
Paginya Afiyah terbagun dari tidur saat ini kerena dia mau memberikan tubuhnya semalam itu bergumul dan siap bermain panas dengan suaminya semalam.
Afiyah ingin mandi untuk membersihkan dirinya kekamar mandi,Afiyah turun dari ranjang itu agak kesusahan dan saat ini tubuh Afiyah tidak dapat dikatakan dengan nyama kerena yang dirasakan Afiyah tulang tulang nya remuk semua ulah Alif suaminya itu yang membuat dia seperti ini.
"Aduuuh,Begini kali ya rasanya baru merasakan ini untuk pertama kali,badan ku kok sakit seperti ini."ucap Afiya meringis menaha sakit saat digerakan bagian selakangnya itu merasa sakit saat ini.
"Kamu mau kemana sayang,ini masih pagi tetep lah disini bersama aku."Alif menahan tangan istrinya itu untuk berdiri.
"Aku mau mandi Lif,tapi anuku sakit sekali." jelas Afiyah agak sedikit malu mengatakan itu pada suaminya itu.
"Tentu saja itu sakit sayang kerena kamu pertama kali melakukan itu dan merasakanya,kamu masih perawan sayang itu akan merasa sakit untuk pertama kalinya.
"Gitu ya lif,"ucap Afiyah dengan lugunya.
" Iya,tapi kamu harus sudah sering-sering melamun gak akan merasa sakita lagi,kami mala nagih entar.canda akif pada Afiyah saat ini.
"Alif kamu ini,aku sudah seperti ini gara-gara belut kamu itu telalu besar membuat punyaku sobek.kesal Afiyah pada suaminya itu.
"Nantik aku carikan salab untuk mengurangi bengkak dan rasa sakit di milikmu itu."
"Baiklah aku ingin kamu megakatku sekarang kekamar madi sekarang ya,"
"Baiklah sayang untuk kamu apa yang tidak,mari kita mandi pagi ini."Alif langsung mengedong Afiyah kekamar mandi dan menurunkan Afiyah,Alif menghidupkan siwer dan meyiram tubuh merekan dibawah siwer itu,Alif juga meyabunkan tubuh istrinya itu sambil mandi, sehigah membuat Alif tersang lagi, terjadi lagi parmainan yang semalam diranjang itu didalam kamar mandi.
"Sudah lif kamu membuat aku gak bisa berdiri hari ini,badanku sudah remuk semua ulah kamu lif."repet Afiyah dan rasa kesalnya pada suaminya itu tidak bisa melihat ya senang sedikit saja.
"Kamu membuat aku terpancing sayang dengan tubuh kamu seperti ini aku ingin lagi dan lagi,tidak akan puas bagiku." jelas Alif pada Afiyah dengan senyumannya.
"Jagan gila kamu Alif aku gak tahan lagi,aku sudah merasa capek kali Lif sudah dua jam kita berada dikamar mandi ini,nantik mama cari kita."
__ADS_1
"Mama pasti gerti sayang kita ini baru saja nikah dan pengantin baru jadi pasti mereka berdua memahaminya."ucap Alif santai.
"Dasar suami gilah tidak memikirkan istrinya yang sudah kecapean masih saja mementingkan diri sendiri.kesal Afiyah menyabar handuk dan keluar dari kamar mandi menigalkan Alif yang masih menatap istrinya itu dengan senyuman.
"Sayang tunggu,Maafkan aku"ucap Alif mengejar istrinya itu keruangan ganti.
"Sudahlah aku gak sangup jalan lagi jangan mamaksaku lagi Lif aku gak tahan menahan sakit."ucap Afiyah membaringak tubuhnya lagi dia ranjang saat ini setelah memakai pakaian nya.
"Maafkan aku sayang,bukan ingin meyakiti kamu tapi aku terlalu semagat hari ini sehingga kamu terluka dan merasa sakit di intinya kamu itu.
"Pergilah kamu keluar untuk serapan sama mama,aku mau istirahat."ucap Afiyah sedikit kurang semagat.
"Baiklah aku akan keluar dulu untuk menemui mama dan papa dibawah."ucap Alif membiarkan Afiyah beristirahat terlebih dahulu.
