MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Rasa Kecewa


__ADS_3

Alif pulang dari rumah Regi dengan rasa yang amat kecewa kerena teman dari istrinya itu tidak mau memberikan dimana ke karang Afiyah berada,ada rasa kecewa dihati Alif ssat ini,teman istrinya saja sudah tidak percaya padanya apa lagi Afiyah yang tersakiti saat ini kerena perbuatanya,kerena kasalahan itu membuat Afiyah pergi darinya.


Alif sampai dirumah besar itu dengan tidak semangat saat ini Alif melalui ruangan tengah, saat ini ada mama Alin dan Pak Wira duduk bersantai bersama istrinya saat ini.


"Ada apa Lif,kamu tampak tidak semagat hari ini?"ucap Pak Wira pada putranya itu.


"Tidak Ada harapan aku bisa menemukan Afiyah pah,Istrinya Regi saat ini belum mau untuk memberi tahu keberadaan Afiyah padaku."


"Kamu masih bisa berusaha untuk mencarinya, mungkin saja saat ini Afiyah belum mau tuk bertemu dengan kamu."jawab Pak Wira pada Putranya itu.


"Sesakit itu Afiyah padaku pa,sehinga dia melarang Tiara untuk memberi tahu keberadaannya saat ini padaku."


"Mungkin saja dia ada alasan yang membuatnya tidak mau mengatakan keberadaan istrinya kamu." sambung mama Alin pada Alif dengan rasa kecewa pada putranya itu.


"Jangan patah semangat gitu Lif, berusahalah untuk menemukan Istrinya kamu,papa selalu mendukung kamu,dan mulai saat ini belajarlah dari kesalahan yang kamu buat sendiri."Ucap Pak Wira pada Alif.


"Ya pa,, Alif akan belajar dari kesalahan ini,semua ini salahku membuatnya merasa sangat kecewa padaku." ucap Alif bersandar sofa sambil memejamkan matanya saat ini.


"Mama Tidak mau ikut campur dengan ini semua lagi,mama sangat kecewa padamu Lif,tidak usah kamu mencari Afiyah lagi biarkan dia bahagia dengan diri dan kehidupannya saat ini."ucap Mama Alif sangat kecewa pada putranya itu.


"Tapi Aku tidak bisa seperti apa yang mama inginkan,aku sangat mencintai Afiyah ma."jawab Alif pada mamanya saat ini.


"Terus apa yang kamu buat padanya,kamu hanya bisa menyakiti hatinya,kamu menikahinya bukan untuk membahagiakan dia,kamu hanya untuk memberinya rasa sakit dan kecewa kembali oleh sikap kamu itu."ucap Mama Alin sangat marah pada Putranya itu.


"Maafkan Alif,bukan aku bermaksud seperti itu padanya ma,aku hanya pergi makan siang dengan Zakia saat itu,aku tidak tahu akan seperti ini jadinya."ucap Alif sedih mamanya hanya bisa menyalakan dirinya saat ini.

__ADS_1


"Sudah tidak usah berdebat kerena masalah ini lagi,sekarang kita hanya bisa mencari dimana menantu kita saat ini ma."ucap Pak Wira pada istrinya itu yang menangis ulah putranya itu.


"Mama sagat meyanyanginya menatu kita pa,tapi dia mengulang kesalahan itu lagi pada Afiyah,mama sangat kecewa pada putraku sendiri."ucap Mama Alin masih terisak dengan tagisnya di pelukan suaminya itu.


"Maafkan Alif,,bukan Alif mau bikin Mama menagis,ini adalah salahku Ma."ucap Alif ikut memeluk Mamanya itu.


Pak Wira hanya bisa melihat kedua orang berada dipelukan dia saat ini,dia hanya bisa megasih semagat pada putranya itu saat ini lagi hancur dan sangat bersalah pada istrinya itu.


*


*


Ditempat lain saat ini Afiyah lagi siap masak untuk makan malam mereka saat ini,walau Afiyah lagi hamil dia masih kuat untuk memasak untuk nenek dan kakak sepupunya itu sehabis pulang dari kerja Afiyah selalu menyempatkan dirinya untuk masak.


