
"Lian sayang kamu sekarang Bunda bantu mandi dulu karena tadi belum membersihkan tubuh kamu."Ajak Fiyah pada putranya itu.
"Baiklah bunda, siapkan saja pakaian untuk Lian, biar Lian saja yang mandi sendiri karena Lian sudah Besar Bun!! "kata Lian tidak mau dibantu oleh Afiyah lagi.
"Benaran gak mau dibantu?"
"Benar Bun, Lian Bisa kok!! "
"Ya sudah kamu pergi mandi, bunda akan ambilkan pakaiannya kamu Abis itu kita makan malam dulu baru setelah itu kita istirahat."ucap Afiyah keluar dari kamar putranya itu untuk mengambil Koper pakaian Lian.
Setelah Siap Dengan itu semua Afiyah kembali masuk kekamrnya dilihatnya sudah ada Suaminya yang baru siap mandi.
"Kamu mandi sana sayang, setelah itu kita makan malam, kerena aku sudah sangat lelah."ucap Alif pada istrinya itu.
"Baiklah aku mandi dulu ya."ucap Afiyah masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
"Kamu itu selalu mengodaku Sayang!!!"ucap Alif dalam hati melihat istrinya itu baru masuk kedalam kamar mandi.
Tidak butuh lama waktu mandi bagi Fiyah dia sudah siap dengan retual mandinya malam ini,Afiyah keluar dengan lilitan Handuk ditubuh cantinya itu, sehinga membuat Alif tudak dapat memelan ludanya.
"Kenapa Mas kamu menatapku seperti itu?"tanya Afiyah
"Aku tidak tahan jika kamu seperti itu sayang kamu terlalu mengoda imanku!! "bisik Alif diakhir Katanya itu.
"No... No...jangan sekarang Aku lagi lapar,ada Lian yang lagi menunggu kita."ucap Afiyah megagalkan rencana Suaminya itu.
"Kamu tega Sayang lihat sikadalnya loyo lagi."ucap Alif tidak semagat.
"Biarin saja siapa yang peduli dengan sikadal kamu itu."ucap Afiyah santai dan cuek kerena suaminya itu sudah tidak bisa menahannya.
"Ayok keluar makan malam!!! "tekan Afiyah pada suaminya itu.
"Ya sudahlah."ucap Alif lemas.
Afiyah meliahat tingkah suaminya itu hanya bisa tersenyum saja karena suaminya itu tampak tidak semangat mengikutinya keruangan makan.
Sampai disana Sudah ada Lian yang sudah makan yang ditemanin oleh istrinya pak udin.
"Kok kamu sudah makan saja sayang, kok gak nunguin bunda sama Ayah ?"ucap Afiyah pada putranya itu.
"Bunda dan Ayah terlalu lama, Lian sudah sangat lapar."jawab putranya itu santai.
__ADS_1
"Gitu ya Sayang, ya sudah kamu lanjutkan makannya lagi."kata Afiyah tersenyum pada putranya itu.
"Sayang Ambilkan dong,Nasinya untuk aku!!!"ucap Alif sedanga menunggu istrinya itu untuk mehambilkan makan malam untuknya
"Mas mau yang mana? "
"Terserah kamu saja sayang, apapun aku makan!! "ucap Alif santai
"Ya sudah ini pakai goreng ikan gurameh ini saja ya."uacap Afiyah memberikan piring yang sudah diisi lauk didalamnya.
"Makasih banyak sayang, sekarang kita makan."ucap Alif tersenyum kembali pada istrinya itu.
Mereka bertiga makan dengan dengan diam di meja makan itu sampai siap, setelah itu mereka masuk kedalam kamar setelah menemanin Lian tidur dikamarnya.
"Mari kita tidur juga sayang kerena seharian ini tentunya kamu sangat lelah."ucap Alif.
"Iya Mas, tubuhku merasa sangat lelah hari ini."jawab Afiyah ikut membaringkan tubuhnya disamping suaminya itu.
" Sayang!!! "pagii Alif pada Afiyah.
"Apa!!jawab Fiyah lembut pada suaminya itu.
"Kok kamu sampai pikiranya kesana Ma, kenapa?"
"Karna aku ingin punya anak satu lagi,agar Lian ada temannya."
"Kalau dikasih aku tidak pernah menolak Mas, apa yang sudah ditipkan pada rahimku oleh Allah Mas.
