MANTAN TAPI CINTA

MANTAN TAPI CINTA
Kembali kedesa


__ADS_3

"Aku Kevin!" kata pria itu menyebutkan namanya dan mengulurkan tangannya pada Maya.


Lama Maya Meyambut uluran tangan kevin saat ini, sehinga pria itu kembali menarik tangannya kembali.


"Tidak apa jika kamu masih engan untuk mau berteman denganku."ucap Kevin acuh, kerena Kevin orang santai.


"Aku Maya!! "kata maya melihat arah Kevin,sedikit sendu.


"Nama kamu Cantik, secantik orangnya tapi sayang kamu orangnya pemarah."ucap Kevin Asal.


"Maafkan aku sikapku tadi bukan bermaksud begitu."ucap Maya pada Kevin.


"Lupakan saja, tidak usah membahas yang sudah berlalu,kerena tidak akan menyenangkan jika kita membahas yang tidak ada gunanya lagi, itu sangat meyakitkan."Acuh Kevin berkata seperti itu pada Maya.


"Benar kata kamu Mas,aku tidak usah memikirkan yang sudah berlalu, itu semua akan sangat meyakitkan sekali."ucap Maya dengan senyum kecutnya itu.


"Kenapa Kamu berkata seperti itu Nona, apa kamu ada masalah sehinga kamu lari dari semua itu."ucap Kevin asal menebak.


"Seperti itulah Mas keadaanku saat ini."ucap Maya Matanya menerawang jauh metatap gelap malam saat ini didalam perjalanannya.


"Maafkan aku, membuat kamu sedih, aku tidak bermaksud begitu."ucap Kevin rasa bersalah pada Maya.


"Tidak apa Mas,aku tidak tahu lagi kesedihaku saat ini pada siapa aku akan bercerita saat ini, biasanya ibu yang selalu mendegar kesa kekuhku,sudah tidak bersamaku lagi."ucap Maya sedikit sedih melihat pada Kevin saat ini.


"Ceritalah jika kamu nyaman mengeluarkan ungkapan hati kami itu padaku,aku siap mendegar kesedihan kamu saat ini."ucap Kepin menatap gadis yang rapuh dihadapannya saat ini.


"Terimakasih Mas, kamu mau mendegar keluh dan kesedihan aku."ucap Maya sedikit senyum pada Kevin.


Maya menceritakan semua apa yang terjadi padanya dia hari lalu padanya dan hubungan yang kandas dengan Danil pada Kevin saat ini,dengan kepergian ibu yang sangat disayanginya itu juga tidak tingal dari ceritanya pada Kevin.


"Seperti itu lah Mas hidupku sekrang, gadis yang malang seperti ku, tidak bisa merasakan kasih sayang orang sangat dicintai dan aku sayang selama ini, mereka pergi meninggalkan aku sendiri."ucap Maya meneteskan air matanya.


"Pakailah sapu tangan ini,lihatlah air mata kamu itu sangat berharga hanya untuk menagisin Mantan Kamu itu yang tidak bisa menilai wanita baik untuknya."ucap Kevin memberikan Sapu tangan yang ada dikantong celananya itu pada Maya.


"Terimakasih Mas."ucap Maya menghapus air matanya dengan sapu tangan Kevin.


"Sebenarnya kamu asalnya dari desa mana sih?"ucap Kevin ingin tahu.


"Aku dari desa mekar sari Mas, aku dilahirkan di desa itu sebelum ayahku meningalkan kami berdua sama ibu, kerena orang tua dari Ayahku tidak menerima Ibuku sebagai menantunya,terpaksa ibu berpisah dengan Ayah sampai saat ini."jelas Maya pada pria yang menatapnya itu.


"Sungguh meyulitkan Hidupnu May,aku saja hampir tidak percaya kamu bisa sekuat ini menhadapi ini semua."ucap Kevin memahami Maya saat ini.


"Maafkan aku Mas,aku sudah agak baikkan sedikit dapat membagi keluh kesaku pada kamu."ucap Maya sedikit senang.


"Jika kamu selalu ingin bercerita aku siap jadi teman untuk cerita kamu."ucap Kevin


"Aku tingal disebelah kampung kamu May,jika kamu tidak keberatan kita bisa saling mengunjungi, tapi aku tidak lama di desa,kerena Bundaku yang memintak untuk kembali untuk satu minggu ini saja."ucap Kevin jujur pada Maya.


"Memangnya selama ini tidak tingal didesa?"ucap Maya.


"Tidak aku menetap di jakarta selama ini,aku kebandung hanya ingin bertemu teman lama waktu kuliah dulu, karena sudah lama kami tidak bertemu."jelas Kevin.


"Ohhhh gitu ya,tidak apa Mas, walau kita tidak bisa berbicara langsung, tapi komunikasi kita tidak bisa putus."ucap Maya megasih hpnya pada Kevin.


