu.
"Mas kamu ngapain kamu mutar-mutar disitu." ucap Afiyah sambil menahan sakit perutnya itu.
"Aku ambil perlengkapan kamu dan beny kamu dulu kekamar."ucap Alif pada Istrinya itu.
Alif berlari kekamar nya untuk membuatngambil perlengkapan untuk bayinya itu selama dirumah sakit,Afiyah yang sedang menunggunya itu sudah menahan rasa sakit kerena Alif lama berada dikamarnya itu,entah apa yang sedang dilakukan dikamar itu.
"Mas cepatan aku sudah tidak tahan lagi."teriak Afiyah pada Alif.
"Iya, ini aku sudah mengambil semuanya, sekarang apa lagi sayang." tanya Alif panik.
__ADS_1
"Kerumah sakit, jika kamu tidak ingin aku lahiran diruamah."ucap Afiyah menahan sakit di perutnya itu.
"Ayok kita rangkat sekarang."ucap Alif cepat-cepat membawa Istrinya itu kerumah sakit, sehingga tidak sempat untuk memberitahu orang tuanya saat ini.
Sampai diluar Alif menyuruh skurity untuk membuka gerbang rumah itu.
"Pak Buka gerbangnya,istriku mau lahiran aku harus cepat bawak istriku kerumah sakit." kata Alif pada Skuriti itu.
"Baik Den. "ucap skurity itu cepat-cepat membukak gerbang itu.
"Pak beri tahu Mama dan papa Aku mau lahiran. "ucap Afiyah pada Skurity itu.
"Baik Nona, saya akan sampaikan pada Tuan besar."ucap Pak Skurity itu.
Alif melakukan mobilnya sangat laju kerumah sakit kerena Afiyah sudah tidak tahan lagi menahan sakit,tidak lama Mobil mereka sampai dirumah sakit, Alif membantu Istrinya itu turun dari mobilnya dan membawa istrinya masuk kedalam untuk diperiksa dokter kandungan biasa Afiyah priksa.
"Dokter apa istrinya saya mau lahiran sekarang?"ucap Alif sangat cemas.
"Kita priksa dulu ya tuan, anda bisa tunggu diluar sebentar biar kami priksa dulu Nona, sudah pembukaan berapa sekarang, kerena Nona Afiyah akan lahiran secara normal."jawab Sang Dokter itu.
" Baiklah Dok. " kata Alif keluar dari ruangan persalin itu.
Lama Alif menungu diluar sehingga Mama Alin dan Pak Wira sampai dirumah sakit itu menyusul putranya itu karena Skurity yang sudah mengabarkan itu pada mereka berdua.
"Lif bagai mana keadaan Afiyah sekarang? " tanya Mama Alin pada putranya itu.
"Afiyah lagi didalam Ma, dokter lagi prisa."kata Alif swdikit gelisah.
"Kamu tenang Lif, kalau orang mau lahiran itu seperti itu, istri kamu itu pasti nahan sakit."ucap Mama Alin pada putranya itu yang lagi cemas itu.
"Tapi ma Fiyah Sunggu kesakitan saat ini." ucap Alif
"Meman seperti itu yang ditanggung wanita Lif, kamu baru melihat Itu sekarang,, makanya Kamu harus meyayangi istri kamu jangan perna kamu sakitkan dia, lihatlah caranya untuk melahirkan anak-anak kamu dengan mempertaruhkan nyawanya."ungkap Mama Alin.
Tidak Lama Dokter keluar dari ruangan persalinan itu, untuk memeyuruh Alif masuk kerena Saat ini Afiyah sudah akan melahirkan putri mereka.
Sampai didalam Alif Melihat istrinya itu menahan sakit seprti sekarang membuatnya cemas,Alif menagis baru tahu seperti apa perjuangan seorang ibu itu memperjuangkan untuk melahirkan anaknya dengan Selamat kedunia.
"Selamat ya tuan Alif anak anda perempuan, ucap dokter yang membantu persalinan Afiyah.
"Terimakasih Dok telah Membantu Istri saya."ucap Alif mersa lega."
