MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Rasa Tak Percaya Tiga.


__ADS_3

"Tidak masalah Afiyah aku akan memakannya kerena ini adalah bikinan istrinya aku untuk pertama kalinya."


"Jangan mulai kamu Lif. "


Alif hanya terseyum melihat Afiyah salah tingkah oleh perkataan nya barusan,Alif sagat bersyukur hari ini bisa menikahi Afiyah.


"Apa lihat-lihat ucap Afiyah." Salah tingkah kerena tatapan Alif membuatnya tidak nyaman saat ini.


"Lihat istri sendiri masa gak boleh,itu gak ada larangan Afiyah."


"Aku risih dengan tatapan mematikan Kamu itu." ucap Afiyah tidak melihat lagi pada Alif saat ini karena Afiyah melanjutkan makannya dengan santai.


"Ya sudah kita makan,aku sudah sangat lapar hari ini. ucap Alif pada Afiyah.


"Kamu bisa makan itu Lif."Afiyah agak kawatir sedikit pada suaminya itu karena Alif tidak mau Mi selema ini Afiyah mengenal Alif.


"Ya bisalah Fiyah aku akan memaksanya masuk ke perut aku ini."ucap Alif santai.


"Tidak usah kamu makan Lif,tunggu lah sebentar makanan yang aku pesan sebentar lagi akan datang,nantik mala sakit makan mi ini."ucap Afiyah sudah mulai kawatir melihat Alif agak susah menelan mi itu.


"Aku akan mencoba Fiyah,hari ini aku akan makan mi buatan kamu"kekeh Alif.


"Tidak usah dipaksain Lif,jika kamu tidak bisa." ingat Afiyah pada suaminya itu saat ini.


Afiyah hanya bisa melihat tingkah Alif saat ini memakan mi itu dengan susah paya Alif menelan mi goreng itu kedalam perutnya.


Tak lama Alif memuntahkan kembali mi yang dimakan nya tadi dikamar mandi,Afiyah melihat Alif berlari kebelakang hanya diam saja apa yang baru disaksikan barusan.


"Dasar kamu keras kepala Lif,menyusahkan saja." ucap Afiyah berjalan menyusul Alif kekamar mandi.


"Kamu tidak apa-apa Lif? "


"Maafkan aku Fiyah aku betul-betul gak bisa menelannya perutku langsung mual. " terang Alif pada istrinya itu.


"Sudah lah aku akan megambilkan minum hangat dulu buat kamu,tunggulah sebentar kamu diruang tamu." ungkap Afiyah pergi mengambil air hangat untuk Alif dapur.


Fiyah kembali dengan segelas air hangat keluar dari dapur keruang tamu,Afiyah memeberikan pada Alif saat ini agak lemas abis memuntahkan isi perut nya.


"Ni lif minum dulu air hangat ini,biar kamu agak enakkan sedikit."


"Terimakasih ya Fiyah",aku menyusahkan kamu hari ini,Maafkan aku ya."ucap Alif tidak enak pada istrinya itu.


" Tidak apa-apa Lif,aku yang salah seharusnya aku tidak mebikin mi untuk kamu Lif."

__ADS_1


"Karna tadi aku yang memintak Fiyah,kamu tidak usa merasa bersalah seperti ini,aku saja yang ingin memakan mi itu namun perutku tidak bisa menerimanya."


"Sudahlah Kita tunggu aja datang kurir yang megantar makanan yang aku pesan tadi ya."


"Mmmmm,"ucap Alif pada istrinya itu.


Akhirnya makanan yang tunggu mereka berdua datang juga,kerena Alif saat ini sangat lapar sekali,Afiyah meletakkan kotak makanan itu didepan Alif saat ini.


"Lif ayok makan dulu,Nantik kamu bisa sakit terlambat makan."


"Ya" Terimakasih sayang,kamu perhatiaan sekali Fiyah."ucap Alif pada istrinya itu.


"Sudah Lif dimakan tu nasinya kamu,Jagan bertingkah bodoh seperti itu lagi." ucap Afiyah agak sedikit malu pada Alif.


"Aku tidak bertingkah bodoh Fiyah aku betul-betul sayang pada kamu,jadi mulai hari ini aku akan memangil kamu degan sebutan itu."


"Aku tidak suka kamu memangil dengan sebutan itu Lif."


"Jadi apa yang harus aku pangil kamu Afiyah."


