
Pak Wira dan Mama Alin akhirnya sampai juga dirumah Nenek Afiyah Setelah 10 menit melakukan perjalanan mereka.
Mama Alin memperhatikan Sekeliling sekitar rumah yang sederhana itu kerena Afiyah sangat Senang selama setahun lebih tingal didesa ini.
Mama Alin merasa sedih selama ini membiarkan menatu dan cucunya tingal didesa, sedangakan dia sekeluarga bisa menikmati kemewahan yang tidak habis-habisnya kerena tujuh turunan kekayaan pramaja itu tidak akan habis.
" Ma Ayok masuk ada Nenek didalam."Aja Afiyah pada Mama Alin.
"Ohh ya,,ucap Mama Alin kaget baru tersadar dari lamunannya.
"Pa Kita masuk ya,maafkan Afiyah jika Papa tidak nyaman dengan tempat tinggalnya Afiyah,ini rumah Nenek yang membuat Afiyah merasa Nyaman selama setahun ini disini."
"Tidak Apa-apa Nak,Papa senang disini karena Udara dan tempatnya sangat nyaman."jawab Pak Wira.
"Ayok kita masuk Pino sudah berdiri dan nenek Afiyah Sudan menunggu kita di sana."ucap Mama Alin.
"Ayok ,,ucap Pak Wira berjalan kearah Nenek Afiyah dan Pino sekarang diteras rumah itu.
"Asalamualaikum..." ucap mereka bertiga.
"Waalaikumsalam.,,Sambut Nenek Afiyah pada Pak Wira dan Mama Alin.
Pak Wira meyalami Nenek Afiyah begitu juga dengan Mama Alin juga Melakukan Sama pada Nenek menantunya itu.
"Mari kita Masuk Pak." Ajak sang Nenek.
"Ohh ya Buk, maaf kami membuat ibuk repot."ucap Pak Wira.
"Tidak Apa Pak,kerena tempat kamu hanya seperti ini,maaf jika bapak Wira tidak Nyaman."
"Oh tidak buk,,saya sangat nyaman berada disini."
__ADS_1
"Afiyah Kamu boleh jemput Lian Kesebelah sana Mungkin saja Dia lagi tidur saat ini."ucap Nenek pada Afiyah menyuruh menjemput Lian pada pengasuhnya ditetanga sebelah rumahnya.
"Gak Usah Nek Liza sudah menjeput Lian kesebelah,kamu bisa tunggu Lian Disini saja Dek."ucap Pino.
"Terimakasih ya Kak."
"Ya."ucap Pino terseyum sang Adik.
"Nek Mana Bibi kok aku gak lihat?"
"Bibik dan Pakman kamu kekota tadi pagi ada yang mau dibelinya disana, palingan Sore sudah pulang."
"Aku kebelakang dulu Ma-Pa." Afiyah bangkit untuk kebelakang membuatkan minum untuk mereka semua.
"Maafkan Saya dan anak saya buk membuat Afiyah seperti ini,saya merasa bersalah dengan kejadian Setahun lalu terjadi dengan Afiyah buk."ungkap Pak wira pada Nenek Afiyah.
"Tidak Usah merasa bersalah dan tidak enak hati pada kami Pak, kerena Selama disini Afiyah tidak pernah kekurangan apapun walau dia menahan hatinya selama setahun lebih disini."terang Nenek pada mertua Afiyah.
"Tapi ulah anak kami Buk Membuat Afiyah menderita buk." Sambung Mama Alin juga merasa bersalah.
"Tapi semua disebabkan oleh Putra kami,jika Saat itu Kita ada dirumah mungkin kejadian ini tidak pernah terjadi,Afiyah tidak akan kami biarkan pergi meninggalkan rumah,Namun sayangnya saat itu kami diluar negeri,kami tahu kabar itu setelah seminggu Afiyah pergi dari rumah."terang Pak wira pada sang Nenek.
"Sudah jangan mengukit itu lagi, sekarang bagai mana kedepanya untuk kebaikan anak-anak kita dan cucu kalian,tidak mungkin Lian tumbuh tampa ada ayahnya disampingnya,Lian akan tumbuh seiring waktu jika dia besar dan sudah mengerti akan seorang ayah pasti kelak dia akan bertanya."jelas Nenek Afiyah.
