MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Dihari Bahagia Diganti Dengan Duka


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Maya dan Danil,Maya tampak dengan gaun cantik yang diberikan oleh Mama Alin mertua Afiyah adalah Bos Maya bekerja.


Walau acara Maya dan Danil hanya diadakan secara sederhana saja, tapi dilihat dari Maya berdandan cantik saat ini dengan gaun pengantin yang dipakainya Dihari bahagia nya ini,Maya tampak seperti Pengantin lain yang Memakai Riasan mewah dan cantik.


"Nak kamu tampak cantik dengan memakai gaun ini,ibuk senang Saat ini kamu bisa memakai gaun cantik dihari pernikahan kamu hari ini."ucap Ibunya Maya merasa bahagia melihat putri satu-satunya akan menikah dengan orang yang dicintainya.


"Terimakasih buk,Doakan Pernikahan kami Bahagian Selamanya buk."ucap Maya memeluk ibunya itu sangat bahagia.


"Kamu Bahagia Nak menikah dengan Danil?"kata Ibuk Maya dengan Senyumannya.


"Aku bahagia buk bisa bersamanya."balas Maya pada ibunya yang lagi senang melihat putrinya itu bahagia.


"Ibu juga ikut senang jika kamu senang Nak,semoga kamu selalu Bahagia bersama Danil."


"Aminnn.....!! "ucap Maya memeluk ibunya itu kembali dengan meneteskan air matanya.


"Hai Kok kamu menagais, putri ibuk sudah cantik kayak begini masa nangis Sihhh,, lihat Jadi lunturkan Itu mekaupnya."kata Ibunya Maya menghibur putrinya itu, dia juga tahu saat ini menahan tagisnya.


Ibu Maya menahan tagisnya, kesedihan terlihat diwajah kusam itu, ibu Maya sedih dari kecil Maya hanya hidup berdua saja dengannya tampa ayah yang ada disisi mereka saat ini,kerena dari kecil Maya sudah ditinggalkan oleh Ayahnya kerena nenek Maya tidak menerima ibunya dan Maya dikeluaga Ayahnya itu.


"Ibu kenapa Menagis, jangan sedih, lihatlah aku sudah cantik lagi."kata Maya menghapus air mata Ibunya itu.


"Ibu hanya sedih Nak,dari kecil kamu kamu tampa ayah sampai dewasa kamu menjalankan ini semua,andai Nenek kamu menerima kita, pasti hidup kamu bahagia sekarang hidup dengan kemewahan."kata Ibunya itu.


"Sudah jangan diingat lagi buk, bukan nasibku yang Baik untuk memiliki itu semuanya, sudah ada ibu bersamaku aku sudah merasa bahagia buk,tampak ada Ayah bersama kita selama ini."jawab Maya pada ibunya itu.


"Ya sudah Jagan diingat lagi, semuanya ini tidak akan membuat kita senang, mari kita jalankan hidup kita dengan bahagia buk."kata Maya lagi menghibur ibunya itu.


Tidak lama Danil datang dengan rombongannya saat ini juga Ada keluarga besar dari pak Wira yang mendampingi Danil saat ini.


Ibunya Maya Sangat senang Pengantin pria sudah datang,Ibu Maya meyabut kedatangan keluarga Danil,juga tidak banyak yang hadir saat acara pernikahannya.


Acara ijab kabul akan dimulai sebentar Danil saat ini sudah merasa sedikit tegang sebentar lagi akan menjadikan Maya istrinya.


Danil menunggu Maya keluar yang baru dijemput oleh Mama Alin saat ini, saat Maya baru keluar dari kamarnya itu Danil tidak dapat megelipkan matanya saat ini melihat calon istrinya itu saat tampak sangat cantik memakai gaun yang mewah dari Mama Alin itu,sedikit merah dibibir itu dan polesan makaup yang tipis membuat Maya tambah cantik dan agun.


"Kamu tidak akan bisa menjawab ijab kabul nya nanti Danil jika kamu selalu melihat calon istri kamu seprti itu."bisik Alif yang ada di sampingnya itu.


"Dasar Bos kamret,,tidak bisa melihat aku senang sedikit saja." balas Danil pada Bosnya itu selalu suka megusilinya.


"Bentar lagi dia Akan jadi milik kamu, setelah itu kamu Bisa puas-puaskan dengannya."kata Alif lagi.


