
Alif Langsung berangkat ke desa akan menyusul istrinya yang sudah menganggu pikiran dari siang kemarin,Alif berangkat dengan diantar orang kantor ke desa itu krena Alif tidak bisa mengenudikan mobil lagi kerena sangat kelelahan seharian ini dalam perjalanan dan tambah lagu 5 jam perjalanan ke desa untuk bertemu anak dan istrinya itu.
Paginya Alif samapai juga Di depan Villa itu saat ini,Alif masuk kedalam untuk mencari istrinya yang sudah dirindukannya itu.
"Sayang..!!! " pangil Alif pada Afiyah saat ini baru saja siap merapikan tempat tidurnya.
"Mas kamu kembali juga!! cuek Afiyah saat ini juga acuh saja melihat Suaminya itu berada di depan pintu kamarnya itu, walau saat ini ada rasa rindu pada dirinya namun ditahan ya untuk sementara agar Alif tidak mengabaikan dia lagi.
"Apa kamu tidak merindukan aku?"
"Tidak Mas!! "ucapnya pendek saja
"Begitukah,, apakah kamu marah saat ini padaku?"tanya Alif lagi
"Tidak!! "
"Terus mengapa kamu tampak cuek padaku?"
"Aku harus apa Mas, kamu saja tidak mengingat kami disini jadi untuk aku aku harus cepek menyabut kamu! " kata Afiyah apa adanya.
"Seperti itukah angapan kamu selama ini padaku ?" ucap Alif memperhatikan Istrinya itu tampak cuek saja.
"Aku harus apa Mas, kamu sendiri yang mengabaikan aku,jangankan untuk menulis satu kata pesan saja kamu tidak mengirimkan padaku."ucap Afiyah marah pada suaminya itu.
"Maafkan aku sayang."
"Aku paham kamu sibuk dengan pekerjaan kamu mas, tapi jangan seperti ini, aku mersa tidak ada gunanya sebagai istrinya kamu."
"Jangan bilang seperti itu,cukup sayang aku sangat merindukanmu selaama dua minggu ini, aku menahan tidak menghubungi kamu aku takut aku tidak bisa pokus dengan pekerjaanku disana."
"Kalau begitu tidak usah saja kamu punya istri kalau begitu mas,kembali saja pada perjanjian kita pada Awal lagi, akhiri pernikahan ini."ucap Afiyah sudah emosi pada Suaminya itu tidak akan pernah berubah akan hal yang di buatnya itu.
"Aku tidak mau berpisah lagi dengan kamu Fiyah, jangan pernah kamu mengatakan itu lagi."ucap Alif sangat takut Afiyah benar-benar meningalkan dia sendri lagi.
__ADS_1
"Kalau kamu takut berpisah dengan aku Mas, seharusnya kamu jangan mengulangi lagi kesalahan itu."Kata Afiyah tidak dapat lagi menahan air matanya
"Kamu tahu, selama dua minggu ini aku sangat mencemaskan kamu, tapi apa yang kamu lakukan kamu bisa tidur enak disana, sedangkan aku di sini memikirkan kamu sepanjang malam."jelas Afiyah lagi.
"Maafkan aku sayang!! "
"Kamu hanya bisa memintak maaf atas kesalahan kamu Mas,namun kamu tidak pernah merubah apa yang telah terjadi sebelumnya."
"Aku sangat menyesal hidup bersama kamu lebih baik aku hidup berdua saja dengan Lian, jika aku tidak bisa hidup bahagia dengan kamu."ucap Afiyah sangat sedih
"Sayang maafkan kesalahan aku lagi, aku mohon Sayang, aku tidak akan mengulang ini semua lagi."
"Pikirkan dulu Mas jika kamu tidak berubah,aku capek Mas harus seperti ini terus,apa Aku salah megewatirkan kamu?"
"Kamu tidak salah Sayang,ini salahku ,aku mohon maafkan aku."ucap Alif memeluk istrinya itu.
Afiyah hanya diam saja dipeluk oleh suaminya itu kerena sangat marah pada Alif yang dan Afiyah tidak membalas pelukan dari suaminya itu, dia hanya diam terpaku saja.
