
Mama Alin melihat menantunya dan cucunya berada di villanya,Mama Alin senang melihat cucunya itu datang keVilla.
Mama Alin tidak menyangka Afiyah akan datang bersama Alif,kerena Afiyah masih marah pada Putranya itu.
Mama Alin memperhatikan kedua orang yang berada didepannya itu saat ini baik-baik saja,kerena tidak terlihat lagi wajah kecewa dan marah Afiyah pada Alif.
"Ma kenapa melihat kita seperti itu, ada apa Ma.?"Tanya Alif pda Mama nya.
"Kelihatannya hari ini kalian berdua agak aneh deh Mama perhatiakan,apa ada yang tidak Mama tahu Nak?"
"Apa Ma,yang ingin Mama Tahu.?"ucap Alif pada Mamanya itu.
"Jelaskan sekarang ada apa dengan sikap kalian berdua."desak Mama Alif ingin tahu alasan putarnya itu.
"Ma kita baik-baik saja,aku sudah memintak Maaf pada istrinku."ucap Alif santai.
"Iya Ma,,aku sudah memaafkan mas Alif,kerena untuk kebahagian Lian,tapi aku tidak bisa ikut dengan kalian ke kota karena aku sudah nyaman tingal disini."jelas Afiyah pada Maertuanya itu.
"Syukurlah kalian biasa baikkan,Mama senang jika kalian kembali seperti dulu lagi,karena sudah ada Lian yang kalian jaga dan perhatikan sekarang." ucap Mama Alin bahagia melihat menantunya itu sudah bisa terseyum kembali.
"Tapi Ma,, nantik Afiyah tidak bisa ikut dengan kita ke kota karena dia tidak mau ikut kesana karena masih takut dengan Zakia yang sudah megancamnya dulu,saat ini Afiyah belum bisa ikut kita kerena wanita itu masih di sekitar aku." jelas Alif pada Mama Alin.
"Tidak masalah Nak istrinya kamu tidak mau ikut dengan kamu."jawab Mama Alin megerti apa yang diucapkan oleh putranya itu ada benarnya juga jika istrinya dan anaknya kembali bersamanya saat ini,itu akan membahayakan kedua orang itu.
"Maafkan Fiyah mah, tidak bisa bersama Mama,Afiyah akan tingal didesa ini,kerena Fiyah sudah merasa nyaman berada didesa ini." balas afiyah pada mertuanya itu.
"Tidak Masalah Nak yang penting sekarang kalian sudah baikan kembali itu sudah membuat Mama senang."ucap Mama Alin senang melihat Afiyah sudah terseyum kembali.
__ADS_1
"Aku memintak Afiyah untuk tingal disini Ma,kerena rumah Nenek terlalu kecil untuk mereka berdua,kasihan Lian jika sekarang lagi aktif-aktifnya."ucap Alif pada Mamanya itu.
"Itu lebih bagus Nak jika kamu tingal disini bersama Lian,kerena disana Lian tidak akan bebas untuk begerak karena rumah Nenek lerlalu kecil,apa lagi nantik Pino sebentar lagi akan menikah tentunya dia akan membawa istrinya kerumah itu untuk tingal."jelas Mama Alin dengan lembut.
"Tapi ma aku takut jika berdua saja disini,sedangakan Mas Alif akan dikota,pasti sepi jika kami berdua saja disini."
"Mama Akan menyuruh Bik Ning untuk menemanin kamu,biarkan istrinya pak Jubri saja yang mengantikan Bik Ning,dan Mama akan mencarikan pembantu dua orang lagi biar ramai diVilla ini nantik."ucap Mama Alin membujuk Menantunya itu agar mau tingal di sini.
"Baiklah ma,aku akan tingal disini."ucap Afiyah menerima tawaran suami dan mertuanya itu.
"Ya sudah jika kamu sudah setuju hari ini juga Mama akan menyuruh Alif mencari Skuriti untun jaga Villa ini dan kamu disini."ucap Mama Alin.
