
Afiyah selalu memikirkan apa yang diucapkan oleh Jamal padanya tadi pas mereka berbicara tadi.
Afiyah tidak dapat tidur oleh kata-kata Jamal tadi padanya,"jadilah diri kamu yang sebenarnya lihat kan sisi lain dari diri kamu selama ini tidak ada orang lain tahu,"ucapan itu selalu yang tergiang-giang di telinga Afiyah sampai Saat ini.
Alif baru saja masuk dari luar kedalam kamar karena habis berbincang dengan Jamal dan Regi.
"Sayang kamu belum juga tidur?"
"Belum mas mataku belum bisa terpejam.
"Kamu memikirkan sesuatu, ada apa?"
"Tidak apa -apa Mas aku hanya tidak bisa tidur saja.
"Apa kamu masih mengingat kata-kata kak Jamal tadi?"
"Tidak Mas,aku hanya tidak bisa tidur saja."elak Afiyah pada suaminya kerena fiyah tidak mau suaminya itu memikirkan hal yang sama dengannya.
"Tidurlah aku ada disini."ucap Alif pada istrinya itu.
"Baiklah."balas Afiyah masuk kepelukan Alif karena dia selalu nyaman berada dipelukan suaminya itu selama ini.
"Mas Jika aku ikut dengan kamu apa kamu mau membawaku kekota bersama kamu nantik."
"Apa kamu bertukar pikiran sayang?"
"Tidak,, aku cuma bertanya saja pada kamu Mas."
"Untuk sekarang jangan dulu, aku takut nantik Zakia ngapain kamu dan Lian,kerena Sebulan ini pasti aku tidak bisa menjaga kamu kareena jabwalku sunguh padat dan sangat sibuk keluar kota dan sering tidak ada dirumah."jelas Alif pada istrinya itu.
" Kenapa kamu bertanya begitu, apa kerena kata-kata kak Jamal tadi?"
"Aku memang lemah selama ini, aku baru menyadari diriku mas,kenapa aku mau mengalah oleh orang yang tidak penting dalam kehidupan kita selama ini,aku terlalu bodoh telah meyia-yiahkan kamu selama setahun lebih."ucap Afiyah menatap Suaminya itu.
"Sudah jangan seperti ini kita sudah bersama lagi sekarang jadi tidak usah membahas yang tidak peting itu."ucap Alif
"Mas setelah abis bulan ini aku akan ikut dengan kamu kekota aku tidak mau lemah lagi,aku tidak mau jauh dari kamu."
"Kenapa secepat ini kamu berubah pikiran sayang?"
__ADS_1
"Aku takut kehilangan kamu mas jika Dia selalu mendekati kamu. "
"Hai sayang dengar aku,tidak ada yang bisa merubah hatiku pada kamu,jika aku menyukai dia dari dulu aku pasti sudah bersamanya,untuk apa aku bela-belain menunggu kamu yang pergi menjauh darimu selama tiga tahun dan sekarang selama setahun lebih kamu tidak bersamaku,aku tetap Alif yang dulu. "ucap Alif sungguh-sungguh pada istrinya itu.
"Tapi jika Zakia memperlihatkan seperti itu aku juga sudah tidak mau diam lagi, mungkin benar apa kata kak jamal,aku harus melihatka sisi lainku yang tidak perna orang tahu,aku tidak mau jadi lemah seperti ini, cukup bagiku selama menderita jauh dari kamu Mas."
"Sudahlah jangan gegabah sayang aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu."
"Tapi Mas kalau akau tidak melawannya maka aku tidak bisa bahagia hidup bersama kamu dan Lian."
"Tunggulah sebentar lagi siap dari kesibukan aku dalam bulan ini kamu bisa ikut denganku kembali,aku janji pada kamu tapi jangan sekarang aku mohon."ucap Alif benar-benar.
"Baiklah aku akan menunggu saat itu datang Mas, kerena aku ingin bahagia bersama keluarga kecil kita mas."
"Tidurlah sudah malam,,besok kita harus mencari kebutuhan kamu dan Lian keperluan Dapur sehabis Mama berangkat dan Jiga para sahabat kamu sayang."
"Baiklah,aku akan tidur sekarang, selamat malam Mas."ucap Afiyah tersenyum pada Alif.
Alif membalas Senyumamnitu denga kecupan di kening istrinya itu, kerena mereka sudah lama tidak seperti ini,Alif sangat senang Afiyah menyadari kesalahannya selama ini kerena bukan suaminya yang bersalah selama ini,kerena kesalahan pahaman Afiyah menigalkan Suaminya.
