My Daddy Is My Sugar Daddy

My Daddy Is My Sugar Daddy
128. Jodohin Aku Sama Dia


__ADS_3

Sergio ikut tertawa kecil melihat bagaimana Kalista benar-benar dipamerkan malam ini. Bahkan Sergio tidak menyangka kalau Cassandra secara langsung memainkan piano, bernyanyi lagi cinta sementara dua bersaudara itu naik menjemput Kalista.


Saat Sergio menoleh, ia bisa melihat jelas cukup banyak wajah yang 'kena mental'. Tidak banyak orang yang mau melakukan hal seperti ini demi anak haram, apalagi anak gundik.


"She deserves this right, Rahil?"


Anak kecil di gendongan Sergio ikut tertawa meski tidak paham.


Biarlah orang mau bicara apa. Entah soal Kalista merebut posisi Rahil atau soal warisan yang seharusnya milik Rahil. Yang jelas malam ini, orang tua Rahil, termasuk Rahil sendiri tampaknya sangat menikmati pesta untuk si Anak Gundik.


"Aku penasaran kayak gimana sebenernya cewek enggak bener yang Mami omongin," ucap seseorang tiba-tiba berdiri di sisi Sergio. "Tapi kayaknya gosip emang enggak selalu bener."


"I knew it," balas Sergio, ikut bangga. "She's pretty, right? And she's mine, anyway."


Julio, kakak sulung Sergio, tertawa mendengarnya. "Mami bakal histeris kalo dengerin kamu ngomong."


"Bukan urusanku," ucap Sergio cuek. "Urusan istri ya urusan lain. Intinya aku enggak di umur mesti ngurusin istri so itu pacar aku."


"Okay, do whatever you want." Julio menunduk untuk mencubit kecil pipi Rahil. Anak itu langsung merespons dengan tawa yang membuat Julio gemas. "Sini sama Om, buddy."


Rahil dengan senang hati berpindah gendongan.Gara-gara itu Sergio pun terbebas, karena sejak tadi ia sebenarnya pegal menggendong Rahil.

__ADS_1


"Bro, mau kenalan sama Kalista?"


Julio mengangkat alis tapi mengangguk dan mengikuti langkah Sergio. Karena Kalista juga sudah turun dan memeluk Oma juga Opa-nya, sekarang tak masalah mendekati mereka.


"Kalista."


Gadis itu menoleh, mengenali suara Sergio. Tapi dengan cepat tatapan Kalista bergeser pada Julio dan matanya terbelalak cengo.


Anjritt! Kalista mengumpat dalam hati. LEBIH HOT DARI KAK AGAS!


Sergio yang tidak sadar tengah menginjak ranjau dengan polosnya menepuk punggung sang kakak dan berkata, "Kenalin, ini Kakak gue, Julio. Julio, ini Kalista, pacar—"


"Hei, Kak." Kalista tersenyum-senyum menatap wajah Julio. "Aku Kalista. Bye the way Kakak ganteng banget, aku jadi buta mendadak."


Julio yang melihat Kalista terang-terangan menatapnya penuh rasa tertarik tentu saja bingung. Julio mendengar dari Mami bahwa Kalista adalah perempuan murahan yang suka menggoda laki-laki, seperti ibunya. Tapi melihat dia tadi, Julio berpikir bahwa Kalista adalah gadis baik-baik yang dilukai oleh gosip.


Sekarang ... setidaknya Julio bisa bilang dia sangat amat jujur.


"Makasih," respons Julio agak ragu. "Kamu juga cantik banget, bye the way."


"Ohya?" Kalista menggeser dirinya pada Julio. "Aku single, bye the way lagi, Kak."

__ADS_1


Julio menatap Sergio dan tak bisa menahan tawanya lagi. Astaga, dasar anak remaja.


Dia terang-terangan selingkuh dari tunangannya, tapi pacar yang dia akui malah terang-terangan mau selingkuh dengan kakaknya.


"You!" Sergio melotot pada Kalista dan menarik lengannya. "You stupid little biitcch! He's my brother!"


Kalista tersenyum lebar. "Ohya? Tipenya kayak gimana?"


"I'm gonna kill you."


Rahadyan yang sempat kehilangan nyawanya seketika tersadar, meraih Kalista dalam pelukannya.


"Jauh-jauh dari anak saya, dasar gigolo murahan!" bentak Rahadyan pada Sergio, Julio, bahkan Agas yang sejak tadi cuma menahan tawa.


Kalista malah mesem-mesem memeluk Rahadyan. "Papa, jodohin aku sama dia," bisiknya manja.


"GAK!"


"Papa, pleaseeeeeee! Pleaseeeee, mau yang itu! Please, Papa, dia ganteng banget!"


Mulai detik itu, Rahadyan tidak membiarkan Kalista lepas dari pelukannya, bahkan saat potomg kue. Dan Agas secara langsung ditugaskan oleh Rahadyan untuk menjauhkan Julio dari jangkauan mata Kalista.

__ADS_1


*


__ADS_2