"Kamu gadis pintar juga ya, aku gak kepikiran untuk bertukar nomor HP."ucap Kepin


"Terimakasih banyak ya Mas sudah mau mendegar ceritaku malam ini."ucap Maya sedikit memejamkan matanya.

__ADS_1


Kevin Hanya tersenyum melihat Maya saat ini,ada lucu juga pertemuan mereka yang tidak disangka di bisa sedikit akrab.


Jam lima shubuh bis mereka sampai diterminal didesa mereka berdua, kepin membantu Maya menurunkan Barang-barang Maya kereana ada dua koper yang dibawa Maya saat ini, mereka berdua beristirahat sebentar di tempat duduk tunggu penumpang saat ini.


"May Kamu bisa ikut saya saja kerena desa kamu lebih dahulu aku lewati, biar sekalian saja kita kesana."ucap Kevin pada Maya.


"Terimakasih banyak Mas, aku akan menunggu pagi saja, nantik bayak kendaraan yang akan menuju desaku."ucap Maya tidak mau merepot Kevin.


"Ini masih malam May apa lagi Diterminal ini sunyi tidak bayak orang saat ini disini, berbahaya jika kamu aku tingal sendiri disini."ucap Kevin pada Maya.


"Apa aku tidak merepotkan kamu amas, aku jadi tidak enak sama kamu Mas."ucap amaya tidak enak.


"Tidak Apa May, aku juga melewati desa kamu dahulu kok, baru desaku, jadi tidak bsalah kita sama-sama saja."ucap Kevin.


"Baiklah Mas, aku setuju apa yang kamu katakan."ucap Maya lembut.


"Kita tunggu sebentar lagi ada Adik sepupunya aku yang kan menjemput kita kesini."


Maya Hanya menjawab dengan angukkan saja pada Kevin, tidak lama Jemputan kevin datang dengan mobil bilang sangat mewah yang berenti didepan mereka berdua.


"Hai Kak, maafkan aku ketiduran jadi aku terlambat menjemput kamu."ucap Pemudah yang baru keluar dari dalam mobil itu.


"Tidak Masalah itu, sekarang kamu bantu aku mengajar Koper ini kedalam mobil."


"Kamu sebanyak ini Membawa barang?" ucap sepuluhnya Kevin.


"Tidak milikku itu Ken."


"Jadi punya siapa dong, milik setan ya."ucap Kenzi asal.


"Enak saja kamu, lihat dulu orang jika berpicara."ucap Kevin pada Sepupunya itu.


"Tunggu-tunggu kamu Maya bukan ya?"tanya Kenzi pada gadis itu.


Maya baru melihat Kenzi kerena Maya baru saja membalas chat dari Afiyah, saat melihat kepada pria yang bertanya padanya itu dia langsung berteriak kerena sudah lama tidak bertemu dengan teman sma nya dulu.


"Oncong itu, kamu!! "ucap Maya senang bertemu lagi dengan temannya dulu.


"Dasar gak punya Aklak kamu May, sudah lama tidak bertemu aku masih saja kamu pagii dengan sebutan itu."ucap Kenzi kesal.


"Peluk aku kenapa Sih Cong, aku sangat merindukanmu."ucap Maya senang.


"Malas aku meluk gadis seprti mau selalu cegeng."ucap Kenzi memeluk Temannya itu.


"May, aku juga merindukan kamu, Ririn pasti saat ini senang mendegar kamu kembali kesini lagi."ucap Kenzi


"Aku merindukan kalian, aku sendiri sekarang Ken!!!! "ucap Maya menagis dipelukan temannya itu.


"Sudah Jagan menagis. "ucap Kenzi pada temanya itu.


"Ayok kita pulang aku akan mengantarkan kamu."ucap Kenzi tahu saat ini temannya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Ayok may kamu masuk"ucap Kevin yang sudah menunggu Maya masuk kedalam mobil itu.


"Ya Mas, terimakasih."ucap Maya Masuk kedalam mobil itu.


kevin dan Kenzi juga masuk kedalam mobil itu,Mereka bertiga melakukan perjalanan ke desa mereka, dalam perjalanan itu saat ini tidak ada pembicaraan dia antara mereka saat ini kerena Kevin saat ini tertidur dibangku depan, sedang Maya hanya melamun selama perjalanan menuju desanya itu,Kenzi saat ini tidak mau bertanya banya saat ini, dia membiarkan Maya diam saja.

__ADS_1


Tidak lama Mobil yang dia bawak oleh Kenzi sampai juga dirumah Maya saat ini,Maya menatap kearah rumah yang penuh kenangan bersama sama ibunya selama dia kecil samapai dia tamat SMA.


