My Daddy Is My Sugar Daddy

My Daddy Is My Sugar Daddy
101. Sopan Santun


__ADS_3

Hari Minggu ini Kalista bangun siang karena semalaman belajar. Ada PR yang Kalista lupa kerjakan saat di sekolah, jadinya PR itu harus dibawa ke rumah buat diselesaikan.


Iya, Kalista tipe yang jika diberi PR, di bangku sekolah hari itu juga bakal ia kerjakan agar tidak jadi PR. Kalista benci beban soalnya.


Siang nyaris jam dua belas baru Kalista turun, lengkap dengan mata bengkak sehabis tidur walau sudah cuci muka.


Makanya mana Kalista tahu kalau hari ini ada tamu.


"Siapa?" tanyanya berbisik pada Agas.


"Ibu dari Nyonya Cassandra, Nona. Sepertinya datang menemui Tuan Muda Rahil. Hari ini Tuan Muda genap berusia delapan bulan."


Oh. Kalista jarang berinteraksi dengan si Rahil jadi mana dirinya tahu anak itu sudah delapan bulan.


Karena Kalista adalah tipe anak yang suka sembunyi jika ada tamu, maka dirinya lewat saja tanpa memedulikan sekitar. Toh, tidak ada keharusan menyapa, kan?


"Baru bangun, Non." Latifah menyapa Kalista sementara tengah mengelap piring di wastafel. "Tadi Oma nyuruh saya bikinin sandwich buat Non Kalista. Mau saya bawain ke kamar tapi pintunya Non kunci."


"Ohya? Makasih ya." Kalista langsung mengambil sandwich yang dibuatkan untuknya. Makan sambil berdiri melihat Latifah. "Bibi yang lain ke mana?"


Ada total empat asiaten rumah tangga di rumah ini termaksud Latifah, biarpun Kalista baru kenal dengan Bi Tina saja. Mereka tidak terlihat padahal biasanya sudah sibuk bikin makanan di dapur.


"Masih pada di supermarket, Non. Soalnya kan hari ini mau acara makan-makan. Ohiya, Non Kalista katanya pesen apa?"


Kalista memiringkan wajah, langsung berpikir karena ditanya. "Pizza?"

__ADS_1


"Satu aja, Non? Rasa apa?"


"Hmmmmmm, enggak tau. Pokoknya banyakin kejunya, dagingnya, sosisnya, sausnya."


Latifah tertawa kecil. "Non mah suka ngada-ngada."


Tawa ramah itu membuat Kalista ikut tertawa. Walau di awal Latidah seperti canggung pada Kalista, pelan-pelan dia menerima Kalista dan Kalista secara pribadi suka padanya.


Tidak ada alasan khusus. Soalnya dia baik jadi Kalista suka saja.


Setelah makan dan minum sedikit, Kalista merasa harus naik buat mandi. Bergegas ia berlalu, melewati lagi ruangan yang ditempati oleh tamunya Kak Cassie ketika tiba-tiba terdengar suara cukup jelas.


"Enggak sopan."


Hah?


"Ada tamu tuh disapa sebentar, basa-basi sopan. Ini malah langsung nyelong. Udah bangun siang, turun doang buat makan, nyapa aja enggak bisa."


"Mama."


Kalista langsung berbalik. "Maksudnya saya?"


Sejauh ini Kalista jarang berkonfrontasi langsung dengan orang yang benci pada statusnya di rumah ini, karena status Kalista yang sebelumnya. Tapi, bukannya Kalista juga terkejut.


Mau tahu orang kaya makanan hariannya apa? Sopan santun.

__ADS_1


Sopan santun mereka dimakan jadinya tidak dipakai.


"Peraturan dari mana sopan santun itu artinya nyapa orang enggak dikenal?" Kalista melipat tangan.


Ah, apakah ada seseorang yang ingat? Waktu awal datang, Kalista bilang pada Rahadyan kalau ada yang berani mengajaknya bertengkar, dia bakal Kalista hajar sampai mampus.


"Emangnta Tante nih siapa sampe saya mesti nyapa?"


Ibunya Cassie langsung terlihat seperti habis menelan seonggok batu. Nampaknya dia tidak menyangka kalau anak gundik ini bakal melawan.


"Dasar enggak sopan!" teriak wanita itu marah. "Kamu kira ini tempat kamu sampe berani ngomong kasar sama saya?!"


"Emang ini tempat Tante buat bikin peraturan saya mesti ngomong apa?"


Cassie menjadi panik saat melihat kedua orang beda generasi itu saling menatap penuh kebencian.


"Ma, udah dong." Wanita muda itu coba meredakan amarah ibunya. "Kalista, udah yah, Dek. Jangan kayak gini."


Tapi perkataan itu hanya dianggap angin lalu, karena ibunya langsung berdiri. Menatap nyalang pada Kalista.


"Kamu anak pelacurr jangan kira rumah cucu saya jadi rumah kamu!"


Kalista malah mengangkat dagu dan tersenyum songong. "Faktanya saya cucu pertama bukan cucu Tante, jadi terima kenyataan dong."


Dasar ibu-ibu menyebalkan. Wleeeeek 😝.

__ADS_1


*


__ADS_2