MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Kedatangan Tamu Lagi Membuat Hati Afiyah Tidak Menentu


__ADS_3

Paginya Alif terbangun dari tidurnya yang semalam membuatnya merasa capek kerena perjalanan jauh dari kota kedesa ini,Alif bangkit dari tempat tidur itu dan berjalan ketepi jendela kerena pagi ini sangat sejuk membuat Alif sedikit dingin.


Alif membuka Jendela itu dan dia berdiri di tepi jendela itu sambil menghirup udara didesa dengan pokus sambil memejamkan matanya.


Alif sangat merasa agak senang kerena sudah tahu istrinya sekrang, walau belum bertemu dengan Afiyah tapi dia merasa senang telah tahu istrinya itu saat ini.


Alif Keluar dari kamar itu ingin megelingi sekitar Villa diluar sambil menikmati Udara segar pagi ini,pas keluar dipintu kamar Alif melihat papanya juga baru keluar dari kamarnya.


"Lif kamu sudah samapai Nak?"ucap Pak Wira pada Alif.


"Sudah pa,salam sekitar Jam 11 Lewat pa."jawab Alif pada Papanya itu.


"Mana Danil apa dia masih tidur? "


"Aku bawak mobil sendiri saja Pa."ucap Alif pada Papanya itu.


"Apa kamu tidak capek membawak mobil sendiri saja Nak.? "


"Tidak Pa,,aku sangat bersemangat hingat rasa capek ku tidak terasa ingin bertemu mereka berdua Pa."jelas Alif pada Papanya itu.


"Jika Nantik Afiyah belum memaafkan kamu Nak,apa yang kamu lakukan ?" ucap Pak Wira pada Putranya itu sambil berjalan pagi di sekitar Villa.


"Aku tidak Akan memaksanya Pa,aku tahu diri selama ini akulah sendiri yang bikin dia seperti ini."jelas Alif.


"Kamu harus Bisa memenangkan Hati Afiyah, tapi jangan pernah memkasanya,sekarang bukan Afiyah saja yang kamu harus pikirkan Nak, ada Lian putra kamu yang kamu harus kamu jaga,papa yakin Afiyah tidak akan setengah itu memisahkan kamu dengan putra kamu."Ucap Pak Wira pada Putranya itu.


"Tidak Pa,Aku tidak akan pernah memaksanya untuk kami kembali jika Afiyah tidak igin kami bersama lagi,Alif juga tidak mau Afiyah merasa terbeban kerena kesalahan yang aku buat padanya. "


"Jangan patah semangat Nak, berusahalah agar kamu bisaa hidup bersama kembali dengan Afiyah dan anakmu."


"Ini sudah aku pikirkan Pa dari lama,aku tidak mua lagi Afiyah merasa kecewa padaku,cukup pa,mungkin ini jalan yang terbaik untuk Afiyah agar dia bisa merasa bahagia tampa aku Pa."ucap Alif melihat kearah papanya itu.


"Papa serahkan semua keputusan pada kelian berdua,tapi ingatlah Sekarang ada Lian diantara kalian berdua."ucap Pak Wira memahami kata Alif barusan.


"Alif akan tetap menjaga Lian demi dia apapun akan aku lakukan Pa."ucap Alif lagi.

__ADS_1


"Itu semuah tergantung pada kamu kerena itu semua untuk kebahagian keluarga kamu Nak."Ucap Pak Wira pada Alif.


"Alif akan mencoba untuk mintak maaf pada Afiyah Pa dan Aku akan membawa dia pulang kembali bersamaku,tapi jika kalau Afiyah tidak mau aku juga akan menghargai keputusan dia pa,yang penting dia bisa memaafkan aku."jelas Alif lagi.


"Papa hanya mengikuti apa keputusan kamu nantik bersama istrinya kamu Lif."ucap Pak Wira paa putranya itu.


Alif dan Pak Wira melajukan jalan paginya disekitar Villa itu,kerena Cuaca pagi saat ini tampak bagian untuk berjalan pagi sambil santai menikmati pemandangan yang indah disekitar desa itu.


**


Lain ditempat Afiyah saat ini sibuk dengan memasak untuk serapan pagi mereka pagi ini bersama Naneknya, setelah siapa memasak sarapan untuk Nenek dan Pino.Afiyah kemabali ke kamarnya saat ini putranya yang lucu dan imut itu membuatnya selalu ingin dekat pada putranya itu.


Afiyah melihat Lian masih tidur enak di atas tepat tidurnya itu,Afiyah megusap pipi Lian sambil mencium kening putranya itu.


"Sekarang kamu sudah bertemu dengan oma dan opa kamu nak,pasti tidak lama lagi kamu akan bertemu Ayahmu,kerena Oma Alin tidak mungkin meyemuyikan diri kamu pada Ayahmu."


