MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Permintaan Maaf Dan Rasa Bersalah Alif Sudah Membuat Afiyah Sulit Memaafkan


__ADS_3

Afiyah hanya diam melihat kearah mobil suaminya itu, Afiyah memperhatikan Alif saat ini lagi Asik berbicara dengan seseorang lewat Hemponenya itu.


Afiyah Melihat suaminya namun Alif tidak juga keluar dari dalam mobil itu,ada rasa rindu yang terselip dihati Afiyah saat ini namun rasa kecewanya pada Alif Afiyah hanya bisa menahannya.


"Ma ayok masuk,,kita bisa bicara didalam saja ma,kerena didalam lebih nyaman kita bicara."Ajak Afiyah pada Mama Alin saat ini lagi me gendong Lian.


"Ayok nak kita masuk kayaknya Alif lagi membicarakan sesuatu pada Danil kerena saat ini dia harus menemuimu,jadi dia meninggalkan pekerjaannya untuk sementara waktu."jelas Mama Alin saat ini.


Disaat Afiyah hendak masuk,Alif memagil namanya dan mendekat kearahnya, namun Afiyah sedikit kaku untuk melihat kearah suaminya itu,karena masih terasa sakit yang ditahannya selama satu tahun ini.


"Afiyah,,ucap Alif pada istrinya itu, kerena rasa rindu selama setahun lebih ditahannya,saat ini Alif tidak bisa menahan itu lagi,Alif memeluk istrinya itu.


"Maafkan aku yang sudah mengyakiti hatimu,aku sangat merindukan kamu Sayang."ucap Alif pada istrinya itu saat ini.


Afiyah hanya berdiri mematung tampa membalas pelukan suaminya itu walau dia juga sangat merindukan Alif selama ini,Afiyah menahannya kerena rasa kecewa pada Alif.


"Sudah mas,masuklah tidak baik kita seperti ini, bayak orang yang akan melihat kita."ucap Afiyah dingin pada Alif.


"Baiklah,, ucap Alif melepaskan pelukannya pada istrinya itu.


"Pa-Ma Ayok masuk kita bisa bicara didalam."ucap Afiyah.


"Kamu duluan saja sama Mama,Papa disini saja sama Pino."ucap Pak Wira ingin memberi ruang untuk mereka berdua.


"Baiklah pa,aku bikin minum dulu kedapur untuk kalian semua."ucap Afiyah pada semua orang yang berada dekatnya saat ini.


"Tunggu sayang,apa bole aku mengedong Lian?"


"Aku tidak pernah melarang kamu untuk mengedongnya Mas, dia juga putra kamu jadi bebas kamu mau ngapa sama Lian."ucap Afiyah masih dingin pada Alif tampa menatapnya Afiyah langsung meningalkan Alif masih berdiri.


"Kamu yang sabar nak menghadapi dia saat ini,istrinya kamu masih ada rasa kecewa jadi dia belum bisa menerima maaf kamu Nak."ucap Mama Lain pada putranya itu sambil memberikan Lian pada Alif.


"Hai sayang,,maaf jika ayah tidak tahu kamu sudah ada saat itu Nak, sehinga tampa ayah bunda kamu menagung beban sendirian sampai kamu lahir."ucap Alif pada putranya itu sambil menatap wajah anaknya yang lucu itu,membuat Alif meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Maafkan Ayah sayang,ayah tidak akan pernah lagi meningalkan kamu jika bunda kamu tidak bisa memaafkan Kesalahan ayah,pasti nantik ayah pasti akan sering datang kesini untuk Menjeguk kamu."ucap Alif kembali pada putranya itu.


"Lif,, perkenalkan ini sepupunya afiyah."ucap Pak Wira pada putranya itu saat ini lagi menatap anaknya itu di gendongannya.


"Maafkan saya kak tidak sopan karena aku sangat merindukan Afiyah."ucap Alif menyapa Pino.


"Saya pino kakak sepupunya Afiyah,kamu tidak usah kawatir Afiyah nyamanya bersama kami disini."ucap Pino pada Alif.


"Terimakasih bayak kak sudah merawat dan memperhatikan Anakku dan Afiyah selama disini."Alif sedikit segan pada sepupunya Afiyah.


"Kamu tidak usah merasa segan padaku dan keluarga kami,Afiyah adik satu-satunya yang aku miliki walau kami sepupu, hanya dia adikku Lif."


"Tapi aku membuat dia seperti ini kak,aku selalu membuatnya bersedih,aku sudah tidak pantas untuknya kak."jelas Alif pada sepupunya istrinya itu.


"kita sebagai manusia biasa tidak pernah luput dari kesalahan,mungkin ini jalan untuk kamu memperbaiki sifat dan tingkah laku kamu selama ini,belajarlah dari kesalah Lif jangan pernah untuk menyerah, berusahalah kembali untuk mendapatkan hatinya." ucap Pino mengasih semagat pada Suami adiknya itu.


"Aku akan mencoba kak,memintak maaf pada Istriku,jika Afiyah tidak mau memaafkan aku,aku tidak akan memaksanya lagi."ucap Alif sedikit sedih.


