
Setelah sampainya Maya dirumahnya, Danil masuk kedalam rumah itu bersama Maya, Melihat ibu Maya tidak ada duduk ditempat biasanya membuat danil bertanya pada Kekasihnya itu saat ini.
"May,, ibu kemana? biasanya dia pasti duduk disitu setiap aku mengantar kamu pulang. "
"Aku juga gak tau Mas, coba aku lihat dulu dikamar mana tau ibu lagi baringan dikamar."ucap Maya beranjak masuk kedalam kamar ibunya itu.
"Buk!! "pangil Maya pada ibunya itu didepan pintu kamar ibunya itu.
"May tolong ibu!!! " suara ibu Maya sedikit terdegar di dalam kamarnya itu.
"Ibuk.....!!! ucap Maya membukak pintu kamar itu, dilihatnya ibunya sudah tidak bisa berdiri kerena kepalanya sedikit pusing.
"Tolong ibu Nak."ucap Ibunya Maya lagi.
"Ada apa Mai dengan ibu?"tanya Danil masuk kedalam kerena teriakan Maya barusan.
"Mas tolong angkat ibu dulu. "ucap Maya pada ibunya itu.
Maya dan Danil membantu ibunya Maya untunk naik keatas ranjang yang tidak jauh darinya itu.
"Kenapa ibu bisa seperti ini asih buk?"ucap Maya sangat kawatir pada ibunya itu.
"Ibu tadi sedikit pusing, tapi ibu ingin berbaring tiba-tiba penglihatan itu berputar semua membuat ibu tidak bisa bangkit lagi." jelas ibunya Maya pada Mereka berdua.
"Kita berobat saja ya buk!! "ajak Danil pada Ibu kekasihnya itu.
"Tidak Usah Nak Danil ibu cuma kecapean saja, palingan sebentar lagi baikkan." jawab ibunya Maya.
"Ibu istirahat dulu saja, dulu."ucap Maya keluar dari kamar ibunya itu.
" Nak Danil ibu mau berbicara pada kamu."ucap Ibu Maya pada Danil
"Adap apa buk?"ucap Danil sedikit bingung.
"Nak ibu sudah sakit-sakit seperti ini, mungkin ibu sudah tidak bisa lama menjaga Maya, ibue mintak pada kamu Nak,jaga Maya dengan baik."ucap Ibunya Maya pada Danil
"Aku akan melakukan itu buk, aku akan menjaga Maya buk, ibuk tidak usah pikirkan ini semua."ucap Danil pada Ibunya kekasihnya itu.
"Apa aku boleh memintak sesuatu dari ibuk? " ucap Danil lagi memegang tangan ibu Maya.
"Apa yang kamu inginkan dari ibu? "jawab ibunya Maya.
"Buk apa aku boleh menikahi Maya,selama ini aku sudah mengenal Maya cukup lama,aku ingin menjadikan putri ibu istriku." kata danil sungguh-sungguh pada Ibunya Maya.
"Jika tujuan kamu berniat baik, ibu tidak bisa menolak Nak danil kerena ibu tidak bisa menjaga Maya lagi saat ini ibu tidak seperti dulu lagi,ibu ingin Maya juga menikah sebelum ibu pergi meninggalkan Maya."ucap ibunya Maya pada Danil.
__ADS_1
"Apa aku boleh buk untuk menikahi Maya? kata Danil untuk kedua kalinya.
"Boleh Nak,ibu juga senang jika kamu yang akan menjadi suaminya Maya, karena hanya kamu yang ibu percaya untuk menjaga putri ibu Satu-satunya. jawab sang ibu pada pada Danil.
"Terimakasih banyak buk."ucap Danil senang dan merasa bahagia.
"Kalian menikahlah secepatnya, tidak usah menunda-nunda waktu lebih lama lagi jika ada niat baik kamu Nak."ucap Ibunya Maya mengingatkan Danil.
"Aku akan segera menikahi putri ibuk secepatnya."ucap danil dengan semangat pada calon mertuanya itu.
"Ibu akan menunggunya Nak."ucap ibu itu pada Calon menantu nya itu dengan senyuman.
Perbincangan mereka terputus saat Maya datang masuk kedalam kamar ibunya itu dengan membawa Obat untuk ibunya itu sepiring Nasih dangan lauk yang dibelinya tadi pas pulang.
"Ibu lagi ngomong apa sih? "tanya Maya pada ibunya itu.
"Kamu itu selalu ingin tahu apa yang ibu bicarakan."ucap Ibunya itu.
"'Ya sudah kalau tidak mau bilang,tapi ibu makan dulu baru minum obat."ucap Maya meyuapkan nasi pada Ibunya itu sampai selesai dan Juga ditemanin oleh Danil didalam kamar ibunya itu.