"Diamlah tuan,jika tidak aku kan meyupal mulut kamu itu dengan Ini."ucap Danil mengambil tisu yang ada di tangannya itu.


"Jangan emosi begitu dong maten kok marah."ucap Alif lagi.


Tidak lama Maya duduk disamping Danil saat ini, Danil hanya terseyum keraha calon istrinya itu yang tampak cantik.


"Kamu cantik hari ini. "puji Danil berbisik sedikit pada Calonnya itu.


"Apaan Sih kamu Mas."ucap Maya sedikit malu.


"Apa sudah bisa kita mulai akad nikahika ini Tuan Danil?tanya Pak penghulu pada Danil saat ini.


"Silakan dimulai Pak."jawab Danil


"Anda sudah siap!! "


"Sudah Pak."ucap Danil lagi menjawab kata penghulu.


"Mari kita mulai Abad nikah ini,anda bisa memegang tangan saya."Kata pak penghulu dengan besalaman dengan Dani memulai akat nikah itu dengan lantang yang bayak tamu saat ini meyaksikan janji sakrar itu.


"Saya nikahkan engkau Danil bin rikwan dangan Maya Mahanta, dengan mas kawin seperankat alat sholat dibayar tunai."


"Saya Terima nikahnya Maya Mahanta.......!! ucapan danil terputus kerena ada seseorang yang berteria dari pintu rumah Maya.


"Hentikan pernikahan ini."ucap Seorang wanita dari luar.

__ADS_1


Semua tahu yang datang di pernikahan Danil dan Maya menatap kearah pintu rumah itu, dan juga Danil saat ini juga kaget saat melihat Mantannya itu tiba-tiba saja Ada ditempat maya, sudah lama Yesi tidak menampakan dirinya, bertahun-tahun Danil untuk bisa melupakan Yesi dari hatinya hari ini dia hadir lagi pernikahan, dihari bahagianya wanita itu datang kembali.


"Yesi......!! "ucap Buk Alin sangat megenal wajah itu.


"Kau....!!ucap Danik riklek berdiri dari tempat duduknya itu.


Saat ini Maya memperhatikan wajah calon suaminya itu lain,ada sesuatu yang Maya tidak tahu dari kehidupan danil sebelumnya.


Danil Berdiri mematung melihat Yesi berjalan kearah Danil dengan santainya didepan orang banyak itu.


"Jagan teruskan pernikahan ini Danil, aku masih sangat mencintai kamu,maafkan aku saat itu meningalkan kamu kerena ada satu alasan aku harus berpisah dari kamu."ucap yesi pada Danil.


"Apa yang kau katakan Yesi,itu cukup lama, kita sudah berpisah sudah Bertahun-tahun lamanya kenapa hari ini datang dihari pernikahanku. "ucap Danil


"Aku tidak ingin kamu menikah dengan wanita lain selain aku."ucap Yesi santai.


"Aku sudah tidak mencintai kamu lagi pergilah jangan pernah ganggu aku lagi." ucap Danil tegas.


"Maafkan aku Danil,aku tidak mau kamu menikah dengannya kamu milikku Danil, akau sangat mencintai kamu sampai sekarang rasa cinta itu masih tetap sama."ucap Yesi menagis depan Danil saat ini.


"Pergilah Yesi sebelum calon istriku akan salah paham kehadiran kamu disini."kata Dinilai menyuruh mantanya itu untuk meningalkan tempat pernikahannya itu.


"Aku tidak mau, aku yang akan menjadi istrinya kamu, aku sangat mencintai kamu danil,tolong batalkan pernikahan ini."ucap Yesi lagi.


"Pergilah Yesi,, jangann membuat aku marah."kata Danil pada Mantanya itu.


"Tidak,, kamu tidak boleh menikah dengannya."yesi bersikeras tidak mau pergi dari tempat itu.


Maya yang melihat itupun ikut berbicara, Maya melihat Danil tidak melihatnya saat ini, Maya memintak Tidak melanjutkan pernikahan ini, ada rasa menganjal dia hati Maya, kerena masih ada rasa cinta dimata Calon suaminya itu pada yesi.


"Mas Jika Kamu masih mencintai dia, aku siap mundur dari pernikahan ini, kerena aku masih melihat cinta kamu padanya Mas."ucap Maya membuat orang yang diruangan itu sangat kaget mendegar apa yang dikatakan Maya.


