MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Candaan Mertua.


__ADS_3

Tak lama mobil yang dikendarai oleh Alif akhirnya sampai juga dirumah Anan saat ini,Afiyah turun dari mobil itu bersama Alif dan langsung masuk kedalam rumah itu,semua anggota rumah itu sedang berkumpul diruangan keluarga rumah Anan dan andira.


"Asalamualaikum"ucap sepasang suami-istri itu bersamaan.


"Waalaikumsalam"jawab orang yang sedang berkumpul dari ruangan itu.


"Eeeh ada tamu Om."ucap Anan.


"Eeeh rupanya pengatin baru ma yang datang." ejek pak Wira pada putranya itu.


"Pa jangan megejek,entar menatu kita malu loh." sahut mama alin dan terseyum pada kedua orang sedang berdiri disamping mereka berdua.


"Ayok duduk Fiyah. " ucap mama alin pada menantunya itu.


"Iya tante" ucap Afifah pada mama Alin.


"Sayang jangan pangil kita ni seperti tadi lagi,pangil kami papa-mama sama dengan Alif, kamu itu sekarang adalah istrinya Alif."ujar mama Alin pada menantunya itu.


"Kamu itu menatu kami afiyah,pangilah kami seperti apa Alif memangil kami saat ini.


"Maafkan saya pa-ma kerena belum terbiasa.


"Jadi mulai saat ini biasakan diri kamu ya nak."ucap mama Alin pada menantunya itu.


"Dan kamu lif apa kamu sudah mandi dari pagi? ucap pak Wira pada anaknya itu.


"Belum pa makanya Alif mengajak Afiyah kesini kerena pakaian tertingal disini."


"Sekarang pergilah kamu bersi-bersi terlebih dahulu nak."suruh mama Alin pada putranya itu.


"Baiklah ma,aku kekamar dulu ya."


"Fiyah apa kamu mau disini dengan mama- papa dan kak anan??"


"Ya lif Aku tunggu kamu disini saja."jawab Afiyah tersenyum pada suaminya itu.


"Kamu ini lif,apa yang akan kamu perbuat pada Afiyah dikamar,apakah mau mintak jatah kamu nak?"canda pak Wira pada putranya itu.


"Ahh papa gak asik,mana mungkin sekarang kita melakukan itu."jawab Alif santai tampa memikirkan istrinya saat ini sudah merasa malu dan sudah tidak nyaman kerena menahan malu ulah mertuanya dan suaminya itu membuat mungkah Afiyah seperti tomat.


"Kamu kenapa sayang kok seperti itu wajah kamu itu?tanya Alif pada istrinya itu.


"Tidak apa-apa,biasa saja Lif. "

__ADS_1


"Kamu siapkan pakaianku ya yang ada dikamar sebelah papa,disitu.'tunjuk Alif pada istrinya itu.


"Baiklah,kamu bisa mandi dulu dan bentar lagi saya akan kesana."jawab Afiyah.


"ya sudah aku kedalam dulu."Alif meningalkan mereka semua dan beranjak kekamar untuk membersihkan dirinya.


"Afiyah Apakah setelah ini kamu akan langsung ikut bersama Alif kembali ke tana air ??".tanya Anan pada Afiyah saat ini.


"Tidak tuan saya harus mencari pengantiku dulu baru saya bisa meningalkan perusahaan." jelas Afiyah pada bosnya itu.


"Di perusahaan bayak yang bisa kamu tarik Fiyah.ucap Anan.


"Natik saya saring kembali tuan siapa yang akan bisa saya percaya untuk memduduki jabatan itu baru saya bisa tenang meningalkan perusahaan dengan tenang,kerena kalau tidak begitu nantik perusahaan akan berantakan lagi seperti aku baru bergabung di disana."


"Ya betul sekali Fiyah,aku masih ingat itu berapa susa payah kita memulihkan kembali keadaan perusahaan saat itu."


"Benar juga kata Afiyah...Nan kerena untuk mengambil orang yang bisa kita percaya itu sangat sulit,makanya dari itu kita harus melihat orang yang betul-betul bisa memangambil ahli dan bertangung jawab atas semua tugas Afiyah saat ini.ujar mertua Afiyah pada Anan.


