
Tempat lain saat ini danil hanya bisa menagis kepergian Maya, rasa sesal yang sudah meyakiti hati Maya, gadis yang beberapa bulan ini yang sudah megisih hari-harinya,dalam sikap diamnya selama ini Danil selalu memperhatikan gadis itu rasa tertarik pada gadis itu sangatlah besar sehinga Danil memantapkan hatinya saat itu untuk melanjutkan hubungannya dengan Gadis kecil itu,Walau hatinya belum sepenuhnya untuk Maya masih ada wanita lain yang masih bersemai sampai saat ini hatinya.
"Akhirnya Kau meningalkan kota ini juga May,aku menyesal telah menyakiti hati kamu, maafkan aku,aku tidak bisa memberikan cintaku seutuhnya untuk kamu,aku sangat meyayangi kamu May,aku salah padamu." kata Danil memegang poto Maya yang ada dilemari kamar Maya.
Tampa segaja Danil melihat Kertas yang lipat disamping poto Maya, Danil Mengambil kertas bercoret tinta itu dengan berlahan Danil membuka tertulis nama indahnya Disana.
Mas Danil.
Selamat Pagi Mas,Mungkin semalam adalah Hari terakhirmu melihatku,pas kamu datang pagi ini aku sudah tidak ada dirumah ini lagi, Maafkan aku Mas,aku harus pergi dari kehidupan kamu malam ini juga, tapi aku yakin pagi Mas akan datang kerumah ini.
Sekali lagi aku memintak Maaf padamu,aku sudah mempertimbangkan keputusanku, aku harus meningalkan semua kenangan Mas bersamaku,jika Mas bahagia dengan Yesi menikahlah,aku Sudah relah untuk semua itu,aku mohon nikahi dia pasti saat ini yesi juga merasa sakit seperti apa yang aku rasakan saat ini.
Aku sudah megalah untuk cinta Mas pada Yesi, jangan kecewakan aku dengan kamu menikahi wanita yang kamu cintai selama ini,aku melepaskan kamu untuknya, Maafkan aku selama ini sudah merepotkan kamu.
Hiduplah bahagia dengannya suatu saat kita bertemu kamu sudah bisa hidup bahagia dengan dia, aku juga bisa hidup bahagia tampak kamu,semoga aku menemukan orang yang bisa mencintaiku dengan sepenuh hatinya untukku Nantik,Jangan pernah menghubungi aku Mas dan mencari aku,biarkan aku pergi untuk bisa kuat menjalankan ini semua,aku harap Kamu juga bisa iklaskan aku untuk ini semua,kita akan saling mencobanya untuk saling melupakan masa yang sulit ini,Berbahagialah hidup dengannya Mas, aku pergi.
Maya.
Lama Danil terdiam duduk terpaku di sudut kamar itu setelah membaca surat yang ditulis oleh Maya untunya, Danil hanya bisa menagis kepergian Maya saat ini, tidak ada yang bisa diperbaiki lagi,semuanya sudah hancur setelah kedatangan Yesi kembali.
"Akhirnya aku kehilangan kamu May, aku menyayangimu May."diisak tagisnya saat ini.
"Aku harus apa lagi May,Aku memang egois May tidak bisa melihat cinta kamu dengan tulus sehinga akhirnya kamu yang mengalah demi aku,agar aku bisa hidup bahagia Bersama Yesi, maafkan aku orang yang munafik."kata Danil masih menagis kepergian Maya.
Danil meningakan rumah Maya dengan hati yang sedih dan rasa bersalah pada gadis yang pernah megisi hari-harinya selama beberapa bulan ini.
Danil kembali ke perusahaan karena Alif sudah menelponnya saat ini,langkah gontai Danil melangkakan kakinya kedalam ruangannya saat ini,tampa Danil sadari Alif sudah berdiri dibelakanganya saat ini.
"Kamu harus bisa mengambil keputusan ini,merelakan Maya dengan iklas,jangan sakiti dia jika kamu masih mencintai Yesi,aku sangat kasihan pada gadis itu."ucap Alif berkata pada Asistenya itu.
"Jangan pernah kamu cari Maya lagi,Menikahlah Dengan Yesi jika kamu masih sangat mencintainya,jangan kecewakan Maya kerena dia sudah mengalah untuk kamu, agar kamu bisah hidup bahagia Danil."kata Bonya lagi.
"Aku belum bisa memikirkan Ini semua Tuan, aku masih bimbang saat ini atas keputusan ini."ucap Danil tidak semagat.
"Mantapkan hati kamu jika untuk memilih salah satu wanita yang sudah pernah singgah dihati kamu saat ini Danil,jika tidak semua akan tersakiti."kata Pak Wira datang dan meyanung pembicaraan Mereka
"Papa?"kata Alif Kaget.
"Hargai keputusan gadis kecil itu,Kamu harus memilih salah satu dari mereka, jika kamu ingin bersama Maya lupankan Yesi, tapi jika kamu Ingin Yesi lupakan Maya."ucap Pak Wira lagi
"Entahlah tuan Besar aku belum bisa memikirkan saat ini."
