
Mudah-mudahan saja kerena Adanya Lian Alif dan Afiyah bisa memaafkan Suaminya kembali,seperti apa yang sedang dipikirkan oleh Mertuanya Afiyah saat ini sedang Menelpon Putranya,Pak wira berusaha menjelaskan ini semua pada Alif kerena Dia sudah memiliki anak bersama Afiyah.
"Apa Pa,ini tidak mungkin."ucap Alif yang sangat kaget.
"Kamu bisa berangkat sekarang juga Ajak Danil menemani kamu untuk kesini."ucap Pak Wira pada putranya itu.
"Kamu bisa melihatnya putra kamu itu, persis seperti kamu kecil nak." terang Pak wira pada Alif.
"Sungguh jahatnya aku Pa pada Afiyah,selama ini dia menjalani hidup sendiri yang lagi hamil, aku sangat bersalah padanya Pa."ucap Alif penuh sesal,tidak menemani istrinya selama hamil anaknya.
"Kamu tidak usah memikirkan ini semua, banyak yang menyayangi istri kamu selama dia tingal didesa ini."
"Tapi ini adalah salahku Pa."ucap Alif.
"Sudah sekarang kamu langsung berangkat."ucap Pak Wira pada Putranya itu.
"Baiklah Pa Aku langsung berangkat sekarang."ucap Alif yang sudah beres-beres barangnya,untung saja dia sudah berada dirumah pas papanya menelpon.
Pak Wira menutup Pangilannya itu dan duduk kembali bersama Istrinya.
"Bagai mana pa,Apa Alif mau untuk datang kesini."ucap Mama Alin.
"Ya pastilah ma,siapa yang tidak ingin bertemu istrinya selama ini yang dirindukannya."
"Semoga saja Adanya Lian,mereka bisa bersatu kembali Pa,kerena mama sangat bahagia jika Afiyah memaafkan putra kita."ucap Mama Alin.
"Tapi kita tidak bisa memaksa jika Afiyah belum mau Memaafkan Alif.ujar pak Wira pada Mama Alin.
"Semoga saja Alif nantik bisa meyakini Afiyah dan memenangkan hati istrinya itu kembali, agar mereka kembali bersama lagi."
"Kita bisa berdoa untuk kebaikan mereka berdua Ma, kerena sudah ada Lian diantara mereka saat ini."
"Semoga Afiyah luluh kerena Lian." ucap Mama Alin.
"Papa juga berharap ssepeti itu ma,papa samgat menyayangi mereka berdua,papa tidak mau jauh lagi dengan cucu papa."ucap Pak Wira memandang Istrinya itu sedikit sedih.
__ADS_1
"Kita sebagai orang tua, kita bisa apa Pa jika mereka berdua sama-sama dengan egonya,jika nantik Alif menemui Afiyah,Mama sangat takut jika Afiyah tidak mau hidup bersama Putra kita pa,selama ini Alif sudah sangat menderita menahan rasa rindu dan rasa bersalah pada Afiyah."
"Jangan berpikir terlalu jauh Ma,kita doakan mereka baikan demi anak mereka."
"Tapi itu yang Mama takutkan Pa."
"Sudahlah Kita tidur sekarang, Papa juga merasa lelah dan capek hari ini." ucap Pak Wira beranjak masuk kedalam kamar di villa itu.
Mama Alin terpaksa mengikuti apa yang di mau suaminya itu,kerena Mama Alin juga merasa capek seharian ini mereka belum istirahat sedikitpun semenjak baru samapai didesa itu.
Lain Saat ini Alif dengan semangat ingin bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya selama setahun lebih ini dia menahan rasa rindu itu pada istrinya itu, apalagi saat ini dia sudah memiliki anak, Alif tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya itu yang dia tidak pernah tahu selama ini.
"Tolong maafkan aku nantik Afiyah jika kita bertemu dengan kamu,kali ini aku tidak akan pernah memaksa kamu lagi,apa keputusan kamu aku akan menerimanya,asalkan kamu maafkan aku yang selalu bikin kamu kecewa dan hidup menderita ulah baku sendiri."ucap Alif dalam meyetir mobilnya sendiri sambil berpikir.
Setelah itu Alif pokus lagi dengan perjalanannya ke desa makmur dimana saat ini Afiyah berada setahun lebih dia menghabisi masa-masa sulit nya tampa suami disaat hamil Lian sendiri.
