
Afiyah hanya mentap suaminya itu dengan tajam, melihat tingkahnya kepada Danil membuat Afiyah tidak senang pada suaminya itu.
"Sayang kenapa kamu menatapku seperti itu?" ucap Alif bingung.
"Kamu itu jangan terlalu kejam sama Danil Mas, kasihan dia, selalu kamu gituin."kata Afiyah
" Gak apalah, cuma sekali-kali aku kayak gitu padanya, selama ini aku hanya membahas pekerjaan saja, tidak lebih."jawab Alif singkat.
"Kamu tantang dia itu untuk cari kekasih dalam 6 bulan, dijadikan istrinya mana ada mas,yang benar saja kamu itu, kasihan Danil." ucap Afiyah sedikit merasa kasihan pada Asisten suaminya itu.
"Gak ada masala dengan itu semua sayang, aku menatangnya agar dia mau mengatakan cintanya sama Cewek yang bekerja sama Mama!! "
"Siapa Mas, kalau boleh tahu?" ucap Afiyah sedikit merasa penasaran.
"Siapa namanya itu,biasa selalu sama dia kalau kenana-mana, ahh aku lupa namanya,sudah lama dia suka sama Tu cewek tapi samapai sekarang dia belum memberi tahu, dia itu suka sama cewek itu."
"Masa iya sih mas,, Danil suka sama salah satu kariawan Mama, aku kok gak pernah tahu ya?"
"Karna kamu gak pernah open dengan keadaaan sekeliling kamu!! "kata Alif
"Mungkin saja seperti itu, karena aku tidak mau tahu dengan urusan mereka."jawab Afiyah.
Alif hanya tersenyum saja Saat ini melihat Afiyah sedikit penasaran siapa yang dimaksud oleh suaminya itu.
"Sudah jangan Pikirkan itu, nantik kamu juga akan tahu sendiri."
"Mas!! kapan aku boleh pulang dari sini, aku tidak mau lama-lama disini. "ucap Afiyah pada suaminya itu saat ini menatap dengan rasa sayang.
"kenapa, kamu mulai bosan ya?Belum lagi kamu sehari disini kamu sudah tidak betah."ucap Alif pada istrinya itu.
"Aku tidak betah berada disini,, bosan Mas!! "
"Lihat keadaan kamu membaik besok kita mintak rawat jlan saja ya, untuk hari ini kamu harus sabar bertahan sehari ini." jelas Alif dengan lembut pada istrinya itu.
__ADS_1
"Mmmm!! "
"Kasihan bayi kita ini jika kamu lemah kaya gini." ucap Alif sambil megusap perut rata istrinya itu dengan lembut.
"Kasihan Lian sendiri dirumah saat ini mama lagi tidak dirumah, pasti dia merasa kesepian Mas."ucap istrinya itu.
"Nantik Aku suruh Danil untuk menemani Lian diruang malam ini dirumah, dia laki-laki Pasti dia tidak akan merasa sepi."
"Baiklah, aku mau tidur dulu, aku sangat capek Mas, mataku sudah tidak tahan lagi menahan kantuk."ucap Istrinya itu.
"Tidurlah aku Akan menjaga kamu seharian disini."ucap Alif mencium kening istrinya itu dengan rasa bahagia saat ini istrinya itu bisa hamil lagi kerena sudah sangat lama ditunggu olehnya dan istrinya itu.
Alif tidak dapat mengungkapkan rasa itu dengan kata-katanya saat ini, rasa bahagia yang membuat Alif merasa sudah sempurna menjadi orang tua, kerena saat Lian dia tidak bisa menyaksikan Istrinya hamil bahkan dia tidak tahu bahwa Afiyah hamil dan disaat dia tahu sudah memiliki seorang putra dari Afiyah, saat itu Alif sangat kaget bahwa Afiyah hamil dia benar-benar tidak tahu.
Alif selalu mengingat Itu selama ini semua itu sangat menyakiti diri istrinya itu,apa lagi saat hamil Lian tidak ada dia disamping istrinya itu, disitu Alif merasa sedih, namun aat ini dia diberi kesempatan lagi untuk memperhatikan istrinya itu selama kehamilan kedua istrinya itu,semua ini membuat Alif Bahagia.