"Ini semua Biar kamu tahu nak,kalau tidak memikirkan diri kamu Bunda tidak akan pernah memberi tahu semua ini pada mereka apa lagi ayah kamu yang sudah membuat Bunda kecewa padanya,kamu tahu dulu bunda sangat mencintai ayah kamu sampai saat ini,tapi ayah kamu itu tidak pernah memikirkan hati dan perasan bunda terluka."ucap Afiyah pada putranya itu yang masih tidur afiyah bercerita sedikit rasa kecewa pada Lian mungil itu.


"Tapi sekarang apa yang harus Bundah Lakukan pada Ayahmu saat ini kerena Hati ini belum bisa memaafkan dirinya."ucap Afiyah kembali berbicara pada putranya yang tidur itu sambil mengusap pipi dan kepala putranya itu.


Siang ini Afiyah lagi asik bermain bersama Putranya itu diruang tengah sambil mengerjakan Pekerjaannya yang dibelum siap kemaren dia bawak kerumah.


Sambil melihat Lian bermain Afiyah juga melanjutkan pekerjaannya itu, dengan senyuman cantik itu melihat perkembangan putranya saat ini.


Tampa Afiyah sadari Pino datang berdiri di sampingnya dan lansung duduk disamping Adik sepupunya itu.


"Kak,, bisa ngak bikin aku kaget." ucap Afitah pada Pino yang ketawa melihatnya kaget.


"Ha.. Ha.,, kamu ini Dek udah dikasih kelongaran sama bos besar jangan bekerja dulu sampai aku siap acara pernikahan nantik,kamu tetap mengerjakan pekerjaan itu."


"Nantik ujung-ujungnya kamu mintak juga sama aku kak,setelah kamu masuk nantik pasti kamu melihat semua laporan itu."jawab Afiyah pada sepupunya itu.


"Sayang Paman sini kita pergi main yok keluar,biarkan bunda kamu itu menyelesaikan kerjaannya itu." Ucap Pino pada keponakannya itu.


"Kemana kakak mau bawak dia kak?"tanya Afiyah.

__ADS_1


"Hanya didepan teras saja kok gak kemana-mana."jawab Pino sambil leluar mengedong Lian.


"Jangan bawak jauh-jauh ini sangat panas sekali kak."teriak Afiyah pada Sepupunya.


"Iya,, kamu bisa diam gak kita hanya disini saja."repet Pino pada Afiyah.


Pas Pino lagi Asik bermain dengan Lian Ada sebuah mobil cantik yang berenti didepan rumahnya,Pino memperhatikan mobil itu karena bukan mobil Pak Wira yang kemaren datang kesini.


"Siapa itu Lian,paman jadi penasaran siapa lagi yang datang kesini hari ini.?"ucap Pino bertanya pada Lian yang tidak mengerti apa maksudnya pamannya itu.


Pino melihat orang yang keluar dari mobil itu adalah Pak Wira dan Mama Alin dan yang ada didepan Pino belum dapat melihatnya kerena Alif belum keluar dari dalam mobil itu, Pino memperhatikan orang yang berada didalam mobil itu lagi menelpon seseorang.


"Hai Cucu oma,apa kabar kelihatan kamu abis mandi ya."ucap Mama Alin pada Lian yang tertawa melihat Mama Alin mengodanya.


"Lihat dia itu sudah mengenal kamu Ma,dia sudah tahu siapa kamu,pada hal baru sekali kita datang.


"Ohhh ya,Nak mana Afiyah kok kita gak liat apa dia masuk kerja hari ini? " tanya Mama Alin pada Pino.


"Tidak Buk,, dia ada didalam lagi mengerjakan laporan yang kemaren dia bawak pulang."jelas Pino pada Mama Alin.


"Anak itu memang pekerjaan keras dan bertangung jawab atas pekerjaannya."ucap Pak Wira.


"Tunggu sebentar Buk saya pangil dulu dia." ucap Pino pada Kedua mertua adiknya.


"Dek... Dek...Ada Buk Alin ni baru datang."Ucap Pino sedikit berteriak memangil Afiyah.


"Ya Kak,,,ucap Afiyah cepat-ceoat keluar dan menigalkan pekerjaan itu kerena ada mertuanya diluar.


"Mama-Pa, Maaf Afiyah tidak tahu Mama Mau kesini lagi,jadi Afiyah melanjutkan pekerjaan."Afiyah meliaht kearah mobil yang biasa dipakai oleh suaminya selama ini.


"Ma,, apa itu mobil mas Alif?" tanya Afiyah pada Mama Alin.


"Ya,,Nak Alif datang untuk Menjeguk kalian berdua kerena Mama juga tidak mau meyemuyikan ini semua dari suami kamu Nak." jawab Mama Alin pada Afiyah.


Afiyah hanya diam melihat kearah mobil suaminya itu, Afiyah memperhatikan Alif saat ini lagi Asik berbicara dengan seseorang lewat Hemponenya itu.

__ADS_1


******************


__ADS_2