MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Sangat merindukan dia juga


__ADS_3

Alif mati-matian menyelesaikan pekerjaannya perusahan yang ada diluar negeri saat ini, siang malam Alif bisa mengyelesaikan pekerjaan itu dengan sebaik-baiknya agar dia bisa cepat kembali ke tanak air untuk menemui putra dan istrinya itu yang sudah dua minggu dia tidak mengabarkan istrinya itu disana,karena Alif tidak mau mendegar suara istri dan anaknya itu, pasti itu akan membuatnya terganggu kerena tidak akan pokus bekerja.


Alif sengaja tidak Mengabari istrinya sampai saat ini kerena satu alasan tidak mau berpikir pulang cepat untuk bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya itu,itu akan berdampak pada kerjanya sendiri,itulah sebabnya dia tidak mau memberi kabar istrinya itu.


Danil masuk dengan gesak-gesak kedalam ruangan Bosnya itu.


"Maaf tuan Alif saya ingin memberitahu tentang ini.!!ucap Danil memberikan berkas pada Alif.


"Apa ini Danil?"


"Ini adalah bukti persentase laporan seminggu ini di perusahan ini sudah sangat baik tuan,ini sudah melampaui dugaan kita, aku juga tidak mengyangka akan secepat ini peningkatan naiknya saham kita pada perusahan ini."


"Alhamdulillah akhirnya kerja kita tidak sia-sia Danil selama dua minggu ini."ucap Alif sangat senang sudah berhasil mengerjakan pekerjaan nya secepat ini dari dugaanya.


"Apa tuan akan kembali secepat nya ke tanak air??"


"Apa aku bisa meningalkan kamu sendiri sendiri Danil?? "


"Kalau tuan Alif ingin kembali silakan, biarkan saya yang menangani perkerjaan ini,sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan lagi tuan, kita sudah di titik aman saat ini, perusahaan ini tidak akan gulung tikar."jelas Danil pada Alif saat ini.


"Setelah kamu siap dengan ini semua, kamu bisa langsung kembali. "ucap Alif pada Asistennya itu.


"Baik tuan,aku akan meyekesaikan dulu kerjaan ini, setelah selesai aku akan kembali secepatnya ke tanak air."


"Sekarang kamu carikan aku tiket pesawat, kerena aku sangat merindukan mereka berdua saat ini, aku sudah menahan rasa rinduku selama Dua minggu ini."


"Baik tuan saya akan memesankan tiket dulu."ucap Danil keluar dari ruangan Bosnya itu.


Danil yanga sangat mengerti keadaan Bosnya saat ini,dia juga senang melihat Bosnya itu dapat bebaikan dengan Istrinya saat ini,sebelumnya Alif hanya murung selama setahun lebih tampa ada senyum dibibir Bosnya itu sebelum bertemu dengan istri yang sangat disayanginya itu.


"Semoga tidak ada lagi penghalang untuk kalian berdua Bos, aku senang melihat kamu tersenyum seperti barusan."ucap Danil melanjutkan jalannya masuk keruangan dengan senyuman yang tekembang dibibirnya itu.


Alif melihat poto mereka bertiga dilayar benda pipi itu,rasa rindunya pada keluarga kecilnya saat ini membuat Alif tidak bisa menahan lagi, Alif ingin cepat-cepat ingin kembali ke tak air.

__ADS_1


Alif tersenyum saja memandang poto itu dengan rasa yang ditahannya selama dua minggu ini agar dia bisa pokus mengurus perusahaan nya itu.


Akhirnya Alif memencet no istrinya itu juga, tidak bisa menahan rasa rindunya itu ingin melihat wajah cantik istrinya itu.


Suara Afiyah saat ini terdegar ditelinga Alif dan terlihat wajah cantik itu tersenyum kearahnya membuat Alif tidak sabar ingin memeluk istrinya itu.


"Mas,apa tidak mimpi kamu menghubungiku?" ucap istrinya itu.


"Maafkan aku sayang tidak sempat megabari kamu karena aku sangat sibuk dalam dua pekan ini, perusahaan swiss ada masalah jadi aku harus pokus untuk memperbaiki ini dulu tampa aku mengabarkan kamu."jelas Alif


"Apa sekarang kamu sudah kelar mengerjakan itu semua Mas, sehinga kamu tidak merindukan kami!!! "


"Sayang Jagan bicara seperti itu, aku sangat merindukan kalian berdua,maaf aku bikin kamu kawatir selama dua minggu ini."


