
Sudah satu minggu Alif dikota tampa kabar darinya sedikit saja membuat Afiyah seminggu ini merasa merindukanya dan ada rasa cemas terlintas didiri Afiyah seminggu ini karena Alif tidak dapat dihubungi.
Afiyah sangat merindukan Alif, semenjak Dia pergi satu pesan saja belum ada Pesan yang dikiraimkan untuknya oleh suaminya itu, ada kekewatiran terlintas di pikiran Afiyah, entah terjadi sesuatu pada dirinya saat ini, Afiyah tidak tahu sama sekali.
Hari ini sudah genap Delapan hari Alif dikota, Afiyah akan menelpon mertuanya ingin tahu kabar dari suaminya itu, ada apa dengan Alif.
Afiyah menekan No martuan ya itu tidak lama terdengar suara Mama Alin di sebrang sana.
"Asalamualaikum Sayang."jawab Mama Alin
"Walaikumsalam Ma."
"Ada apa Nak kamu menghubungi Mama?" ucap Mama Alin pada menantunya itu.
"Tidak Ada Ma, cuma ingin tahu saja apa Mas Alif baik-baik saja?" ucap Afiyah lembut.
"Apa dia tidak mengabarkan kamu bahwa dia tidak bisa kembali ke tanak air dalam waktu dekat kerena ada masalah di perusahan kita diluar negeri."
"Tidak Ma, Mas Alif semenjak dia pergi tidak pernah mengabarkan tentang dirinya pada Fiyah Ma."jelas Afiyah pada Mertuanya itu.
"Apa kamu tidak pernah menelpon dia?"
"Sudah ma, tapi Hempone nya mati Ma, aku jadi cemas dengan keadaannya."ucap Afiyah pada Mertuanya itu sedikit tidak semangat.
"Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak kerena dia baik-baik saja,kamu jangan cemas Nak."
"Aku sangat cemas Ma."ucap Afiyah sedikit sedih semenjak suaminya itu pergi tidak ada kabar darinya lagi.
"Apa cucu mama sehat Nak?"
"Lian sehat Ma, malah sekarang dia tambah aktif saja Ma." jelas Afiyah
"Akhir pekan nantik Mama akan kesana sama Papa sekalian Papa melihat pabrik kerena kantor tempat kalian bekerja sedang direnovasi saat ini."jelas Mama Alin.
"Aku belum pernah datang kepakrik ma, aku saat ini bekerja dirumah saja,Mas Alif tidak membolehkan aku lagi kerja disana."jelas Afiyah saat ini.
"Ya tentu Nak kamu itu adalah menantu pemilik pabrik itu,jadi pantas saja suaminya kamu melarang kamu bekerja."
__ADS_1
"Aku melanjutkan pekerjaan bulan ini saja karena aku juga harus membantu kak Pino dan Liza baru saja kembali dari bulan madunya."jelasnya pada mertua nya itu
" Tidak masalah kamu membantu Pino, selama ini dia sangat meyayangi kamu dan selama kamu disana dialah yang selalu ada buat kamu, dia yang meluangkan waktu untuk kamu selama hamil Lian." Mama Alin paham akan hati menantunya itu.
"Ya sudah dulu ya Ma,Lian sudah bangun Ma, aku akan memandikan dia dulu, Afiyah tutup tlponnya ya Ma."
"Ya,Jaga cucu Mama ya Nak,, Asalamualaikum."tutup Mama Alin
"Walaikumsalam."
Afiyah menarok HPnya itu kembali di kasur lalu Afiyah beranjak keluar dari kamarnya kekamar Lian saat ini, dilihatnya Lian lagi bermain dengan Pengasuhnya itu.
"Lian sudah siap mandi ya mbak?"
"Sudah Nona,lihatlah Den Lian sangat lasak sekali."ungkap Pengasuhnya itu.
"Mbak Ita, apa selama megasuh Lian mbak merasa lelah menjaganya?" ucap Afiyah pada pengasuh Lian.
"Tidak Non, Den Lian tidak nakal Non hanya saja dia lagi aktif saja kerena mau belajar duduk."
"Kau senang menjaganya Non."
