
Paginya Alif dan Afiyah baru terbangun kerena terdegar Ayat-ayat suci itu dilantunkan dari mesjid yang dekat dari rumahnya.
"Mas kamu sudah bangun ?"ucap Afiyah pada Alif yang menatap suaminya itu.
"Aku baru bangun juga sayang kerena Tangan Kanan aku keram terlalu lama kepalamu berada di atasnya.
"Maafkan aku ya, aku tidak sadar bikin kamu sakit Mas!! "
"Tidak apa sayang, mari kita mandi bentar lagi kita waktu shubuh masuk."ucap Alif mengajak istrinya itu mandi bersama.
Setelah siap dengan retual mandinya merekapun melakukan sholat shubuh dimesjid tidak lupa Afiyah juga mengajak putranya Lian untuk sholat, kerena mereka benar-benar mendidik Lian dari kecil untuk taat pada perintah yang maha kuasa itu.
Setelah sholat shubuh siap mereka bertiga pulang kembali ke rumahnya yang tidak jauh dari mesjid itu.
"Yah kita jalan pagi yok!! "ucap Lian Mengajak Alif untuk lari pagi bersama.
"Kamu mau lari pagi bersama Ayah?"
"Iya Ayah, kita coba dijakarta bagai mana suasananya pagi dusini."ucap Lian
"Baiklah jagoan Ayah kalau begitu kita lari pagi hari ini."ucap Alif pada putranya itu.
"Bunda Apa mau ikut dengan kami?"tanya Lian pada Afiyah.
"Tidak Sayang,Bunda akan memasak sarapan untuk kita semua."jawab Afiyah dengan lembut pada putranya itu.
"Baikalh biar Lian saja sama Ayah lari pagi hari ini."
"Kita Masuk dulu, kita tukar pakaiannya dulu ya sayang."Ajak Afiyah pada putranya itu.
Afiyah membawa Lian masuk untu menganti pakaiannya, setelah itu Afiyah mengantar kan Lian keluar dan melihat suaminya itu berolahraga pagi ini dengan Putranya itu membuat Afiyah senang,kerena Alif selalu mengikuti apa dimau Putranya itu agar mereka lebih dekat lagi.
Afiyah kembali masuk kedalam melanjutkan pekerjaanya Didapur yang dibantu oleh istrinya pak udin.
"Bik Nem!! "
"Ya Non."
"Bibik bikin apa pagi ini?"ucap Afiyah.
"Bibik belum Mulai masak Non, lagi menyiapkan bahannya."
__ADS_1
"Kalau begitu biar Fiyah saja yang masak ya Bik,kerena Lian setiap pagi itu harus ada cumi krispy Bik,apa Cuminya ada bik dikulkas?"
"Ada Non kemaren Den Alif sudah pesan agar cumi sama Udang jangan sampai dilupakan Non."teranga Bik Nem.
"Gitu ya Bik!!"ucap Afiyah sedikit tersenyum mendegar suaminya itu memesan apa yang disukainya berdua.
"Apa Nona Fiyah akan lansung masak saja."
"Iya bik,Bik Nem bisa Bantu Afiyah memotong Cuminya,biar aku yang meracik bumbunya dulu."
"Ya sudah Non, Bibik akan kerjakan apa yang Non inginkan."ucap Bik Nemegambil Cumi itu dikulkas dan membersihkan cumi itu apa yang diinginkan Oleh istrinya tuannya itu.
"Bik, bibik sudah lama tingal disini?"ucap Afiyah pada Bik Nem.
"Sudah Non, semenjak rumah ini direnovasi oleh tuan."
"Aku gak lihat anak-Anak bibik, pada kemana ya Bik?"tanya Afiyah pada Bik Nem.
"Mareka Semua p?ada kerja Non diluar kota, palingan Pulangnya Sekali sebulan." ucap Bik Nem.
"Berakti udah pada Besar semua dong anak-anak Bibik ya?"
"Tidak apa Bik, mereka mencari hidup mereka agar mereka tidak selalu bergantung pada keluaganya,Bik Nem seharusnya bersyukur memiliki anak dua,mereka masih ingat sama Bibik dan pak udin sebagai orang tuanya." jelas Afiyah pada Istri pak udin itu.