"Nyatanya sampai sekarang aku belum juga isi Mas, sudah 6 tahun umur Lian saat ini, aku tidak pernah untuk menundanya mas,aku juga tidak pernah pasang KB atau sejenisnya lah."ucap Afiyah.
"Mungkin Belum rezeki kita kali ya." kata Alif sambil mencium bibir manis istrinya itu yang membuatnya candu setiap hari.
"Kamu yang sabar ya, jika Allah megisinkan untuk aku hamil lagi aku tidak akan pernah menolaknya mas."
"Aku ingin lihat kamu hamil sayang,sepeti apa Tubuhnya kamu saat saat perut membucit."kata Alif spotan gitu saja
"Apa yang indahnya Mas tubuh orang hamil. "ucap Afiyah tersenyum kerena Suaminya itu yang tidak-tidak saja dipikirannya.
"Pasti sexy sayang, aku sudah bayangkan tubuh kamu itu dengan tidak punya pakaian saat diranjang bersamaku."
"Puukkkk!! " pukulan afiyah melayang di legan suaminya itu kerena ucapan suaminya itu.
__ADS_1
"Aduuh sayang jangan dipukul sakit!! " ringis Alif.
"Sapa suruh otak mesum kamu itu kembali melatang-layang kemana-mana."ucap Afiyah kesal pada suaminya itu.
"Buat aku pasti kamu tampak sexy sayang jika hamil." kata Alif lagi.
"Mana ada Sexynya Mas dengan perut membucit kayak gitu."ucap Afiyah menatap Suaminya itu dengan tidak bersahabat lagi.
"Jangan gitu sayang, kamu marah ya!! " ucap Alif memeluk erat istrinya itu.
"Aku tidak akan pernah bisa marah padamu Mas,kamu yang selalu aku cintai dan aku sayangi saat ini dan sampai nantik di pengujung hayatku."ucap Afiyah megecup bibir suaminya itu dengan rasa cintanya pada Suami selama ini mereka sudah menjalankan hidup beberapa tahun ini bersamanya.
"Untuk kedepannya kita akan terus bersama sampai kita menua nanti,aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi dan meyia-yiakan kamu lagi."ucap Alif membalas ciuman istrinya itu dengan cinta.
"Tetaplah jadi raja dihatiku Mas, sehinga aku tidak pernah pergi dari sisimu lagi."balas Afiyag kembali.
"kamu Akan selalu menjadi ratu untuk sang raja itu didalam hatiku sayang, sehinga kita tidak akan terpisahkan lagi dengan apapun yang akan menumbangkan cinta kita.
"Jadilah pundasi untuk istana yang kita bina selama ini."ucap Afiyah lagi pada suaminya itu.
"Aku akan tetap menjadi pundasi itu sehinga istana itu tidak mudah roboh jika ada yang ingin merobohkannya."senyum Alif terpancar dibibir manisnya itu.
Afiyah membenamkan Wajah cantik itu kedalam dada bidang suaminya itu dan memeluk erat suaminya itu karena dia sangat menyayanginya.
"Tidaurlah jika kamu tidak tidaur aku akan memakan kamu malam ini."canda Alif pada Istrinya itu.
"Itu yang sebenarnya yang kamu inginkan dari tadi Mas."
"Tadi iya, tapi sekarang sudah tidak lagi, kita tidur saja kerena sudah lelah kita seharian diluar."ucap Alif senang.
"Terimakasih Kamu sudah banyak memahamiku sekarang Mas!!! "kata Afiyah sambil mmerusap dagu suaminya itu sedikit ada bulu-buku kecil.
"Apa akan sudah bahagia sekarang sayang ?"
"Aku sangat bahagia Mas,aku sudah terlepas dari semua yang menganggu ku beberapa tahun lalu."ucap Afiyah yang lagi nyaman dipelukan suamianya itu.
"Aku senang mendegar ini semua dari dirimu, karena aku tidak mau kamu merasa bersalah terus."ucap Alif pada Afiyah dengan mencium bibir itu lagi, sehinga mereka berdua bercumbu kerena Alif jadi tidak tahan menahan asratnya itu jika istrinya itu selalu menganggunya.
Terjadilah perang ranjang dimalam yang sunyi itu,kerena mereka berdua juga sama-sama menginginkan itu,untuk megisi malam mereka yang sudah beberapa hari ini Alif tidak mendapatkan dari istrinya itu.
***********
__ADS_1