Alif juga akan secepatnya mengambil tidakkan pada Zakia sebelum Afiyah kembali kekota dia harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan Zakia agar Afiyah tidak lagi marah atau salah paham lagi padanya.
Akhirnya Alif ikut kedalam Mimpin indah bersamanya Istrinya saat ini karena sudah terlalu mengantuk tidak butuh lama baginya untuk memejamkan matanya.
Paginya Afiyah sudah terbangun sambil mengedong Lian,Afiyah membangunkan Alif yang masih tidur enak pagi ini.
"Mas bangun sudah mau shubuh kamu masih enak tidur, cepatan Papa dan kak Jamal sama Kak Regi sudah menunggu kemesjid untuk sholat shubuh." ucap Afiyah mencubit pipi suaminya itu.
"Mmmm,iya sayang sebentar."ucap Alif membuka matanya itu.
"Cepat mas. "
Alif terpaksa cepat-cepat bersiap untuk sholat shubuh berjamaah dimesjid pagi ini bersama Suami para sahabat istrinya itu dan juga Papa Alif.
Afiyah selesai dengan sholat shubuh nya dia kembali lagi mengambil Bian saat ini entah kenapa cepat terbagun,biasanya boca lucu itu selalu bagun agak siang.
"Mbak Tuti bisa sholat sekarang biar aku jaga Lian dulu ya."ucap Afiyah pada pegasuh Lian
"Baiklah,Non saya sholat dulu."ucap Pengasuh Lian Meningalkan Lian bersama Afiyah.
__ADS_1
"Afiyah kamu sudah bagun sepagi ini?"ucap Aisy juga sudah bagun karena dia juja baru siap melakukan kewajibann itu.
"Kamu Mau kemana Aisy?"
"Mau buatkan susu buat putraku,dia mintak susu."ucap Aisy kedapur berlalu dari sahabatnya itu.
"Lian kok sudah bagun Cucu oma sayang?"ucap Mama Alin pada cucunya itu.
"Sini mama Bawak Lian bersama mama main pagi ini,kita main menjelang Oma berangkat pulang ya sayang."ucap Mama Alain mengambil Lian ditangan Afiyah.
Saat Mama Alin mengambil Cucunya itu Lian sangat senang jika omanya dia bermain,Lian sudah mulai dekat dengan Mama Alin saat ini.
"Mama Jadi berangkat hari ini?"ucap Afiyah
"Iya sayang, Mama Gak bisa lama Karena toko gak ada yang memantau."jelas Mama Alin.
"Ma,apa Mama tidak bisa meyerahkan pada karyawan yang menurut Mama bisa dipercaya jadi Mama sudah bisa istirahat, gak usah capek-capek seprti ini lagi."
"Nantik Mama pikirkan sayang, jadi Mama bisa bersama Lian setiap hari."ucap Mama Alin senang.
"Mama Itu cukup menghabiskan masa berdua saja sama Papa ma."ucap Afiyah lagi.
"Iya bawel nantik Mama suruh Devi yang mengurus ini semua kerena Mama sudah tidak bisa melakukan ini lagi sudah lelah Mama Nak."
"kejar terus itu duit ma,entarkan Mama matinya bawa duit."ucap Afiyah kesal pada mertuanya itu.
"Tidak usah kesal kayak begitu sayang Mama akan lakukan apa yang kamu suruh, biar kamu senang."ucap Mama Alin pada Afiyah.
"Gitu baru Mama Alin namanya,Mama bisa beristirahat diumur Mama yang tidak mudah lagi, bukan pekerjaan saja Mama pikirkan selama ini, aku sangat kasihan Mama gak ada istirahatnya."
"Nantik kamu yang gantikan ini semua hanya kamu yang bisa mengambil ahli semua yang mana punya karena kamu menantu mama satu-satunya."ucap Mama Alin terseyum pada Afiyah.
"Tapi mama Janji tidak akan bekerja lagi jika aku yang menjalakan bisnis mama itu."
"Iya janji."ucap Mama Alin.
"Ok,aku akan lihat nantik jika Mama masih mengerjakan itu semua." ucap Afiyah penuh tekanan.
Mama Alin merasa bahagia mendapatkan menantu seperti Afiyah mengerti apa yang diinginkan selama ini,Mama Alin akan berenti melakukan pekerjaan di toko akan digantikan nantik Sama Afiyah setelah Afiyah kembali ke kota nantik, untuk saat ini Mama Alin akan menyerahkan dulu pada Devi kariawannya yang Dipercaya nya ditoko itu.
__ADS_1
************