Alif melanjutkan Pekerjaanya selama Afiyah dirawat dirumah sakit, kerena Alif tidak mau meningalkan istrinya itu sendiri saja diruangan rawat Afiyah.
"Mas aku laper, aku ingin makan urap bikinan bik Ning, bisa gak Bik Ning bikinin itu buat aku!!! "kata afiyah rasa ingin sekali memakan sayuran seprti baru dibilang nya itu pada Alif.
"Ini sudah sore sayang mana sempat lagi Bik Ning Masak itu, apa Lagi Lian tidak ada Yang temanin dirumah."ucap Alif pada Istrinya itu lembut.
"Kalau gitu aku ingin Makan sate ayam yang biasa aku makan mas,itukan dekat dari sini, kamu bisa belikan aku sekarang Mas,gak boleh nolak lagi!!! sungut Afiyah pada Alif.
"Baiklah,tapi kamu gak apa aku tingal sebentar ?"ucap Alif pada istrinya itu.
"Tidak apa, aku akan disini saja mas sampai kamu datang, cepatan selagi aku menginginkannya."ucapnya pada suaminya itu.
"Ya sudah kamu jangan banyak gerak, tetap duduk manis diatas sana,aku pergi dulu."ucap Alif cepat-cepat pergi sebelum mut istrinya itu hilang.
Alif melajukan mobilnya ketempat penjual sate langganan Afiyah jika ingin makan sate tidak jauh dari rumah sakit itu.
Sampai ditempat itu Alif memesan Satu porsi sate untuk istrinya itu dengan semangat Alif membawa Sate itu masuk kedalam mobilnya, disaat Alif hendak masuk ke mobilnya saat itu ada yang menangil namanya.
__ADS_1
"Lif!! "ucap Seorang wanita cantik meyapanya.
"Raina!! ucap Alif lembut membalas senyum wanita itu.
"Apa kabar Lif,sudah lama kita tidak jumpa." Ucap Raina.
"Kamu kok ada disini, sedang apa kamu disini Reina?"ucap Alif
"Aku lagi Habis makn sate langganan suamiku Lif,sudah lama kami tidak makan disini semenjak suamiku bertugas kerja diluar negeri."ucap Raina.
"Mana suami kamu Raina?aku tidak melihatnya bersama kamu? "
"Dia lagi menemani putraku beli es krim di supermarket sebelah."jelas Raina.
"Kamu lagi cari apa Lif."tanya Raina.
"Aku lagi cari keinginan istriku, dia mintak sate juga sama seleranya dengan kalian."ucap Alif sedikit tersenyum.
"Keinginan, maksud kamu saat ini Istrinya kamu...!!! " ucapan Raina terputus oleh Alif yang menyambung ucapan Raina.
"Istriku lagi hamil kedua saat ini Raina,jadi aku ingin mengikuti apa keinginannya saat ini."ucap Alif Santai.
"Selamat ya Lif, atas kehamilan kedua istrinya kamu, aku titip salam Sama istrinya kamu, pasti dia sangat cantik."ucap Raina pada Alif, saat itu Raina masih ingat masa dulu dia masih tunangan Alif, sunggu sangat dingginya dirinya dan sangat cuek padanya saat itu, tapi tidak saat ini, Alif banyak perubahan dari dirinya yang dulu.
"Aku pamit dulu ya, Raina soalnya istriku lagi sendiri saja dirumah sakit saat ini tidak ada yang menunggunya disana."ucap Alif pada Raina.
"Baikah, Lif semoga kita bisa ketemu lagi, aku ingin tahu istrinya kamu."
"Datanglah kerumah Jika kamu ingin kenal dengan istriku,kalau kamu banyak waktu disini.!! ucap Alif masuk kedalam mobilnya.
"Samapai jupa lagi Lif."ucap Raina senang Alif tidak seperti dulu lagi padanya.
***********
__ADS_1