
Paginya Afiyah terbagun kebiasaannya setiap pagi harus melaksanakan sholat subuh pagi ini,Afiyah masih tetap membangukan Alif walau ada sedikit rasa kecewa pada suaminya itu.
"Mas bagun kita subuh bersama dulu nantik abis itu kamu boleh sambung tidur kamu lagi.ucap Afiyah bembagunkan Alif yang mulai membuka matanya.
Alif sudah merasa ada perubahan pada istrinya itu,biasanya pagi seperti ini Afiyah selalu mengangunya waktu tidur tika afiyah mau membangukannya.
"Ya."sambil duduk dari tempat tidur itu menatap punggung istrinya itu masuk kedalam kamar mandi saat ini.
Tidak lama Afiyah sudah keluar dari kamar mandi masuk ke ruang ganti dan setelah itu Afiyah keluar dengan memakai mukenah dan membawa perlengkapan sholat untuk Alif.
"Mas kamu belum mengambil huduk kita sholat bersama,buruan nati waktu subuh lewat."ucap afiyah memberikan sarung dan peci pada Alif.
"Baiklah aku Ambil huduk dulu kamu tunggu aku sebentar saja."ucap Alif meningalkan Afiyah duduk diranjang itu sambil termenung.
"Ayok kita sholat aku sudah siap."ajak Alif pada Afiyah pagi ini.
Mereka berdua khusuk dengan sholat bacaan ayat yang dilantukan oleh suaminya itu,selalu membuat Afiyah selalu ingin menangis saat ini hatinya yang lagi gunda.
setelah itu mereka memanjatkan doa,dengan hati Masing-masing, Afiyah tidak pernah melupakan selalu mendoakan untuk kebaikan rumah tangga dan suaminya itu.
Selesai sholat Afiyah beranjak dari tempat sholat itu setelah Afiyah meyalami tangan suaminya itu.
"Tunggu Fiyah aku ingin bertanya sesuatu yang membuatku bertanya dari semalam sikapmu tampak lain padaku,apa aku menyakiti kamu. ?"
"Aku tidak apa-apa mas,mungkin perasaan kamu saja,maaf jika aku tidak memperlakukan kamu dengan baik mas."ucap Afuyah hanya sedikit terseyum pada suaminya itu dengan sedikit paksaan.
"Aku melihat kamu bayak termenung apa kamu ada masalah?"tanya alaif juga tidak menyadari kesalahannya.
"Tidak mas,aku baik-baik saja." ucap Afiyah meninggalkan Alif sendiri di kamar menatap kepergian istrinya itu dengan hati tidak senang.
"Aku tahu kamu sedang memendam sesuatu dariku Fiyah apa aku ada salah pada kamu,jika ada kenapa kamu tidak mau mengatakan itu padaku."ucap Alif berbicara sendiri di kamar itu.
Ada rasa tidak dapat Alif katakan saat ini dari semalam Afiyah berubah padanya sikapnya selalu hangat tidak terlihat pagi ini padanya.
__ADS_1
Alif sampai berpikir jauh saat ini,sampai dia tidak menyadari perbuatan sore kemaren bersama Zakia yang memegang tangannya tampa Alif menolak dipegang oleh temannya itu.
Alif turun untuk sarapan pagi ini setelah dia siap dengan rapi akan berangkat bekerja pagi ini,Alif melihat Afiyah masih termenung duduk dimeja makan itu menunggunya.
"Fiyah Ambilkan lauk untukku."ucap Alif menyadarkan lamunan Afiyah.
"Ahhh iya mas."ucap Afiyah sedikit kaget saat ini Alif sudah ada disampingnya.
"Kamu melamun lagi ada apa ?"
Tidak apa-apa mas aku hanya merasa kurang enak badan saja hari ini."ucap Afiyah pada Alif.
"Kalau kamu tidak enak badan kamu tidak usah megantar makan siang nantik aku akan makan diluar saja hari ini,kerena ada rekan kerja ingin mengajak makan bersama hari ini."ucap Alif pada istrinya itu.
