MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Kamu kamu kembali


__ADS_3

Paginya Afiyah terbangun dari tidurnya semalam tampa sadar Afiyah digendong oleh Alif kekamar kerena terlalu mengatur menunggu suaminya sampai ketiduran.


Afiyah megusap matanya karen sudah subuh ada kewajiban yang harus dikerjakannkan setiap pagi seperti ini.


Afiyah belum sepenuhnya sadar dari tidurnya dia tidak tahu Bahwa Alif sedang memeluknya saat ini.


Afiyah membuka matanya dengan rasa berat Afiyah merasakan tangan melingkari dipingang rampingnya itu.


Afiyah melihat kearah sampingnya saat ini sudah ada suaminya yang sedang tidur dengan damai dengan ketampanan yang dimiliki Alif sehinga membuat Afiyah terseyum.


"Akhirnya kamu kembali juga,dua hari ini membuatku merasa merindukan kamu mas,aku senang kamu serang sudah ada disampingku kembali."ucap Afiyah saat ini yang menatap wajah tampan itu dengan senyuman dibibirnya itu.


"Apa sudah puas memandang ketapananku sayang,apa kamu sangat merindukan aku sehingga kamu tertidur disofa kerena aku lama sampai?"hanya Alif.


"Mana ada merindukan kamu mas,jangan GR, aku ketiduran kerena aku mungkin sudah sangat megantuk."jawab Afiyah bohong.


"Jangan lari dari kebenarannya sayang tapi aku suka kamu menungguku pulang seperti semalam itu,jadi mulai hari ini kamu menunggu didepan jikan jam pulang kantorku."ucap Alif pada Afiyah.


"Tidak mau,itu bikin ribet saja mas,pekerjaanku banyak jika sudah sore karena aku akan memasak makan malam buat kamu."protes Afiyah tidak mau.


"Bibik ning ada yang kan mengantikan kamu masak sayang."ucap Alif kembali.


"Aku mau kamu memakan masakan aku setiap hari kerena kamu itu terbiasa makan masakan aku jadi tidak mau memakan masakan orang lain."jelas Afiyah.


"Kalau itu memang keras kepala ya."ucap Alif terseyum melihat tingkah istrinya itu.


"Aku juga dari dulu seperti itu mas jadi jangan pernah memaksaku."tekan Afiyah pada suaminya itu.


"Baiklah kita subuh berjamaah dulu,nantik kita lanjutkan kembali berbicaraan kita ini."lanjut Alif.


Setelah perdebatan mereka,Alif beranjak pergi kedalam kamar mandi untk membersikan diri dan mengambil huduk dan akan bersiap untuk sholat berjamaah bersama istrinya itu


Setelah Afiyah selesai mengambil huduk Alif mengajak Afiyah sholat,Alif mejadi imam untuk istrinya itu pagi ini,karena Alif tidak pernah menigalkan itu semua walau sesibuk apapun dia tetap meluangkan waktu untuk beribadah.


Setelah siap sholat Afiyah memcium tangan suaminya itu setiap sehabis sholat Afiyah melakukan itu.mereka berdua sama-sama bahagia saat ini bisa bersatu.


"Mas apa kamu mau tidur kembali.?"tanya Fiyah.

__ADS_1


"Tidak sayang aku mau olah raga dulu,sebelum berangkat keperusahaan,apa kamu mau ikut denganku sayang?"


"Tidak mas,aku mau bikin sarapan pagi untukmu pagi ini.ucap Afiyah beranjak dari duduknya dan melipat sejadah yang masih terbentang dilantai itu dan menaruh ke tempat yang kembali.


"Baiklah aku akan keruangan pikness dulu ya,jika kamu mencariku aku ada disana."ucap Alif pada istrinya itu.


"Ok,aku akan turun kebawah dulu,kamu bisa lanjutkan kegiatan kamu itu."ucap Afiyah akan beranjak pergi dari kamarnya.


"Tunggu dulu sayang,sini aku pengen kecupan dari kamu dulu,sekali saja ya,plisss." ucap Alif pada istrinya itu.


"Jangan manja kamu mas,aku tidak punya waktu meladenin sikap gila kamu itu."ucap Afiyah santai.


"Ayoklah sayang,satu kali saja kerena aku sanggat merindukan kamu dua hari ini sayang." rengek Alif pada istrinya itu.


"Mas jangan seperti anak kecil tingkah kamu itu."jawab Afiyah lagi.


"Tidak ada yang lihat aku bertingkah seperti anak kecil bersama istriku sendiri."ucap Alif.


