MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Alif Dan Afiyah Mati Kutu Ulah Mamanya.


__ADS_3

"Hai sayang bukak lebar-lebar selangkangnya biarkan aku bisa megoleskan selebnya".


" Aku bisa sediri Lif,biarkan aku saja yang memakaikannya sendirian."ucap Afityah sedikit malu pada suaminya itu.


"Tidak usah menolak sayang,biar kamu cepat sehat dan berjalan lebih nyaman jika milikmu itu tidak bengkak dan sakit lagi."terang Alif pada istrinya itu.


"Tapi lif," ucap Afiyah segikit ragu untuk melebarkan pahanya didepan suaminya itu.


"Ayolah sayang,apa yang kamu malukan padaku, bentuk tubuh kamu sudah aku lihat semua,jadi tidak ada lagi yang perlu kamu malukan padaku."ujar singkat alif.


"Baiklah tapi kamu jangan sampai lagi melakukannya lagi aku sudah tidak tahan lagi dengan sakitnya."pintak Afiyah pada suaminya itu.


"Ok,aku tidak akan melakukannya lagi,tenang saja sayang."seyum Alif pada Afiyah.


"Cepat lakukan aku gak mau lama melihatkan pada kamu Lif,"ucap Afiyah sambil melebarkan pahanya pada Alif,dan Alif langsung memasangkan saleb itu pada baagian intiya istrinya itu yang bengkak ulah perbuatannya itu.


"Sudah selesai kamu bisa memakai dalaman kamu lembali,dan makanlah aku akan menunggu kamu disini seharian ini kerena besok kita akan bilan madu,mama sudah memberikan tiket bulan madu untuk kita.


"Untuk apa sih Lif kita bulan madu,ini saja aku sudah tidak mampu jalan kamu bikin,kita dirumah saja ya." Manja Afiyah pada Alif.


"Tidak bisa sayang kita harus pergi karena mama ingin kita bulan madu dulu seminggu ini,agar mama senang sebelum dia berangkat ke Amerika nantik."


"Memang kapan mama akan berangkat ?"


"Sepulang kita bulan madu nantik mereka akan langsung berangkat kesana."teranga Alif pada istrinya itu.


"Emangnya kita mau kemana Lif bulan madunya?"tanya Afiyah pada Alif.


"Kejepang mama sudah membelikan kita tiket buat kita,kita tidak bisa kecewakan mama dan papa agar kita cepat dapat beby sayang." seyum Alif pada istrinya itu.


"Istirahatlah pasti kamu sangat lelah kerena ulahku pagi ini."


"Kamu mau kemana Lagi Lif,apa kamu mau kerja hari ini?"


"Tidak untuk seminggu ini aku sudah megosongkan waktu untuk kita berdua."jawab Alif santai.

__ADS_1


"tidur lah aku akan ruang kerja papa sebentar ada yang mau aku ambil disana."


"Baik lah aku akan tidaur sekarang."ujar Afiyah membaringkan kembali tubuhnya di samping Alif yang lagi duduk ranjang itu." Alif mencium bibir manis Afiyah sebelum pergi keluar."


"Tidurlah,"ucap Alif lembut pada istrinya itu dengan hati berbahagia dan rasa senang karena Afiyah sudah menjadi miliknya,Alif keluar dari kamarnya.


Alif masuk kedalam ruang kerja papanya untuk mengambil berkas yang diperlukan Danil hari ini untuk miting pagi ini dengan rekan bisnisnya.


"Kamu mencari apa Lif.?"ucap Pak wira baru masuk kedalam ruangannya itu.


"Mengambil ini pa,berkas Alif tingal,hari ini Danil ada miting dikantor jadi aku akan menyuruh pak udin megantarnya ke kantor untuk dikasih ke Danil.


"Biar papa saja yang membawa berkas itu,nantik papa kasih ke Danil kerena papa ada urusan sedikit dikantor."


"Baiklah pa,terimakasih bayak ya pa."


"Nikmatilah hari kamu bersama istrinya kamu selama berlibur nak,papa senang melihat kamu bahagia seperti ini."ujar pak wira menepuk-nepuk pundak Alif dan pak wira langsung pergi meninggalkan Alif yang masih berdiri melihat papanya itu.