"Betul juga kata om,Afiyah tidak salah mengatakan ini om."


"Kalau nantik tidak ada yang cocok dengan pilihan kamu Fiyah aku akan menuuruh chiko yang akan mengantikan kamu nantik.


karna kamu tidak mungkin Lama-lama berpisah dengan suami kamu.


"Tetap chiko Fiyah karna aku tidak mau orang lain."


" Apa itu tidak akan membuat chiko repot tuan?"


"Aku akan menambah orang lagi diruangan itu untuk membantu dia."


"Seperti itu lebik baik juga,ide bagus juga tuan."


"Nak kamu lupa menyiapkan pakaian suami kamu dikamar?


"Maafkan saya ma,saya lupa,kalau begitu aku kekamar dulu."ucap Fiyah agak tergesa-gesa masuk kekamar untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.


sampai dikamar Afiyah belum melihat Alif keluar dari kamar mandi, Afiyah mencari koper Alif dimana ditaruh nya.


"Itu dia," ucap Afiyah mengambil koper itu dan mencari pakaian untuk suaminya itu.


"Kamu sudah siapkan pakaianku sayang?ucap Alif tiba-tiba saja sudah berada dibelakang Afiyah saat ini, Afiyah kaget melihat Alif tidak memakai pakaian kerena masih memakai handuk saja yang berada di pinggangnya saat ini.


"Kamu sudah siap mandi Lif?

__ADS_1


"Sudah"


"Ini pakaian kamu lif kamu bisa pakaian sekarang aku sangat tidak enak melihat kamu terbukak dada seperti itu."


"Hai aku ini suami kamu Fiyah apa harus kamu malukan padaku."


"Munkin saja aku tidak terbiasa Lif."ucap Afiyah tidak melihat pada suami ini kerena Afiyah sedikit malu dengan Alif sedang bertelanjang dada dihadapannya saat ini.


"Mulai hari ini kamu biasakan seperti ini sayang." ucap Alif pada istrinya.


"Cepatan kamu pakai pakaian kamu itu Lif papa dan mama sudah menunggu kita."


"Kamu tungguin aku dulu baru kita keluar sama-sama.


" Ok" Jawab Afiyah tersenyum pada suaminya saat ini.


"Sebentar aku pakai dulu pakaian ku sayang."ucap Alif sambil magambil pakaian nya di hadapannya itu.


"Apa papa masih saja mengagu kamu Fiyah??"


"Tidak" aku hanya membahas tentang aku risen saja tadi sama tuan Anan."


"Terus bagaimana kelanjutannya sayang apa kamu bakal cepat kembali ke Indonesia??"


"Aku belum tahu bisa memutuskan saat ini Lif kerena aku belum ada keputus untuk risen,tuan Anan saat ini harus mencari siapa yang bakal mengantikan aku Lif."


"Baiklah aku akan menunggu kamu."


"Maafkan aku ya Lif saat ini aku belum bisa jadi istrinya kamu yang baik,dan aku belum bisa menuruti apa mau kamu."ucap Afiyah saat ini agak sedih pada suaminya itu.


"Jangan bersedih sepeti ini sayang,aku pasti memahami kamu."ucap Alif sambil memeluk istrinya itu."


"Semoga saja kamu dapat memahami aku lif,dan juga papa dan mama kamu bisa memahami aku seperti apa saat ini."


"Pasti papa akan memahaminya sayang."


"Mari kita keluar mereka semua sudah menunggu kita,entar Lama-laama kita disini mereka akan salah sangka pada kita."


"Mereka pasti memahami kita Afiyah,kita baru saja menikah."


"Ayok sayang kita keluar"ajak Alif sambil merankul pinggang istrinya untuk meyusul dimana anggota keluarga rumah ini di ruangan keluarga.


Afiyah sangat bahagia hari ini pernikahan dadakannya dengan Alif,Dia tidak mengka semua ini akan terjadi dalam sekejap saja Afiya sudah sah sebagai istrinya Alif.

__ADS_1


*************


__ADS_2