
Hani Alif dan Fiyah menuju kota dimana mama dan papa Alif menetap di Amerika,hari ini mereka berdua kembali kekota itu karena besoknya mereka akan kembali ketanak air untuk melanjutkan pekerjaan Alif yang ditinggalkan satu minggu ini semenjak mereka menikah ulang kembali.
Alif hari ini merasa bahagia kerena bisa membawa Afiyah berlibur bersamanya kalau hanya dengan waktu pendek seperti saat ini.
Dalam perjalanan pulang Alif tidak hentinya terseyum melihat wajah cantik istrinya itu yang tertidur dibangku mobil disrbelahnya,selalu memperhatikan istrinya itu kadang Alif ingin selalu dekat dengan istrinya itu,hanya saja dirinya tidak bisa berdiam didekat istrinya cantiknya itu,Alif harus melakukan tanggung jawab nya sabagai kepala keluarga sekarang kerena dia sudah menikah.
Dua jam dalam perjalanan menuju tempat ttinggal orang tuanya akhirnya mereka sampai juga siang ini,pas hari ini hari libur papa dan mama alin berada dirumah.
"Sayang bagun kita sudah sampai. "ucap Alif membagunkan Afiyah dari tidurnya itu.
"Mmm,kita sudah sampai lif."jawab Afiyah dengan nada suara seraknya itu.
"Kamu kalau tidur bisa pulas kayak gitu sampai aku tidak ada teman untuk bicara saat nyetir mobil."ucap Alif pada istrinya itu.
"Maaf ya,abisnya aku ngatuk lif semalam itu juga gara-gara kamu yang bikin aku gak bisa tidur nyaman,kerena kamu beberapa kali memintak jatah rutin kamu itu."ucap Afiyah pada Alif dengan asal saja.
"Kamu suka bukan dengan ganguan aku semalam itu?" ucap Alif tidak mau kalah dengan istrinya itu.
"Suka gak suka ya disukai karena sudah kewajiban aku sebagai istrinya kamu,kalau aku nolak pasti dosa lif."ucap Afiyah acuh.
"Kamu pintar ya." kata Alif smbil turun dan tersenyum pada istrinya itu.
"Pintar apanya lif,itu semua kamu yang mengigikannya."ucap Afiyah sabal smbil turun dari mobil.
"Kamu masuk dahulu saja,aku turunkan barang kita dulu."kata Alif singkat.
"Kita masuk bareng saja de,gak enak aku duluan nanti apa tanggapan mama padaku lif."
"Ya sudah tungguin aku sebentar,aku ambil barang kita dudu dari mobil."
"Ya sudah"ucap Afiyah berdiri disampaing mobil Alif.
"Ayok kita masuk,mama dan papa ada dirumah hari ini karena hari libur."
" Emangnya mama kemana sih kif kalau disini?"
__ADS_1
"Mama juga memiliki butik dan toko yang sama di Indonesia sayang jadi mama selalu memantau setiap hari jika disini." terang Alif pada istrinya itu.
"Oooh gitu ya,aku tahu mama punya itu hanya di Indonesia saja."
"Tidak,bayak cabang lain dinegara lain usaha mama itu sayang,bukan disini saja dan Indonesia saja yang mama miliki."
"Gitu ya. "
" lya,ayok kita masuk. "Alif membawa Afiyah masuk dengan menggandeng pingang istrinya itu.
Samapai didalam mama alin lagi berada dimeja makan lagi menyiapkan makan siang untuk suaminya.
"asalamualaikum ma,ucap Alif dan diikuti Afiyah.
"Waalaikumsalam."jawab mama Alin melihat putra dan menatunya sudah pulang.
"Mama lagi ngapin?"ucap Alif pada mamanya itu.
"Nyiapin makan untuk papa kerena kalian sudah palang sekalian kita makan siang bersama saja hari ini."
"Ok ma,kami juga belum makan siang juga ma,tapi Alif tarok ini keatas dulu."
"Sayang apa kamu ikut dengan ku?" ucap Alif pad Fiyah.