"Makasih ya Mbak sudah mau jaga Lian."ucap Afiyah.
"Itu sudah jadi tangung jawab saya Nona Fiyah kalau gak saya bisa di pecat dari pekerjaan saya ini, kerena saya sangat membutuhkan kerjaan ini untuk biaya sekolah Anak-anak ku Nona."
"Mbak Ita punya berapa anak?"ucap Afiyah ingin tahu.
"Saya punya 3 Anak Non, anak pertanaku saat ini lagi kuliah satu tahun lagi dia akan menyelesaikan kualiahnya, yang kedua baru dibangku sma dan yang bungsu baru kls satu smp."
"Wow...,,aku salut sama mbak bisa meyekolakan anak mabak sampai kulia saat ini, pasti suami mbak ita sangat bangga mendapatkan istrinya pekerja keras kayak mbak." ucap Afiyah tersenyum pada Mabak Ita.
"Tapi samyang Non suamiku sudah meningal, kalau masih hidup aku tidak seperti ini Non, tidak akan banting tulang untuk mencari nafkah untuk anak-anak ku."ucap Mbaknya sangat sedih.
"Maafkan aku mbak bukan maksudku untuk membuat mbak Ita sedih."
"Tidak Apa-apa Non."ucap Mbak itu sedikit senyum pada majikannya itu.
__ADS_1
Setelah Afiyah habis mengobrol denga mbaka Ita,Afiyah kembali membawa Lian bermain di halaman sekitar Villa itu.
"Selamat pagi Nona Afiyah. "sapa Kedua skuriti yang menjaga villa itu.
"Pagi pak,udah ganti sip ya?" ucap Afiyah pada kedua skuritiy itu.
"Sudah Nona, mereka sudah berjaga semalaman jadi tugas kami saat ini Nona."
"Terimakasih ya pak sudah menjaga kita semua diVilla ini.!!
"Sudah tugas kami Nona."
"Pasti sulit bagi kalian jauh sama anak-istri ya pak?"
"Ini untuk sementara waktu saja Nona,sampai Tuan Alif kembali saja, setelah Nona Kembali ke kota kami akan dikembalikan tugas di perusahaan lagi."ucap Pak skuritiy yang ditarik dari perusahan suaminya sendiri.
"Maaf Ya pak karena saya bapak jadi repot."
"Tidak ada yang membuat kami repot Nona Fiyah karena tugas kami untuk menjaga Nona."
Apa suamiku sering menelpon kalian?"
"Setiap hari Tuan Alif selalu menanyakan tentang anda dan Den Lian Nona."
"Begitu ya." Afiyah merasa Alif segaja tidak menghubunginya dan sengaja mematikan halnya selama bekerja.
Setelah itu Afiyah membawa masuk Lian kembali,saat ini Lian sudah agak rewel diluar, sampai didalam Afiyah mengasih Lian pada pengasuhnya kembali, Afiyah termenung memikirkan suaminya itu.
"Ada apa dengan kamu Mas, setiap hari kamu menghubungi skuritiy untuk tahu dengan keadaan kami disini, tapi kamu kok gak mengabarkan aku sama kembali"ucap Fiyah di selah diamnya dia hanya bisa berbicara di dalam hatinya sendiri.
"Kenapa kamu membuatku sangat risau dan kawatir, setengah itu kamu Mas, tidak satupun chat dan pesan kamu kirim samaku,ada apa sebenarnya yang terjadi saat ini? "ucap Afiyah sudah mulai berpikir yang tidak-tidak pada suaminya itu karena sudah delapan hari tidak megabarinya.
"Apa aku Akan ke kota menyusul kamu,tapi kalau aku ke kota pasti juga kamu tidak ada disana, saat ini kamu diluar negeri."Afiyah lemas jika memikirkan suaminya itu, tampa kabar.
Afiyah hanya termenung di sandaran soffa cantik yang ada di ruangan keluaga itu sendiri saat ini, kerena saat ini dia sangat merindukan suaminya itu,tampa ada alasan untuk afiyah berkata tidak merindukan orang yang sangat dicintainya itu.
***********
__ADS_1