
Malam mereka semua berkumpul lagi dengan para sahabat Afiyah, mereka semua makan malam bersama yang sudah dijanjikan Oleh Afiyah pada kedua sahabatnya itu dan juga tidak lupa para suami selalu ikut dengan mereka.
Sekarang saatnya Afiyah membagi kebahagian dengan mereka semua dalam rumah Afiyah.
"Alif memeluk istrinya itu dengan rasa sayang dan cintanya pada Afiyah begitu juga dengan Jamal pada istrinya,Regi juga tidak mau kalah pada mereka berdua, Anak-anak Mereka semua pada Sibuk bermain dengan Lian.
"Aku senang kita seperti ini, tidak canggung satu sama Lain."ucap Jamal
"Aku juga sagat senang kerena kita bisa menghabiskan waktu kita seperti saat ini, kerena susah untuk kita untuk berkumpul seperti ini."sambung Regi pada semua orang yang ada dekatnya itu.
"Entah kapan lagi kita bisa kumpul seperti ini,kita sudah disibukan oleh urusan dan pekerjaan kita Masing-masing jadi jarang kita seperti ini."jelas Alif lagi.
"Tidak Apa Mas,, walau kita sekali-sekali bertemu tapi kita masih bisa bekumunikasih yang baik."kata Afiyah.
"Betul Lif,, apa yang diucapkan Afiyah barusan, kita masih bisa bertemu sekali dalam beberapa bulan itu sudah untung." Kata Aisy menyabung omongan Afiyah.
"Asal jangan Komunikasi kita terputus." celetuk Tiara Asal.
"Selama ini komunikasi kita sangat cukup baik,walau kita berjahuan selama ini.ucap Aisy lagi.
"Itu sudah cukup bagi kita untuk bertukar cerita setiap hari Aisy!! " kata Afiyah dengan senang menatap Sahabatnya itu.
"Fiyah apa kamu masih membatu Mama Alin menagani tokonya ?"ucap Aisy pada Fiyah.
"Masih Aisy,, kalau bukan aku siapa lagi, tidak ada lagi yang akan meneruskan usaha Mama kalau bukan kami. " kata Afiyah santai
"Apa kamu tidak mau untuk Lian punya adik lagi Fiyah?"ucap Tiara.
"Aku tidak pernah nolak Tiara jika dikasih lagi aku dengan senang menerima dia ada, tapi belum keberuntungan aku sampai saat ini!!"ucap Fiyah pada Teman baiknya itu.
"Aku sangat berharap Afiyah bisa hamil lagi, kerena sepi jika kami saja yang berada dirumah jika Papa dan Mama berada diluar Negeri."ucap Alif sambil megusap bahu istrinya itu yang bersandar dilegannya itu.
"Yang sabar saja,yakin saja kalian berdua bisa lagi untuk nambah anak, kerena selama ini tidak ada masalah dengan Afiyah bukan!!"kata Jamal pada Alif.
"Semoga saja doaku dijabah oleh Allah setiap hari aku memintak agar di rahim istriku ada isi."Ucap Alif Santai.
__ADS_1
"Amin!! Semoga saja Mas, aku sangat menunggu itu."ucap Afiyah tersenyum pada Suaminya itu.
"Semoga saja kalian cepat dikasih lagi."ucap Aisy tersenyum pada Afiyah.
"Lif kapan kamu akan kembali lagi kebandung ?"ucap Jamal
"Aku masih lama,kerena Lian masih ingin disini,lagian aku juga ada Kerjaan selama seminggu disini dengan rekan bisnisku yang ada di kota ini."ucap Alif
"Kalian berdua kapan akan kembali ?" Ucap Alif pada Sepasang suami-istri itu siapa lagi kalau bukan Regi.
"Mungkin tiga Hari lagi Lif, kerena ada miting yang gak bisa aku Tingal."ucap Regi.
"Kamu Harus bisa lebih baik Regi kerena perusahaan yang ada disana suda sepenuhnya tangung jawab Kamu sekarang, Kerena aku juga tidak bisa lagi menantu kamu, banya Urusan yang aku urus sekarang semenjak tuan besar memutuskan untuk Istirahat,maka perusahaannya yang di Indonesia kita yang bertangung jawab sekarang.
"Aku akan usahakan sebaik mungkin menjaga kepercayaan Tuan besar pada saya selama ini padaku."jawab Regi pada Jamal.