"Aku tidak masalah mas,jika kamu tidak kembali pun aku juga tidak masalah."ucap Afiyah sangat kesal pada suaminya itu.


"Jangan marah seperti itu Sayang,aku akan pulang untuk menemui kalian berdua."jelas Alif sangat takut jika istrinya itu akan marah lagi.


"Sudah aku tidak mau berbicara lagi sama kamu mas,setiap hari kamu bisa menayakan kami berdua pada skuritiy tapi samaku tidak sama sekali,apa kami sangat menganggu di hidup kamu mas."ucap Afiyah sangat sedih diabaikan oleh suaminya itu.


"Sayang...sayang.. ahhhh sial."umpat Alif merasa Afiyah saat ini marah padanya, Alif berdiri keruangan Danil saat ini lagi sibuk mengerjakan pekerjaannya.


"Danil jam berapa pesawat ku berangkat hari ini.?" ucap Alif bertanya pada Asisten nya itu.


"Siang nantik tuan,ada apa tuan?"


"Aku harus kembali hari ini, aku takut Afiyah meningalkan aku lagi."jawab Alif tidak tenang.


"Kamu suruh orang kantor untuk megemas barang-barangku sekarang Danil aku malas kembali penginapan sekarang."


"Baiklah tuan."Danil langsung menghubungi orang yang bisa mengambil barang-narang Bosnya itu ke hotel dimana mereka nginap.


"Sudah tuan aku sudah menyuruh orang kesana untuk mengambil barangmu."jelas Danil.

__ADS_1


"Terimakasih,, ucap Alif sambil duduk dibantu yang ada didepan Danil.


"Tuan sendiri yang salah, saya sudah menyarankan untuk menghubungi Nona Afiyah tapi tuan sendiri yang tidak mau mengabarkan istrinya tuan, seperti inilah jadinya."


"Aku tidak mau saja jika aku setiap hari mendengarkan suaranya membuat aku tidak pokus Danil."


"Terserah tuan saja,selamat dehhh untuk berjuang kembali untuk mendapatkan maafnya."ucap Danil singkat.


"Dasar kamu Danil."ucap Alif kesal pada Asistennya.


"Terus aku harus apa lagi tuan, tidak ada yang dapat aku lakukan saat ini."ucap Danil santai.


"Diamlah Danil,aku sangat takut padanya saat ini,aku tidak mau lagi dia pergi dariku."


Danil hanya tersenyum saja mekihat tingkah Bosnya itu saat ini,Danik juga memahami bagai mana kisa perjalanan rumah tangga Alif selama ini,tentu saja saat ini dirinya itu sangat takut akan terjadi lagi kejadian seperti setahun lalu lagi.


"Aku yakin Nona tidak akan meninggalkan tuan, aku tahu dia sangat Mengyayangi tuan,jadi bersabarlah jika nantik tuan menghadapinya, kerena wanita itu sedikit susa ditebak hatinya itu."ucap Danil memperingati Bosnya itu.


"Danil jangan tambah lagi, aku sudah sangat cemas."ucap Alif sangat bingung.


"Tidak usah cemas tuan, jalankan saja dengan santai,akhirnya akan baik-baik saja."kata Danil santai.


"Tidak usah mengurus ku Danil kamu lanjutkan pekerjaan kamu itu,aku tidak mau lagi terjadi apa-apa lagi dengan perusahaanku,ini sudah membuat aku mengorbankan waktuku bersama istri dan anakku."ucap Alif sangat menyesal tidak mengasih kabar pada istrinya itu.


Pada akhirnya Alif berangkat juga hari ini ke tanak air,karena Dia takut istrinya itu marah lagi padanya dan meninggalkan dia kembali.


Cukup lama Alif melakukan perjalanan yang ditempuh saat ini, pesawatnya ahirnya samapai ditanak air.


Alif Langsung berangkat ke desa akan menyusul istrinya yang sudah menganggu pikiran dari siang kemarin,Alif berangkat dengan diantar orang kantor ke desa itu kerena Alif tidak bisa mengenudikan mobil lagi kerena sangat kelelahan seharian ini dalam perjalanan dan tambah lagu 5 jam perjalanan ke desa untuk bertemu anak dan istrinya itu.


Paginya Alif samapai juga Di depan Villa itu saat ini,Alif masuk kedalam untuk mencari istrinya yang sudah dirindukannya itu.


"Sayang..!!! " pangil Alif pada Afiyah saat ini baru saja siap merapikan tempat tidurnya.

__ADS_1


**********


__ADS_2