My Daddy Is My Sugar Daddy

My Daddy Is My Sugar Daddy
51. Identitas Agas


__ADS_3

Kalista menelan ludah memandangi udara kosong di antara dirinya dan Agas.


Ini bohong, kan? Bahkan kalau Rahadyan itu sinting dan tidak waras, dia masih belum masuk kategori ODGJ sampai dia bertindak tanpa otak, kan?


Soalnya satu orang, satu miliar sebulan itu ....


Tapi kalo diliat lagi, Kak Agas tuh enggak cocok jadi pengawal doang. Kalista mengamati Agas secara cermat untuk pertama kalinya, bukan dengan ketertarikan semata.


Gantengnya enggak kaleng-kaleng. Gue yakin tadi di sekolah banyak cewek cemberut ngeliat gue sama Kak Agas. Terus auranya kayak ... kayak ... kayak orang yang suka pake mobil harga segunung kalo ke mana-mana.


Kalista sudah yakin Agas memang tidak pantas jadi pengawal. Tapi nyatanya dia 'cuma' pengawal.


"A-aku mau ngobrol sama Sergio berdua."


Kalista rasa ia harus mengonfirmasi secara langsung. Masa sih si Rahadyan itu membuang uangnya secara tidak berguna untuk Kalista?


Belanja baju memang dia biarkan. Kalista juga ingat yang habis untuk belanjaannya kemarin itu bukan puluhan juta saja, tapi ratusan.


Masalahnya, ini berbeda.


Masa Agas dibayar semahal itu cuma buat mengikuti Kalista tanpa melakukan apa-apa lagi? Serius?


Satu miliar buat pekerjaan mengekori Kalista ke mana-mana tanpa tujuan jelas?


"Nona tidak boleh melajukan hal tercela seperti itu." Agas berbicara lembut seolah tidak menyadari alasan Kalista menjadi gugup.


"Jika ingin bicara, bagaimana kalau saya mendampingi Nona? Bukankah saya sudah jadi bagian dari hari Nona?"


Pipi Kalista memanas. Susah menolak kalau Agas sudah menatapnya penuh kasih sayang begitu.

__ADS_1


Tapi tidak. "Pokoknya aku mau sama Sergio. Kak Agas pergi dulu istirahat. Bye!"


"Nona—"


"PAPA, KAK AGAS AKU SURUH ISTIRAHAT, YAH? OKE? OKE!"


Kalista buru-buru menarik pintu kamar Sergio terbuka, lalu masuk ke dalam.


Di dalam kamar Sergio yang baru saja mengakhiri panggilannya jadi terkejut.


Tapi Sergio tidak bisa meresapi rasa terkejut itu karena Kalista buru-buru datang, menariknya berdiri.


"Apaan?!" Sergio terkejut tangannya ditarik ke pojok jendela. "Kalista, lo tuh—"


"Sssshhhhtt! Jangan berisik! Nanti Om Enggak Guna denger."


Yamakanya itu dia tidak boleh berada di sini atau nyawa Sergio terancam!


"Gue denger lo bilang Kak Agas dibayar satu M sebulan. Lo bohong, kan?"


"Hah?"


"Ayo ngaku! Kak Agas mana mungkin digaji segitu!"


Sergio mengerjap bingung, tapi setidaknya dia cukup cerdas buat paham pertanyaan Kalista. Pemuda itu berdeham, lalu menatap Kalista dengan sorot mata aneh.


Gue lupa dia kemarin-kemarin cuma orang biasa, begitu batin Sergio.


Soalnya siapa kaum elitis yang tidak tahu Narendra? Itu ibaratnya keluarga kerajaan di negara ini.

__ADS_1


"Lo kenal Narendra?"


"Gak, ngapain? Gue nanyain Kak Agas."


Yamakanya Sergio bertanya begitu.


Hadeh, capek juga menghadapi cewek ini.


"Agas tuh anak buahnya Narendra. Ya simpelnya sih kayak, orang yang kerja buat Narendra dan dilatih buat itu. Terus Narendra itu ... anggep aja mereka kayak keluarga ratu-raja."


"Lo ngomong apa, sih?"


Jelas Kalista tidak paham.


Sergio putar otak buat menjelaskan dengan bahasa yang orang tololl pun pasti paham. Akhirnya setelah putar otak sana-sini, Sergio dapat ide juga.


"Enggak ada di negara ini yang mau macem-macem sama Narendra. Bukan masyarakat kecil atau awam, tapi orang-orang yang main politik, bisnis dan segala macemnya itu. Semua orang takutlah (simpelnya) sama mereka, tapi mereka juga enggak dipublish jadi lo enggak bakal tau kecuali lo udah sering terlibat sama urusan-urusan negara."


Kalista bengong.


"Artinya Agas tuh dibesarin sama keluarga macem itu. Jadi kalo mau disingkat banget, dia diibaratin tuh keluarga jauhnya Narendra, bisa juga wakilnya Narendra. Makanya dia enggak murah."


"Terus kenapa dia di sini? Kenapa orang penting kayak gitu ngikutin gue?"


Sergio menghela napas lelah. Orang ini kadang pintar kadang bloon, yah.


"Ya karena pengawal Narendra yang paling bagus di antara semua jenis pengawal yang bisa lo sewa. Lo mungkin enggak tau yah, tapi yang nyewa pengawal Narendra itu biasanya cuma orang yang penting banget. Emang bukan jenis pengawal yang bisa disodorin ke orang banyak."


Kalau begitu ....

__ADS_1


*


__ADS_2