
"Ayok sayang kita pergi dari dini!! " kata Alif pada istrinya itu.
"Maafkan Kami IL megacaukan acara kamu hari ini."ucap Alif sangat segan pada temannya itu.
"Tidak apa cuma masalah kecil saja."ucap Ilham santai.
"Baiklah kami parmisi dulu ya,maaf saya bikin masalah diacara anda."ucap Afiyah lagi.
"Tidak Apa Nona Afiyah, aku suka kamu melawan wanita yang selalu merendahkan diri kita."ucap Ilham Dengan Senyuman nya.
"Sudah Kami pamit Dulu, sampai jumpa nantik ya IL!! "
"Ok! "jawab Ilham dengan ramah.
"Baiklah,,,ayok sayang. "ucap Alif pada istrinya itu meninggalkan hotel Ilham untuk pulang.
Sampai dipikiran mereka langsung masuk mobil mereka berdua, Alif memperhatikan Istrinya itu sedikit termenung.
"Sayang kamu kenapa?apa kamu baik-baik saja.? "
"Aku baik Mas, aku tidak apa-apa kok, mas tenang saja aku tidak akan pernah lemah lagi jika dia terus mencari masalah dengan ku."ucap Afiyah santai.
"Aku salut melihat kamu membalas perbuatannya tadi itu sayang,aku memang sengaja membiarkan kamu berbicara agar dia tahu diri."ucap Alif dengan senyuman.
"Kamu senang jika aku berantam seperti itu!! "
"Tidak juga, mana mungkin aku membiarkan istri ku diperlakukan seperti tadi aku diam saja sayang."
"Aku tidak mau kejadian seprti tadi terulang lagi Mas,sangat memalukan,walau bukan aku yang salah disana tapi aku tetap saja malu Mas diperhatikan orang bayak."ucap Afiyah sangat menyesal dengan perbuatanya tadi.
"Jangan merasa seprti itu sayang,apa yang kamu lakukan tadi itu,sudah benar karena Kamu sudah membalas rasa sakit hati kamu salama ini padanya."ucap Alif tenang.
"Tapi apa nantik kita akan aman Mas, seperti nya tidak Mas,Aku harus berhati-hati untuk pergi kemana-mana sekarang, kerena Zakia pasti tidak akan pernah diam saja diperlakukan seperti tadi oleh orang banyak."Jelas Afiyah pada Suaminya yang masih pokus dengan megemudikan Mobilnya itu.
"Kamu tenang saja orang yang menjaga kamu ada di sekitar kamu setiap kamu mau kemana,dan sudah ada megawasi Zakia dari jauh apa yang sedang dilakukannya."
"Aku percaya pada kamu Mas." Afiyah melihat suaminya itu tersenyum padanya.
__ADS_1
Mobil yang dibawa oleh Alif akhirnya sampai juga dirumah kedua orang tuanya itu, Alif masuk menggandeng tangan istrinya itu dengan wajah manis terpancar pada Afiyah.
Mama Alin yang melihat anak dan menantunya itu sudah kembali,dia langsung menyusul Afiyah.
"Afiyah kamu tidak Apa-apakan sayang? " ucap Mama Alin juga sangat kawatir pada Menantunya itu.
"Afiyah tidak apa Ma, cuma pakaian Afiyah saja basa dan tampak kotor ma,sebaiknya Aku ganti dulu pakai ku ya Ma."ucap Afiyah berlalu dari Mama Alin dan Suaminya itu.
"Lif kamu dan Istrinya kamu sudah melibatkan bendera perang pada Zakia,mulai sekarang kamu harus hati-hati dan Jagan lupa kamu memperketat penjagaan untuk Afiyah dan keluarga kita, kerena lawan kamu adalah bukan orang sembarangan,orang tua dari Zakia saat ini pasti sudah melihat kejadian ini."
"Jika orang tuanya mengerti bagai mana tingkah anaknya selama ini pada keluargaku dan rumah tanggaku hancur kerena ulah anaknya sendiri,seharusnya mereka bisa memahami ini semua,jika masalah ini akan berdapak buruk pada perusahaan mereka, itu mereka tangung sendiri karena anaknya sendiri yang bikin ini semua Pa."ucap Alif pada papanya itu dengan sungguh-sungguh.