"Dasar suami gila masa aku tidak dibiarkan untuk beristirahat sebentar saja,katanya aku ini apa bisa kuat melayani dia seharian.kesal Afiyah pada Alif saat ini,sedang pergi untuk serapan kebawah besama keluarganya.
"Kamu baru keluar jam segini Lif apa gak ada jedanya kamu bermain semalam bikin menantu kami tidak bisa sarapan pagi ini bersama kami?? ucap pak wira pada putranya itu.
"Apaan sih pa,Afiyah hanya kelelahan saja pa kerena kemaren itu seharian berdiri."elak Alif pada papanya itu.
"Kalau kamu gak megejakan bikin cucu buat kita selamanya pasti istrinya kamu itu bisa turun untuk sarapan pagi bersama kita saat ini."Ucap pak wira lagi pada Alif sehinga Alif tidak dapat menjawab perkataan papanya itu.
"Sudah pah,biarkan dia makan dulu ah jangan ganggu putra kamu itu,lihatlah wajahnya saat ini sudah memerah itu."halang mama alin pada suaminya itu.
"Tapi bagus juga ma kita cepat punya cucu,kamu Arus sering-sering melakukanya lif biar cucu kami cepat ada dirahimnya menantu kami itu."
"Ya papa harus sabar,bikinnya itu bukan semudah kaya kibin boneka pa,butu proses."balas Alif tidak mau kalah dari papanya itu.
"Kamu harus berjuang Lif agar mama cepat dapat dapat cucu."Sambuang mama alin.
__ADS_1
"Mama dan papa sama saja gilanya,nasib aku punya orang tua yang seperti ini.."ucap Alif megerutu pada kedua orang yang ada di depannya saat ini.
"Kamu pasti akan nyari ini nantik keluar bukan ? ucap mama alin yang sudah siap dengan sarapan nya.
"Apa itu ma?ucap pak wira pada istrinya itu.
"Biasala pa pengantin baru itu biasanya pasti nyari ini kerena mentu kita saat ini gak bisa jalan...mama alin cegigir pada suaminya itu,pak wira pun paham apa yang baru dibilang istrinya itu.
"Papa ingat saat itu kita baru pertama kali melakukannya yang pasti lah itu....ucapan pak Wira terputus oleh ucapan Alif.
"Sudah pa gak usah dilanjukan,aku sudah paham apa yang kalian bahas itu,sini salednya biar Alif kasih kemaenantu mama,itupun kalau mau menantu mama dan papa itu sehat cepat."
"Ahhh dasar anak begok kamu ini,ini cepatan kamu oleskan ini dimiliknya istrinya kamu itu kalau gak kamu gak bakal bisa meyentuhnya seminggu ini,bersiaplah kamu puasa."Simpan mama Alin pada putranya itu.
"Ya sudah Aku juga mau megantar serapan untuk Afiyah sekalian ma,Alif keatas dudu ma."
Pak wira senang melihat putra satu- satunya itu bisa bahagia bersama wanita yang dicintaimu itu seperti Afiyah gadis pintar dan mandiri,tidak bayak merupakan orang-orang sekelilingnya selama ini,Afiyah bisa menjalankan hidupnya sampai saat ini atas kegigihannya dan kemauanya sehiga dia bisa menjadi orang sangat dipercayai oleh tuan sarif dan anak Anan.
"Ma kita bersyukur mendapatkan menantu seperti Afiyah,semoga saja mereka bisa bersatu dan hidup bagian untuk selamanya bersama keluarga kecil mereka nantik."
"Mama juga senang pa melihat Alif bisa terseyum dan bahagia lagi seoerti dulu lagi,semenjak dia menikah dengan Afiyah."
"Muda-mudahan saja mah tidak ada penghalang lagi dicinta mereka ma,papa berharap Alif akan bahagia bersama wanita yang dicintainya selama ini."
"Semoga saja pa."
Hari ini kedua orang tua Alif merasa bahagia melihat putra satu-satunya bahagia bersama wanita yang dicintainya dan diaanyanginya.mama Alin terseyum melihat kepergian Alif.
**************
__ADS_1