"Gak mau," ucap Afiyah pada suaminya itu.


"Kok tega kamu lihat aku tersiksa gini sudah dua hari tidak marasa bibir manis kamu itu sayang."ucap Alif lemas kerena istrinya itu belum juga mau memberinya kecupan untuknya.


Afiyah mengecup bibir yang tidak berenti megoceh dari tadi itu,swhinga memakan waktunya untuk memasak pagi kerena ulah suaninyan itu.


"Sudah,sekara kamu puas apa yang aku inginkan sudah kamu dapat sekarang aku mau menyelesaikan tugasku dulu."ucap Afiyah beranjak pergi meninggalkan suaminya itu yang masih diam itu.


"Dadar istri aku sangat pelit sama suami sendiri."kesal Alif.


Alifpun beranjak dari duduknya itu menaruh sarung dan dan peci yang masih dipakainya tadi ditempatnya, setelah itu Alif beranjak pergi keruangan pikness yang masih terletak di lantai atas.


Afiyah saat ini lagi asik memasak bersama bik nining yang sudah duluan bangun dari Afiyah.


"Biar Fiyah saja yang goreng ayam itu bik,bibik bisa kerjakan yang lain saja." ucap Fiyah pada bik ning.


"Baiklah Non bibik cuci piring yang sedikit ini dulu biar tampak bersih."jawab bik ning.


"Bik apa bunga yang kita pindakan kemarin itu hidup gak?" tanya Fiyah bertanya bik ning setelah itu Afiyah tidak ada ke taman itu lagi.

__ADS_1


"Semuahnya hidup Non,malah sudah mulai tampak cantik didalam pot itu."


"Syukurlah pasti mama pas pulang nantik senang melihat ya tanamanya tumbuh cantik dan terawat bik,terimakasih sudah membantuku merawat taman itu ya bik."ucap Afiyah terseyum pada bik ning.


"Sama-sama Non,bibik juga suka sama tanaman jadi bibik pada gak ada kerjaan lain bibik selalu tanaman itu yang bibik urus."jawab bik nining sebagai Afiyah sangat ramah dan dekat dengannya.


"Makanan yang sudah masak biar bibik tata dimeja makan saja setelah itu Non bisa bantu Den Alif untuk keperluannya." ucap bik ning lagi.


"Makasih ya bik,bibi ning baik banget aku suka bibik seperti ini tidak terlalu kaku jika bersama aku."ucap Fiyah lembut pada Bik ning.


"Tapi Non yang mintak seperti itu agar kita bisa seperti ini bersikap biasa saja jika kita berdua saja didapur ini."balas bik ning.


"Makasih ya bik."


" Ya Non. "


"Ini sudah siap saatnya aku menyiapkan keperluan pegeranku bik,entar dia merepet lagi,tadi aja mulutnya itu tidak mau diam pada Fiyah, bikin aku jengkel saja pagi-pagi dia selalu bikin ulah." ucap Fiyah pada bik ning yang terseyum mendengar kata Afiyah.


"Itu biasa Non namanya pengantin baru ya seperti itu,maunya kita selalu menempel sama dia,dia juga pengen diperhatiin, biasa itu Non lagi sayang-sayangannya."jelas bibik ning.


"Gitu ya bik."ucap Afiyah sedikit malu apa yang baru dibilang bik ning.


"Nona itu Harus setiap hari melayaninya apa lagi den Alif baru kembali dari luar kota jadi bisa saja dia ingin lebih dari Nona." ucap bik nining lagi.


"Tapi bik,masa setiap pagi harus begitu bik aku bisa-bisa gak bisa bikin dia serapan."ucap Afiyah agak segan pada bik ning.


"Tapi memang seperti itu Non karena kita sebagai istri itu harus siap kapan saja suami kita menginginkan itu,disitu kita harus juga mengerti sebagai seorang istrinya Non."


"Gitu ya Bik."


"Iya, agar hubungan suami-istri itu tejaga dan rumah tangga kita pasti akan bahagia dan baik-baik saja jika tangung jawab kita kepada suami itu terpenuhi,suami juga tidak akan pernah lari dari kita ke wanita lain ketena dia sudah telayani dengan baik oleh istrinya."


"Terimakasih Bik ning sudah megajariku tentang ini semua,aku naik dulu keatas."


"Cepataan jalankan semua itu Non agar dia bisa lebih semangat kerja."ucap bik nining sambil tersenyum pada Afiyah.


"Ok,ucap Afiyah meningalkan dapuranmu untuk kekamarnya.

__ADS_1


*************


__ADS_2