Alif melihat putri mungilnya itu sangat imut sedikit mirip dengan Lian Kecil.setelah Afiyah siap diberikan begitu juga bayinya itu Mereka berdua dipindahkan kekamar Rawat untuk dua malam ini Afiyah harus meginap dirumah sakit itu kerena baru saja lahiran.
Semua keluarga sudah ada disana saat ini, Mama Alin sangat senang saat ini mendapatkan cucu perempuan, kerena dikeluarganya itu belum ada Cucu perempuan yang terlahir kerena Mama Alin hanya memiliki Anak satu saja yaitu Cuma Alif saja.
"Lihat Fiyah Cucu Mama Ini mirip Dengan Kamu dan Lian, tidak jauh bedanya."ucap Mama Alin senang.
"Sini Ma,Papa juga ingin mengendongnya."ucap Pak wira memintak untuk mengedong cucu perempuannya itu pada Istrinya.
"Apa Masih bisa mengendong bayi pa?" ucap Mama Alin tersenyum. pada Suaminya itu.
"Masih Dong,gini-gini aku Masih bisa untuk mengurus cucuku diruamh sendiri tanpa ada Bantuak dari Mama." kata Pak wira bercada pada istrinya itu.
"Benaran itu ?"tanya Mama Alin lagi
"Benar Ma,Lihat saja nantik kita yang megurus cucu kita ini jika sudah pulang dari rumah sakit." jawab enteng bpak wira
"Yah sudah baku tunggu Nantik ya, apa betui-betul ucapan papa itu. "
Mama Alin hanya tersenyum saja mendegar Suaminyaa itu akan menjaga cucu perempuannya itu.
Alif melihat istrinya itu sangat lelah habis melahirkan Putrinya itu, Alif menyuruh Afiyah untuk tidur dan beristirahat Malam ini, kerena ada Mama Alin ayang akan menjaga putrinya itu malam ini.
"Sayang kamu istirahalah, kelihatannya kamu kecapeian."kata Alif pada istrinya itu.
"Iya Mas,aku akan istirahat sebentar jika dia menagis kamu bisa bangunkan aku untuk megasihnya asi."kata Afiyah tersenyum pada Suaminya itu.
"Baiklah ,kamu tidurlah aku akan menemani kamu disini."ucap Alif pada Istrinya itu.
__ADS_1
Afiyah tertidur kerena sudah sangat lelah habis persalinan putri dan anak keduanya itu saat ini disamping Alif yang masih setia menunggu istrinya itu tidur sambil duduk disamping Afiyah berbaring itu.
...Alif sungguh bahagia hari ini sudah memiliki putra dan putri, rasa bahagianya tidak dapat ditukar dengan apapun saat ini....
......................
Dua hari Afiyah diruamah sakit saatnya Afiyah pulang ke rumah saat ini, karena sudah tidak betah lagi Afiyah berada dirumah sakit itu lagi,hari ini Afiyah sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, sabar Afiyah persalinannya normal.
Alif dan Danil saat ini sedang membantu Alif untuk membawa barang-barang Afiyah dan putri mereka saat ini digendong Oleh maya juga ikut menjemput Afiyah ajari ini kerumah sakit itu bersama Danil.
Alif mendorong kursi roda istrinya itu untuk kedepan sampai mobilnya sedang parkir saat ini depan rumah sakit itu.
Sampi dimobil Alif membantu Afiyah untuk masuk kedalam Mobilnya itu begitu juga Maya Saat ini yang sedang mengedong beby mungil itu masuk dibantu oleh Danil.
"Terimakasih Mas,ucap Maya pada Danil yang tersenyum padanya itu.
"Besok kamu juga seperti ini, setelah kita menikah ucap Danil berbisik pada Maya.
"Apaaan sih Mas, jangan bercanda."ucap Maya sedikit malu.
"Makanya kalian itu segera menikah, jangan lama- lama."sambung Alif pada Danil.
"Cepatlah Kalian itu menikah."ucap Afiyah lagi.
"Apa yang kalian itu tungg,jika sudah menikah,kalian sudah merasa nyaman mau kemana tidak ada orang yang mersa curiga."ucap Alif pada asistennya itu.
