
"Tidak apa fiyah,kakak kamu itu sudah biasa seperti itu dari dulu pulang kerja lansung pulang dia sudah bayak berubah semenjak putus dari tungangannya beberapa tahun lalu,kerena matan dia itu meningalkan dia demi memilih hidup dengan lelaki yang mampan dari kakak kamu itu."
"Kalau diingat kisah kakak pino aku jadi ingat ayah nek,kerena ibu tidak mau peduli pada kami,dia memilih hidup dengan lelaki lain dari pada kami."ucap Afiyah tampak sedih lagi
"Jangan mengingat masa lalu lagi nak itu akan membuat kamu merasa sedih."
"Benar juga kata nenek aku tidak seberuntung anak yang lain,masih kecil aku sudah ditingal ayah sedangkan ibu hanya mengikuti hatinya saja tampa peduli padaku."ucap Afiyah lagi.
"Sudah nenek bilang jangan bicarakan itu lagi sekarang kamu harus memikirkan kebahagian kamu nak." ucap nenek Afiyah melarang Afiyah jangan pernah mengingat perlakuan ibu nya itu lagi.
"Tapi nek itu kenyataannya dengan hidupku yang malang ini,punya suami seorang pemilik perusahaan kaya,tapi hidup tidak nyaman suami selalu diincar wanita-wanita cantik yang lebih dariku, dibandingkan aku nek hanya anak dari seorang petani,hidup ini tidak semulus kata hatiku,nanya rintangan yang aku lalui nek."ucap Afiyah meyesali dirinya sendiri.
"Jangan berkata seperti itu nak serahkan ini semua pada yang kuasa,dialah yang maha tahu,kita sebagai umatnya hanya bisa mengikuti alur ceritanya saja.jangan pernah kamu menyerah dengan sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan,suatu saat kebahagian itu pasti ada untuk kamu nak.ucap nenek Afiyah sambil menatapnya.
"Maafkan Fiyah ya nek,selalu meyalakan nasibku yang tak berujung ini."ucap Afiyah pada neneknya itu.
"Sudah kamu masukan tomat dan sayur yang lain itu dalam ember itu kita sebentar lagi akan pulang ini sudah sangat panas nak."ucap nenek Afiyah.
"Baiklah nek,Fiyah akan mengambil ember yang dulu di pondok."ucap Fiyah pergi kearah pondok itu untuk mengambil ember.
Afiyah membantu neneknya megambil sayur yang sudah dipetik dan memasukkan kedalam ember yang sudah ada dihadapanya.
Setelah siap dengan itu semua Afiyah langsung menuju rumah neneknya yang tidak jauh dari kebun milik neneknya itu.
Sampai dirumah Pino lagi asik berkutat dengan laporan yang lagi dikerjakan olehnya yang tampak berantakan dilantai.
"Kak kamu lagi main apaan tu,kok berserak kayak gini sih?canda Afiyah pada pino.
"Apaan sih kamu dek,lihatlah yang benar dengan mata kamu itu,aku lagi cek laporan kantor minggu ini dari pabrik lain yang ada di desa lain." ucap Pino agak kesal pada sepupunya itu.
"iis kamu kak,kerja bisa dilantai kayak gitu apa dirumah ini gak ada meja kerja untuk kamu?"ucap Fiyah lagi.
"Ada,,kakak malas saja dikamar sumpat kerena ruangan terlalu sempit, enak disini sambil santai."jawab Pino apa adanya.
__ADS_1
"Gitu ya ka,eee kak biar aku bantu nantik biar kerjaan kakak cepat selesai,aku juga gak ada kerjaan seharian dirumah."tawar Afiyah pada sepupunya itu.
"Emang kamu bisa kerjakan ini semua?"
"Yeee jangan sepelehkan aku ya kak,gini-gini aku lulusan serjana juga,dan sudah pernah bekerja diperusahaan basar dan sebagai orang kepercayaan itu selama bertahun-tahun kak,tapi semua itu sudah hancur kak semenjak aku memutuskan menikah dengan Alif semua berubah,aku tidak diizinkan lagi kerja."jelas Afiyah sedih megigat Alif lagi.
"Gak usah mangkanya kayak gitu,aku mengerti semuanya apa yang kamu rasakan saat ini."ucap pino tidak mau melihat adiknya itu sedih lagi.
"Nantik kamu bisa bantu aku kerjakan ini semua, sekarang waktunya makan siang,cepat kamu siapkan mungkin nenek sudah siap sholat."ucap pino pada sepupunya itu.
"Baiklah kakak ku yang manis."ucap Afiyah membuat Pino terkekeh ulah sepupunya itu.
