
Alif kembali membukak matanya dan duduk bersandar dikepala tempat tidur itu,kali ini Alif tidak mau meyemuyikan ini semua dari istrinya itu karena Alif sangat takut Afiyah salah paham dan meninggalkan dia lagi.
"Apa kamu tidak marah jika aku mengatakan pada kamu?" ucap Alif pada istrinya itu.
"Mengapa Aku harus marah Mas, bukan dia sudah dari dulu seperti itu padamu?"
"Bukan aku tidak mau bilang aku takut kamu akan salah paham padaku."
"Mas mau jujur aku sangat senang."ucap Afiyah menghadap kan tubuhnya kearah suaminya itu.
"Selama kamu tidak ada aku sangat sangat direpotkan olehnya,setiap hari dia datang kekantor untuk mengangguku."
"Mas tidak pernah membalasnya cintanya,kenapa?"
"Aku tidak pernah suka padanya dari dulu sampai sekarang,ada satu nama disini." ucap Alif sambil mengambil tangan istrinya itu menarok di dadanya.
"Siapa?"
"Tentu kamu sayang,dari kita pertama jumpa dikampus waktu itu aku tidak pernah lagi jatuh cinta atau suka pada siapapun walau kita bertahun lamanya tidak bertemu masih tetap nama kamu dihatiku."ungkap Alif sepenuh hati.
"Terimakasih kamu menaruh nama itu dihati kamu Mas."ucap Afiyah sangat senang
"Mengapa aku tidak mau memaksa kamu untuk ikut denganku saat ini kerena ini Alasan yang pertama kerena aku kamu salah paham nantik jika melihat dia lagi."
"Dan juga untuk keselamatan kamu dan Lian harus aku jaga menjelang aku bisa menemukan cara agar dia tidak menganggu kehidupan kita lagi."ucap Alif pada Afiyah
"Aku juga mau kenapa-napa dengan Lian Mas, aku masih ingat kata-katanya saat aku mau pergi dari rumah saat itu sampai sekarang."
"Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan kamu Mas, kerena dia sangat licik dan aku takut kamu akan tergoda padanya."ucap Afiyah sedikit cemas.
"Sudah aku bilang aku tidak akan pernah tergoda dengan rayunya Sayang,selagi aku sadar maka hal buruk itu tidak akan terjadi."
"Mas jangan ngomong seperti itu mas,jika mas dijebak,mas akan ngomong apa ?"
"Pasti zakia tidak akan diam saja segala cara akan dilakukannya agar dia bisa mendapatkan kamu."ungkap Afiyah apa adanya pada suaminya itu.
"Serahkan itu semua Pada yang kuasa sayang jika kita masih taat padanya pasti dia menjaga kita dari hal buruk itu."jelas Alif pada Afiyah dengan senyuman dibibirnya itu.
"Itu semua terjadi atas kehendaknya juga,kenapa kita berpisah setahun ini kerena dari kehendaknya juga, mungkin ini semua ujian darinya Mas."
"Aku masih bersyukur kita masih dipertemukan kembali dengan kebahagia yang tidak sebanding,lihatlah sekarang kita sudah memiliki seorang putra tanpa aku sadari sedikipun, Lian terlahir tampa aku disisi kamu, semua itu tidak lupa dari kuasanya sayang."Alif menatap istrinya itu dengan cinta dan kasih sayang yang tidak ada taranya terhadap istrinya dan putranya itu.
"Sekarang aku hanya memintak padanya setiap doaku Mas,aku ingin bahagia bersama kamu dan keluarga kita,tampa ada orang ketiga yang akan menhacurkan penopang disangahan rumah tangga kita ini lagi." ucap Afiyah
"Akulah sangahan rumah itu,aku akan berusaha sekuat mungkin menahan beban yang sangat barat itu, akan sangahan rumah itu tidak patah atau hancur jika ada yang ingin merusak sangahan itu."ucap Alif dengan unkapan dihatinya.
__ADS_1
"Semoga saja apa yang aku ingin ini semua didegar oleh allah Mas."
"Semoga saja,permintaan kita ini dijabah sayang."
"Amin ya rabb."'ucap sepasang suami-istri itu bersamaan, dan dengan senyuman dibibirnya masing-masing terlihat senang dan bahagia karena masih bisa bersama.
"Tidurlah kita butuh istirahat sayang."ucap Alif kembali membaringkan dirinya disamping istrinya itu, dengan memeluk tubuh istrinya itu keduanya sama-sama terlelap dengan mimpi indah mereka.
Paginya Afiyah sudah terbagun karena sudah mendegar orang sudah mengaji di mesjid kerena sudah terbiasa bangun pagi Afiyah tidak bisa memejamkan matanya lagi dia langsung duduk dan mulai membangunkan Alif untuk bersiap-siap untuk shalat shubuh kemesjid.
"Mas bangun sudah shubuh,nantik keburu waktunya masuk mas."ucap Afiyah membangunkan suaminya itu.