Maya turun berlahan dengan air mata yang jatuh di pipinya saat ini, Kevin dan Kenzi paham akan kesedihan gadis itu saat ini.


"Jangan menagis lagi. "ucap Kevin memeluk Maya."


"Aku kagen ibu Mas. "ucap Maya menagis didada Kevin saat ini.


"Cobalah untuk iklas May, pasti kamu bisa mengilaskan ibu kamu pergi, dia sudah tenang disana jangan seperti ini, pasti ibu kamu juga tidak akan senang melihat kamu seperti ini."ucap Kevin paham saat ini gadis yang ada dipelukannya lagi rapuh.


"Benar May,ibu juga bersedih jika kamu seprti ini."ucap Kenzi menenangkan Maya.


Lama Maya menagis saat ini didepan kedua pria tampan dan baik itu,melihat Maya sedih saat ini Kevin tidak bisa meningalkan Maya sendiri saat ini, dia menenangkan Maya dulu, setelah tenang Maya baru mulai berbicara.


"Mas Maaf jika aku merepotkan kamu."ucap Maya menghapus air matanya itu dengan sapu tangan Kevin kasih ada pada,pas didalam Bis semalam.


"Apa kamu sudah agak tenang May?"ucap Kevin.


"Sudah Mas!! "


"Apa aku bisa meningalkan kamu ?"tanya Kevin lagi.


"Ya,aku sudah tidak apa-apa sekarang Mas,kalian berdua sudah bisa meningalkan aku, maafkan aku merepotkan kalian berdua."ucap Maya tidak enak.


"Tidak apa May, kita gerti kok saat ini kamu lagi rapuh."ucap Kenzi.


"kalau begitu kami berdua pergi dulu ya."ucap Kevin lagi.


"ohh ya Mas, terimakasih banyak atas bantuannya."ucap Maya sedikit tersenyum pada Kedua orang itu.


"Nantik aku akan kembali kesini Lagi, aku kan membantu kamu untuk membersihkan rumah ini."kata Kenzi pada temanya itu.


"Baiklah Aku tunggu kedatangan kalian."ucap Maya pada Kenzi.


"Ok, aku akan mengajak Oncong kamu yang lain itu May."ucap Kenzi pada Temanya itu.


Kenzi dan Kevin meningalkan Rumah Maya itu,saat ini hanya Maya yang tingal sendiri, Maya berjalan ketempat rumah bibiknya adik dari ibunya itu tidak jauh dari rumah nya itu.sampai dirumah bibiknya itu, Maya megetuk pintu rumah itu, tidak lama keluar wanita yang sedikit berumur juga.


"May, kamu kok disini?" ucap bibiknya bertanya.


"Bibik!!! " Maya langsung memeluk bibiknya itu dengan tagisnya lagi.


"Ada apa, ada yang terjadi dengan kamu May, bukankah saat ini kami berbahagia Nak, kerena baru menikah? mana ibu kamu ?apa kamu sama suaminya kamu kesini Nak?"Tanya bibik Maya bingung tidak melihat siapapun bersama Maya saat ini.


"Bibik aku sendiri sekarang, tidak ada siapapun denganku Bik,ibuk sudah meningalkan aku,ibu sudah tenang bik."ucap Maya diselah tagisnya saat ini dipelukan Bibiknya itu.


"Kamu tenangkan diri Nak, kita bica bicara didalam."Bibiknya itu


Sampai didalam Maya tidak dapat menahan tagisnya lagi didepan Bibiknya itu hatinya saat ini benar-benar rapuh, hancur.Maya menceritakan semua kejadian itu pada Bibinya itu apa yang terjadi saat dihari pernikahannya.


"Bibik tidak menyaka ini semua Nak, sungguh memiluhkan nasib kamu, dari kecil kamu tidak pernah merasakan kebahagiaan."ucapan hati Bibik Maya.


Setelah dua jam lamanya Maya berarada dirumah bibiknya itu, setelah itu dia kembali kerumah ibunya itu yang ditemani bibinya untuk membantu Maya,kerena rumah itu tidak seperti rumah tingal, Bibik Maya selalu membersihkan rumah itu,jadi tidak terlalu repot Maya membersihkan nya.


"Kamu yang ku kuat ya Nak menjalankan ini semuanya, pasti Tuhan merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk kamu saat ini, pria itu tidak jodoh untuk kamu Nak, pasti ada jodoh yang lebih baik darinya yang menanti kamu nak."ucap Bibik Maya.


"Semoga saja bik, aku sudah tidak mau lagi mengigat itu semua, sakit bik jika megigatnya, aku akan melupakan ini semua,agar aku bisa menjalankan hidup aku disini."ucap Maya Pada Bibiknya itu dengan rasa yang lebih baik dari kemarin dia berada di bandung kerena tidak ada tempat tumpahan keluhannya.

__ADS_1


****************


__ADS_2