"Ya harus bagai mana lagi Non, kita akan tetap menjalankan itu semua, walau hati kecil Bibik tidak mau jauh dari mereka, tapi pekerjaan mereka yang menuntuk untuk berpisah dengan Bibik."
"Tidak Pa bik,emang mereka kerja Apa sih bik?
"Yang paling tua anak Bibi bekerja PT pertambangan batu bara di kalimantan, Anak Yang perempuan sekarang sebagai paramugari disalah satu penerbangan yang ada negara kita ini."
"Woww,,,Anak bibik pintar semua ya,Aku salut pada Bibik bisa membuat Anak-anak sukses!!"
"Sukses untuk apa Non Jika Kita Menahan Hati,menahan rindu pada mereka."ucap Bik Nem Sedikit sedih.
"Jangan sedih Bik, suatu saat nantik pasti bibik bisa berkumpul bersama mereka setiap hari, itu semua ada masa Bik,yang sabar ya."ucap Afiyah merusap punggung Bik Nem denga lembut.
"Masakasih Non sudah megigati Bibik!!"senyum bik Nem lada Afiyah.
Setelah siap Afiyah dengan memasaknya pagi ini, Afiyah kembali kekamar untuk beristirahat sambil menunggu Kedua pria tampan itu kembali dari olahbraganya pagi ini.
Afiyah duduk sambil Membaca Novel online di HPnya itu dengan santai di sofa yang ada dikamar itu.
__ADS_1
Sudah satu jam Afiyah menunggu namun Suami dan putranya itu belum juga kembali membuat Afiyah sedikit kawatir pada Mereka.
"Kemana Sih mereka kok belum kembali ini sudah mau Jam 9 pagi,iss mereka ini selalu kompak bikin aku cemas jika mereka bersama."gerutuk Afiyah."
"Aku telpon saja deh, dari pada aku cemas kayak gini."ucap Afiyah berbicara sendiri sambil memencet no HP Suaminya itu.
"Hallo sayang,kenapa menelponku?"ucap Alif
"Kalian kemana saja sih, ini sudah jam 9 pagi Mas,aku sudah nungguin dari tadi!!! "ucap Afiyah sedikit kesal."
"Didepan Sayang,ini lagi bersama pak udin dihalaman depan."ucap Alif santai.
"Ya sudah aku kekuar."ucap Afiyah memantikan sambungan telepon itu.
Afiyah keluar dari rumah itu, dia melihat Lian lagi meyiram tanaman dihalama rumah itu.
"Apa yang kamu lakukan Sayang."ucap Afiyah pada putranya itu sudah basah kuyup kerena bermain air.
"Bunda,,, Lian lagi bantu pak udun siram tanaman, ini seru sekali bun, bukan seperti tanaman oma dirumah, Lian tidak bisa menyentuh tanaman Oma."celetuk Lian apa adanya.
"Tentu sayang, tanaman Oma itu harganya itu mau harga satu motor baru,makanya Lian gak boleh menyentuh tanamannya."jelas Afiyah pada Lian Yang tersenyum padanya.
"Kalau begitu Lian tidak akan menganggu Oma lagi Bun."ucap Lian santai.
"Kamu masuk mandi yok, nantik masuk angin kerena pakaian kamu sudah basah semua."Ajak Afiyah pada Putranya itu.
"Bunda Apa hari ini gak bikin cumi kesukaan Lian?"
"Kamu mandi dulu abis itu baru boleh tanya."ucap Afiyah pada putranya itu.
"Bailah Lian akan mandi abis itu Lian mau sarapan, karena sudah sangat lapar Bun."
"Ya sudah ayok Masuk."Ajak Afiyah pada putra nya itu.
Setelah siap mengurus Lian, Afiyah kekuar lagi untuk memanggil Alif untuk sarapan pagi dulu dengan putranya itu.
Alif masuk untuk bergabung bersama Putranya itu menikmati sarapan pagi hari ini bersama istri dan putranya.
Alif senang pagi ini bisa membawa Lian lari pagi bersamanya walau hanya sebentar tapi putranya itu tampak senang dengan kegiatan mereka pagi ini.
*************
__ADS_1