MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Makan Siang Penuh Kehangatan Dan Ada Rasa Sedih Berpisah Dengan Mereka Berdua


__ADS_3

Mama alin dan pak wira hanya terseyum saja melihat putra dan menatunya itu terlihat bahagia karena hari ini keluarga tampak ramai dengan perdebatan dimeja makan seperti ini membuat pak Wira dan mama alin sangat bahagia.


"Sudah berdebatnya sekarang kita makan dulu,papa sudah sangat lapar."ucap pak wira pada putranya itu.


"Siapa yang berdebat pa itu adalah tanda kita sayang sama istri,sama juga papa berikan sama mama,begitu juga akan Alif lakukan untuk istrinya Alif pa."


"Sudah mas,jangan bicara lagi makan ayok,kamu mau lauk apa,kayaknya mama hari ini enak masakannya."ucap Afiyah mengambil salah satu lauk yang terhidang diatas meja untuk suami itu.


" Apa,kamu pagil aku barusan? ucap Alif mendegar istrinya pagil dia dengan pagilan mas.


"Emang salah aku pagil kamu seperti itu,mulai hari ini kamu itu harus terbiasa aku pagil kamu dengan sebutan mas, gak ada protes lagi."ucap Afiyah santai.


"Sudah makan"ucap mama alin melihat tingakah putra dan menantunya itu.


"Sayang kamu dengar gak mama bilang apa makan,ayok makan natik dia megamuk melihat kita terus saja berdebat seperti ini."ucal Alif pada istrinya itu.


"Sudah kamu makan ini sudah aku ambilkan lauknya."ucap Afiyah memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk didalamnya.


"Terimakasih bayak sayang,teruslah seperti ini aku pasti senang jika setiap hari kamu melakukan untukku."


"Sudah mas,jangan bertingkah bodoh lagi,aku akan melakukan ini setiap hari untuk menyenangkan hati suami aku yang manis ini."ucap Afiyah sedikit lembut pada suaminya.


"Sudah siap dengan bucin kalian berdua,sekarang saat kita makan,ayok nak Fiyah kamu juga makan jangan megurus dia terus,bisa-bisa kamu juga tidak makan dibuatnya."ucap papa Alif melihat tingkah putranya itu.


"Baiklah pa,fiyah akan makan." ucap Afiyah sambil duduk disamping suaminya itu sambil mengambil makanan untuknya.


"Kamu makan yang banyak,biar badan kamu itu sedikit berisi."ucap Alif pada Afiyah sambil mengambil sepotong ikan dan memberikan pada istrinya itu.

__ADS_1


"Makanlah"ucap Alif lagi pada Afiyah yang hanya diam memperhatikan tingkah suaminya itu yang perhatian padanya.


"Terimakasih mas,kamu juga habiskan makanan kamu."ucap Afiyah terseyum pada suaminya itu.


Makan siang kali ini sangat berbeda dari biasanya kerena siang ini merasa dimeja makan penuh dengan kehangatan bersama keluarga sama-sama megigatkan,mama alin sangat menyukai hal seperti ini setiap hari tampak ramai dan seru.


Mama Alin sangat merasa kehilangan jika besok putra dan menantunya itu akan kembali ketanak air,tentunya akan sunyi rumah yang beberapa hari ini mereka bersama dengan putra dan menantunya itu.


Mama Alin terlihat sedih setelah siap dengan makan siang mereka siang ini,mereka berempat menyambung perbincangan mereka hari ini ditaman belakan rumah mereka saat ini sambil bersantai dikasebo yang ada di taman itu.


"Mama kenapa diam saja dari siap makan papa perhatikan mama diam saja,ada apa?"


"Mama sedih saja besok kita akan berpisah dengan mereka berdua pa,pasti kita kesepian lagi,hanya kita saja berdua disini."


"Mama kita tidak selalu disini kok setelah urusan ini kelar semua kita bisa kembali untuk menjeguk mereka nantik,kalau mama merasa bosan kita bisa pulang ketanak air." ucap pak wira pada istrinya itu.


