
Hari ini Afiyah sedikit kurang semagat karena tubuh tidak dalam sehat,dari pagi sampai siang bawaannya ingin tidur saja dan kepalah agak pusing sedikit,Afiyah tetap juga masuk kerja kerena dia tidak mau untuk libur.
Liza yang melihat Afiyah sedikit pucat,dia merasa cemas juga kerena dari pagi temannya itu tidak bisa bekerja dengan baik.
"Fiyah jika kamu kalau tidak sanggup bekerja hari ini kamu bisa pulang saja,biar aku saja yang mengerjakan kerjaan kamu hari ini. "
"Aku masih bisa Za untuk megerjakan ini semua,kamu gak usah kawatir aku mungkin kelelahan saja." ucap Afiyah pada temanya itu.
"Bagai mana bilang baik-baik saja Fiyah lihatlah kamu tapak pucat sekali." kata Liza melihat temannya itu tampak pucat.
"Tidak apa-apa Za,aku masih kuat kok. "ucap Afiyah masih saja melanjutkan pekerjaannya.
"Ya sudah berdebat pun sama kamu itu tidak akan selesai-selesai kamu itu memang keras kepala ya." repet Liza pada temannya itu.
"Jagan suka merepet Za nantik ilang cantik lo,nantik kak pino jadi kurang sur pada kamu itu jika orang yang di sukanya seperti itu."
"Apa sih Fiyah. "ucap Liza tampak malu Afiyah mengodanya.
"'Benaran Za sepertinya kak Pino suka sama kamu, aku sering perhatikan dia jika kesini curi-curi pandang pada kamu Za."
"Benaran itu Fiyah,sepertinya aku tidak jomlo akut lagi ni."kata Liza datang sifat gilanya itu.
"Bisa saja seperti itu Za."
"Mudah-mudahan cinta aku ini terbalas oleh kakang Pino yang ganteng itu."ucap Liza agak senang.
"Kamu ini tidak Berubah-berubah tingkah gila kamu itu Za."ucap Afiyah terseyum pada temannya itu.
"Aku memang gila sama sepupunya kamu itu Fiyah,kakang Pino I love you."
"Sudah kamu lanjutkan lagi kerjaan kamu sebentar lagi laporan ini akan dimintak sama kakang Pino kamu itu,kalau gak selesai kapok kamu Za,hilanglah rasa cinta kakang Pino pada kamu itu Za..ha.. ha.." ketawa Afiyah megejek Liza lagi senangnya.
"Iya juga kata kamu Fiyah aku harus cepat menyelesaikan ini semua,aku juga tidak mau kehilangan kakang Pino."ucap Liza kembali pokus pada pekerjaannya.
"Dasar kamu ini,rupanya kamu takut juga, apa sebesar itu rasa suka kamu sama dia Za?"
"Iya,,aku itu sudah lama suka sama dia Fiyah cuma aku tidak bisa mendekatinya karna sifat dingin dan kurang seyum itu membuatku takut padanya."jelas Liza pada temanya itu.
__ADS_1
"Berusaha lah untuk mendapatkan hatinya Za karena kak Pino itu orangnya lembut tidak seperti yang ada di pikiran kamu itu,cobalah untuk dekat dengannya." saran Afiyah pada Liza.
"Bagai mana caranya aku mendekatinya sih Fiyah jika dia seperti itu." ucap Liza lagi.
"Sering-seringlah datang kerumah nenek mencariku jika mau pas libur kita habiskan waktu dirumah nenek saja,kak Pino pasti ada dirumah."ucap Afiyah.
"Gitu ya Fiyah,aku harus lakukan seperti itu ya.
" Iya Liza."
"Baiklah aku akan lakukan demi mendapatkan hati kakang Pino.
Disaat mereka lagi asik berbicara orang yang mereka bicarakan tiba-tiba saja muncul di belakang mereka berdua untung saja Afiyah dan Liza sudah selesai dengan perbincangan mereka berdua.
"Hai kalian berdua apa yang sedang kalian bicarakan nampaknya lagi seru bangat?"
"Eeeeh kak Pino ada apa kakak kesini,apa mau mengambil laporan ya?"ucap Afiyah santai.
"Tidak aku mau mintak rantang makanan untuk kakak Fiyah,perutku sudah keroncongan karena pagi tidak serapan."ucap Pino sekali-kali memperhatikan Liza yang lagi pokus dengan pekerjaannya.
