
Hari ini afiyah kembali pulang siang ini, setelah Alif siap miting dengan rekan bisnisnya,Afiyah sudah tidak. nyaman untuk berada didalam ruangan yang penuh bauk obat itu.
Danil membantu membawa barang-barang Alif dan Afiyah untuk dibawa kemobil, setelah itu Danil menyelesaikan akmin Perawatan Afiyah dirumah sakit itu.
setelah siap Danil kembali lagi keruangan inap Afiyah lagi, saat mau mau naik Life dia tidak sengaja menakrak Gadis yang saat itu sedang buru-buru.
"Kamu tidak bisa berjalan dengan melihat orang didepan kamu Ya."ucap Danil sangat marah dan mengambil tanda pembayaran Perawatan istri Bosnya itu.
"Maaf Mas, aku tidak segaja, kerena aku lagi buru-buru saat ini.ucap Gadis itu membantu megambilkan Kertas yang berserak dilantai itu tampa melihat orang yang ada didepannya itu, begitu juga Danil saat ini.
"Ini Mas aku bantu... untuk mengambil milik kamu yang berserak."ucap Maya agak gugup pada Danil yang menatapnya saat ini dengan tajam.
"Kamu lagi!!! "ucap Danil mengambil Kertas itu ditangan Maya.
"Maafkan aku Mas,aku sangat buru, ibuku baru saja kecelakaan saat ini lagi berada di UGD rumah sakit ini."jelas gadis itu pada Danil sedikit takut.
"Berjalan lebih hati-hati, Agar kamu tidak merugikan orang lain dengan kecerobohan kamu itu."ucap Danil masuk kelam Life.
"Dasar Laki-laki dingin."ucap Maya kesal, dan berjalan kearah UGD rumah sakit itu.
Danil Kekur lagi dari Life itu dan mengikuti Gadis itu ke UGD dimana Saat ini ibunya di berada.
Danil Melihat Ibunya Maya saat ini sangat parah kerena kecelakaan itu,Danil mendegar Dokter yang berbicara pada Maya saat ini akan melakukan operasi pada ibunya kerena ada pendarahan di kepala ibunya.
"Dari mana saya mendapatkan uang sebanyak itu, 200 juta itu bukan uang yang sedikit, tidak ada orang yang akan mau meminjamkan aku uang sebanyak itu."ucap Maya sedih saat ini.
Danil Pergi meninggalkan Ruang UGD itu dan lansung menuju dimana tempat pembayaran tagihan rumah sakit itu, sampai disana Danil membayarkan Semua biaya untuk operasi ibu Maya,Danil tahu tidak memiliki ibu itu sangat sulit seperti apa yang dirasakannya selama ini olehny,ibunya pergi untuk selamanya kerena sakit kanker yang diderita ibunya selama bertahun-tahun.
Setelah siap Danil Langsung kembali kekamar Afiyah karena Alif sudahnmenunggunya,sampai didalam Danil hanya diam saja, masih memikirkan Maya saat ini.
"Hai kenapa mungka kamu jelek kayak Gitu?"kata Afiyah pada Danil saat ini.
__ADS_1
"Tidak Ada Nona,aku baik-baik saja."ucap Danil singkat.
"Ya sudah kita lansung pulang saja Danil."ucap Alif pada Asistennya itu.
"Baik Tuan."ucap Danil Mengikuti Bos nya itu dari belakang karena Saat ini Alif lagi mendorong kursi roda istrinya itu.
"Setelah ini kamu bisa langsung kembali ke perusahaan lagi Danil, biar aku saja membawa mobil kali ini, aku lagi malas untuk kenmabali keperusahaan."kata Alif pada Danil.
"Baik tuan Saya pakai Taksi saja keperusahaan."jawab Danil singkat.
"Kamu bisa megirimkan kerjaanku lewat imaell saja hari ini."kata Alif lagi.
"Baik tuan."Jawabnya.
Tidak lama Mereka sampai dibawah disaat Afiyah keluar dari Life dia melihat Maya sedang berdiri bingung di melihat kertas yang ada ditangannya itu.
"Mas bukankah itu Maya ya?" Tanya Afiyah pada Alif .