"Muda-mudahan saja mereka cepat memiliki anak pa karena mama ingin merawat cucu mama dengan tangan mama sendiri."ucap mama alin sedikit semagat pada putranyabitu jika mereka berdua cepat memiliki momongan.


"Betapa bahagia mama jika kamu memiliki banyak anak lif,stidaknya kamu punya tiga anak,biar rumah kita bertambah seru jika gurauan kita bersama mereka."ucap mama alin tampak bahagia membayangkan itu semua.


"Semoga saja cepat apa yang mama inginkan itu.sambung Afiyah pada mama alin.


"Lif jam berapa kamu berangkat besok lif??" tanya pak wira pada putranya itu.


"Aku mengambil penerbangan pagi pa,agar sampai sana tidak terlalu malam pa,Alif bisa istirahat dulu sebelum masuk kantor."ucap Alif lembut.


"Apa papa bisa Alif tingalkan disini dengan urusan ini sediri disini?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa nak, papa ada mex yang membantu papa jadi kamu pokus saja dengan kerjaan kamu yang disana,disini sudah baik-baik saja, kamu tidak usah kawatir lagi soal masalah ini."jawab pak Wira.


"Ya sudah kalau papa sudah magatakan itu, Alif juga sudah legah mendegarnya."


"Papa sudah bisa sendiri menghedel ini semua,kamu tenang saja."ucap pak Wira pada Alif yang saat ini menatap papanya itu.


"Pa untuk masalah Eric apa papa bisa sedikit saja meningalkan aset itu untuk anak istrinya itu,Agar mereka berdua bisa menyambung hidupnya tampa ada Eric disamping mereka pa."ucap Alif pada papanya agar tidak meyita semua aset yang Eric punya dari hasil megbil uang perusahaannya.


"Papa akan Membelikan mereka rumah yang bisa untuk tingal mereka nantik,ini semua bukan salah anak-istri Eric ini semua adalah keserakahan Eric sendiri membuat istrinya mejadi susah."


"Terimakasih pa,masih mau membatu istrinya Eric dan anaknya."


"Mereka tidak salah nak,Erika yang disalahin atas semua ini."ucap Papa Alif terseyum pada putranya itu walau temanya itu sudah menghinatinya masih ada rasa kasihan dihati putranya itu.


"Apa sebaiknya istrinya eric bekerja saja ditoko mama pa?"ucap mama alin pada suaminya itu.


"Itu ide bagus ma"sambung Afiyah pada metuanya itu.


"Boleh juga itu usul mama pa,agar istrinya Eric bisa membiayai anaknya, agar mereka tidak terlalu kesulitan nantik."ucap Alif pada papanya itu.


"Papa setuju saja asal istrinya Eric mau berkerja sama mama,papa tidak masalah dengan itu semua itu."ucap papa Alif.


"Terimakasih ma mama sudah memberi jalan pada istrinya Eric."


"Tidak masalah nak kita saling membantu ketika kita bisa membatu,itupun kalau istrinya Eric mau."ucap mama alin.


"Aku sebenarnya tidak mau seperti ini pa,tapi Eric tidak pernah mengangap aku temanya,dan melupakan kebaikan yang aku berikan pada nya selama sehingga dia sanggup berbuat curang dan ingin menghancurkan perusahaan kita." sesal Alif pada temannya itu.

__ADS_1


"Sudahlah nak kamu tidak usah meyesalakan semua itu karena sudah berlalu jadikan itu semua sebagai pelajaran hidup untuk kedepanya,jangan perna terlalu percaya pada teman yang belum kita tahu banyak darinya,walaupun itu orang yang terdekat dengan kita belum tentu orang itu sebaik kita nilai."ucap pak wira mengingatkan putranya itu dalam menjalankan hidup dan pegamalam yang didapat dari kejadian yang baru mereka hadapi dalam beberapa hari lalu,teman sendiri masih sanggup memakan dan menghinati teman selama ini selalu baik padanya,Itulah dari pengalaman pertama Alif yang buruk percaya saja pada teman yang selama ini dekat dengannya.


************


__ADS_2