"Aku masak ikan yang kakak tangkap pagi tadi,Nila saus manis kak,hanya itu yang cepat dimasak."jawab Afiyah apa adanya.


"Apa sudah siap kamu masaknya dek,biar kakak bantuu untuk mencuci bekas masak kamu itu,kamu bolah istirahat sekarang,pergilah mandi nantik kamu terlalu lelah,kakak tidak mau terjadi apa-apa dengan kalian berdua,kasihan dia."ucap Pino menujuk perut Afiyah.


"Baiklah aku akan kembali kekamar dulu dan beristirahat sebentar menjelang magrib kak."ucap Afiyah pada Sepupunya itu dengan senyumannya.


"Pergilah,nantik kita bisa berja'ah Sholatnya.jawab Pino pada adik sepupunya itu.


"Baiklah kak aku kekamar dulu."Afiyah pergi kekamar nya menigalkan dapur itu.


Pino meligat Afiyah saat ini sangat kasihan dan rasa iba pada adik sepupunya itu saat ini karena dimasa hamil dua bulan seperti ini biasanya bayak keinginan tapi tidak dengan Afiyah dia hanya menahan itu semua,dia tidak mau merepotkan Pino dan neneknya.

__ADS_1


"Pin kamu lagi mikirkan apa?" ucap Nenek pada cucu laki-lakinya itu tampak agak diam saja.


"Eeh Nenek,gak ada nek aku cuma merasa kasihan pada adikku itu,dia tidak ada yang diinginkan saat Hamil seperti ini, dia tahan semua apa yang ingin diigikan, dia tidak mau merepotkan kita Nek."ucap Pino pada Neneknya itu.


"Biarkan saja nak,mungkin itu membuatnya senang,kita jangan terlalu memaksanya nantik dia bisa tertekan tidak baik dengan kehanilannya itu."jelas Nenek pada Pino.


"Tapi nek pas libur Aku ingin megajknya makan diluar,aku akan membawanya ke kota untuk mencari apa yang diinginkan dia."ucap Pino pada neneknya itu.


"Tidak usah jauh-jauh kamu bawak adik kamu itu,kerena dia pasti tidak kuat melakukan perjalanan jauh saat ini karena kehamilannya masih sangat mudah."ucap Nenek lagi pada Pino melarang membawa Afiyah untuk ke kota, kerena kondisi Afiyah saat ini hamil muda.


"Gitu ya nek,kalau ditidak aku bawak dia dekat-dekat dini saja sambil cari hiburan untuk dia,aku akan jak juga Liza bersamanya nantik."


"Terserah pada kamu asal jangan jauh-jauh dari desa ini."jawab Nenek pada Pino.


"Nek jika aku bertanya pada nenek tentang Lisa, apa nenek setuju aku bersama Lisa gak?" Tanya Pino agak ragu-ragu mengatakan itu pada Neneknya itu.


"Pin,,Nenek tidak pernah melarang kamu berhubungan dengan siapa,Nenek hanya mintak pada kamu gadis itu baik dan tidak akan meningalkan kamu lagi kerena orang lain lebih dari kamu,Lisa adalah gadis baik Nak,jika kamu menyukainya kamu bisa melanjutkan hubungan kamu dengan dia,Nenek akan tetap mendukung kamu nak."jawab Nenek pada Pino dengan senang hati,kerena Cucu laki-lakinya itu bisa kembali menjalin hubungan dengan seorang gadis kembali.


"Terimakasih Nek,aku akan melamar Liza jika dia mau jadi istrinya aku."ucap Pino pada Nenek nya.


"Cepatlah kamu lakukan itu jika dia betul-betul meyayangi kamu pasti dia mau menerima lamarannya kamu Nak. " ucap ***** pada Pino dengan senyuman.


Pino sangat senang pada apa yang baru didegar dari mulut Neneknya barusan kerena hari ini Neneknya itu tidak melarangnya lagi berhubungan dengan Gadis desa itu.


*********

__ADS_1


__ADS_2