MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Amerika.


__ADS_3

Siang ini Afiyah dan keluarga barunya saat ini baru saja sampai di Amerika,Afiyah sangat senang bisa membantu mertuanya itu agar bisa keluar dari permasalahan ini secepatnya agar tidak ada lagi pikiran yang menganggu mertuanya saat ini.


Afiyah tahu mertua laki-lakinya itu sangat berpikir keras saat ini terlihat wajah kawatir nya saat ini pada dirinya.


Afiyah juga merasakan itu kerena wajah selalu hangat itu berubah semenjak Afiyah sudah kembali,Begitu juga dengan mama Alin saat ini kegelisahan nya membuat Afiyah tidak nyaman,Afiyah tahu mama alin hanya memaksakan gembira didepan semua orang agar orang tidak tidak tahu kebimbangan dihatinya saat ini.


"Sayang kenapa kamu diam saja ada apa? ucap Alif duduk di bangku belakang mobil jemputan untu mereka.


"Tidak ada Lif aku sedikit lelah saja kerena perjalanan kita ini."jawab Afiyah sedikit bohong.


"Tapi wajah kamu itu tidak menujukan itu,kamu lagi memikirkan sesuatu ya?tanya Alif lagi.


"Tidak,aku tidak memikirkan apapun Lif."elak Afiyah pada Alif.


"Sebentar lagi kita sampai,setelah ini kamu bisa istirahat dulu."ucap Alif pada istrinya itu


"Ya"ucap Afiyah dengan senyuman sedikit terpaksa.


"Apa hari ini kamu akan langsung ke perusahaan ikut denganku sayang?


"Untuk hari ini aku mau istirahat dulu saja karena aku akan menemani mama dirumah,aku memintak data yang aku butuhkan saja hari ini,aku coba cek dirumah malam ini. " jelas Afiyah pada suaminya itu.


"Baiklah aku akan membawakan itu semua apa yang kamu mintak hari ini."ucap givan serius pada istrinya itu.


"Baiklah aku tunggu data itu semuanya,aku akan memeriksa dulu dari data keuangan.dari sana kita bisa tahu siapa yang bermain disini."ucap Afiyah sedikit berbisik pada suaminya itu karena ada mex didalam mobil itu yanga sedang mengendarai mobil.


"Ok,istri cantikku,ucap Alif pada Afiyah yang bersandar dibahunya.


Tidak lama mereka sampai dirumah yang ditepati oleh Alif selama kuliah disini,semua yang ada didalam mobil itu turun dari mobil itu dan Afiyah senang berada dirumah ini tidak terlalu mewah dari rumah mertuanya yang berada ditanak air.


"Sayang ayok kita masuk."mama Alin pada menantunya itu.


"Iya ma,"ucap Afiyah masuk menyusul mama Alin saat ini lagi berdiri didekat jendela sambil menarik tirai yang menutup di jendela itu.

__ADS_1


"Ma rumah tampak kosong,apa tidak ada orang yang tigal disini?


"Tidak nak,mama hanya meyewa orang untuk membersihkan saja."jawab mama Alin pada menantunya itu sedikit seyum.


"Pantas saja tampak sunyi."


"Dulu cuma Alif yang tinggal disini sendiri nak,waktu itu menyelesaikan pendidikannya disini."


"Ohhh,ucap Afiyah singkat.


"Kamu bisa istirahat dulu nak nanti itu kita masak karna mama tidak menyukai masakan disini karena kita sudah membawa bahan masak dari tanak air."Terang mama Alin pada menantunya itu.


"Baik ma kita masak saja aku juga tidak suka masakan orang barat ma,jadi kita masak saja ma, biar Fiyah saja yang masak ma."ucap Fuyah menyenangkan hati mertuanya itu.


"Muda-mudahan kamu betah tingal disini ya nak,mama mintak maaf menganggu hari bahagia kamu nak."jelas mama Alin.


"Aku betah disini ma,jangan merasa bersalah begitu terhadapku ma,aku melakukan ini hanya untuk kebaikan kita bersama,papa dan mama adalah orang tuaku sekarang,jadi tidak mungkin aku mbiarkan papa hancur dengan tangan orang yang tidak bertanggung jawab."ucap Afiyah lagi pada mama Alin sambil memeluk mertuanya itu.