Afiyah menyiapkan semua dimeja makan siang ini untuk mereka bertiga,Nanek dan pino sudah duduk di meja makan itu menatap masakan yang sudah dimasak Afiyah hari ini.
"Nek tumben masakan kita hari ini agak ramai ya? "ucap pino pada neneknya itu.
"Emang kenapa kak?"tanya fiyah bingung dengan kakaknya itu.
"Hai sontoloyo emangnya nenek ini sangup masak lama-lama didapur,satu menu saja menak masak sudah kawalahan."ucap nenek pada pino.
"Maafkan pino nek,sekarang sudah ada juru masak yang lain yang mengatikan nenek."ucap Pino mengarut-garut kepalanya.
"Sudah kita makan jangan berdebat lagi entar kakak terlambat lo,katanya mau Kepabrik lagi." ucap Afiyah pada kedua orang itu.
Mereka bertiga makan dengan keheningan dimeja makan itu tampa bersuara lagi sampai siap makan siang itu.
Setelah itu mereka melakukan pekerjaan Masing-masing,Afiyah melanjutkan pekerjaan Pino tadi yang belum selesai itu.
Sudah setengah hari Afiyah mengerjakan laporan Pino dirumah dengan teliti dan rapi Afiyah melakukan itu semua sampai waktu tidak terasa hari sudah sore saja.
Afiyah menyukadahi kerjaannya untuk beranjak kedapur menyiapkan kembali makan malam nantik,siap memasak Afiyah masuk ke kamar yang kembali untuk kebersihan dirinya dari dari keringat baru siap masak.
Afiyah keluar kembali untuk bergabung sama dengan neneknya setelah sholat maghrib mereka meluangkan waktu untuk bercanda gurau.
__ADS_1
"Ada yang kosong saat ini di kantor pabrik kakak berkerja, orangnya mengundurkan diri dari janatan itu saat ini kerena orangnya lagi sakit jadi dia tidak bisa kembali ke desa ini lagi,besok kamu sudah bisa langsung masuk untuk menggantikan teman kakak itu, tadi kakak sudah bicara pada supervisor yang betangung jawab dibidang itu."
"Benaran kak,aku mau ka."ucap Afiyah senang akhirnya dia bekerja lagi.
"Kamu Jagan perna mengeluh lagi dengan nasib kamu itu nak,sekarang jalankan ini semua agar kalau bisa lebih tenang kalau sudah bekerja."
"Iya nek,aku akan melupakan kejadian ini semua,aku tidak mau lagi megigat ini sumua itu akan membuat aku sedih saja."ucap Afiyah sedikit terseyum.
"Pagi kamu berangkat sama aku saja biar sekalian kakak antar pada teman kakak itu." ucap pino.
"Ya kak,, terimakasih kak kamu sudah membatuku cari kerjaan untuk aku."ucap Afiyah senang pada pino.
"Apa kamu itu benar-benar ingin tingal disini fiyah,apa kamu tidak mau untuk memberitahu suaminya kamu kalau kamu berada disini dek? " tanya pino lagi pada Afiyah.
"Tidak kak,aku mau seperti ini dulu aku belum mau bertemu dia saat ini,biarkan aku menenangkan pikiran aku dulu jika aku jodoh denganya pasti aku dipertemukan lagi dengan dia. " ucap Afiyah menatap pino dengan dengan sungguh-sungguh.
"Jangan pernah kamu bersedih lagi,jika keputusan kamu sudah bulat,cobalah untuk bahagia untuk diri kamu sendiri dek,aku akan menjaga kamu sama seperti nenek disini."ucap pino pada sepupunya itu.
"Terimakasih bayak kak,aku tidak akan sedih lagi jika bersama kamu,kerena aku sudah memiliki kalian berdua saat ini bersamaku."ucap Afiyah memeluk pino denga air matanya yang jatuh begitu saja.
"Jagan menagis,aku tidak suka adik satu-satu aku menangis kerena ini semua."ucap pino menghapus air mata Afiyah itu.
"Sudah kita jalani ini dengan senyum dek,kakak akan selalu bersama kamu."ucap Pino lagi.
"Terimakasih kak."
Nenek Patima hanya terseyum melihat kedua cucunya itu akur seperti ini.selama ini Pino selalu mencari Afiyah kekota namun tidak ada petunjuk tentangnya.
Pada akhirnya Afiyah sendiri kembali bersama mereka,pino meyayangi Afiyah dari kecil karena dia juga anak satu-satunya dari paman Afiyah kakak dari ayahnya itu.
Hari ini mereka bisa berkumpul kembali dengan keluarga yang dipunya sekarang.
**************
__ADS_1