MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Berbicara dengan Yesi


__ADS_3

"Pasti kamu lupa beli untuk aku Ya Mas. "kata Maya Lemas pada Kevin sambil berjalan dan masuk kedalam mobil Kevin dengan kurang semagat.


Kevin hanya terseyum saja melihat Tingkah Maya padanya,Maya selama ini gadis yang paling dekat dengannya.


Maya masuk kedalam mobilnya Kevin dengan mulut Meyerugut saja, kevin sangat senang membuat Maya kesal padanya.


"Jangan seperti itu,kamu sangat jelek!! "canda Kevin lagi.


"Diamlah Mas, aku lagi gak mut Bicara sama kamu."ucap Maya merajuk.


"Masa aku lupa bawak Kamu merajuk kaya gitu, ahhh gak seru kamu May."kata Kevin lagi.


"Aku kesal saja sama kamu, Dasar oncong kamu."kata Maya lagi


"Jangan pangil aku seperti itu May,aku bukan Kenzi yang bisa kamu pangil seperti itu.kata Kevin sedikit kesal juga kerena dua tidak suka dipangil itu oleh gadis disampingnya itu.


"Terus aku harus pangil kamu Apa dong, sayang Gitu?"tanya Maya mulai usil lagi.


"Begitu lebih baik, dari pada oncong."balas Kevin lagi.


"Enak saja kamu,emang aku ini siapa kamu."kata Maya cepat menjawab kata Kevin barusan.


"Tidak masalah May, kitakan teman, tapi teman mesrah."ucap Kevin megedipkan Matanya.


"Awas kamu aku congkel tu mata."kata Maya melihat Kevin tersenyum padanya.


"Iss kamu ini sungguh meyebalkan Mas."ucap Maya pada Kevin.


"Mara ya!! "kata Kevin Melihat Maya hanya diam saja.


"May Aku boleh bertanya sesuatu pada kamu gak?"ucap Kevin mulai serius pada Maya.


"Apaaan!! " jawab Maya masih saja masih merasa kesal padanya.


"Kamu kenal Alif dan Afiyah dimana sih, aku perhatiankan kamu sangat dekat dengan mereka?"


"Mas mbak Afiyah Itu Adalah Menantu dari Bosku,Buk Alin, sudah lama aku bekerja dengan Mereka, mereka semua sangat baik padaku, buk Alin sagat percaya padaku selama aku bekerja Dengannya.


"Gitu Ya, maaaf jika aku tidak Tahu.


"Kamu jangan kaget Mas,jika orang yang sudah membuat luka dalam hatiku itu adalah Asisten Teman kamu itu, Danil,Dialah orang yang selama inj aku ceritakan padamu."ucap Maya Sedikit sedih.


"Apa!!! Jadi Danil. "ucap Kevin kaget.


"Ya."


"Maafkan aku May, aku juga tahu Danil yang kamu maksud adalah dia."kata Kevin.


"Sudahlah Aku tidak mau membahas itu lagi, dia sudah bahagia dengan orang yang dia cinta selama ini, aku juga menerima ini semua dengan iklas Mas, semoga saja suatu saat nantik aku bisa menemukan orang yang bisa mencintai aku sepenuh hatinya, tampa membagi hatinya dengan orang lain."ucap Maya Tersenyum pada Kevin saat perjalanannya ke Villa Alif.

__ADS_1


"Kamu Wanita kuat May, jika aku diposisi kamu belum tentu aku bisa menjalankan ini semua."jelas danil sangat kasihan pada Maya.


"Sudah jangan bahas lagi,aku sudah senang hidup disini dengan orang-orang yang sangat pehatian padaku."ucap Maya santai.


Mereka berdua tidak bayak bicara lagi, akhirnya mereka sampai jiga Villa Alif.


Mereka berdua Masuk yang sudah ditunggu oleh Alif dan Afiyah saat ini diruangan tamu.


"Hai kalaian sudah sampai ya? " kata Afiyah menyapa dua orang itu.


"Sini May, gabung dengan kita."ajak Alif pada Maya.


"Terimakasih banyak Mas." ucap Maya pada Alif.


"Bagai mana kabar kamu selama tingal di sini May?"ucap Alif pada Maya.


"Seperti inilah Mas, aku bisa lebih baik sekarang Kerena adanya bibik dan Sahabatku yang membantu aku keluar dari masa sulit dalam setahun ini."jelas Maya pada Mereka berdua.


"Kalian berdua kok bisa kenal, bagai mana ceritanya tu.


"Sama dia!! " ucap Kevin menujuk Maya.


