
"Aku sungguh bersalah pada kamu May, aku tidak bisa tenang jika aku tidak bisa mengucapkan maaf aku sama kamu Lansung, saat itu kamu pergi tidak memberiku kesempatan Untuk mejelaskan ini semua, maafkan aku."kata Yesi kembali.
"Aku sudah memaafkan Mbak jauh sebelum nya, jadi jangan pernah lagi merasa bersalah padaku lagi."ucap Maya terseyum pada Yesi.
"Yah sudah Aku Keluar dulu ya Mbak,aku hanya ingin melihat Gadis imut ini."ucap Maya menigalkan Yesi didalam kamar itu.
Maya keluar dari kamar Putri Alif itu, dan ingin bergabung lagi dengan Alif dan Kevin saat ini lagi berbincang,namun Maya tidak tidak sengaja bertemu dengan Danil saat ini ingin mencari.
"May,tunggu sebentar."kata Danil memangil gadis yang pernah dia cintai itu.
"Ada apa Mas?"kata Maya Acuh pada Danil.
"Aku ingin bicara sebentar dengan kamu Jika kamu mau."ucap Danil pada Maya.
"Apa yang ingin kamu Bicarakan Mas??"
"Ikutlah Sebentar denganku!! "kata danil membawa Maya ke taman samping villa itu.
"Katakanlah,apa yang ingin kamu sampaikan aku tidak mau Nantik istrinya kamu Salah paham melihatku berdua dengan kamu disini." kata Maya sedikit tidak nyaman dengan Danil saat ini.
"Apa kamu bisa bahagia hidup disini May?" kata Danil menatap Maya.
"Aku sudah bahagia hidup disini bersama orang yang sangat perhatian padaku, kamu tidak usah Mencemaskan aku lagi,jagalah istrinya kamu saat ini Mas, lupakan tentang kita dulu,Jangan pernah kamu Megigat bahwa aku ada dihatimu dulu."ucap Maya tersenyum Pada Danil.
"Aku hanya bisa mengucapkan selamat pada Kamu,selamat atas kehamilan istrinya kamu mas, aku senang akhirnya kamu bisa hidup bersama orang yang kamu cintai."ucap Maya megulurkan tangannya pada Danil dengan senyumnya.
Danil membalas uluran tangan Maya sangat sedih saat ini kerena dirinya Maya hidup menjauh dari kehidupannya selama ini dia jalankan dikota Bersama ibunya.
"Maafkan aku May,sudah menorehkan luka dalam pada kamu,aku tidak bisa menebus kesalahan itu pada kamu May, seumur hidupku akan menanggung rasa salahku padamu,kerena aku membuat ibu pergi meninggalkan kamu."ucap Danil memeluk Maya.
"Sudah Mas, jangan seprti ini, aku tidak nyaman dengan keadaan seperti ini."ucap Maya menahan kesedihannya dan ada sedikit rasa lain dihatinya kerena belum sepenuhnya dia bisa lupa masalalu itu.
"Sekarang jalankanlah hidupmu dengan Mbak yesi kerena sebentar lagi kamu Akan menjadi seorang ayah, keinginan kamu membangun rumah tangga dengan memiliki anak yang ramai, akan terwujud dengan Mbak yesi,walau itu impian aku, kamu bisa melakukan dengan Mbak Yesi,semoga kamu bahagia Mas,cintailah dia dengan sepenuh hati kamu jangan pernah membagi hati kamu dengan yang lain, kerena wanita tidak sekuat yang kamu pikirkan."kata Maya pada Danil dan meningalkan Danil sendiri saat ini di taman belakang itu sendiri.
Danil hanya diam Saja melihat keprgian Maya, dia hanya bisa menahan rasa bersalahnya pada Maya seumur hidupnya, dia sudah menghacurkan hati dan kepercayaan Maya padanya selama setahun ini.
"Kenapa Danil, kamu sudah puas membuat gadis itu menagis, dan luka yang dalam yang kamu torekan untuknya."kata Kevin Keluar dari dalam Villa itu.
"Tuan Kevin!! " kaget Danil kaget
"Kenapa Kamu Kaget melihatku dan mendegar pembicaraan kalian barusan. " kata Kevin
"Apa tuan Kevin sudah lama mengenalnya ?"kata Danil lagi.
__ADS_1
"Semenjak kejadian itu aku mengenal gadis itu, dengan bersusah payah aku meyebuhkan lukanya selama setahun ini, jadi Jagan pernah kamu bikin luka yang sudah megering itu kembali Basah."ucap Kevin.
"Jika tuan Kevin mencintai dia,aku senang."ucap Danil.
"Aku akan membuat dia senang dengan caraku sendiri, walau saat ini diantara aku dan dia tidak ada hubungan lain, hanya sebagai teman saja, tapi aku tidak mau dia terluka lagi olehmu."
"Sungguh Banyak Air matanya menagisi kamu selama setahun ini,jadi jangan pernah lagi mengulangi kesalahan itu Danil."
"Maafkan aku,Aku mohon jagalah Maya Tuan."ucap Danil sangat bersalah pada Maya.
"Dia akan tetap aku jaga dengan caraku sendiri, kamu tidak usah mencemaskan dia, bayak orang yang menyayanginya disini, pria seprti kamu hanya bisa membuat dia terluka."ucap Kevin tajam.