"Aku sangat Mengyayangi kamu Fiyah jangan perna berbicara ingin pergi lagi dariku, aku tidak akan membiarkan itu sayang."
"Aku akan kekamar Lian."ucap Afiyah dingin pada suaminya itu.
"Tunggulah sebentar aku masih ingin memeluk kamu sayang."
"Aku risih Mas jika kamu selalu membuat aku seperti ini."ucap Afiyah santai.
"Sudah dong marah nya bisakah kamu menyabut ku denga wajah cantik dengan senyum manis kamu itu,bukan wajah masam seperti ini."ucap Alif berkata seperti itu pada istrinya itu kerena Afiyah tidak ada senyum sedikit saja padanya.
"Siapa yang bikin aku seprti ini, kamu sendiri yang mengngiginkan itu semua."jawab nya
"Senyum dong sayang, aku sudah merindukan kamu sayang."
"Peluk saja tu bantal guling sana."ucap Afiyah masih keras tidak mau memaafkan suaminya itu,kerena masih kesal padanya.
__ADS_1
"Maaf sayang aku memang salah."kata Alif sangat lembut pada istrinya itu.
"Sekarang kamu mintak maaf nantik kamu bikin lagi."balas Afiyah belum mau menyerah begitu saja pada suaminya itu.
"Terus aku harus apa sayang agar aku bisa mendapat maaf darinkamu."ucap Alif
"Terserah kamu mau ngapain, bukan urusanku!! "
Afiyah keluar dari kamarnya itu saat Alif melepaskan pelukannya,Alif hanya bisa diam saja melihat tingkah istrinya itu jika merajuk seprti saat ini, sulit untuk mendapat maaf darinya.
"Sial dia merajuk lagi, aku harus apa ya!! "ucap Alif berbicara sendiri saat ini.
Afiyah Melihat Lian masih tidur kerena pagi sekali dia sudah bangun,jam segini sudah waktunya Lian tidur lagi.
"Lihatlah tingkah Ayah kamu itu,tidak mau berubah,biarkan saja dia menyadari dulu kesalahannya itu, Bunda masih sangat kesal padanya itu."gerutuk Afiyah sambil mengusap Kepalah putranya itu.
"Alif mendegar istrinya itu sedang mengerutuktinya saat ini hanya terseyum saja dibalik pintu kamar putranya itu.
Alif kembali kekamarnya untuk beristirahat sebentar kerena sangat lelah melakukan perjalanan jauh.
Alif tahu istrinya itu tidak akan marah lama padanya,Alif sedikit senang mendegar istrinya lagi merepet dikamar putranya itu.
"kamu itu jika sudah marah membuat aku takut sayang,tapi kamu menahan rasa rindu padaku."ucap Alif tahu istrinya itu juga sangat merindukannya.
Alif masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dari keringat kerena dari kemaren dia belum sempat mandi kerena ingin cepat betangkat pulang ingin menemui istri dan putranya itu.
Setelah siap dengan semua,aluf memakai pakaian santainya saat ini,lalu dia membaringkan tunbuhnya itu kembali ditempat tidur yang sangat dirindukannya itu kerena sudah dua minggu ini dia tidak bersama istrinya itu.
"aahhhhhhhhhh!! sungguh nyaman berada disini,aku akan tidur sebentar baru setelah ini aku akan membawa putraku bermain."ucap Alif langsung memejamkan matanya dan tidak butuh lama dia sudah masuk kedalam pimpi indahnya itu.
Afiyah masuk kembali kekamarnya saat ini melihat suaminya itu sudah tertidur ada sedikit rasa salah padanya, kerena sudah membuat suaminya itu sangat takut akan kehilangannya.
"Kapan kamu akan berubah Mas,aku ingin hidup nyaman bersama kamu,ada kebahagiaan dalam rumah tangga kita,bukan seperti ini yang aku inginkan, apa kamu senang melihat aku harus selalu kesal pada kamu."ucap Afiyah berbicara pada suaminya yang tidur dengan pulas itu.
__ADS_1
"Aku sangat menyayangi kamu mas,tolong jangan seperti ini lagi,aku capek mas terus lari dari kamu,aku ingi bahagia mas." ucap Afiyah lagi dengan sedikit air mata jatuh di pipinya itu.
************