" Terimakasih banyak ya nak kamu mau membantu papa untuk memecahkan masalah ini."ucap mama Alin tulus.


Seyum kedua wanita itu terpancar diwajah cantik itu,Pak wira dan Alif saat ini melihat kedekatan menantu dan istrinya itu,sambil tersenyum.


"Papa jangan pikikan lagi masalah ini aku dan Afiyah akan mencari jalan keluarganya secepatnya pa,dan akan megukap siapa dalang dari ini semua."terang Alif pada papanya itu.


"Taroklah barang-barang istri kamu itu kedalam kamar kamu nak,setelah itu kita langsung berangkat ke perusahaan,kerena Mex sudah menunggu kita." Ucap pak wira pada putranya itu.


"Baiklah pa,tunggu sebentar aku menaruh barang ini dulu ya." ucap Alif meningalkan papanya yang masih berdiri didekat jedelah dimana istrinya dan menantunya itu masih berbincang dengan istrinya.


Tidak lama Afiyah ikut menyusul suaminya masuk kedalam kamar Alif, yang selama ini dihuni Alif selama dia masih kuliah dinegara ini.


"Lif kamu mau berangkat sekarang ke perusahaan ?


"Iya sayang,"ada apa,ada yang igin kamu titip ?

__ADS_1


"Tidak Lif,aku ingin kamu membawa laporan keuangan dulu untuk beberapa tahu ini,aku ingin melihat hasil dari laporan itu dulu agar aku tahu keuangan perusahaan dulu seperti apa belakangan ini." ujar Afiyah pada suaminya itu dengan serius.


"Baiklah aku akan memintak itu dari bagian keuangan batik."jawab Alif santai.


"Ya sudah berangakatlah papa sudah menunggu kamu diluar saat ini,aku juga mau menemani mama masak untuk kita nantik.


"Ya sudah aku berangakat ya,kamu hati-hati dirumah."ucap Alif mencium pipi istrinya itu lalu Alif berangakat ke perusahaan untuk memeriksa data yang sudah beberapa tahun lala dia masih membantu perusahaan papanya itu.


Alif tidak percaya saja saat ini perusahaan papanya saat ini dalam kehancuran kerena beberapa tahun lalu perusahaan selama ditangannya yang memegang sagat maju dan dibilang sedang naik daun saat Alif yang mengambil ahli.


Namun tiba-tiba saja setahun Alif di Indonesia perusahaan itu bisa dibilang hancur dan merosot turun kerena adanya yang membocorkan produk baru yang akan diluncurkan,sehinga membuat kerugian perusahaan papa Alif sangat bayak.


Rasa tidak percaya itu Alif saat ini akan mencari ini dan akan dibantu oleh istrinya saat ini, mereka berdua akan memecahkan bagai mana ini bisa terjadi.


"Ayok pa kita berangakat,ucap Alif keluar dari rumah itu menuju mobil yang sudah berada dihalaman.


"Ayo"ucap pak wira juga menyusul putranya itu saat ini yang duluan masuk kedalam mobil.


"Ayok jalan Mex,kita langsung saja ke perusahaan aku ingin melihat data selama setahun belakangan ini,kerena aku sudah tidak ada disini selama setahun ini.


"Baik tuan."sahut Max pada putra pemilik perusahaan pramaja itu.


"Nantik kamu mintak bagian keuangan untuk mengambil pembukuan selama aku yang memegang perusahaan beberapa tahun lalu mex,aku ingin melihat semua itu kaembali,kerena aku tidak percaya saja ini bisa terjadi kalau tidak ada yang bermain di perusahaan orang tuaku."ujar Alif serius dan tatapannya tidak dapat diartikan saat ini.


"Saya akan melakukan apa yang tuan mintak nantik." jawab mex agak takut melihat tatapan Alif.


"Secepatnya mex aku mau hari ini juga semuanya sudah ada diruanganku."


"Baik tuan, saya akan menghubungi bagian keuangan untuk membawa itu semuanya.


Mex tidak dapat menolak lagi jika bosnya itu yang meminta apa yang diinginkan Harus cepat dia berdmgerak kerena Alif bukan pria yang mudah dibodohin.


Watak Alif jika sudah terganggu dia tidak bisa diam begitu saja,lain dengan papanya tidak terlalu keras.

__ADS_1


************


__ADS_2