"Terimakasih dek,kamu boleh lanjutkan lagi pekerjaannya pas makan siang nantik kamu bisa antar laporan itu soalnya kakak langsung kirim ke pusat datanya."
"Ok."ucap Afiyah terseyum pada Pino, dan mata Pino masih tetap menatap Liza dengan diam-diam.
"Sudah jangan menatapnya terus,kalau kamu suka bilang kak."bisik Afiyah pada Pino.
"Apaan sih kamu dek."ucap Pino merasa salah tingkah ulah adiknya itu.
"Sudah makan sana,katanya lapar tapi masih juga betah disini."ucap Afiyah pada Pino.
"Kamu megusirku dek?" ucap Pino menujuk dirinya dengan jarinya sendiri.
"Iya."ucap Afiyah terseyum.
"Baiklah kalau begitu aku pergi ya."ucap Pino meningalkan ruangan Afiyah.
"Aneh kamu ini kak,kamu suka padanya tapi gak mau bilang pada orangnya."ucap Afiyah dalam hatih sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Afiyah melanjutkan kembali pekerjaannya kerena sebentar lagi akan diberikan pada Pino pas waktu makan siang.
Kedua wanita itu tampak pokus dilayar komputer itu,kerena mereka berdua harus menyelesaikan pekerjaan itu,Afiyah orang cepat dalam megerjakan apapun dalam urusan perkerjaan seperti ini karena mudah baginya.
**
Ditempat lain Alif sedang berada diluar lagi ada pertemuan di salah satu gedung yang disiapkan oleh pihak rekan bisnisnya dan disitu juga Zakia yang ikut kerja sama dengan perusahaan itu.
Alif menatap Zakia dengan rasa jengkel nya kerena baru tahu seperti apa kelakuanya pada istrinya.Alif tampak membenci Zakia kerena ulah Afiyah pergi meningalkan dia kembali,Hari ini mut Alif hilang kerena adanya perempuan itu disana.
Setelah pertemuan itu selesai Alif lansung meningalkan tempat itu bersama Danil yang selalu menemaninya kemana saja dia pergi.
"Alif tunggu aku ingin bicara dengan kamu."pangil Zakia pada Alif hendak pergi dari ruangan itu.
"Ada apa."ucap Alif tidak ada kata ramah pada Zakia.
"Apa kita bisa ngopi di caffe sebentar saja?"ajak Zakia lembut.
"Tidak,, aku bayak kerjaan hari ini maaf. "ucap Alif pergi meningalkan Zakia yang mematung berdiri melihat kepergian Alif.
"Alif tunggu."teriak Zakia pada Alif tetap saja tidak mendegar teriakan Zakia.
"Tuan apa anda tidak terlalu berlebihan dengan sikap anda itu tuan."ucap Danil pada Bosnya itu.
"Biarkan saja dia seperti itu,aku tidak mau lagi berurusan dengan nya karena ulah dia Afiyah pergi,dia yang mengancam istriku Danil."jawab Alif sambil masuk kedalam mobil yang menunggunya dipakiran.
"Ayok jalan pak,kita langsung ke perusahaan lagi."ucap Danil pada supir yang bertugas mengatur mereka berdua.
"Kamu juga awasi Zakia,aku tidak mau dia berbuat macam-macam padaku, suruh orang untuk mengawasi gerak dia,kerena dia bukan wanita semarangan, pasti dia akan melakukan tindakan yang membuat aku tidak bisa berkutik."perinta Alif pada Danil.
"Baik tuan saya akan suru orang untuk mengawasi Nona Zakia."jawab Danil pada Bosnya itu.
Alif Dan Danil kembali keperusahaan,mereka berdua akan melakukan pekerjaannya yang tertunda kerena adanya pertemuan diluar dengan rekan bisnisnya.
Alif masuk ke ruangannya saat ini melihat Foto Afiyah yang lagi tersyum,Alif sangat merindukan istrinya itu,ada raut kesedihan dan luka dihatinya saat ini,dan rasa bersalah sangat besar pada istrinya itu,sudah dua kali Alif membuat wanita yang dicintainya itu terluka dan kecewa padanya.Alif hanya bisa memandang Fotonya Afiya saja saat ini dengan genangan air mata.
**************
__ADS_1