
Akhirnya Afiyah menyerah juga karena demi putranya Lian Afiyah memutuskan untuk bersama suaminya kembali kerena tidak ada perceraian diantara mereka berdua.
Afiyah akan ikut besama Alif kerena Mama Alin sudah pasti menunggunya disana saat ini,Afiyah memberitahu pada Pino dan Neneknya akan pergi bersama Alif keVilla Oranng tuanya Alif.
Afiyah mengedong Lian bersamanya, sedangakan Alif membantu membawa keperluan Lian selama di villa nantik.
"Sini aku bantu kamu bawak Barang Lian."ucap Alif mengambil tas kecil yang sudah ada semua keperluan putranya itu.
"Itu kamu bawak Mas."ucap Afiyah pada suaminya itu.
"Ayok sayang ayah kita temui oma dan opa diVilla kita, hari ini kita akan bermain lama besama Ayah dan oma."ucap Alif pada putranya yang ketawa kerena Alif mengajak berbicara.
"Mas tolong bawain laporan itu,kerena aku bisa mengerjakan laporan itu dirumah selma satu minggu ini,sampai selesai kak Pino acara pernikahannya dua hari lagi akan diadakan."jelas Afiyah pada Alif bingung apa yang dikatakan oleh istrinya itu.
"Laporan apa sayang, apa kamu selama disini bekarja?" ucap Alif bersalah pada istrinya itu, tidak tahu selama ini Afiyah menderita.
"Aku berkerja mas,untuk menyabung hidupku jika aku tidak bekerja aku makan pake apa dan membeli susu hamil selama aku hamil Lian dan juga biaya persalinan aku."ucap Afiyah pada Alif yang sangat sedih mendegar perkataan istrinya itu.
"Kanapa kamu meningalkan ATM yang aku berikan pada kamu Fiyah, dan juga kamu tidak membawa dompet kamu saat itu.? " tanya Alif pada Afiyah.
"Aku menaroknya diatas meja kamar, kerena aku buru-buru hari itu jadi lupa membawa dompet itu hanya KTP aku saja yang terbawa kerena dompet aku waktu di Italia masih didalam tasku."jelas Afiyah pada Suaminya itu
"Apa kamu sangat kesulitan waktu itu fitah?"
"Tidak Mas,, aku menjalankan ini semua dengan iklas jadi tidak ada sulit bagiku."jawab Afiyah tidak mau jujur pada suaminya itu.
"Sudah kita berangkat, nantik kita sambung gobrol di sana saja."ucap Alif pada Afiyah hanya sedikit tersenyum padanya.
Alif menaruh apa yang sudah disuruh Istrinya itu kedalam mobil dan setelah itu Alif membukan pintu mobil itu untuk istrinya dan putranya hari ini kali pertamanya Lian pergi keluar bersama Ayahnya.
Dalam perjalanan ke villa mereka berdua tidak ada perbincangan lagi,Afiyah pokus pada Lian saat ini lagi aktifnya.
__ADS_1
Tidak butuh lama Ke villa milik keluarga Alif,mereka berdua sampai juga akhirnya,Afiyah melihat villa itu sangat cantik dan mewah,Afiyah hanya memperhatikan disekitar villa itu pemandangan disekitarnya sungguh cantik dan terasa nyaman bagi Afiyah saat ini.
"Sayang ayok kita masuk,ini hari sudah mulai panas,kasiahan Lian kepanasan. "ucap Alif pada Istrinya itu.
"Ya,,ucapa Afiyah sedikit kaget saat Alif megajaknya untuk masuk.
"Apa Yang kamu perhatikan ?"ucap Alif memperhatikan istrinya itu.
"Tidak mas, disekitar sini bagus tempatnya adem dan nyaman mata jika memandang kesana."tunjuk Afiyah pada kebun yang tampak indah dari villa itu.
"Kamu bisa setiap hari melihat itu,kerena aku tidak akan membiarkan kamu tingal ditempat Nenek lagi,kamu harus tingal disini bersama Lian nanti selama aku tidak ada sini."jelas Alif pada istrinya itu.