"Pangil seperti ini saja Lif,aku lebih nyaman dengan sebutan itu dari dulu pertama kita jumpa lif."


"Baiklah terserah kamu saja Fiyah,apa yang membuat kamu nyaman."


"Baiklah" ucap Alif singkat sambil melihat punggung Afiyah masuk kekamarnya.


Tak lama Afiyah keluar membawa laptopnya dan duduk di samping Alif.


"Apa kamu mau istirahat Lif??"


"Aku akan menemanin kamu saja disini Fiyah."


"Kalau kamu mau capek istirahatlah dikamar lif,aku kan menyelesaikan kerjaan ku dulu.


"Nanti aku akan istirahat Afiyah aku ingin menemanin kamu dulu,jika aku capek aku akan kekamar nantik."


"Baiklah jika kamu bosan kamu bisa istirahat duluan ya." ucap Fiyah lembut pada Alif.


Afiyah pokus pada laptopnya saat ini,sedangakan Alif pokus pada hpnya saat ini ada imel yang masuk dari Danil saat ini asistennya di perusahaan.


Afiyah sekali-sekali melihat pada Alif saat ini sudah mulai mengantuk duduk disamping nya.


"Lif kamu bisa berbaring dikamarku jika kamu ngantuk."

__ADS_1


"Baiklah aku masuk dulu ya,kamu belum selesai dengan kerjaan kamu saat ini Fiyah?"


"Sebentar saja lagi Lif,aku akan menyusul kamu nantik,pergilah istirahat lif aku tahu kamu baru sampai disini pagi ini bukan. "


"Ya sudah,"ucap Alif masuk kekamar Afiyah untuk tidur siang menjelang sore."


Afiyah melanjutkan pekerjaannya setelah Alif masuki kekamarnya,Afiyah hanya pokus hari ini layar pipi yang ada didepannya,hari sudah sore saat ini Afiya baru saja siap dengan pekerjaannya saat ini.


Afiyah masuk kedalam kamar melihat akif tidur dengan damai,lama Afiyah memperhatikan wajah tampan itu karena Afiyah susah tiga thun ini tidak melihat Alif lagi semenjak pertemuannya pada malam itu.


"Kamu sangat damai dalam tidur kamu Lif,sedang aku disini selama empat tahun ini aku selalu memikirkan kamu Lif. " ucap Afiyah masih berdiri memandang Alif saat ini.


Kamu sungguh tega dengan aku lif selama ini aku memikirkan kamu,kamu masih bisa nyaman dengan kehidupan kamu,sedangakan aku menahan kesakitan selama ini lif. "


ucap Afiyah Tampa sadar Alif sudah terbangun dari tidurnya.


"Maafkan aku selama ini jika kamu memang rasa sakit selama ini olehku Fiyah." sambung Alif pada Afiyah yang kaget Alif tiba-tiba saja menjawab apa dari omongannya barusan.


"Kamu sudah bangun Lif?" Rasa tak percaya Afiyah saat ini melihat suaminya itu sudah bagun dari tidurnya.


"Ya kerena kamu sudah menganggu tidurku Fiyah."


"Maafkan aku bikin kamu bangun," ucap Afiyah tidak enak pada Alif.


"Jangan seperti itu Fiyah,tidak ada masalah denganku semua itu."


"Benaran lif kamu gak marah pada ku?"


"Mana mungkin aku marah pada istrinya aku yang cantik seperti kamu Fiyah,"puji Alif pada istrinya itu.


"Jangan lebay seperti itu lif."


"Aku gak lebay ya,aku benar apa yang aku bilang barusan kamu itu memang cantik Fiyah sehingga aku tidak bisa melupakan kamu sampai sekarang." terang Alif pada istrinya itu.


"Lif apa kamu ada bawak pakaian kesini?Afiyah bertanya pada Alif saat ini.


"Aku bawak, hanya saja saat ini tertinggal di tempat anan kerena papa meyuruh langsung kesana kemaren pas aku mau berangkat kesini."


Mandilah kita akan kerumah Anan untuk menemui mama dan papa dan sekalian mengambil keperluan kesana. "


"Baiklah Lif aku mandi dulu ya dari pagi aku belum mandi."


"Aku tungguin kamu diluar saja ya,"Ucap Alif keluar dari kamar itu kerena Alif tidak mau Afiyah merasa tidak enak pada nya.

__ADS_1


*********


__ADS_2