MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Cari Malu Sendiri


__ADS_3

Alif pergi ketempat minum itu untuk mengambil minum untuk istrinya dan dirinya..tampak seganja Alif menyegol Wanita berdiri di sampingnya itu, untung saja minuman yang dibawanya itu tidak tumpah di pakaian wanita itu.


"Maaf-maaf,,, aku tidak sengaja. "ucap Alif tudak melihat kearah wananita itu.


"Alif kamu datang juga keacara ini?"ucap Zakia senang bertemu dengan Akif sudah hampir satu bulan tidak dapat bertemu dengan orang yang selama ini dia cintai.


"Zakia kamu!!! "kaget Alif melihat Wanita itu.


"Ada apa kamu takut bertemu denganku ya? "


"Tidak Ada yang membuat aku takut dengan wanita yang tidak punya malu seperti kamu."ucap Alif kasar pada Zakia.


Alif langsung pergi tempat dimana istrinya itu sedang menunggunya.


"Kamu kenapa Mas, kok masam begitu wajah kamu itu?"


"Tidak Ada apa-apa sayang,kamu minum."ucap Akif santai tidak mau Afiyah tahu jika Zakia juga berada disini.


"Jadi kamu bersama istri kamu yang sudah meningalkan suaminya selama setahun lebih,apa masih bisa dibilang istri yang baik untuk kamu Lif."ucap Zakia tiba-tiba saja berada ditempat mereka duduk saat ini.


"Diam mulut kamu itu Zakia,jangan sampai aku bikin kamu malu disini!! "ancam Alif pada Zakia.


"Up.."ucap Zakia pura menutup mulutnya itu," Takut.."ucap Zakia lagi.


"Apa mau kamu?"ucap Afiyah santai.


"Aku mau suami kamu."bisik Zakia ditelinga Afiyah dengan senyum liciknya itu.


"Kamu Memang Wanita gila yang pernah aku temui selama hidupku."ucap Afiyah pada Zakia yang masih tersenyum padanya.


" Sudah sayang ayok kita pergi saja dari sini, aku tidak mau Bikin kacau acara orang akibat wanita sepertinya itu?"tunjuk Alif pada Zakia.


"Ayok Mas,, tidak ada gunanya kita meladeni dia disini."ucap Afiyah berdiri dari duduknya itu.


Alif membawa istrinya itu pergi dari tempat itu dan mencari Ilham untuk permisi pulang kerena tidak mau bikin kacau acara temannya itu.


"Ilham Aku pulang dulu, kerena Putraku lagi rewel bersama Mama dirumah."Alasan Alif pada temannya itu.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah punya Anak Lif?"ucap Ilham kaget tidak percaya.


"Sudah, saat ini dia sudah berusia 5 bulan."jawab Alif.


"Ahhh sayang sekali Acara pembukan belum dimulai kamu sudah pulang Lif."ucap Ilham sedikit kecewa.


"Maafkan aku ya IL karena putraku sudah tidak bisa didiamkan oleh Mama,kerena dia sangat dekat dengan istriku."


"Ya sudah tidak Masalah, nantik aku akan berkunjung kerumahmu Lif, aku ingin melihat pegeran kamu itu seorti apa,apa dia sama tampan dengan Kamu kerena bayak wanita yang tergila-gila padanya."


"Jangan mengingat masa itu IL, kamu membuat aku malu saja di hadapan istriku!! " ucap Alif terseyum kearah Ilham.


"Hai Nona Kamu harus menjaga suaminya kamu ini super ketat kalau gak kamu bisa kehilangannya."


"Anda tenang saja,hanya aku yang ada hatinya!! "ucap Afiyah tersenyum.


"Benarkah itu?" Ucap Ilham pada Afiyah


"Ya! "


"Terimakasih bayak Lif kamu telah menyempatkan datang kesini." ucap Ilham. pada Alif


Disaat Afiyah hendak meningalkan Ilham Untuk pulang, Tiba-tiba saja Zakia meyiramkan segelas minuman warna merah pada pakaian Afiyah, sehinga Alif melihat perlakuan Zakia pada istrinya itu membuatnya sangat marah.