"Nak apa yang kamu lakukan, ini hari bahagia kamu."ucap Ibunya Maya saat ini sudah memegang dadanya menahan sakit kerena kaget putrinya itu menyerah terlalu cepat.


"Buk Aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini jika ada orang lain dihatinya, maafkan Maya buk. "ucap Maya sedih tapi dia tahan saat ini seolah dia kuat dengan semua ini.


"Tidak usah mas, jika mas memaksakan hati mas kepadaku, sedangakan hati mas masih mencintainya,terlihat Mas diwajah kamu itu saat ini kamu masih mencintainya."kata Maya membuat Danil tidak bisa membohongi dirinya saat ini,lama Dinil terdiam saat ini mendegar Kata-kata Dari calon istrinya itu.


"Pak batalkan pernikahan ini, aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini jika dia masih mencintai wanita lain."ucap Maya pada pak penghulu yang tidak bisa juga untuk memaksa Maya.


"May apa yang ka... mu... laku... kan nak.!!" ucap Buk Maya terputus kerena sudah tidak sanggup lagi melihat nasib pernikhan putrinya itu.


"Puuuukkk!! bunyi tubuh ibunya Maya tumbang saat berdirinya untuk mendekat pada putrinya itu.


"Ibukkkkkk!! "pekik Maya berlari ketempat ibunya itu jatuh.


"Buk...!! ucap danil juga berlari melihat calon mertuanya itu tidak sadar diri lagi.


Semua orang yang ada diruangan itu kaget mekihat ibunya Maya saat ini tidak sadarkan diri.


"Alif cepat angkat ibunya Maya ke mobil kita bawak kerumah sakit."ucap mama Alin menyuruh putranya itu mengakat ibu Maya.


Alif dengan sigap mengangkat tubuh kecil ibu Maya,Alif dengan sigap Membawa mobil kerumah sakit terdekat karena kondisi ibunya Maya tidak baik-Baik saja.


Maya yang mememeluk ibunya saat ini hanya bisa menagis.


"Ibu bangun jangan tinggalkan Maya sendiri buk."ucap Maya dalam mobil Alif saat ini, Mama Alin yang melihat Maya sedih saat ini merasa kasihan padanya tidak seberuntung gadis lain yang memiliki keluarga lengkap, dari kecil dia tidak tahu bentuk rupa Ayahnya.


"Kamu jangan cemas May,ibu kamu akan baik-Baik saja."ucap Mama Alin menghibur kariawannya itu.


Tidak lama mobil Alif sampai dirumah sakit terdekat dari tempat tingal Maya saat ini, dan di ikuti oleh pak wira dan Danil dibaekakang.


Sampai depan rumah sakit itu, para perawat dengan sigap membantu ibunya Maya mendapatkan pertolongan pertama.


Maya hanya diam terpaku didepan ruang UGD itu, menunggu dokter keluar,Maya hanya memikirkan Ibunya saat ini, dia sudah tidak memikirkan lagi apapun yang terjadi hari ini hari pernikahannya itu.


"Kamu yang sabar ya nak,berdoalah agar ibu kamu baik-Baik saja."

__ADS_1


"Buk aku takut ibuku akan menigalkan aku sendirian."ucap Maya menagis saat ini dipelukan Mama Alin.


Danil merasa canggung saat ini, mendekat pada Maya, dia sudah meyakiti hati Maya secara tidak langsung,sebelumnya Danil tidak pernah bercerita tentang Yesi padanya selama hubungan mereka terjalin,kerena Dinil melakukan hubungan ini ingin tetlepas dari Rasa cintanya pada yesi selama ini.


Tidak lama Dokter keluar dengan mungka sedikit lemas.


"Dok bagai mana dengan ibuku, apa ibuku baik-baik saja?"tanya Maya pada Dokter itu.


"Maafkan kami Nona,kami sudah berusaha kerasa untuk menyelamatkan ibu anda tapi Tuhan berkehendak lain padanya,dia sudah tidak bisa kami selamatkan."ucap Dokter itu pada Maya.


"Apa dokter ibuku tidak mungkin pergi dariku!!" dengan tubuh lemas Maya menagis dilantai saat ini.