"Ya,, sebentar lagi sayang Aku sangat mengantuk."
"Mas cepatan nantik kak Pino memunguin kamu lo,kareana kita biasa sholatnya dimesjid." ucap Afiyah pada suaminya itu.
"Baiklah sayang aku akan bangun. "ucap Alif keluar dan pergi kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya itu sebelum pergi sholat.
Setelah mereka semua pergi sholat kemesjid Afiyah sholat dirumah karena tidak mungkin meningalkan Lian sendiri dirumah.
Setelah Afiyah siap sholat kebiasaannya setiap pagi memasak sarapan untuk mereka semua hari ini, krena Lian belum bagun Afiyah dengan cepat melakukan itu semua.
Setelah siap dengan memasak itu semua Afiyah kembali lagi kedalam kamar untuk menjeguk Putranya itu yang masi tidur.
Afiyah Kembali kedapur untuk membuat teh untuk ketiga orang itu sebentar lagi pasti sampai dirumah.
"Kamu sudah kembali Mas?"
"Sudah,,Nenek bersama Kak Pino didepan."
"Ya sudah kamu bisa gabung sama mereka sekarang aku akan membawa teh ini kedepan."ucap Afiyah pada Alif.
"Biar aku saja yang bawak."ucap Alif mengambil Mampan yang akan dibawa Oleh afiyah.
"Ya sudah aku siapkan sarapan ini dulu dimeja ya."ucap Afiyah
"Silakan,,ucap Alif berlalu dari istrinya itu.
Alif mabawa teh itu kedepan untuk mereka nikmati dipagi hari seprti ini.
"Nak Kok kamu yang bawak teh kesini, istrinya kamu mana?"ucap Sang Nenek.
"Ada didapur Nek,tidak Apa-apa Nek aku juga mau kesini juga sekalian saja aku bawak."ucap Alif.
"Pino kamu bawak kesini saja sarapan pagi hari ini kita sarapan disini saja, nenek lagi malas kedapur."ujar Sang Nenek sedikit malas.
__ADS_1
" Baiklah Nek aku kedapur dulu, masak apa ya sekarang cucunya Nenek satu itu?"tanya Pino pada Nenek sambil beranjak kedapur.
Sampai didapur Afiyah sudah siap menarok piring disampaikan nasih goreng dan Setobles kerupuk disamping nasih goreng itu, tidak lupa Afiyah meyiapkan dengan telur ceplok sebagai pendamping nasih goreng itu.
"Dek kamu masak apa?"
"Tu lihat dimemeja kak, apa yang ada. " jawab Afiyah pada sepupunya itu.
"Wow ini pasti lezat dek lihatlah cumi dan udang itu mengoda sekali."ucap Pino pada Adiknya itu.
"Mana Nenek kok gak kesini?" tanya Afiyah pada kakaknya itu.
"Nenek lagi malas kesini,kita bawak kedepan saja,itu keinginan nenek dek."terang Pino
"Sudah kakak bawak itu dulu nantik aku bantu bawa ini."ucap Afiyah
"Baiklah,,aku bawak nasihnya sama piring dulu."ucap Pino beranjak kekuar dari dapur itu.
Setelah siap didepan mereka semua sarapan yang di bikin oleh Afiyah Alif hanya terseyum. melihat yang ada didepannya itu, kerena sudah lama mereka tidak makan nasih goreng kesukaaanya itu.
"Ini mas untuk kamu?"ucap Afiyah sudah mengambil akan nasih goreng untuk suaminya itu.
"Terimakasih sayang."ucap Alif pada istrinya itu.
"Enak benar ya kalau sudah punya istri, mau makan sudah ada yang mengambilkan."celetuk Pino Asal.
"Diam kamu,,ucap Sang Nenek.
"Emangnya kenapa Nek?"
"Sebentar lagi juga kamu akan ada yang akan melayanin kamu."ucap Nenek singkat.
"Besok kakak sudah halalkan Liza,pasti dia bisa melayanin semua apa yang kakak inginkan."ucap Afiyah
"Tidak Sabar rasanya."ucap Pino membayangkan hari besok.
"Kamu ini benar-benar bikin aku marah saja dengan tingkah konyol kamu itu Pin."ucap Sang Nenek memukulkan sendok di paha cucunya itu.
"Aduhh Nek sakit."
"Makanya Jagan terlalu menghayal,kamu siapkan diri kamu besok di ijab kabul kamu Pin."
"Soal itu,, insyaallah kemuda-mudahan lancar Nek kerena sudah jauh hari aku sudah mempersiapkan diri."ucap Pino denga percaya diri.
"Baguslah kalau begitu."ucap Sang Nenek tidak bayak omong lagi.
__ADS_1
Mereka betemapat serapan dengan hening sampai siap,Alif benar-benar menikmati sarapannya karena sudah lama tidak merasakan buatan istrinya itu.
***********