"Ibu istirahatlah aku keluar dulu untuk menyiapkan makan malam buat Mas Danil."ucap Maya pada ibunya itu dan mengajak Danil untuk keluar dari Kamar ibunya itu setelah mengasih obat pada ibunya itu.
Maya langsung menuju meja makan yang ada didapur saat ini,danil juga mengikuti Maya, Danil duduk menunggu Kekasih nya itu untuk menyiapkan makan malam buatnya itu.
"May Aku boleh mintak bikinkan kopi dengan sedikit gula saja,seharian ini belum minum kopi."ucap Danil pada kekasihnya itu.
"Biar aku bantu tarok makan ini, kamu bisa bikin aku kopi saja." ucap Danil megambil piring yang ada ditangan kekasihnya itu.
"Ya sudah,aku bikin dulu ya."ucap Maya mengambil panci perebus air panas dan memadukan segelas air didalamnya dan menarok diatas kompor.
Tidak lama Maya siap mengerjakan apa yang di mintak oleh Danil barusan.
"Kamu sering ngopi Mas? " kata Maya menarok kopi itu di hadapan Danil.
"Bilang sering ngopi gak juga, hanya terkadang-kadanga saja jika pengen." ucapnya santai menjawab kata Maya barusan.
"Ayok kita makan Mas,maaf jika aku Mas malas masak hari ini, sekali-kali makan ini saja ya."ucap Maya pada Danil semenjak Danil dekat dengannya Danil lebih sering makan malam diruamah itu, kerena Maya tidak ingin Danil masak lagi sampai dirumahnya.
"Aku senang May setiap hari kamu bisa melayani aku seperti ini."kata Danil menatap Maya dengan tatapan penuh arti itu.
"Ada apa Mas, kamu melihat aku seprti itu?"ucap Maya sedikit malu.
"Aku mau kita menikah secepat May kita bisa menghabiskan waktu hanya berdua."ucap Danil pada kekasihnya itu.
"Aku mau Mas,dari dulu aku sudah mengatakan pada kamu, tapi kamu tidak mau bilang niat baik kamu itu pada ibuk."sungut Maya pada Danil.
__ADS_1
"Aku sudah bilang pada Ibuk pas dikamar tadi."ucap Danil dengan santainya.
"Baiklah jika sudah ada lampu hijau dari ibuk, kita lanjut Mas."ucap Maya senang.
"Ok,, kita persiapkan pernikahan kita ini secepatnya."ucap Danil senang.
"Tapi aku tidak mau pesta mas,kita bisa nikah di KUA saja biar gak ribet, lagian itu hanya buang biaya saja."ucap Maya santai.
"Apa kamu tidak mau seperti pengantin lain, ingin menjadi ratu sehari, untuk pernikahan kita?"kata Danil.
"Tidak Mas,aku ingin sederhana saja yang penting kita Sah menjadi pasangan suami-istri." jawab Maya santai.
"Apa besok kamu mau menikah denganku?"
"Mau!!!ucap Maya cepat.
"Hahahaha..!! "ketawa Danil lepas melihat tingkah Maya saat ini.
"Kamu itu lucu May, sudah ingin menikah cepat dengan ku Ya May."kata Danil masih saja sedikit ketawa pada kekasihnya itu.
"Tapi Mas,aku tidak ingin jauh lagi dengan kamu,aku ingin bersama kamu setiap waktu kita."ucap Maya manja.
"Jangan mulai lagi May,jika kamu terus seperti itu jangan salahkan jika aku melahap kamu nantik."ucap Danil sedikit tidak tahan melihat Maya manja padanya saat ini.
"Upppp!! "ucap Maya menutup mulut Danil dengan jari lentiknya itu.
"Kenapa?"ucap Danil pada Maya.
"Aku sangat mencintaimu Mas, jika kamu megigikan aku besok kita menikah."ucap Maya pada Danil.
"Otak Senteng kamu itu, membuat aku gila jika kamu seperti ini." ucap Danil Menjentik kening kekasihnya itu.
"Aduuuh Mas kok di jentik sihhh, sakit tahu!! " dungut Maya sambil mengosok keningnya itu.
"Mana ada Orang menika itu langsung, jika tidak ada persiapan lebih dulu sayang."ucap Danil menyambar Bibir manis kekasihnya itu.
"Tapi aku ingin menikah cepat dengan kamu Mas."ucap Maya lagi.
"Kasih waktu seminggu untuk aku mempersiapkan ini semuanya."kata danil tersenyum pada Maya.
"Ok,, aku tunggu, hanya seminggu."ucap Maya lagi.
"Baiklah nyonya Danil mahanta." ucap danil mencium kembali bibir Kekasihnya itu.
Mereka sangat bahagia Malam ini, waktunya danil untuk menikah kerena umurnya sudah kepala tiga itu, membuatnya ingin cepat-cepat untuk mengakhiri masa lajangnya itu.
__ADS_1
**************