"Dasar wanita tidak tahu diri, cukup aku bersabar menghadapi sikap dan gaya sombong kamu itu salama ini, jangan perna kamu menyentuh istriku lagi."ucap Alif mendorong Zakia sehinga terjatuh pada lantai yang dilihat bayak tamu disekitarnya.


"Apa mau kamu?ucap ucap Afiyah sudah tidak bisa menahan kesabaran nya lagi selama setahun lebih dia bertahan dengan ancaman Zakia, dia bersedia menjauh dari suaminya selama ini.


"Aku tidak akan pernah takut lagi dengan ancaman kamu itu, kamu ingin meleyapkan aku bukan, sekarang silakan kamu lakukan dihapan suamiku,cukup aku bersabar selama setahun lebih dengan ini semua,aku telah jauh dari suamiku kerena ulah kamu,apa kamu senang bersamanya selama aku tidak ada, dan apa kamu bisa mendapatkan cintanya?"ucap Fiyah berapi-api emosinya kerena kesabarannya sudah habis.


"Ingat aku tidak akan pernah memberikan suamiku pada Wanita seprti kamu, yang tidak tahu diri seprti kamu."ucap Afiyah lagi.


"Diam kau sialan."maki Zakia pada Afiyah yng sudah mempermalukannya di hadapan orang banyak.


"Apa kamu malu aku perlakukan seperti ini disini?"tanya Afiyah sinis.


"Aku akan balas apa yang sudah kalian perbuat padaku hari ini." ancam Zakia pada Afiyah.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mencari musuh,kamu yang masuk kedalam kehidupan kami,yang ingin menghancurkan Rumah tanggaku,kamu yang terang-terangan mencari masalah lebih dulu."ucap Afiyah pada Zakia, sehinga Zakia tidak dapat menjawab perkataan Afiyah lagi.


Tamu yang datang mendegar pertengkaran itu mereka menyimpulkan Bahwa Zakia lah yang bersalah ingin menjadi pelakor padam rumah tangga Afiyah Alif.


"Jadi kamu pelakor baru yang akan merusak rumah tangga orang."ucap Ibu-ibu salah satu tamu disana meyiramkan Segelas air warna merah itu dimungkah Zakia.


"Jangan sok suci kamu selama ini dihadapan kami Nona Zakia, tapi sifat kamu tidak bemoral itu membuat kami hilang simpatik pada anda."salah satu teman Zakia dalam Acara itu.


"Dasar kamu pelakor."ucap Salah satu ibuk-ibu lagi meyirami Zakia dengan Minumannya yang ada digelasnya.


Zakia bangun dari lantai dan beranjak pergi dari acara itu,Zakia sangat malu dihadapan para istri dan kalangan bisnis yang bekerja sama denah perusahaannya.


Ada sebagian ibu-ibu sosialita itu lagi Diaran lasungkan pertekaran Afiyah dan Zakia diacara itu sehinga tersebar didunia maya saat itu juga.


Mama Alin melihat menantunya itu dia tersenyum saja kerena Afiyah tidak takut untuk melawan Zakia lagi.


"Apa yang kamu lihat Ma,kok tersenyum seperti itu?"ucap Pak Wira ingin tahu.


"Lihatlah Pa mengantu kita jadi bintang didunia maya saat ini."ucap Mama Alin


"Lihat!! "ucap Pak wira melihat vidio itu.


"Papa tidak sangka Dia bisa mengamuk juga Ma."


"Siapa Dulu Afiyah,Cari lawan gak lihat-lihat,sekarang biarkan dia nikmati hasil dari perbuatanya yang tidak bagus itu.ucap Mama Alin.


" Ini akan berdapak buruk untuk perusahaannya sendiri,papa takut akan terjadi sesuatu pada menantu kita atau Alif."ucap Pak Wira sangat kawatir.


"Papa tidak usah kawatir pasti Alif bisa mengatasi ini semua."ucap Mama Alin menenangkan Suaminya itu.


"Semoga saja tidak ada hal yang akan membuat Afiyah dan nalaif celaka, kerena wanita itu tidak akan pernah diam saja."ucap Pak Wira.


"Kita berdoa saja pa,tidak terjadi apa-apa dengan Mereka berdua."kata mama Alin lembut.


"Semoga Saja tidak terjadi Ma."


***********

__ADS_1


__ADS_2