"Kita bisa mengambil dari kota saja ma,kerena aku akan mencari Skuriti dan pegawal yang akan menjaga Afiyah dan Lian selama aku tingalkan, kerena aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kalian berdua."jelas Alif.
"Itu terlala berlebihan Mas."ucap Afiyah menolak apa yang baru dibilang suamianya itu.
Afiyah juga tidak dapat berkata lagi karena sudah keputusan Suaminya itu,Afiyah adanya mengikuti apa kata Alif saat ini kerena untuk kebaikan dia dan Lian.
"Sini Main sama Oma sayang."ucap Mama Alin mengambil Cucunya itu dan mengendong Lian Masuk kedalam untuk bermain dengan Cucunya itu.
Afiyah masih berada dibelakang sama Alif berdua saja saat ini,Alif menatap istrinya itu tampak agak kurus dari biasanya.
"Kenapa kamu memperhatikan aku seperti itu Mas, apa yang aneh ?"ucap Afiyah pada Alif karena dia tidak nyaman ditatap seperti itu oleh suaminya itu.
"Kamu sangat menderita tampa aku selama ini fiyah?"tanya Alif pada istrinya itu.
"Mas jangan menanya itu kemabali,aku tidak mau megatakan itu semua pada kamu."ucap Afiyah pada Alif yanga sedang memandang nya saat ini.
__ADS_1
"kenapa sayang, apa aku tidak boleh mendegar kesulitan kamu selama hamil Lian.?" ucap Alif terseyum pada Istrinya itu.
"Aku tidak mau kamu mendegar kesulitan aku selama hamil Lian mas,sangat sulit aku saat itu mas,untung saja saat itu kak Pino selalu membantu dan memperhatikan aku."ucap Afiyah terseyum megigat masa hamil Lian putranya itu.
"Aku sangat bersalah pada kamu sayang kaerena aku tidak tahu kamu hamil saat meningalkan aku,maafkan aku tidak bersama kamu saat hamil anakku."ucap Alif pada istrinya.
"Tidak apa-apa mas aku, menjalakannya dengan iklas tampa kamu,aku juga salah pada kamu karena tidak memberi tahu kamu aku hamil anakmu Mas."ucap Afiyah juga merasa bersalah.
"Aku yang merasa sangat bersalah sayang pada kamu,lihatlah diri kamu sekarang lebih kurus itu semua kamu menderita oleh ulah aku sendiri."ucap Alif sangat meyesal pada istrinya itu.
"Sudah mas tidak usah meyesalkan semua apa yang sudah terjadi,aku tidak apa-apa dengan semua ini, mari kita melajutkan rumah tangga kita untuk kedepannya Mas,jangan pernah mengingitkan ini lagi Mas."ucap Afiyah pada suaminya itu menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Aku akan menjaga kalian berdua,tidak akan aku biarkan kamu hidup seperti ini lagi bersama Lian."ucap Alif pada istrinya itu.
"Ya,,jawab Afiyah tersenyum pada Alif,saat ini Alif mengegam tanggan istrinya dengan kasih? sayangnyanya.
"Mari kita masuk mungkin Lian sudah bosan bermain sama Mama."ajak Alif pada fiyah.
"Ya sudah ayok mas kita masuk kedalam sudah saatnya Lian tidur siang."jawab Afiyah dengan lembut dan terseyum padanya.
Afiyah dan Alif masuk menyusul Mama Alin saat ini bersama Lian,Afiyah sampai didalam melihat Bian lagi ketawa lucu dengan omanya itu membuat Afiyah sangat senang melihat kedekatan Lian bersama mertuanya itu.
Alif juga bahagia melihat Lian bisa dekat dengan Mamanya itu,Alif akan mencari jalan bagai mana cara dia bisa membawa istri dan putranya itu bisa tingal bersamanya dikota.
Untuk saat ini semantara waktu biarkan dulu Alif membiarkan keinginan istrinya itu untuk tingal didesa ini,setelah ada jalan lain untuk mereka bisa tingal bersama nantik barulah Alif akan membujuk Afiyah untuk kembali ke kota bersama keluarga besarnya.
*************
__ADS_1