
Setelah Berbicara dengan Papannya Alif mencari istrinya dan Putranya yang sangat disauangainya itu kedalam kamar mereka.
Afiyah yang masih asik bercanda dengan sang putranya, Melihat Lian lagi ketawa gekek seperti saat ini yang disaksikan oleh Alif.
"Sayang tampaknya dia senang diajak. main seperti ini,Lian suka jika dijahili!! "
"Itu setiap hari maunya mas,sama mbak Itapun seperti itu, apa lagi sama kita yang jarang bersamanya dirumah."
"Kok gitu sih bicaranya?"
"Kamu pikirkan saja, aku hanya setengah hari saja dirumah, siang aku sudah berada ditoko Mama,malamnya kita hanya sebentar bermain bersamanya karena Lian sudah tidur.
"Yang penting kamu jangan sampai tidak memperhatikan Lian, kamu harus memberikan perhatian yang lebih padanya agar dia besar nantik Lian mendapatkan kasih sayang dari kita berdua."
"Jangan aku saja mas, kamu juga sering ajak Lian bermain, bagi waktu kamu itu, jika dirumah jangan sampai mengerjakan pekerjaan juga selagi dia masih bersama kita."
"Itu yang selalu aku lakukan sayang,selama ini aku tunggu dulu Lian tidur baru aku melanjutkan pekerjaan."
"Tadi siapa yang datang sih mas?"tanya afiyah.
"Orang tuanya Zakia!! "jawab Alif singkat.
"Mau mengapain mereka datang?"
"Memintak maaf atas kesalahan anaknya yang telah diperbuat sama kita."ucap Alif santai.
"Itu saja!! "
"Terus apa lagi sayang,ngak ada yang lain, aku juga tidak mau membesar-besarkan masalah ini, buang-buang waktu saja."
"Gitu ya,apa Zakia juga datang Mas."
"Tidak,, hanya papanya saja yang datang, kerena masalah seminggu yang lalu membuat Perusuhaan Diambang kehancuran."
"Tapi Mas tidak melakukan apa-apakan?"
"Kamu tidak mempercayai aku sayang?"ucap Alif menatap istrinya itu dengan senyuman.
__ADS_1
"Aku percaya kamu tidak akan pernah melakukan sekejam itu."
"Tapi ada batasnya juga sayang,jika dia masih mengangguku dan kamu lagi dan samapai kamu celaka kerena nya aku juga gak bisa diam saja, saat ini masih terkendali Sayang!! "
"Baguslah kalau kamu tidak melakukan semua ini pada keluarga mereka." ucap Afiyah tidak mau menaruh dendam pada keluarga Zakia.
"Aku bersyukur adanya kamu, kerena kamu tidak dendam padanya, kamu menjalankan ini dengan santai tampa ada takut lagi didiri kamu sayang."ucap Alif menciun kening istrinya itu.
"Mas,,ada Lian kamu main meyeropot aja."
"Dia belum mengerti sayang kita seprti ini di hadapannya."
"Kamu jangan biasakan seprti ini natik Lian bersar apa kamu tidak malu di hadapan putra kamu."
"Itu nantik sayang bukan sekarang,dia masih kecil!! "bisik Alif pada Afiyah.
"Dasar kamu nakal Mas."Afiyah mencibit perut suaminya itu dengan geram.
"Heeeep jangan dicubit lagi nantik sikadalnya bangun sayang."ucap Alif menahan tangan istrinya itu hendak mencubit perutnya lagi.
"Jahil sama istri sendirikan enak!! "ucap Alif sambil megedipkan matanya sebelah pada istrinya itu, sehinga membuat Afiyah ketawa terbahak-bahak kerena tingkah suaminya itu tampak konyol.
"Ha... Ha... Haaaa.. Mas kamu itu selalu aku ingin ketawa jika kamu selalu mengingatkan masa usil kamu waktu kita kuliah dulu."
"Kamu masih ingat sayang, setiap aku lewat didepan selalu memainkan mataku, agar kamu tunduk padaku."ucap Alif tersenyum kearah istrinya itu.
"Kamu tahu gak waktu itu,Aisy sampai lihat kamu kepingkal-pingal ketawa, waktu itu kerena kamu melihat ku terbentur ketembok, kerena aku membalas serangan mata jahil kamu itu."ucap Afiyah mengingat masa dia kuliah dulu, saat itu Alif selalu megedipkan mata pada Afiyah setiap berjumpa dengan istrinya itu.