"Secepat nya tuan,dalam minggu ini kami akan menikah secara sederhana saja karena keinginan Dari Maya." ucap Danil pada Bosnya itu.
"Baguslah kalau begitu, aku senang jika kamu itu sudah menikah Danil, biar kamu ada yang megurus."ucap Alif Asal.
"Kenapa kamu mau acaranya sederhana Sih May?"ucap Afiyah.
"Aku tidak butuh acara yang besar-beaaran seperti pasangan yang lain Mbak, yang penting Pernikahan Kami Sah secara Agama dan negara itu sedah cukup bagiku,itupun tidak banyak memakan biaya mbak,bukan aku tidak mau, tapi cukup acara sederhana saja."jawab Maya singkat.
"Gitu ya,, dulu Mbak pertama nikah sama dia juga kayak gitu May,dadakan lagi,langsung bilang langsung jadi."singkat Afiyah.
"Bukankah waktu itu akat nikah Mbak dan tuan Alif diadakan sangat meriah seingatku."ucap May.
"Itu udah nikah kedua kali May, kerena Mbak tidak mau nikah dibawah tangan saja apa lagi itu dinegara orang."jelas Afiyah.
"Kok bisa gitu Sih Mbak? "
"Tanya saja sama orang yang duduk disebelah Danil."ucap Afiyah santai.
"Sayang jangan mengingat itu lagi,bukan kah kamu yang menantang aku waktu itu untuk mau menikahi kamu dihari itu juga."jawab Alif tersenyum mengingat masa itu.
"Pasti seru tu ceritanya."ucap Maya ingin tahu.
"Untuk mendapatkan dia itu susah May, butuh bertahun-tahun, untuk tercapai tujuanku menikahinya itu."jelas Alif lagi sambil memperhatikan istrinya itu lagi tersenyum. padanya.
"Sala kamu sendiri meningalkan aku waktu iyu, dan bertunangan dengan orang lain, tampa aku tahu alasan kamu memutuskan hubungan kita, siapa yang gak merasa kecewa saat itu, aku hancur saat itu Mas."ucap Afiyah kesal pada suaminya itu.
"Jangan marah kita sudah hidup bahagia sekarang dan sudah memiliki anak dua, jadi tidak ada lagi yang bisa buat kamu itu lari dari aku, dan meningalkan aku lagi."ucap Alif
"Siapa yang ningalkan kamu, coba kamu bisa menghargai aku istri kamu waktu itu, itupun tidak akan terjadi sama kita."balas Afiyah tidak mau Kalah.
"Kok jadi bersetegang gini sih Tuan,aku rasa Ini gak ada hubungannya dengan masalah kalian."potong danil Sambil megemudi itu.
"Jagan marah ya,nantik darah tinggi kamu itu sayang, susa jika kamu darah tinggi aku jadi bulan-bulanan kamu nantik."ucap Alif bercanda pada istrinya itu.
Maya dan Danil melihat tingkah Bosnya itu hanya bisa tersenyum dan Menyaksikan tingkah lucu mereka berdua.
Tidak lama Mobil yang dibawak oleh Danil sampai juga di rumah Besar itu, Alif membantu istrinya itu untuk turun dari mobil itu dengan hati-hati.
Maya juga membawa Masuk kedalam bayi yang ada di gendongannya itu, dengan hati-hati karena ini pertama kali bagi Maya mengendong Bayi sekecil ini.
"Gak apa Sayang sambil belajar,kamu akan seprti itu juga nantik jika sudah menikah denganku,aku tidak akan menundanya."ucap Danil masuk sambil mambawa barang keperluan Afiyah dan bebynya Alif dan Afiyah itu.
"Kamu ini, belum lagi nikah udah sampai kemana-mana pikiran kamu itu. "kata Maya sedikit ada rasa senang dihatinya itu saat Danil bilang seperti itu padanya.
__ADS_1
"Ya sudah kita Masuk kedalam kasihan tu bebynya.ucap Danil masuk. kedalam. bersama Maya yang lagi mengendong putri Afiyah itu.
*************