"Baiklah mas,tidak apa-apa aku akan istirahat dirumah hari ini,palingan aku hanya mengambil laporan ketoko mama nantik."ucap Afiyah pada Alif.
"Jika kamu tidak enak badan jangan ke toko dulu beristirahat lah dirumah."ucap Alif pada Fiyah.
"Aku masih sangup mas,lagian aku ingin bertemu dengan tiara nantik siang diluar aku sudah lama juga tidak berbincang dengannya." ucap Afiyah pada Alif.
Alif makan dengan diam tidak mau lagi berdebat dengan istrinya itu,Alif siap malan langsung pergi tampak pamit pada Fiyah karena merasa kesal pada Fiyah pagi ini.
Afiyah menatap suaminya itu dengan diam saja dimeja malan itu tidak mau mengejar Alif kerena hatinya jiga sedikit kecewa pada suaminya itu,kerena dia tidak mau meyadari kesalahannya itu.
"Maafkan aku mas,jika aku meyakiti hati kamu,Tapi aku sangat kecewa atas sikap kamu itu padaku."ucap Afiyah dalam hati.
Bik nining yang melihat Afiyah sedih seperti ini bik ning juga merasakan kesedihan yang Afiyah itu.
"Non ada masalah dengan den Alif?"ucap bibik Ning pada Afiyah.
"Bik apa aku salah jika marah dan kecewa padanya,kerena aku ada dibelakangnya saat wanita lain memegang tangan suamiku tampa ada penolakan darinya sedikitpun untuk menjaga hatiku bik,tapi Alif malah tidak mau memberi tahu aku adalah istri darinya pada temannya itu.apa Alif malu untuk megakuiku istrinya pada orang yang dekat dengannya.jelas Afiyah dengan air matanya yang jatuh di pipi nya saat ini.
"Kamu tidak salah Non,bibik juga akan melakukan sama dengan kamu jika suami bibik bersikap sama dengan den alif."ucap bik Ning.
__ADS_1
"Aku kecewa padanya tidak menyadari kesalahannya,tampa aku memberi tahunya."
"Yang sabar ya Non ini ujian dirumah tangga Kalian yang baru saja menikah."ucap bik ning paham hati Afiyah saat ini.
"Ya bik,nantik siang bibik gak usah masak karena aku tidak akan megantar makan siang untuk nya bik,hari ini Alif akan makan diluar bersama rekan bisnisnya,aku juga mau keluar bersama temanku nantik bik,tiara akan mejeputku nantik."ucap Afiyah sudah mulai legah karena sudah bercerita pada bibi Ning.
"Baiklah Non,bibik tidak akan masak siang hari ini."
"Terimakasih ya bik,sudah mendegar keluh kesaku."ucap Afiyah memeluk Bik Ning.
"Ya sudah sekarang Non Fiyah beristirahatlah lebih dulu biarkan bibik saja yang megurus ini semua."ucap bibi nining merapikan meja makan itu kembali.
Afiyah masuk kedalam kamarnya dengan membaringkan tubuhnya saat ini kerena hatinya sedang tidak baik-baik saja dari sore kemaren.
Afiyah mengambil HPnya untuk mengirim pesan untuk tiara.
"Hai tiara"tulis Afiyah oada chat itu.
"Hai fiyah,apa kita jadi keluar siang ini?"
"Iya aku ingin mencari suasana lain yang bisa membuat aku senang hari ini."balas Afiyah lagi.
"Nantik aku ajak kamu pergi ke suatu tempat kita bisa bercerita bayak disana agar pikiran kita tidak kacau terus jika Dirumah seharian."balas Tiara.
"Ok,aku akan menunggu kamu jam 11 nantik."
"Baiklah aku kan menjemput kamu jam 11 nantik."balas tiara lagi.
"Aku tunggu."Balas terahir Afiyah pada tiara.
Afiyah menaruh benda pipi itu kembali disampingnya.
Afiyah mencoba memejamkan matanya namun tidak dapat terpejam karena saat ini hati masih merasa tidak tenang.
__ADS_1
********