"Tidak aku bantu mama saja disini,kamu aja yang tarok ya,nantik kita kalau sudah siap makan siang aku akan meyusun pakaiannya."
"Baiklah aku tingal ya."ucap Alif pada istrinya itu.
Alif sudah naik keatas menuju kamarnya,sampai disana Alif langsung membersihkan dirinya kerena sudah gerah dalam perjalanan siang ini.
Stelah siap dengan semua itu Alif turun lagi untuk bergabung dengan papa dan mamanya untuk makan siang bersama keluarga terdekatnya.
"Kamu siap mandi lif. "ucap Afiyah memperhatikan Alif saat ini sedikit gagah dengan balutan pakaian santainya.
"Iya sayang,aku merasa gerah sekali hari ini badanku berkeringat kerena panas matahari."jawab Alif pada istrinya itu.
__ADS_1
"Pa,Bagai mana perkembangan kasus kemaren itu?" tanya Alif pada papanya.
"Alhamdulillah sudah selesai dan untuk pihak perusahaan yang mengabil ide kita mereka dikenakan denda melebihi dari kerugian perusahaan kita nak."jelas pak wira.
"Syukur pa ini sudah selesai kerena alif juga tidak tenang meningalkan papa disini."ucap Alif singkat.
"Emang kapan kamu akan kembali ketanak air lif?"tanya mama alin pada putranya itu.
"Besok pagi kami berdua akan kembali ketanak air pa,karena setelah sepulang disini Alif arus ke Inggris untuk membicarakan kerja sama dengan perusahaan yang bersedia berkerja sama dengan perusahaan kita." jelas Alif.
"Itu berakti kamu meninggalkan menantuku sendiri dirumah dong.?"kata mama alin.
"Alif hanya dua hari saja disana ma,jangan takut jika menantu mama akan aku tingal lama,ada bik nining teman Afiyah selama aku pergi."jelas Alif pada mama alin.
"Gitu ya,kamu haruss sabar memiliki suami yang sibuk nak."ucap mama alin pada menatunya itu.
"Tidak apa-apa ma,ada bik nining yang menemanin Fiyah dirumah selama Alif pergi."ucap Afiyah tidak masalah jika Alif pergi untuk bekerja.
"Sayang kamu itu gak bisa lagik suami kamu itu dengan pagilan romantis gitu atau dengan pagilan sayang gitu,mama ingin pangil Alif itu dengan sebutan lain.?"ucap mama alin lembut pada menantunya itu.
"Tapi ma Afiyah sudah terbiasa dengan sebutan itu ma dari kita kuliah dulu."ucap Afiyah agak bingung harus pagilan Alif apa.
"Dia pasti bingung ma,karena sudah terbiasa dari dulu seperti itu,aku juga tidak mempermasalahkan itu semua,angap saja itu pangilan sayangnya untuk aku."ucap Alif santai.
"Mana ada pagilan sayan pada suami dengan memagil nama,kamu itu ada-ada saja."ucap mama alin pada putranya itu.
"Baiklah Fiyah Pangil kamu sebutan mas saja ya,kerena gak enak juga aku selalu pangil kamu dengan nama,dengar orang aku ini durhaka sama suami."icap Afiyah sedikit merasa ane saja dengan pagilan itu.
"Itu tidak terlalu buruk nak,mama suka kamu pagil dia dengan sebutan itu dari pada nama gak sopan didengar."ucap mama alin singkat.
"Baiklah ma,Fiyah akan membiasakan dengan sebutan itu mulai hari ini."jawab afiyah agar metuanya itu senang.
"Tapi gak lucu kamu pangilnaku mas?"ucap Alif pada istrinya itu.
"Diamlah kamu juga harus membiasakan juga dengan pagilan diri kamu itu."ucap Fiyah.
__ADS_1
Mama alin dan pak wira hanya terseyum saja melihat putra dan menatunya itu terlihat bahagia karena hari ini keluarga tampak ramai dengan perdebatan dimeja makan seperti ini membuat pak Wira dan mama alin sangat bahagia.
************