"Kamu benar nak,jika orang tuanya mengerti bisa menerima ini semua,itu tidak masala bagi kita,tapi jika orang tuanya melihat kejadian ini dengan beda Hal itu yang akan membuat masalah ini jadi besar."jelas Pak Wira pada putranya itu.
"Kita lihat nantik saja Pa, seperti apa tanggapan keluarga Zakia dengan masalah ini, jika mereka sadar pasti akan memintak maaf atas kelakuan putri mereka selama ini."ucap Mama Alin membenarkan masalah yang dibahas oleh ayah dan anak itu.
"Tentu kita akan lihat dari perkembangan ini dulu."ucap Pak Wira pada istrinya itu.
"Kamu butuh hati-hati jaga Istri dan Lian Nak, Mama tidak mau terjadi apa-apa pada mereka berdua,mereka adalah hidup Mama Nak."ucap Mama Alin serius.
"Bagus itu Nak, jangan sampai kamu lengah untuk hal ini,kerena lawan kamu itu bukan orang biasa Nak,Zakia sudah memiliki mata-mata untuk megintai kamu dan keluarga kecil kamu."ucap Pak Wira lagi.
"Papa tahu dari mana sih?"ucap Alif ingin tahu.
"Papa tidak akan diam saja Lif, pasti papa Akan melakukan hal sama untuk keselamatan keluarga papa."ucap Pak Wira dengan senyuman pada putra itu.
"Terimakasih pa untuk semua ini."ucap Laif pada papanya itu.
"Lian mana Ma?"
"Putra kamu lagi tidur dikamar sama mbak ita barusan."jawab Mama Alin.
"Apa dia rewel hari ini Ma?? tanya Alif lagi.
"Tidakk,,anak kamu itu sangat pintar dia tahu kedua orang tuanya pergi tampa sedikit tagis Lian kalian tingal bersama kami dirumah."jelas Mama Alin senang bersama Cucunya itu.
"Aku takut dia bikin Mama repot megurusnya!!"
__ADS_1
"Tidak Ada yang merepotkan kami Nak,dia itu cucuku, jadi aku harus megurusnya juga."ucapa Mama Alin.
"Makasih banya ya ma batuan hari ini."kata Alif lagi pada Mamanya itu.
"Mas apa kamu mau ngopi?"ucap Afiyah Tuba-tiba datang dan duduk disamping suaminya itu.
"Nantik saja sayang,aku mau mandi dulu."jawab Alif pada istrinya itu dengan lembut.
"Kalau mau mandi cana cepatan, biar aku bikin kopi!! "ucap Afiyah menyuruh Alif untuk mandi.
"Iya bentar lagi."sahut suaminya lagi.
"Kamu ini selalu menunda-nunda apa yang mau dilakukan."ucap Afiyah agak kesal pada sauaminya itu.
"Bukan menunda sayang hanya saja merilexkan tubuh yang baru dari luar."ucap Alif santai.
"Kalian ini kalau gak ribut,tidak enak ya."kata Mama Alin pada sepasang suami-istri itu.
"Dia itu selalu bawel Ma."ucap Alif
"Yang bawel aja gak didegar Ma, macam mana yang istrinya diam saja, habislah sudah."celetuk Afiyah Asal.
"Kamu itu juga salah Lif, apa salah dengar kata istri kamu,ada benar juga Kata Afiyah itu,itupun untuk diri kamu sendiri ya."ucap Mama Alin juga menasehati putranya itu.
"Alif dengar kata dia kok,cuma lagi malas saja baru Ma."
"Kamu ini kebiasaan Mas!! " ucap Afiyah lagi
"Baiklah aku akan mandi dulu dari pada direpetin Dua wanita yang membuatku tudak bisa berkutik."ucap Alif naik ke lantai atas menuju kamarnya.
"Anak kamu itu sama peragainya sama Papa tidak Ada ubahnya!! "celetuk Mama Alin
"Kok jadi papa yang dibawa-bawa sih Mah,Alif yang berbuat kok papa yang kenak juga."ucap Pak Wira tidak senang dengan celetuk istrinya itu.
Afiyah hanya tersenyum saja melihat tingkah kedua mertuanya itu, walau sering selisi kata tapi rumah tangga mereka baik-baik saja, sampai saat ini mereka berdua hidup bahagia.
**********
__ADS_1