MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Kebahagian Tidak Ada Tara


__ADS_3

Setelah mereka semua puas dengan bermain di pantai bersama anak-anak mereka yang Puas hari bermain bersama orang tua masing-masing, seprti yang dirasakan Lian bersama Alif dan Afiyah saat ini, senyum bahagia mereka tampak diwajah ketiganya.


Sorenya mereka bersama-sama melihat Matahari akan tergelam diupuk senja, ketiga pasang suami istri itu bersama-sama anaknya menyaksikan pemandangan indah itu sambil berbincang.


"Aisy aku senang melihat pemandangan seperti ini,jarang kita seperti ini. "


"Lihatlah Fiyah matahari itu seperti diriku kamu,hilang dibalik upuk itu, ibarat itu juga dengan apa yang telah terjadi beberapa tahun sebelumnya masalah yang kamu hadapi sudah hilnga seringan waktu."kata Aisy dengan senyumannya


"Benar Fiyah,Masalah yang kalian hadapi akhirnya menghilang seiring waktu, digantikan dengan kebahagian tampak tara yang Kamu miliki besama orang yang sangat meyayangi kamu."timpal Tiara.


"Aku bahagia Mas Alif sangat mencintaiku dan perhatiannya lebih buat kami berdua semenjak kejadian itu,Dan aku sangat berterimakasih kalian selalu ada untukku."ucap Afiyah pada kedua sahabatnya itu dengan bahagia.


"Kita akan tetap seperti ini selamanya Fiyah,kita akan selalu menjadi sahabat yang sama-sama akan mengingatkan apapun itu, senang, susah kita akan menghadapi itu bersama."ucap Aisy dengan senang.


"Aku juga banga dengan kamu fiyah, kamu bisa kuat menghadapi ini semua bertahun-tahun dihadapkan dengan masalah yang selalu datang pada kamu, tapi kamu bisa menjalakan ini semua."kata Tiara memeluk kedua temannya itu.


"Itu semua berkat kalian semua selalu mendukungku akan hal ini."balas Afiyah dengan senyuman.


"Mari kita jalankan hidup ini dengan kebahagian yang sudah menghampiri kamu Afiyah."ucap Aisy lagi.


"Terimakasih banyak."Akhir kata Afiyah dengan rasa yang tidak bisa diungkapkan lagi dengan air mata bahagia Afiyah memeluk kedua sahabatnya itu.


Para suami hanya terseyum menyaksikan ketiga wanita itu dengan rasa bahagia karena para istrinya tidak akan bisa terpisahkan walau mereka berjahuan namun persahabatan mereka tidak pernah bisa terputus begitu saja.


"Aku Senang melihat mereka seperti itu."ucap Regi memandang pada ketiga wanita itu.


"Mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan,apa lagi istriku dari zaman kuliah dulu mereka sudah sangat dekat."sambung Jamal pada Regi.


"Aku yang paling buruk diantara kita bertiga karena aku selalu bikin istriku menagis."ucap Alif merasa dirinya yang paling jahat dari mereka bertiga.


"Lupakan semua itu Lif, lihatlah kedepan jangan pernah kamu melihat kebelakang karena itu akan mengulang kembali jika kamu akan terus metap kebelakang lagi,sekarang teruslah menatap kedepan kerena masa depan dan kebahagian untuk keluagamu berada didepan dengan masa yang sangat panjang."ucap Jamal mengingatkan.


"Aku tidak akan pernah melihat kebelakang lagi,biarkanlah masa yang menyakiti itu hilang seiring waktu, sudah saatnya aku dan kekuaga kecilku bahagia."ucap Alif menatap Jamal Dan Regi.


"Benar sekali Lif, kita tidak akan pernah maju jika kita selalu megigat masa itu,mari lupakan semua itu Lif."ucap Regi lagi.


Hari sudah mulai gelap mereka semua pulang dengan membawa Keluaga mereka masing-masing kerena sudah merasa lelah mereka semua bermain seharian di pantai itu.


"Sayang Kita pulang yok,sudah mulai gelap."ucap Alif pada putranya itu yang asik bermain pasir.


"Besok kita kesini lagi Ayah jika Ayah ada waktu."ucap Lian pada Ayahnya itu.

__ADS_1


"Baiklah jagoan ayah,besok kita pergi kepantai yang lebih indah dari sini."kata aAlif menyenangkan putranya itu.


"Mari kita ajak Buanda pulang Ayah karena Lian sudah capek bermain seharian disini."


"Mari jagoan Ayah, Kita kita kebunda!!! " ajak Alif pada putranya itu.


Lian berlari KeAfiyah yang lagi asik megibrol bersama Teman-temannya itu.


"Bunda!!! "


"Hai sayang Bunda,,Apa kamu sudah puas mainnya?"


"Sudah Bun, mari kita pulang, Lian sudah sangat Lelah."ucap Lian apa adanya.