"Iya Oon, terus sama siapa lagi, sama setan."jawab Alif kesal pada Kevin.


"Ohhh,itu saat dia meninggalkan Kota Bandung malam itu dengan Deraian air matanya, saat itu aku masih ingat Dia sangat cengeng sekali, aku tidak segaja satu bis sama dia, saat aku kebandung menemui lo saat itu."ucap Kevin santai.


"Lihatlah dia, siapa yang mau sama dia yang pemarah itu."balas Kevin lagi.


"Biarin aja,apa urusanya dengan kamu."kesal Maya.


"Hai, kalian berdua selalu ribut kayak gini ya." ucap Afiyah bigung pada kedua orang yang sedang ribut itu.


"Sudah Dong marahnya dari tadi kamu terus marah padaku,apa kamu gak kagen sama aku, sudah 6 bulan ini kita gak jumpa."bujuk Kevin pada Maya lembut.


"Apaan sih Mas, gak usah duduk dekat deanganku."ucap Maya karena Kevin mau pindah duduk dekatnya.


"Jadi cewek itu lembut sikit napa sih?"ucap Kevin lagi.


"Gak ada gunanya aku Lembut pada pria seperti kalian."ucap Maya santai.


"Jangan gitu May, kita teman masa gak ada lembutnya.


"Sudah-sudah, pusing kita berdua dengar lo berdua ribut kayak gini, entar jodoh baru rasa lo."ucap Alif pada Kevin.


"Mana Ada yang mau sama dia Lif, lihatlah pemarahnya itu,tidak ada Yang akan mau sama gadis yang judes sepertinya."canda Kevin lagi.


"Ada!! " kata Afiyah.


"Siapa?"tanya Kevin reklek.

__ADS_1


"Lo!! "kata Alif spontan.


Membuat Kevin terdiam mendegar kata Sahabatnya itu.


"Kenapa diam, kamu takut jatuh cinta sama Aku ya, Mas?"ucap Maya Tersenyum pada Kevin.


"Emang Kamu mau jika aku cinta sama kamu." canda Kevin lagi.


"Gak!! " kata Maya singkat.


"Ha-ha-ha !!"ucap Alif ketawa lucu melihat tingkah kedua orang itu.


"Ehhh mbak aku kok gak lihat Lian dan sikecil imut itu."tanya Maya lagi baru ingat Kedua anak Alif dan Afiyah.


"Lian gak mau ikut,siadek ada dikamar sama Yesi bermain, jika kamu ingin menemuinya pergilah."ucap Afiyah.


"Emang boleh Mbak?" kata Maya lagi.


"Siapa yang ngelarang May!! "ujar Alif pada Maya.


"Ya sudah aku kedalam dulu."ucap Maya meningalkan Ketiga orang itu.


Maya pergi menemui putri kecil Alif dan Afiyah itu selalu sering berbicara padanya lewat telpon jika dia lagi menelpon Afiyah.


Sampai dikamar itu Maya melihat Gadis kecil itu lagi asik bermain sama yesi saat ini, yesi melihat Maya masuk kedalam ruangan itu sedikit tidak enak.


"May, masuklah." Ucap Yesi ramah.


"Terimakasih Kasih Mbak."kata Maya lembut.


"Hai Cantik!! "sapa Maya pada gadis kecil itu yang lagi tersenyum padanya.


Putrinya Afiyah itu berhamburan mengejar Maya dengan terbanta- banta kerena baru bisa jalan.


"Iss kamu sungguh mengemaskan sayang." kata Maya Senang melihat gadis kecil itu.


"Apa kabar kamu May?"ucap Yesi sedikit sungkan berbicara pada Maya.


"Aku baik Mbak,jangan Megigat lagi Masa Lalu itu lagi,sekarang mbak sudah bisa bersamanya lagi, aku sudah iklas atas semua ini."kata maya lembut.


"Maafkan aku May, sudah menyakiti aku hati kamu."ucap yesi besalah.


"Tidak Usah Memintak maaf Mbak ini sudah suratan aku Mbak, kerena aku bukan jodoh Untuk Mas Danil, Mbak lah jodohnya."kata Maya mengatakan itu dengan tulus dari hatinya.


"Maafkan aku may."hanya itu yang bisa diucapkan oleh Yesi pada Maya saat ini.


"Hiduplah bahagia Mbak,Aku tahu Mas Danil sangat mencintai kamu."kata Maya lagi menatap yesi dengan lembut, tidak ada rasa dendam lagi dan rasa sakit hati pada Yesi, semuanya sudah dapat diterima olehnya dengan hati yang iklas.


***********

__ADS_1


__ADS_2