"Tapi Afiyah belum bisa memaafkan suaminya Buk,bagai mana cara kita akan memperbaiki ini semua,kita sebagai orang tua tidak bisa memaksa Afiyah untuk keinginan kita." jelas Mama Alin.
"Satu-satunya jalan adalah Alif harus tahu semua ini,biarkan dia membujuk istrinya itu,kerena ini sudah lama Pak tidak mungkin Afiyah marah jika Alif akan berusaha meyakinkan istrinya." jelas Nenek pada kedua mertua cucunya itu.
"Saya setuju saja pada Saran Nenek Pak,kerena Saya tahu adikku itu masih sangat mencintai Suaminya itu,Namun rasa kecewanya selama ini dia tidak mau untuk menerima ini semua."
"Suruhlah Alif datang kesini Pak Jika,dia menginginkan istrinya dan juga putranya."ucap Nenek lagi pada Mertua cucunya itu.
__ADS_1
"Kalau itu jalan terbaik Buk saya Akan lakukan apa yang baik menurut ibuk, kerena saya juga tidak mau Afiyah merasa terpaksa jika Alif bertemu dengannya kembali."
"Biarkan saja Pak,ini semua untuk kebaikan mereka, biarkan mereka yang memilih jalan mereka masing-masing jika itu membuat mereka senang."
"Aku yakin pak,Afiyah akan memaafkan Alif jika dia mau memintak maaf walau tidak semuada apa yang kita pikirkan,karena ini butuh lama Alif bisa memenangkan hati istrinya itu kembali."sambung Pino pada mereka semua.
"Tapi apa salah Alif memcoba memperjuangkan istrinya dan anaknya,dia harus bisa Mendapatkan kepercayaan dari istrinya lembali."ucap Sang Nenek.
"Itu ada benarnya juga Pa,kita bisa beri tahu Alif nantik jika Afiyah Ada disini."saran Mama Alin.
"Nantik Kita berdua akan memberi tahu ini semua pada putra Kami Buk." Ucap Pak Wira pada Nenek Menantunya itu.
Tidak Lama Liza datang membawa Lian yang sudah Berumur 4 bulan itu,Mama Alin yang melihat Cucunya itu sangat bahagia kerena Lian benar-benar tampan persis seperti Alif kecil.
"Auuu kamu sangat tampan sayang oma,pantas saja dipoto kamu kelihatan tampan."ucap Mama Alin senang.
"Sini biar opa gendong."ucap Pak wira meyabut Cucunya itu."
Pak Wira mengambil cucunya itu dari tangan istrinya itu, dan mengedong Lian kecil yang sangat lucu dan menggemaskan itu.
"Begini rasanya mengedong cucu Ma, sudah lama tangan ini tidak mengedong bayi lagi kerena Alif tidak bisa memiliki adik." ucap Pak wira pada istrinya itu.
"jangan Mengingatkan lagi pa yang sudah menjadi takdir kita untuk memiliki satu anak."ucap Mama Alin pada suamianya itu, kerena Mama Alin sudah pernah pengakatan Rahim waktu Alif kecil.
"Ya,, papa mengerti Apa yang Mama Rasaakan."ucap Pak wira tidak istrinya itu dan tidak mau melajutkan perkataannya lagi.
"Tidak Lama Afiyah membawakan Teh keluar dan Pisanga goreng menemani teh mereka sore ini.
Afiyah terseyum pada kedua mertuanya itu karena mereka senang bersama Lian saat ini,selama ini Mama Alin menantikan seorang cucu,tampan disangka cucunya sudah terlahir tampa mereka sadari selama ini karena Mereka tidak tahu Afiyah meningal rumah dalam keadaan hamil.
Tapi disaat mereka berdua bertemu menantunya itu Afiyah sudah memiliki seorang putara tampan, lucu dan imut itu, hari ini mereka berdua sangan bahagia kerena ada Lian bersama Mereka berdua.
__ADS_1
Mama Alif Berdoa agar hubungan Afiyah dan Putranya akan membaik,Mama Alin sangat berharap mereka bisa bersama lagi berkumpul dengan keluarga kecilnya,tampa ada hanganga yang menganggu rumah tangga mereka lagi.
************