"Maafkan aku sudah melukainya."ucap Danil sungguh-sungguh menyesal.
"Sekarang hiduplah bagia dengan Istri kamu, tidak usah memikirkan Maya lagi, sebentar lagi Kamu akan menjadi seorang ayah."kata Kevin Megigatkan Asisten Sahabatnya itu.
Kevin pergi ketempat Alif dan Afiyah kembali setelah berbicara Dengan Danil.
"Mas kamu diri Mana?"kata Maya
"Dari toilet May,kenapa Kamu merindukan ku?" kata Levin asal.
"Jangan gila kamu ya."jawab Maya pada Kevin.
"Kita pulangbSekarang Yok Mas!! nanti gak enak dilihat Sama orang kampung jika terlalu malam pulang."ucap Maya Pada Kevin.
"Ohhh ya May apa kamu tahun ini tidak akan mengunjungi makam ibumu?" kata Afiyah.
"Belum ada Waktu Mbak Sebulan ini aku sangat sibuk apa lagi Anak-anak akan ujian akhir."ucap Maya pada Afiyah.
"Gitu ya."kata Afiyah Sedikit Tidak semangat.
"Emangnya ada Apa mbak?"
"Mama Alin Mintak Kamu kesana Karena Dia sudah merindukan kamu, sudah lama gak ketemu kamu." jawab Afiyah
"Gitu ya Mbak, abis ujian aku akan menyempatkan Kesana berkunjung dua hari."ucap Maya lagi
"Ok, nantik biar Mbak Sampaikan Sama Mama."kata Afiyah tersenyum pada Maya.
"Ohhh ya Mas aku Jadi lupa nanya Tentang Uang Yang aku Suruh Mas kasih Sama Mas Danil, kerena aku gak enak Berutang Padanya, itu duit tidak sedikit."kata Maya dengan santai.
"Sudah!! semua sudah beres May, gak usah kamu pikirkan lagi, sekarang Mas harap kamu bisa hidup bahagia dengan cara kamu sendiri."kata Alif melihat Maya saat ini.
__ADS_1
"Terimakasih kasih banyak Mas sudah bantu Maya."kata Maya senang.
"Lo Vin juga ingat umur, nika tu cepat, selagi Maya Masih tidak ada yang memiliki." Kata Alif santai.
"Kok Aku sih Lif, sama Siapa saja Maya berhubungan Aku gak pernah Larang kok,kita gak ada hubungan apa-apa, cuma teman tidak lebih."kata Kevin Santai pada Sahabatnya itu.
"Benaran teman ? tapi perhatian lo melebihi dari teman Vin." ujar Alif santai.
"Kamu Jagan Asal bicara Lif."kami gak ada Hubungan apa-apa, sumpah. "kata Kevin jujur.
"Saat ini lo Belum menyadari perasaan Kalian tapi nantik Saat Maya sudah dimiliki olah orang lain baru lo bisa menyadari persaan lo sama dia. "ucap Alif santai.
"Lo gak usah bahas gue ama Maya Lif."kesal Kevin pada Alif.
"Proyek lo sama Jamal Apa udah selesai?"Tanya Akif Tiba-tiba pada Kevin.
"Jangan lo bahas disini tentang Kerjaan Dodol." ucap Kevin pada Alif kerena Dia gak mau Maya tahu bahwa dia adalah pemilik Perusahaan besar dijakarta.
"Maaf!! " ucap Alif pelan.
Ya sudah aku mamit dulu Lif,gak enak aku bawak anak gadis orang lama-lama bisa aku disuruh nikahi dia sama orang sekampung Lif."kata Kevin asal.
"Ingat Dia perkataan itu doa."ingat maya pada Kevin.
"Maaf Sayangku."ucap Kevin lagi asal
"Mulut kamu itu lama-lama aku tabok juga Ya Mas,asal bicara saja." kesal Maya Pada Kevin.
"Jadi kapan kamu berangkat Kebandunga Mas."tanya Maya Pada Alif dan Afiyah
"Mungkin siang May,kasihan sama Lian harus ditingal sama Mama. "jawab Alif
"Kalau begitu aku titip salam, sama Mama Alin Ya Mbak."kata Maya sambil memeluk Afiyah.
"Sampai jumpa Nantik Ya May."kata Afiyah kembali.
"Mas kami pulang dulu, sampain jumpa nantik."ucap Maya Meyalami tangan Alif seperti Abangnya sendiri.
"Kamu jaga diri Disini baik-baik May, maaf jika kami gak bisa lama disini, belum sempat kerumah kamu."kata Alif.
"Aku paham Mas, kamu orangnya sibuk." jawab Maya Mengerti.
"Ya sudah kami Pulang Dulu Bro, sampai jumpa nantik Ya."kata Kevin keluar dari Vila itu, saat ini Alif Dan Afiyah megatar Mereka kedepan.
__ADS_1
"Daaaaa Mbak, sampai jumpa nantik." kata Maya kembali sangat senang hari ini kembali bertemu dengan Afiyah dan Alif kerena sebulan lalu dia mrmintak bantuan Pada Alif agar mencarikan donatur untuk sekolahnya yang Serbah banya kekurangan, dan biaya siswa bagi anak tidak mampu.
**********