Alif sungguh-sunguh bahagia mendegar kabar sore tadi tadi dari papanya mengabarkan padanya tentang orang yang disayannya itu.
Hari sudah sangat Sudah malam Namun Alif tetap semangat megendarai mobilnya itu sendiri kerena dia sudah tidak sabar sampai didesa itu.
Alif turun dari mobilnya saat ini Pak Tarjo sudah membukakan pagar Villa cantik milik keluarganya itu.
"Selamat datang kembali Den Alif disini."ucap Pak Tarjo pada Alif.
"Apa kabar pak,sudah lama kita tidak bertemu?" ucap Alif terseyum pada Alif.
"Baik Den,Den Alif terlihat tampan dari pertama datang kesini sama tuan besar."jelas Pak Tarjo.
"Sama saja Pak seperti dulu, ada-ada saja bapak ini."ucap Rama Alif pada orang yang menjaga villa milik keluarganya itu.
"Benar itu Den,bapak tidak bohong." ucap Pak Tarjo juga terseyum pada Alif.
"Apa Papa sudah tidur Pak?"
"Ya tentu sudagh aktuh aden,sudah malam ini,mana mngkin tuan besar menungu Den Alif sampai semalam ini."jelas Pak Tarjo pada Alif.
__ADS_1
"Iya juga Pak,aku tidak terpikir Pak."ucap Alif juga tidak sadar sudah tengah malam sampai disini.
"Mari Den bapak bantu untuk membawa barang-barang tuan kedalam."tawar Pak Tarjo pada Alif.
"Tidak usah Pak, Biar aku saja cuma satu koper kecil ini saja kok,aku bisa pak."ucap Alif pada Pak Tarjo.
"Baiklah kalau Den Alif tidak mau saya bantu Mari saya antar kekamar tuan sekarang?"ucap pak Tarjo.
"Emangnya Kamar aku dulu gak bisa dipakai ya pak?"ucao Alif bingung.
"Kamar itu sudah tidak ada Den, Villa ini sudah renovasi sekarang Villa ini tidak seperti dulu lagi Den, sudah bayak perubahanya,makanya Den Alif sering-sering datang kesini biar tahu desa ini seperti apa."ucap Pak Tarjo pada Alif
"Gitu ya pak,ya sudah pak Tarjo boleh tunjukan aku dimana kamar yang harus ditempati.!!"ucap Alif paa Pak Tarjo dengan ramah.
"Baiklah Den,kita lewat sini saja. "ucap Pak Tarjo pada Alif, saat ini Alif juga mengikuti Pak Tarjo berjalan di belakannya.
Mereka berdua masuk kedalam Villa yang tampak mewah itu,Alif memperhatikan Villa itu memang tidak seperti pertama dia datang ke villa ini.
Alif tidak percaya dengan ini semua Villa milik kurganya itu tampak besar dan mewah sudah ada didalam kerena dulu tidak seperti dulu jauh lebih kecil dari sekarang.
Pak Tarjo sampai depan kamar itu, tidak jauh dari kamar papanya saat ini kamar itu berada.
"Silakan beristirahat Den, sekarang ini kamar Den Alif dan disana adalah kamar Tuan besar ada tiga kamar tamu jika meginap di Villa ini Den.",terang Pak Tarjo pada Alif.
"Terimah kasih banyak Pak sudah mengantar dan menunggu kedatangan ku malam ini."ucap Alif sangat senang sudah dibantu peh pak Tarjo.
"Itu sudah tangung ajawabku Den untuk melayani keluarga Den Alif. "ucap Pak Tarjo.
"Baikah Pak sekarang bapak boleh istirahat juga karena ini sudah larut malam pak."ucap Alif pada Pak Tarjo.
"Baiklah Den, kalau begitu saya juga permisi untuk pulang." ucap Pak Tarjo.
"Baiklah Pak,, terimakasih bayak atas bantuan malama ini."ucap Laif pada Pak Tarjo yang bejalan keluar dari pulau itu.
Alif masuk kedalam kamar itu kerena sudahn merasa lelah melakukan perjalanan jauh dari kota bandung kedesa Makmuar memakan waktu Lima jam untuk samapai didesa ini.
__ADS_1
**********"