
Satu minggu sudah Afiyah bersama nenek dari orang tua ayahnya didesa yang terpecil saat ini semenjak dia meningalkan suaminya itu.
Afiyah tampak sedih tiada sehari saja dia tidak menagis akan teringat Kata-kata dari Zakia saat Afiyah mengambil pakaiannya kerumah Alif saat itu.
**
flashback
**
Disaat Afiyah hendak meningalkan Rumah Alif pas baru keluar dari pintu Afiyah dihadang oleh Zakia.
Afiyah sangat kaget waktu itu dia tidak menghala Zakia akan mengikutinya sampai kerumah Alif.
"Tunggu Kamu istrinya Alif bukan.?"tanya Zakia pada Afiyah dengan gaya sompbongnya.
"Apa mau kamu, sampai kamu megikitiku kesini,apa yang kamu inginkan dariku?"Balas Afiyah kembali.
"Kamu tanya apa mau aku bukan,baiklah dengan senang hati aku akan mengatakannya pada kamu."ucap Zakia.
"Cepat katakan aku tidak bayak waktu meladenin kamu saat ini."
"Pergilah dari kehidupan Alif,jika hidupmu mau tenang ,kerena aku tidak akan membiarkan kamu bisa bahagia dengan Alif kerena aku sangat mencintai sudah lama,tidak ada yang bisa mengambil dia dariku,pergilah jauh dari kehidupan Alif, kamu megerti."ucap Zakia dengan sikap angkunya.
"Tampa kamu suruh aku akan pergi dari sini,jangan pernah kamu mengacamku,karna aku bukan selemah yang kau pikirkan."balas Afiyah saat ini muak melihat wanita yang sudah menganggu keutuhan rumah tangga nya itu.
"Baiklah sekarang kamu selakan pergi dari sini,aku yang lebih sebanding dengan Alif,kerena aku memiliki apa yang aku punya,sedangkan kamu itu tidak memiliki apa-apa dibandingkan aku."ucap Zakia lagi merendahkan Afiyah dihadapan Tiara saat ini.
"Hai Dasar wanita tidak punya malu,jangan pernah merendahkan orang lain dengan uang yang kau miliki dan kekayaan yang kau punya,tapi cinta kau tidak bisa memilikinya sampai kapanpun."ucao Tiara pada Zakia yang masih berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Jangan perna kau menyamakan aku dengan diri kamu itu yang tidak punya harga diri seperti kamu itu."ucap Afiyah lantang.
"Ayok Fiyah kita pergi dari sini tidak ada gunanya kita meladenin orang sepertinya yang bisa menghancurkan rumah tangga orang."ucap Tiara pada sahabatnya itu.
"Tunggu,, sebelum kamu pergi janga pernah kamu kembali pada Alif karena aku tidak akan membiarkan kamu bisa hidup bersamanya saat ini sampai kapanpun,pergi lah jauh-jauh dari kehidupan Alif,dan ingat setelah kamu pergi aku yang akan mengatakan kamu dan aku akan megurus kehidupan Alif dengan baik."ucap Zakia tampak senang melihat Afuyah rapuh seperti saat ini.
"Kamu jangan pernah megajariku,baiklah jika kamu bisa masuk kedalam hati Alif seperti aku dihatinya dan cintanya untukku selama ini,aku rasa tidak semua itu kau bisa mendapatkan hati dan cintanya."ucap Afiyah merasa bangga kerena Alif pasti akan selalu mencintainya.
"Ayok Tiara kita tingalkan tempat ini."ajak Afiyah kembali pada sahabatnya itu.
"Ayok" ucap Tiara masuk kedalam mobil tiara.
Afiyah tampak rapuh saat ini kerena tidak disangka saja hari ini rumah tangga nya akan seperti ini, dan seorang wanita datang untuk memintak dia pergi dari kehidupan suaminya.
Afiyah tidak habis pikir selama ini,ada apa dengannya saat ini, kenapa Alif tidak terbuka padanya selama ini tentang wanita itu pada dirinya.
Apa lagi wanita itu mengacam Afiyah dengan lantangnya di depan Sahabatnya sendiri.
"Fiyah apa yang akan kamu lakukan seterusnya dengan masalah kamu dengan Alif saat ini?"