"Baiklah sayang, mari kita pulang karena ini sudah gelap."ucap Afiyah pada putranya itu.


"Ayok Aisy, Tiara kita pulang!!! " Ajak Afiyah pada Kedua sahatnya itu.


"Ayok!!! "ucap Aisy berdiri dan berjalan kearah suaminya dan kedua Putra dan putrinya itu.


"Aku akan mengambil Lintang dulu sama Mas Regi juga Ara.


"Ya sudah aku tunggu dipikiran saja."ucap Afiyah pada Tiara.


Hari ini mereka kembali lagi kerumah Aisy dan Jamal karena Mereka selalu meginap dirumah sahabatnya itu jika berlibur kejakarta.


Lain hari ini Afiyah akan meginap malam ini dirumah lamanya waktu gadis bersama Aisy yang ada di kota itu, kerena sudah lama Afiyah tidak melihat rumah itu setelah direnovasi oleh Alif dia tidak pernah datanya lagi kerumah itu.


"Sayang apa kita jadi hari ini nginap Dirumah kamu?"ucap Alif


"Jadi Mas, kerena aku sudah lama tidak kesana, semenjak kamu renovasih rumah itu aku tidak pernah datang lagi kesana."jawab afiyah lembut.


" Baikan kita setelah sampai dirumah jamal kita lansung pamit ya,kita disana saja membersihkan diri."ucap Alif


"Ya!! "jawab Afiya senang.


Mereka semua sampai dirumah Aisy dan Jamal,Afiyah langsung pamit pada Kedua orang itu, kerena Afiyah hanya mampir untuk mengambil barang-baranganya saja.


"Aisy aku malam ini tidak lamam disini ya, aku dan Mas Alif nginap dirumahku saja, karena kami sudah lama tidak kesana."ucap Afiyah pada Aisy.


"Silakan Fiyah, aku tidak bisa menahan kamu lebih lama Disini,kerena dua malam ini kita sudah menghabiskan waktu bersama Itu sudah cukup bagiku!! "

__ADS_1


"Besok kamu bisa kerumah, aku akan masak kita bisa makan malam besama,Jangan Lupa kamu juga ya Tiara, besok kalian yang akan nginap diruamahku lagi."ucap Afiyah dengan senyumannya itu.


"Ok!! "


"Baiklah kami pamit dulu ya."ucap Afiyah pamit pergi dari rumah mewah Aisy itu.


Afiyah dan Alif meningalkan kediaman Jamal itu menuju rumah yang sudah lama tidak didatangi Oleh mereka berdua.


Tidak lama memakan waktu untuk sampai didirimah itu, akhirnya afiyah terseyum melihat rumah yang sederhana dulu ditempatinya itu bersama Aisy waktu sebelum menikah, tapi saat rumah itu sudah disulap menjadi rumah yang cantik dan sedikit mewah kerena Alif membeli lahan yang dekat dari rumah itu.


"Mas kok bisa sebesar ini Mas?"ucap Afiyah senang.


"Aku membeli lahan yang kosong di sebelah rumah ini jadi aku perbesar saja sekalian."Jawab suaminya itu santai.


"Sekarang mari kita masuk."Ajak Laif pada istrinya itu.


"Ayok jagoan Bunda, kita lihat rumah bunda waktu gadis dulu."ucap Afiyah pada putranya itu kerena bigung dengan kedua orang tuanya itu.


"Ini rumah bunda ?"tanya Lian Kembali.


"Iya Sayang, sebelum Bunda menikah dengan ayah dulu bunda tinggal disini bersama mama Aisy."jelasnya pada putranya itu.


"Gitu ya!! "ucap Lian santai tidak ambil pusing.


Alif Dan Afiyah masuk yang disambut oleh pekerja rumah itu, yang di mejaga dan membersihkan rumah itu.


"Selamt malam tuan!! "sapa pak udin dan Bik Nem.


"Malam pak."jawab Alif kembali.


"Kami sudah siapkan semua keperluan tuan dan Den Lian."ucap Pak udin lagi.


"Terimakasih banyak ya pak sudah bantu merawat rumah ini dengan baik."


"Sama-sama Nona,itu sudah tugas kami Nona."ucap Pak Udin


"Oh iya Nona ini istrinya saya, kami tingal dirumah sebelah,kerena tuan Alif suruh kami untuk merawat rumah ini."


"Kami tingal dirumah sebelah Nona Sudah dibelikan oleh Tuan Alif untuk kami dan keluarga saya."ucap Bik Nem .


Afiyah tersenyum pada Bik Nem, kerena Afiyah tahu Pak udin selama ini tidak memiliki pekerjaan dan tempat tingal jadi Suaminya menyuruh tingal dan dirumah ini dengan membelikan mereka rumah baru untuk keluarga mereka untuk tingal.

__ADS_1


*******


__ADS_2