"kenapa Begitu mas,aku tidak mau tingal sendiri disini,ini terlalu besar untuk aku berdua saja dengan Lian."ucap Afiyah merasa takut tingal jika Alif dikota pasti sangat sepi dia berdua saja dengan Lian disini.
"Aku akan mencarikan pembantu rumah tangga dan pegasuh untuk Lian nantik dan Skuriti untuk selama kamu tingal disini." jelas Alif pada Fiyah.
"Gak mas aku gak mau,aku takut jika sendiri saja disini."
"Ya sudah kita masuk tidak usah pikirkan semua ini sayang." ucap Alif memabawa putranya masuk kedalam.
Afiyah mengikuti Alif masuk kedalam untuk menemui metuanya itu, Afiyah melihat ruangan itu tidak kalah mewahnya dengan rumah kediaman keluarga Alif dikota.
"Afiyah kamu datang Nak.!! ucap Pak wira baru keluar dari kamar.
"Ehh Pa,,ucap Afiyah sedikit malu pada mertuanya itu.
"Mama Mana pa?"tanya Alif
"Mungkin dibelakang lihat-lihat kolam ikan."jawab Pak Wira pad putranya itu.
"Kalian tunggu disini saja biar papa saja yang pangil Mama."ucap pak Wira.
__ADS_1
"Tidak usah Pa, biar aku saja yang kesana sama Afiyah juga."ucap Alif melarang Papanya itu.
"Sudahlah,papa mau kepakrik dulu mau melihat-lihat pabrik kemarin itu belum selesai Papa membicarakan tentang renovasi kantor untuk Pino dan karyawan kantor itu biar mereka nyaman bekerja disana."jelas pak Wira pada putranya itu.
"Pa walau kecil kantor itu, kami semua nyaman bekerja disana,itu tidak masalah bagi kami Pa."Sambung Afiyah pada Metuanya itu.
"Itu sudah waktunya untuk direnovasi Nak,sudah lama kantor itu,biar kalian semua bisa lebih nyaman."ucap Pak Wira pada menantunya itu.
"Jadi selama ini kamu juga bekerja dipakrik Sayang.?"
"Iya,itu semua tidak akan merendahkan harga diriku Mas aku bekerja disana,kerena aku juga tidak tahu pabrik itu milik Papa."jawab Afiyah santai.
"Kamu bekerja sebagai karyawan biasa sayang?"ucap Alif pada istrinya itu.
"Apa salahnya Mas Aku bekerja seperti itu."
"Pada hal kamu handal dalam bidang apapun selama ini kenapa kamu memilih menjadi karyawan biasa dipakrik itu.?"
"Kerena pabrik itu yang dekat dari rumah nenek,dan waktu itu aku juga mengantikan teman kak Pino saat itu dia tidak bisa bekerja lagi kerena orang tua teman dari kak Pino itu sakit, jadi aku yang mengantikannya, dari aku tidak kerja,kerena aku butuh biaya untuk hidup."ucap Afiyah santai tampa rasa salah sedikitpun.
"Sudah kalian silakan temui Mama di belakang sana,Papa berangkat dulu."ucap Pak Wira pada Kedua anaknya itu.
"Baiklah Pa kami kebelakang dulu ya."ucap Alif pada Papanya itu.
Pak Wira sangat senang melihat Afiyah sedikit baik pada Alif saat ini tidak seperti kemaren pas baru sampai dirumah Neneknya itu.
" Muda-mudahan kalian baikan karena Papa sangat senang jika kalian bersama dan baikan seperti ini,kasihan cucuku jika kalian mementingkan ego kalian berdua."ucap Pak Wira dalam ahati sambil melihat Anak dan menantunya itu pergi ke arah belakang menemui Istrinya.
Sambil tersnyum Pak Wira juga keluar dari dalam villa menuju mobil yang sudah menunggunya saat ini ada Pak supir yang akan mengantarkan Pak Wira ke pabrik miliknya itu.
********
__ADS_1