"Aku mintak tolong Tuara antar aku ke terminal aku akan pergi ke suatu tempat sekarang juga,aku ingin menenangkan diriku dulu,abis itu aku akan memikirkan masalah ini, atau tidak sama sekali."ucap Afiyah pada sahabatnya itu.
"Tapi kamu mau kemana. "
"Aku pergi ketempat nenekku di desa yang terpencil jauh dari kota,kamu bisa jaga ini dari siapapun jangan perna kamu bilang pada siapapun juga Alif,bisa saja aku tidak kembali."ucap Afiyah dengan hati berat mengambil keputusan ini.
"Apa kamu tidak kasihan dengan Alif saat ini,dia sangat mencintaimu fiyah,apa kamu tidak mencintainya?"
"Aku sangat mencintainya Sampai kapanpun aku tidak bisa lepas darinya Tiara,tapi rasa kecewa ku padanya,dia belum bisa terbuka pada diriku walau kami sudah menikah, namun bayak yang tidak aku tahu tentang dirinya lagi saat aku putus dengannya."
__ADS_1
"Kamu yang kuat ya fiyah,ini cobaan untuk kamu,jadilah wanita yang kuat jangan perna bersedih lagi,aku akan selalu mendukung kamu fiyah."
Tiara dan Afiyah samapai terminal bis,tiara mengatur Afiyah sampai berangkat dari kota bandung menuju desa dengan bis yang ditumpanginya.
"Aku berangkat yang Tiara titip salamku pada kak Regi,aku akan menghubungi kamu nantik jika aku sudah sampai desa nenek dengan no lain karena aku tidak mau memakai ini no ini lagi."
"Baiklah aku akan menunggu kabar dari kamu,jaga dirimu baik-baik,jika kamu kesulitan hubungi aku dan Regi."ucap Tiara merasa berat berpisah lagi dengan Afiyah.
"Ok,, aku pasti megabari kamu Tiara."ucap Afiyah menaiki bis itu.
Tidak lama bis itu berangkat dari terminal yang ada dikota itu menuju tempat yang akan dituju Afiyah saat ini.
Afiyah mengambil hpnya untuk meng hubungi Alif saat ini,Afiyah dengan berat memencet tombol pangilan itu.
"Sayang maafkan aku untuk kali ini saja,jangan tinggalkan aku fiyah,aku mohon pada kamu,aku tidak pernah kegulang kesalahan ini lagi."ucap Laif tidak bisa menahan Kata-kata nya lagi.
"Mas maafkan aku,aku tidak bisa bersama kamu lagi cukup kamu menyakitiku,mulai hari ini lupakan semuanya tentang kita,aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu,balaslah cinta wanita itu,aku juga wanita aku sakit saat ini pasti dia juga merasa sakit juga,tapi aku tidak mau membagi suamiku dengan orang lain,jika mas izinkan aku,biar aku yang pergi dari kehidupan kamu,kerena aku cocok untuk bersama kamu,aku salah selama ini cinta kita tidak bisa bersatu mas.
Aku tidak mau kamu mencariku lagi biarkan aku hidup tenang,tampa bayangan kamu mas,terimakasih banyak kamu sudah meletakan aku sebagai ratu dihati kamu,selama dua bulan ini aku sangat bahagia hidup sebagai istrinya kamu mas."
"Sayang tolong dengarkan aku dulu,aku jangan pergi tinggu aku kamu dimana saat ini.?"tanya Alif.
"Tidak usah mas aku akan pergi jalankan hidup kamu dengan baik tampa ada aku dihati kamu lagi."ucap Afiyah sagat sedih atas sikap yang diambilnya ini.
"Aku tahu kamu kecewa Fiyah tapi bukan ini jalan terbaik dengan hubunga kita."ucap Alif prustasi mendegar kata Afiyah barusan.
"Semoga saja ini yang terbaik untuk kita,Winita itu barusan memintak kamu padaku,jalani hidup bersamanya aku bukan sebanding denganya,dia yang lebih pantas hidup bersama kamu,terimakasih atas semuanya mas,aku pergi."ucap Afiyah berakhir.
*********
__ADS_1