
Hari ini Afiyah tidak dapat meyemuyikan rasa bahagianya itu,senyumannya selalu tampak manis di bibir itu sambil megusap perutnya yang rata itu,seminggu lalu dia baru tahu bahwah dia hamil buah cintanya dengan suaminya Alif.
Namun Afiyah lebih baik meyemuyikan ini sendiri jika dia kembali ke kota untuk memberi tahu Alif dan kedua mertuanya tentunya nanti dia pasti mendapatkan masalah dengan Wanita yang menyukai Alif dari dulu.
Afiyah tidak mau lagi terlibat adu mulut dengan wanita seperti itu, saat ini yang terpenting baginya adalah keselamatan kamdungannya yang sangat membuatnya bahagia.
Afiyah hanya dapat menikmati masa hamilnya sendiri saja di sini kerena masih ada kakak dan neneknya yang menyayanginya dan tampa ada suami yang selalu menguatkan dia.
Sulit untuk wanita hamil jauh dari suaminya seperti saat ini Afiyah rasakan tampa ada Alif disisinya saat masa-masa seperti ini,Afiyah akan kuat menjalankan ini karena keputusannya sendiri pergi dari kehidupan Alif.
"Aku harus kuat tampa kamu Lif,aku akan menjaga anak kita,aku harap kau bisa bahagia dengan kehidupan baru tampa aku,aku akan mencoba lagi untuk tidak mengagu kehidupan kamu lagi,saat ini aku hanya memikirkan kandunganku,Maafkan aku jika ini keputusan yang harus aku ambil karena aku tidak mau celaka jika aku kembali ke kota untuk memberi tahu semua ini.kamu pasti bahagia jika kamu tahu saat ini aku lagi hamil.
Suatu saat nantik aku akan memberi tahu ini semua jika situasinya sudah memungkikan,aku tidak akan pernah bisa meyemuyikan dia dari kamu,dia adalah anakmu."ucap Afiyah bersandar dikepala tempat tidurnya sambil berkata dalam hatinya saat ini.
"tok,,tok
Pintu kamar Afiyah diketok dari luar,tidak lama tedegar suara Pino memagilnya, membuat Afiyah tersadar dari lamunannya.
"Dek,, apa kamu tiduar?"teriak Pino dari luar.
"Ya,tunggu sebentar aku akan keluar." ucap Afiyah cepat-cepat bangkit dari tempat tidur itu dan beranjak keluar dari kamar.
"Nenek memangil kamu,katanya ada yang mau diomongin pada kamu dek."ucap Pino.
"Baiklah kak ayok kita kesana temui nenek." ucap Afiyah bejalan kearah ruang tengah dimana neneknya sedang duduk sambil membaca buku.
"Nak,kamu itu berkurung saja dikamar dari pulang kerja tadi,ada apa?" tanya nenek Afiyah padanya.
__ADS_1
"Aku merasa capek saja nek,tubuhku tidak sekuat seperti biasanya nek semenjak hamil ini."jawab Afiyah pada neneknya itu.
"Jika kamu tidak kuat,berhentilah bekerja beristirahat lah dirumah selama kamu hamil nak,nenek tidak mau kamu seperti ini, kerena akan membuat kamu lelah,nenek takutnya kenapa-napa dengan kandungan kamu itu."jelas nenek Afiyah padanya.
"Tapi nek aku butuh biaya bayak untuk melahirkan nantik, jika aku berenti kerja pakai apa nantik aku akan biaya persalinan nantik dan biaya hidupku nek,aku tidak mau merepotkan nenek dak kakak lagi."ucap Afiyah dengan senduh.
"Jangan sedih dek,kalau kamu tidak kuat berkerja kamu bisa berenti kakak yang akan membiasakan hidup kamu selagi kamu masih bersama kami disini,sekarang ini kamu harus menjaganya dengan baik."ucap Pino pada sepupunya itu.
"Tidak kak,aku tidak mau berenti kerena aku hamil, aku pasti kuat melakukan ini semua,aku tidak mau memberitahu Alif tentang ini semua,jika aku kembali ke kota nantiknya akan tidak baik dengan kami berdua nek."ucap Afiyah menatap nenek dan sepupunya itu.