"Ini tidak mungkin Buk, ibuk meningalkan aku sendiri." tagis Maya terdekat pilu diruangan itu.


"Ibuk,jangan tinggalkan Maya sendiri, tidak ada orang yang akan meyayangi Maya lagi."ucap Maya dengan isak tagisnya itu.


"Sudah may Jagan seprti ini,ibu kamu sudah tenang sekrang."ucap Mama Alin menenangkan Maya.


"May maafkan aku!! "kata Danil memeluk Maya saat ini.


"Aku sendiri Mas,tiada orang lagi yang meyayagiku."ucap Maya pada Danil yang menagis pilu itu.


"Kamu yang sabar ibu sudah tenang May."kata Danil singkat.


Maya berdiri dari tempatnya itu, masuk kedalam ruangan itu dimana ibunya sedang terbaring kaku saat ini.


"Buk maafkan Maya,membuat ibu pergi untuk selamanya."ucap Maya memeluk tubuh kaku ibunya itu.


"ini Salah Maya buk,maafkan Maya."ucap Maya menagis dekat ibunya itu.


Puas Maya dengan tagis saat ini.jasat ibunya itu dibawa pulang untuk dimakankan.


Maya tidak dapat menahan kedediahanya melihat Jasad ibunya itu dimasukan kedalam liang lahat saat ini, Maya tidak bisa menahan tagisnya lagi, Maya bersimpuh ditana melihat ibunya yang sudah ditutup oleh tanah itu.


Satu jam Maya duduk ditanah mereh itu masih dimakan ibunya yang basah itu, dengan rasa bersalah pada ibunya.


"Sudah May Mari kita pulang, ajak Danil Masih setia menunggu maya saat ini masih betah dimakam ibunya itu.


" Ini sudah mau magrid May, kamu tidak bisa Lama-lama disini."kata Danil lagi pada Calon istrinya itu.


"Jika kamu mau pulang, pulanglah Aku akan disini untuk beberapa saat lagi."ucap Maya sedikit dingin pada Danil.


"Baiklah, aku akan kembali dulu, pulanglah setelah kamu sudah puas disini."ucap Danil beranjak pergi dari pemakaman itu karena tidak mau memaksa Maya Saat ini.


Maya hanya diam terpaku diam di tempat duduk nya itu, melihat batu nisan yang tertancap digundukan tanah itu.


Maya kembali ke rumahnya saat ini sudah sangat malam,para tamu datang akan maegadakan Taziah kerumahnya itu,mereka semua merasa kasihan melihat kedaan Maya saat ini.


Maya duduk diam saja bersama ibu-ibu sekitar lingkungan itu.


Siap acara taziah itu rumah Maya tampak sunyi saat ini tiada siapapun saat ini yang menemani Maya hanya dirinya sendiri yang ada dirumah itu setelah keluarga Pak wira kembali pulang, begitu juga saat ini Danil saat ini meningalkan Maya sendiri.


Keesokannya Danil Datang Bersama Dengan Yesi untuk memintak maaf atas kejadian yang tidak terduga itu.


"Ada apa Mas datang kesini."ucap Maya masih Ramah pada Danil.


"Aku memintak maaf atas kejadian kemarin, bukan aku ingin menyakiti kamu May,aku juga bersalah membuat ibu jadi pergi menigalkan kamu.


"Jagan bahas lagi Masalah itu Mas,aku cukup bersedih dari seharian kemarin, hari ini aku tidak ingin meganias lagi."ucap Maya menunduk sedih dan tidak mau menatap Pada Danil lagi.


"Aku juga mintak Maaf pada kamu May."ucap Yesi pada Maya.


"Ini salahku, kerena aku ibuku meningalkan Aku sendiri sekarang."ucap Maya Singkat.


"Aku juga yang bersalah jika aku tidak hadir di pernikahan kalian mungkin ini tidak akan terjadi pada ibumu May."ucap Yesi


"Itu sudah takdir ibuku,mungkin dengan cara seperti itu ibuku pergi, jangan pernah kalian berdua bersalah atas kematian ibuku, aku sudah iklas semua ini.Jadi tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, jika kalian ingin melanjutkan hubungan kalian silakan aku sudah mundur dari pernikahan ini, Aku akan menerima semua ini dengan lapang hati dan tegar.somoga kalian bisa bahagia untuk selamanya."ucap Maya saat ini pada kedua orang itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2