"Jika kamu belum bisa melupakan Yesi sampai saat ini kenapa Kamu mendekati Maya,Akhirnya gadis itu yang tersakiti, dia sudah memberikan cintanya pada kamu sepenuhnya Selama kalian berhubungan dengan Dia."ucap Alif sedikit Kesal pada Danil saat ini.
"Sekarang tidak ada lagi yang bisa kamu harapkan dari Maya, gadis itu sudah menyerah dan sangat merasa kecewa kerena sikapmu padanya."Kata pak Wira lagi.
"Lebih baik sekarang kamu Pikirkan untuk melanjutkan Blhubungan kamu dengan Yesi, cobalah berdamai dengan hati kamu,suatu saat kalian akan sama-sama bahagia, aku yakin suatu saat nantik Maya akan melupakan kamu dengan seiring waktu, hantinya yang terluka dalam olehmu berlahan-lahan Pasti bisa sembuh."ucap Pak Wira mengingatkan Danil.
"Cobalah menata hidup kamu dengan perasaan satu pada gadis yang mana yang akan bisa membahagia kamu,dan dengan siapa kamu akan bisa hidup bahagia nantik,jika kamu bisa bahagia bersama Yesi maka pilih dia jadikan dia istrinya kamu seumur hidup, jangan kecewakan Maya, dia sudah mengorbankan hati untuk kamu."kata Alif melihat Danil saat ini hanya diam saja.
"Sekarang Kamu Harus bisa memili Danil, Jangan biarkan Kedua Gadis itu kecewa Pada Kamu,dan juga kamu harus tahu kenapa Yesi bisa kembali lagi kesini, kamu harus tahu alasan Yesi.!! " kata Alif lagi.
__ADS_1
"Nantik aku coba untuk bicara padanya Tuan, saat ini aku ingin menenang diriku dulu."ucap Alif.
"Jika kamu ingin menenangkan diri maka cutilah, aku akan memberikan kamu Waktu Satu bulan ini untuk memikirkan ini semuanya."kata Alif
"Terimakasih kasih banyak Tuan."balas Danil sedikit tidak semangat.
"Pulanglag,Tenangkan diri kamu saat ini."ucap Pak Wira pada Asisten putranya itu.
"Baik Tuan,aku harus menyiapkan kerjaan sedikit lagi, setelah itu aku akan pulang."kata Danil.
"Baiklah kami akan pergi dulu,kerena Pagi ini ada pertemuan dengan rekan bisnis kita dari jakarta."kata Alif meningalkan ruangan Danil.
"Maafkan aku Tuan hari ini aku tidak bisa ikut dengan Tuan."Kata Danil pada Bosnya itu.
"Tidak masalah, aku paham."ucap Alif keluar dari ruangan itu dengan Pak Wira.
**
**
Ditempat lain saat ini Maya Dan Bibiknya Lagi membersihkan rumahnya yang sudah penuh dengan Debuh itu,dengan Semagat Maya saat ini membersihkan rumah itu, agar dia bisa tingal nyaman dirumah peninggalan orang tuanya itu.
"May,bibik akan pulang dulu, ini semua sudah bersih, kamu bisa mengeluarkan Alat masak yang sudah bibik simpan di lemari itu."kata Bibiknya Maya menujuk lemari yang ada disudut dapur itu.
"Baik Bik, nantik Maya keluarkan, tunggu Maya selesaikan mengeluarkan Pakaian Maya dulu, agar bisa Maya masukan kelemari."jawab Maya seadanya.
"Nantik siang Abang kamu akan pulang dari tempat kerjanya,semalam dia sip malam jadi dia belum pulang Pagi ini,nantik bibik akan kepasar untuk membelikan persediaan makanan untuk kamu."Kata Bibinya itu.
"Tidak Apa Nak,hanya kamu dan Abangnya kamu Yang bibik Miliki saat ini."ucap Bibiknya itu.
"Terimakasih Bik,Maya sangat meyayangi bibik, saat ini kalian saja keluarga Maya yang ada."ucap Maya pada Bibinya itu.
"Sudah jangan sedih lagi, mari kita jalankan ini semua dengan sabar Nak,suatu saat nantik kamu pasti bisa bahagia."ucap Bibiknya itu.
"Ya Bik!! "
"Bibik pulang dulu."
Setelah Sepeningalan Bibiknya Maya Menatap Seluruh ruangan rumah Sederhananya itu, dengan hati yang kuat untuk menjalankan ini semua, Maya Akan memulai kehidupan baru didesa kelahiranya tampa orang selama ini selalu ada untuknya.
Disaat Maya Masih melamun Kenzi datang Dengan Membawa Makanan Untuk sahabat dan teman baiknya itu waktu sma dulu.
"May!!! "Pangil Kenzi namun Maya tidak maeyahuti,," Oi bengong aja kerjaanya,pikirin apa sih kamu May."kata Kenzi melambaikan Tanganya itu didepan Maya.
"Eeee kamu oncong, datang juga."ucap Maya Sadar dari lamunannya itu.