"Kelihatan iya sayang, sedang apa dia disini?"ucap Alif mendorong kursi roda istrinya itu kearah Maya.
"Eeh Mbak Fiyah!! "kaget Maya
"Kamu kenapa, aku perhatikan kamu kebigungan?"ucap Alif.
"Apa ada yang ingin kami bantu Mai?"ucap Afiyah lembut.
"Tidak Mbak,, aku lagi bingunga saja saat ini,ibuku baru saja kecelakaan Mbak,aku membutuhkan biaya rumah sakit sebanyak 200 juta untuk biaya operasi ibu kerena ada pendarahan dibagian kepalanya,Tapi aku bingung Mbak siapa yang membayar biaya operasi ibuku, sedangkan aku belum mendapatkan uang itu."ucap Maya heran.
"Mungkin saja pengeran dari kayangan May."celetuk Alif Asal, karena dia tahu pasti Asistennya itu yang melakukan itu semua, selama ini Danil sangat menyukai Maya, namun dia tudak mau untuk mengatakan pada gadis itu.
"Kamu yang sabar ya Mai,Mbak gak bisa menemanin kamu saat ini, kerena keadaan Mbak juga lagi tidak sehat saat ini."ucap Afiyah.
__ADS_1
"'Tidak apa Mbak,aku kesana dulu mbak sebentar lagi ibu Akan dioperasi."ucap May pada Afiyah.
"Kamu temankan Maya saja Danil sampai operasi Ibunya siap biar aku saja yang membawa istriku pulang."ucap Alif Biar mereka bisa lebih dekat.
"Tapi tuan, pekerjaanku masih banyak dikantor Tuan."ucap Danil kaget mendegar kata Alif barusan kerena pasti canggung baginya bersama Maya di rumah sakit itu berdua saja.
"Tinggalkan Dulu untuk hari ini, temanin dia mungkin saja Maya membutuhkan kamu nantik. "ucap Alif santai dan pergi meningalkan mereka berdua.
Danil mulai bersikap dingin kembali dan cuek dengan keadaan sekitarnya, saat ini dia juga gugup berada di dekat gadis yang selama ini dia suka.
"Ada apa melihatku seperti itu?"ucap Danil Santai.
"Jika Mas banya kerjaan dikantor kamu boleh kembali, aku bisa sendiri disini jaga ibuk."ucap Maya tidak enak pada Danil.
"Enak saja kamu menyuruh ku pergi,apa kamu akan melihat aku dipecat oleh Bos gila aku itu, jika aku tidak menuruti pekataaanya."ucap Danil dingin dan acuh saja pada Maya.
"Kalau begitu ikut aku ucap Maya berjalan ke ruang operasi dan menunggu ibunya itu siap dioperasi.
Mereka berdua hanya bisa diam saja Danilpun juga tidak banyak bicara pada Maya, tapi dia memperhatikan Maya sekali -kali.
Maya saat ini sangat gelisah memikirkan ibunya yang terbaring lemah di meja operasi saat ini.
"Ya Allah selamatkan ibuku,hanya dia yang aku punya saat ini, tidak ada lagi yang aku miliki selain dia."ucap Maya pelan sambil menunduk duduk disamping Danil, walau pelan ucapan itu masih terdegar oleh Danil saat ini.
"Kamu tidak usah takut dan sedi pasti Allah mendegar doa kamu,bersabarlah pasti akan baik-baik saja pada ibu kamu."ucap Danil singkat
"Aku takut ibuk akan meninggalkan aku Mas, hanya dia yang aku punya saat ini."ucap Maya sedih deangan menitikan air matanya itu.
"Jangan menagis ada aku disini."ucap Danil Tiba-tiba saja perhatian pada Maya, dia tidak sadar telah kehapus air mata Maya yang jatuh di pipinya itu.
Maya dengan sedih dia juga tidak menyadari sikap Danil padanya saat ini,Maya memeluk Danil kerena sedihnya dia saat ini yang sedang memikirkan ibuhnya.
__ADS_1
Mereka berdua sama-sama Tidak menyadari atas sikap mereka Masing-masing,saat ini Danil juga tidak mau melihat Maya sedih memikirkan kedaan ibunya.
**********