"Tapi kok kamu gak gak pernah tersenyum padaku waktu itu sayang, apa aku terlalu jelek ya?"
"Tidak juga, aku hanya saja sangat menyesal kamu tidak berani mendekatiku saat itu,jadi aku lebih baik cuek aja,setiap kamu lewat didepanku."
"Aku belum ada keberanian saat itu,karna kamu sangat pemarah saat itu, jadi aku berpikir dua kali ingin mendekati kamu."
"Mas!!"
"Apa!" jawab Alif lagi sambil mencubit- cubit pipi gembul Lian.
__ADS_1
"Aku ingin tahu kenapa kamu kok bisa suka sama aku waktu itu, tapi tidak punya keberanian?"
"Aku setiap memperhatikan kamu datang,kamu itu selalu tidak pernah terseyum sama siapapun selain Sahabat kamu saat itu, aku selalu menunggu kamu datang dipakiran, aku diam-diam melihat kamu dalam mobilku,rawut kesedihan padamu membuat aku tertantang untuk ingin dekat dengan kamu sayang, setelah aku tahu kamu saat kita sudah menjalin hubungan selama 3 tahun, aku baru tahu pada diri kamu itu, sisi lain kamu tidak seperti yang aku pikir selama ini."ucap Alif menceritakan semua pada istrinya itu.
"Aku tidak sangka kamu berani mengatakan cinta padaku saat itu dibawah pohon yang biasa kita tempati sehari-hari menghabiskan waktu dikampus saat itu."balas Afiyah terseyum.
"Karena Hari itu kamu sendiri berada disana tampak ada Aisy bersama kamu Sayang, aku memberanikan diri untuk mengucapkan perasaan ku pada kamu kerena ada kesempatan.!! "ucap Alif santai.
"Tapi aku hari itu lihat kamu Lucu Mas, kamu mengatakan cinta tiba-tiba tampak ada pendekatan sama sekali,kamu hanya sering menjahili ku dengan mata bekarat kamu itu."ungkap Afiyah.
"Tapi aku benar-benar suka sama kamu saat itu kok,sampai akhirnya aku benar-benar mencintai kamu,hingga sampai sekarang aku tidak bisa melupakan kamu ya."ucap Alif sedikit mecibit pipi cantik istrinya itu.
"Benarkah itu yang kamu ucapkan barusan? "
"Benar Aku tidak bisa hidup tanpa kamu sayang selama ini kita berulang kali terpisah namun apa aku tidak bisa melupakan nama kamu dihatiku Sayang."
"Wowwww aku suka bangat Mas,kamu dengan kata-kata kamu itu, membuat aku jadi remuk, sampai aku tidak bisa berkata lagi!!! "ucap Afiyah sedikit imut dan manjanya pada suaminya itu.
"Dasar kamu ini Sayang,dicium dong, biar aku lebih semagat lagi untuk mencintai kamu ."kata Alif sambil meyambar Bibir manis istrinya itu dari tadi selalu mengodanya.
"Enak saja kamu,sudah diambil duluan jadi untuk apa dimintak Mas." kesal Afiyah pada Alif.
"Aku suka selalu mencurinya dari kamu." ucap Alif santai.
"Karena itu kebiasaan kamu dari dulu."ucap Afiyah keluar dari kamar itu.
"Mau kemana Sayang kok kami ditingalin?"ucap Alif bingung
"Jaga Lian sebentar Mas, aku ingin cari cemilan kebawah bentar!! teriak Afiyah sambil keluar.
"Baiklah kita main berdua dulu sama Ayah ya sayang,Bunda kamu sudah kelaparan dari tadi Abis mengingat masa lalu yang indah waktu kami kuliah.!! ucap Alif berbicara pada putranya itu tampak sedikit ketawa pada Alif.
Alif senang Afiyah kembali hidup bersamanya, mereka bisa bersama lagi dengan Kedua orang sangat disayanginya itu. "Setelah dibalik dari kejadian ini semoga ada kebagian untuk keluarga kecilku, tampa ada rintangan lagi,karena aku juga ingin bahagia bersama orang-orang yang aku sayangi."
ungkap Afiyah melihat Suaminya sedang bercanda dengan Putranya itu,Afiyah tersenyum melihat Alif tampak bahagia seperti saat ini dilihatnya.
**************
__ADS_1