Alif kembali lagi pada istrinya yang sudah tertidur,Alif terseyum saja melihat wajah cantik dan imut itu tampak kelelahan kerenanya semalam dan pagi ini sehinga tidak dapat Afiyah berjalan dengan nyaman.


Sepasang suami-istri Tertidur tampa ada yang menganggu mereka berdua pagi ini,sampai siang mereka masih nyeyak tidur sehinga mama alin tidak dapat menahan diri karena putra dan menatunya itu belum makan siang saat ini.


"Dasar pengantin baru,mentang-mentang baru dapat mainan baru gak ingat waktu makan siang,Dasar anak gak ada aklak,sudah tahu istrinya itu lagi kesakitan ulahnya masih juga maksakan dirinya."Gerutuk mama Alin pada putra satu-satunya itu.


"Ada apa nyoya kok siang-siang gini kok merepet,nantik nyoya bisa tensi nya naik."ujar bibik nining.


"Bik kamu bangunkan mereka sana sudah siang ini masak gak merasa lapar sih mereka berdua." rasa kesal mama Alin pada putranya itu.


"Baiklah nyoya saya akan bangunkan den Alif dulu kertas.ucap bibik nining naik dengan cepat kelatai dua untuk membagunkan anak majikanku itu.


"Tok..... tok...


"Den bangun den nyoya sudah menunggu dibawa"ucap bik nining agak pelan.


"Ciklek"bunyi pintu kamar Alif terbuka,Alif melihat bik nining berada didepan kamarnya membuatnya bigung.

__ADS_1


"Ada apa bik"ucap Alif pada bik nining dengan suara khas bagun tidurnya.


"nyoya menyuruh aden turun untuk makan siang."


"Sebentar lagi aku turun bik."ucap Alif menutup pintu lagi dan Alif melihat Afiyah sudah duduk di tepi ranjangnya saat ini mrlihat kearah suaminya itu.


" Ada apa Lif ?"


"Mama suruh makan siang kebawah,sana cuci mungka kamu dulu sayang kita turun untuk makan siang kebawah."ucap Alif.


"Baiklah aku akan mencuci mungka dulu ya."


"Ya " ucap Alif menunggu istrinya itu keluar dari kamar mandi.


"Sudah sana cuci dulu mungka nya itu ileran tu"canda Afiyah pada Alif saat ini menatapnya.


"Apa itu kamu gak sakit lagi sayang.?"


"Sudah tidak begitu lagi sakitnya hanya nyeri sedikit saja,aku sudah agak membaik,cepatan kamu sana cici mungkanya kasihan mama nungguin kita."ucap Afiyah pada Alif saat ini berjalan kekamar mandi.


Setelah siap Alif lansung turun bersama istrinya saat ini,Afiyah agak susah berjalan kerena masih terasa nyeri sedikit dikelangkangnya itu.


Sampai dimeja makan Mama alin hanya tersenyum pada kedua pengantin baru itu.


"Kenapa mama terseyum gitu lihat kami?"tanya akif kerena mamanya itu sangat mencurigai.


"Tidak ada apa-apa sayang,mama hanya kasihan melihat menantu mama itu ulah kerjaan kamu dia susah berjalan jadinya."ucap mama Alin pada putranya itu sehinga membuat Afiyah sedikit menundukan kepalanya kerena malu pada mertuanya saat ini.


"Kamu itu gak usah malu Fiyah,mama faham sekarang yang sedang kamu rasakan saaat ini kerena ukah suami kamu itu.


Apa semalam dia tidak bermain lebut ya pada kamu,dia kasar ya ?ucap mama Alin lagi tampa ada jedah membuat Alif dan Afiyah mungka memerrah menaha malunya.


"Cukup ma,lihat menatu kamu itu sudah malu, ulah mamaku yang tak ada rem jika mulutnya itu berbicara seenak jidatnya saja,sungguh malang aku punya mama seperti ini."ucap Alif sedikit tidak semagat mamanya itu terlalu ceplos kalau berbicara.


"Kamu itu kudu bersyukur bisa punya mama seperti aku ini Lif,mana ada mertua seperti aku ini bisa berbicara jujur pada menantunya,kerena dia itu juga putriku juga,kamu jangan hiraukan ucapan mama ini Afiyah,mama hanya ingin mengingatkan suami gila kamu itu.

__ADS_1


**************


__ADS_2