"Tetaplah semangat Kamu Regi,aku percaya pada kamu selama ini perusahaan yang di bandung kamu bisa membuat stabil."kata Jamal lagi.
Tidak terasa hari sudah bertambah malam Jamal dan Aisy kembali pulang kerumahnya dan Regi saat ini akan bermalam dirumah Afiyah kerena putrinya sudah tidur.
"Bentar lagi kami akan tidur Tiara, jika kamu sudah capek pergilah tidur duluan."ucap Afiyah pada Temannya itu.
"Aku sudah sangat lelah menjaga Sikecil dari pagi jika gak ada Mbak pegasuhnya bersamaku."ucap Tiara sedikit tidak semangat.
"Salah kamu sendiri Tiara, kenapa tidak kamu bawak pegasuh anaknya kamu ikut dengan kamu!! "
"Bukan aku gak mau tapi Mbak izin pulang kampung ingin lihat orang tunya lagi sakit saat ini."jelas Tiara pada Fiyah.
"Begitulah Rasanya menjadi seorang ibu itu Tiara,kita harus menjaga anak kita selama 24 jam tidak ada kata lelah."ucap Afiyah santai berkata pada Tiara saat ini.
"Berakti inilah yang dirasakan oleh ibu kita dulu ya, mereka megasuh kita tidak ada bantuan dari siapapun!!
"Seperti itulah!! " ucap Afiyah singkat
"Ya sudah, aku masuk dulu kalian silakan lanjutkan kemesraan kalian itu, Mas Regi sudah bergumul dengan mimpi indahnya saat ini.ucap Tiara meningalkan mereka berdua diruangan itu.
__ADS_1
"Kamu sudah ngatuk Mas?"tanya Fiyah
"Belum!! Kenapa nanya begitu?""
"Tidak ada Mas.
"Kalau kamu sudah ngatuk kita kekamar Yok kita bisa olah raga dulu."jahil Alif mulai lagi.
"Apaan sih Mas, gak pernah capek atau bosan gitu dengan oleh raga malam itu Mas?"
"Tidak ada yang membuat aku capek dan merasa bosan dengan tubuh indah kamu itu." kata Alif berbisik di telinga istrinya itu dengan sangat lembut.
"Dasar kamu Mas!! "cubit Afiyah lengket dilegan Alif.
"Terus apa lagi sayang yang bisa kita kerjakan kalau gak kayak gitu."ucap Alif tersenyum pada istrinya itu.
"Ayok masuk!! "ajak Alif
"'Kamu tegok Lian dulu, nantik anak itu gak pakai selimut lagi jika tidur kasihan kedinginan dia sampai pagi."suruh Afiyah pada Alif.
"Kita berdua saja kesana kenapa sayang?"
"Aku Mau cuci mungka dulu dan aku belum sholat isha Mas,sekalian aku mau sholat."ucap Afiyah pada Alif karena tadi pas waktu isha Afiyah lagi menyiapkan makan malam untuk mereka semua, hanya Alif saja pergi sholat kemesjid terdekat dari rumahnya itu.
"Baiklah sayang, aku lihat Lian dulu, kamu pergilah sholat setelah itu kita berolahraga dulu sebelum tidur!!! "ulang Alif lagi.
"Jangan ngacok kamu Mas."ucap Afiyah mengeleng- geleng kepalanya sambil berlalu dari suami gilanya itu.
"Kamu tidak akan bisa menolak aku sayang, aku tahu itu,walau kamu terus bilang aku gila,tapi kamu selalu mengikuti keinginan aku, itu yang membuat aku bertambah cinta dan sayang padamu!! "ungkap hati Alif melihat istrinya itu masuk kedalam kamarnya itu.
Setelah itu dia langsung masuk kamar Lian, Alif tersenyum melihat putranya itu tidur sambil menunging,kerena sudah biasa dari kecil Lian tidur seprti itu diatas guling sambil memeluk guling itu sedikit pantat keatas.
"Kamu ini Jagoan Ayah, apa enaknya tidur seperti ini sihhh Nak,jika tidak ayah bagus kan cara tidur kamu ini pasti sampai pagi mau kamu tidur seperti ini!! kata Alif berbicara sendiri sambil memperbaiki tidur anaknya itu dengan baik.
Setelah itu Alif masuk Kekamar nya saat itu Afiyah barus saja siap melipat sejadahnya karena baru saja siap dari sholatnya.
__ADS_1
***********