"Jagan menyerah dulu, lihatkan pada Afiyah jika kamu itu memperjuangkan cinta dan rasa sayang kamu selama ini,aku yakin dia akan luluh padamu,berusahalah untuk buah cinta kalian,lihatlah Lian saat ini membutuhkan sosok ayah Lif."ucap Pino menperingatinya.


"Hari ini cobalah berbicara pada Afiyah,cobalah membujuknya degan berlahan."sambung Pino lagi.


Alif hanya bisa diam apa yang diucapkan oleh papanya itu dan juga Pino,semua yang dikatakan oleh kedua orang itu ada juga benarnya.


"Aku akan mencobanya untuk bicara pada Afiyah kak,agar dia tidak salah paham lagi atas apa yang didengar waktu itu tidak seperti yang dia pikirkan."


Tidak lama Afiyah datang membawa minuman untuk tamunya hari ini,Afiyah bersifat biasa saja saat Alif memperhatikannya disaat menaruh minum di depannya.


Tidak berselang lama Nenek Afiyah juga baru sampai dirumah dari kebunnya yang tidak jauh dari rumahnya itu, jadi kalau siang seperti ini sang Nenek tidak ada rumah.


"Nek sudah pulang kata Afiyah pada neneknya itu.Ucap Afiyah pada sang Nenek yang usianya itu sudah dimakan oleh waktu.


"Ada tamu ya." ucap nenek sambil melihat kearah Alif.

__ADS_1


"Nenek ini mas Alif suami Afiyah."ucap Afiyah pada Neneknya itu,kerena Afiyah masih mau mengenalkan Alif pada Neneknya.


"Saya Alif Nek,maaf nek saya tidak tahu Afiyah selama ini dia berada disini."ucap Alif pada Nenek Afiyah.


"Istri kamu aman bersama kami Nak, jadi tidak usah kamu merasa bersalah pada kami semua,kerena Afiyah juga cucuku, jadi apapun yang terjadi padanya kami selalu mendukung dan akan menjaganya."Jelas Sang Nenek.


"Terimakasih sudah menjaga mereka betdua, saya sangat merasa bersalah selama ini karena saya tidak tahu Istriku pergi lagi hamil."ucap Alif penuh dengan rasa bersalah dan peyesalan.


"Aku juga meminta Maaf pada kamu Afiyah, kerena ulahku kamu meninggal rumah,aku sangat bersalah padamu."ucap Alif lagi memintak Maaf untuk kedua kali pada istrinya itu.


Afiyah hanya menatap Alif dengan rasa marah dan kecewa padanya,namun Afiyah tidak mau melihatkan itu semua,sebaiknya dia diam saja.


"Nak bawaklah masuk Lian sepertinya dia sudah tidur,kasihan dia tidur seperti itu dipangkuan Ayahnya."ucap Nenek pada cucunya.


"Baiklah Nek aku akan pindakan dulu Lian kekamar."ucap Afiyah mengambil Lian yang berada dipangkuan Ayahnya itu.


Afiyah membawa Masuk Lian ke kamarnya saat ini,sambil menemanin Lian tidur diranjang itu.


Afiyah hanya menatap anaknya itu tampak nyaman bersama Ayahnya,Lian tahu bahwa Alif itu Ayahnya, dia tampa rewel sekiput bersama Alif yang pertama Kali dilihatnya.


"Apa yang harus bunda katakan pada Ayah kamu Nak, sampai saat ini Bunda belum bisa melupakan kejadian itu,wanita itu mengancam bunda jika kita kembali bersama Ayah kamu,bunda tidak mau kamu celaka oleh orang yang suka pada Ayah kamu itu."ucap Afiyah dalam lamaunannya itu.


"Bundak tidak mau mempertaruhkan hidup kamu jika kita kembali ke kota bersama Ayah kamu, itu sangat berbahaya untuk kita berdua sayang."ucap Afiyah kembali.


"Ada apa Nak kamu melamun saja didalam kamar ini,temuilah suami kamu,kasihan dia merasa terpukul oleh diamnya kamu."ucap Nenek tiba-tiba masuk kedalam kamar Afiyah.


"Tidak Nek Afiyah belum mau berbicara saat ini dengannya,Afiyah belum siap dengan semua ini,Kata-kata perempuan itu masih tergiang-ngiang diterima ini Nek."


"Cobalah Nak kamu pikirkan tentang Anak kamu saat ini,jika kamu tidak mau kembali kekota,jelaskan pada Suami kamu agar dia bisa memahami kamu."


"Besok saja Nek, untuk hari ini biarkan saja dulu,aku lagi benar-benar tidak mau berbicara dengannya Nek."


"Itu terserah kamu saja Nak,kerena Nenek ini hanya bisa mendukung untuk kebaikan kalian berdua,kasihan putra kamu itu,Lihatlah wajah polos boca itu, dia tidak tahu apa-apa dengan masalah kalian."

__ADS_1


Afiyah hanya Diam saja mendengar penjelasan dari Neneknya itu,dia bingung harus bagaimana meyikapi ini semua.


********


__ADS_2