"Emangnya kenapa kamu kembali kesana dek,dia suaminya kamu,tidak ada orang yang bisa melarang kamu jika kamu mau bersama nya."ucap Pino bingung dengan kata-kata sepupunya itu.
"Kakak dan nenek tidak banyak tahu tentang kisahku dengannya,aku memutuskan disini saja nek,aku takut wanita yang menyukai Alif akan melakukan sesuatu pada diriku jika aku kembali kasana,aku takut celaka dengan kandunganku nek, kerena orang yang aku hadapi bukan wanita biasa seperti ku,dia bisa berbuat apa saja padaku."jelas Afiyah pada kedua orang yang ada di hadapannya itu.
"Jadi itu yang membuat kamu ditidak mau kembali pada suaminya kamu dek?" ucap Pino mamahami Adiknya itu.
"Ya sudah kamu tidak usah sedih kamu masih punya kita disini yang meyayagi kamu nak,ada nenek dan Pino dan Bibik-pakman kamu masih meyayagi kamu."ucap nenek Afiyah.
"Terimakasih nek, kak,, sudah memahami aku selama disini dan mejagaku."ucap Afiyah dengan glgenangan air matanya.
"Kamu tidak usah merasa seperti itu pada kita Dek, sudah tanggung jawab aku sebagai kakak kamu,ucap Pino memeluk adik sepupunya itu.
"Hidup bahagialah kamu selama bersama kita disini nak,jangan pikirkan lagi masalah yang bikin kamu akan merasa stress itu tidak akan baik untuk kamu dan kandungan kamu itu,sekarang tugas kamu menjaga dia bisa berkembang di rahim kamu itu dengan sehat." ucap nenek Afiyah padanya.
"Tentu saja nek aku akan menjaganya dengan baik kerena dia yang membuat aku bisa kuat saat ini."ucap Afiyah dengan senyuman dibibirnya.
"Kak bagai mana lanjutan hubungan kamu dengan temanku itu?"ucap Afiyah melakukan pembincangannya saat ini.
__ADS_1
"Apanya dek,aku sama Liza saat ini biasa-biasa saja, belum ada berkembangnya sampai saat ini."
"Ya kakak,,bagai mana ada kemajuan jika kakak tidak mau lebih dekat dengannya."
"Sudahlah dek gak usah bahas Dia disini ada nenek,nantik kakak akan disuruh nikah terus sama nenek."ucap Pino pada Afiyah deng pelan.
"Kita bicarakan lagi tentang suami kamu itu,kakak ingin tahu dengan Alif itu seperti apa orangnya."ucap Pino lagi pada Afiyah.
"Kakak gak usah tahu seperti apa Alif itu,dia orangnya baik,tampan,beribadah rajin pokoknya untuk imamku selama ini sudah memenuhi syarat pendapingku."ucap Afiyah mengingat suaminya itu kembali.
"Tampaknya kamu itu sangat mencintainya Dek,terlihat dari dari wajahncantik kamu itu."
"Benar apa yang kakak bilang itu,aku sangat mencintainya kak, sejauh mana aku pergi tidak bisa melupakan dia sepenuh hatiku kak, aku akan tetap teringat padanya itu."ucap Afiyah dengan senang bercerita suaminya itu pada kakak sepupunya itu.
"Bagaimana kakak ke kota untuk memberitahukan kamu berada bersama kami disini pada suami kamu itu?" tanya Pino serius milihat pada Afiyah .
"Jangan kak, aku belum mau bertemu saat ini dengannya. bisa melupakan kejadian sebulan lalu padaku kak,aku mersa sakit hati dan kecewa saja padanya saat ini."jelas Afiyah pada Alif.
"Kalian berdua ini kalau sudah berbincang pasti melupakan nenek disini.ucap sang nanek kedua cucunya itu.
"Maafkan kami nek,kami jadi melupakan nenek karena asik berbincang."
"Kalian berdua silakan teruskan, nenek mau masuk untuk sholat isya dulu, habis itu nenek mau tidur."ucap nenek itu sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.
Afiyah hanya terseyum saja melihat neneknya itu yang sudah tampak tuah yang sudah dimakan waktu itu.
********
__ADS_1