"Eeh dasarnya kamu ini,kenapa sih kamu melamun saja dari tadi sampai sekarang aku lihat kamu masih juga seperti ini, berat kali beban yang kamu pikirkan sekarang ya May."coleteh Kenzi asal.
"Sangat berat Oncong!!! Jawab Maya Apa adanya.
"Gitu ya,,ucap Kenzi sedikit terdiam memperhatikan Wajah temannya itu.
__ADS_1
"Aku tahu Kesedihan kamu saat ini May,aku ikut berduka atas kepergian ibuk."ucap Kenzi pada Maya.
"Terimakasih Ya Ken, kamu selalu ada jika aku sedih."jawab Maya,Maya masih ingat masa sekolah dulu Kenzi lah tempat dia bercerita tempat keluhannya,semenjak ayahnya bercerai dari ibunya, Maya selalu bercerita pada Kenzi.
"Sudah aku ada bersama kamu, pasti kamu bisa melalui ini semua May, aku yakin kamu wanita kuat, tidak lemah."ucap Kenzi megasih semangat pada Maya saat ini.
"Aku harus kuat Ken,aku akan iklaskan ini semua, seiring waktu nantik aku pasti bisa melupakan dia."ucap Maya Mulai meneteskan air matanya.
Pas Maya Lagi bicara sama Kenzi Danil menelponnya, Maya Diam saja Melihat Nama yang ada Dilayar HPnya itu.
"Angkat May,jangan biarkan dia selalu menelpon kamu jelaskan pada nya, biar kamu bisa lepas dari ini semua."kata Kenzi
"Baiklah Ken Kamu Duduk saja disini temani aku Ken, aku tidak sekuat itu."ucap Maya Sambil mengambil HPnya itu dan memencet tombol warna hijau itu.
"May!! "ucap Danil sedikit serat.
"Ada Apa Mas?"jawab Maya
"Maafkan aku,membuat kamu pergi."
"Tidak apa Mas,aku pergi ingin menata hidup,dan menenangkan hati ini."ucap Maya menahan taagisnya.
"Bisakah kita memulainya kembali dari awal?"kata Danil sadar atas ucapannya itu menambah rasa sakit luka dihati Maya.
"Aku tidak ingin lagi melanjutkan ini lagi Mas,ada wanita lain yang juga akan tersakiti, biarkan aku saja yang terluka Mas."ucap Maya menahan sesak saat ini dengan meremas tangan Kenzi.
"Aku ingin hidup bersamamu May,aku akan mencoba lagi agar aku bisa mencintai kamu dengan sepenuh hatiku untuk kamu. "ucap Danil lagi.
"Jagan secepat itu kamu meganbil keputusan Mas,saat ini kita masih Dalam delemah,jika Mas memaksakan ini semua,aku juga yang akhirnya akan tersakiti, kerena kamu tidak akan bisa melupakan yesi dihati kamu,sebaiknya lupakan aku dan Jagan pernah lagi kamu untuk menghubungiku,Mari kita Sama-sama melupakan ini, aku harap kamu bisa menikahi wanita yang kamu sangat cintai selama ini."ucap Maya meneteskan air matanya.
"Kembalilah ke Bandung May,kita akan melanjutkan pernikahan kita ini."
"Maafkan aku, aku tidak bisa lagi untuk melanjutkan pernikahan kita,jangan paksakan diri kamu untuk aku,bukan aku yang kamu cintai Mas,Pilihlah Yesi untuk kebahagian kamu, lupakan aku."ucap Maya Menutup Pagilan itu dengan Hati hancur pelukan sahabatnya itu.
Kenzi melihat Temanya itu dengan rasa kasihan, Kenzi saat ini hanya bisa menenangkan Sahabatnya itu.
"Sudah May, jangan menagis lagi aku tidak bisa melihat kamu terpuruk seperti ini."ucap Kenzi sedih melihat kedaan Maya saat ini.
"Aku gak kuat Ken,Aku rapuh. "tagis Maya Pecah sejadi-jadinya dipekukan Kenzi saat ini.
"Menangislah sepuas-puasnya May,aku harap kamu Bisa legah dengan melepaskan rasa yang sudah kamu tahan itu."
"Sakit Ken!! aku harus kehilangan kedua orang yang sangat aku sayangi,Dalam waktu sekejap semua itu hancur menjadi debu Ken."ucap Maya meluahlan rasa sedihnya pada Ken.
"Aku paham tapi kamu tidak boleh seprti ini terus,kamu butuh untuk melanjutkan hidup kamu, bukan kesedihan saja."ucap Ken mengingatkan temannya itu.
"Sudah Jagan menagis lagi kami masih ada untuk kamu."ucap Ken lagi menghapus air mata Maya yang sudah membasahi pipinya itu.
Lama Mereka terdiam saja di ruangan tamu bersama Ken, kerena Ken melihat kesediah dan luka yang sangat dalam pada Maya saat ini dia merasakan sakit juga, dari dulu gadis ini tidak pernah merasakan kebahagian dihidupnya.
*********
__ADS_1