
Kalista bukan tipe perempuan yang suka terkejut pada perhatian orang terhadapnya. Entahlah, mungkin karena Kalista tidak menganggap itu penting atau mungkin juga Kalista terbiasa.
Bagaimanapun, Kalista adalah gadis cantik dan hukum dunia ini mengatakan semua gadis cantik akan mendapat perlakuan yang baik.
Jadi awalnya Kalista tidak terkesan pada rahasia Rahadyan.
"Kayak stalker." Kalista cuma berkomentar begitu waktu membongkar map berisi informasi Kalista lengkap dengan foto-fotonya.
Bukan cuma foto baru, tapi bahkan foto waktu Kalista TK, SD, SMP, semuanya ada. Orang tua itu mengumpulkan hal-hal tidak berguna.
"Nona ternyata orang yang dingin."
Kalista mendongak. "Keliatan gitu?"
Mata Agas mengamatinya. "Ya, Nona. Entah Nona hanya berusaha menjaga perasaan Nona atau memang Nona tidak menyadarinya."
"Hmmm." Kalista mengangkat bahu, tidak merasa Agas sedang menyuruhnya buat berhenti.
Tentu saja Kalista punya perasaan tapi ya mungkin saja ia tidak sesensitif gadis lain di umurnya ini.
Rahasia Rahadyan itu Kalista masukkan lagi ke dalam mapnya. Tidak terlalu merasa itu istimewa cuma karena Rahadyan mengumpulkan informasi soal dirinya selama ini.
Daripada itu ....
"Kak Agas bilang aku dingin, yah? Berarti maksudnya aku enggak sensitif sama perasaan orang?"
"Bisa Nona anggap demikian."
"Kalo gitu, aku bakal nanya. Orang tua Kak Agas ke mana?"
__ADS_1
Jauh lebih penting bagi Kalista tahu soal itu. Apalagi Agas berkata dia tidak punya orang tua.
"Kok Kak Agas ketawa?"
Ya, Agas tertawa kecil mendengar pertanyaan Kalista.
"Tidak, Nona. Hanya saya merasa Nona dan seseorang sedikit memiliki kemiripan."
"Hm?" Kalista memiringkan wajah bingung.
"Saya yatim piatu—atau setidaknya saya menganggap begitu sejak lahir. Orang-orang menyebut saya anak buangan."
Kalista tersentak. "Kok ...."
"Orang tua saya, ya, sama seperti Nona yang tidak ada biarkan tidak ada. Saya tidak mencari mereka dan tidak tertarik melakukannya. Daripada itu, saya dilatih dan dibesarian oleh Narendra sebagai pengawal. Hanya itu kisah hidup saya."
Sangat sederhana tapi pelik.
"Kak Agas enggak pernah nyalahin siapa-siapa soal hidup Kak Agas? Kayak, kalo aja Kak Agas enggak dibuang mungkin hidup Kak Agas bakal lebih baik?"
"Mungkin saja." Agas tersenyum damai. "Walaupun sekarang perasaan semacam itu tidak ada. Saya menikmati hidup saya dan pilihan saya melayani Nona Lissa."
Mulut Kalista langsung cemberut. "Emang apa bagusnya sih Lissa-Lissa-nya Kak Agas? Masih lebih cantikan aku kan daripada dia?"
"Mohon maaf, Nona, tapi itu sebuah penghinaan. Kecantikan Nona Lissa adalah berkah dari surga."
Kalista melotot horor mendengar Agas malah memuja orang itu di depannya.
"Kalo gitu aku lebih pinter!"
__ADS_1
"Mohon maaf, Nona, kecerdasan Nona Lissa sedikit tidak masuk akal dibandingkan dengan Nona."
"Kak Agas ngelebih-lebihin dia deh!"
Agas mengangkat bahu acuh tak acuh. "Jika harus mengatakan kekurangan Nona Lissa," pria itu mengamati Kalista sebelum menghela napas muram, "saya rasa itu hanya tubuhnya. Beliau tidak bisa berjalan sejak beberapa tahun terakhir."
Perkataan itu menghilangkan cemberut di wajah Kalista. Sekali lagi gadis itu memiringkan wajah, penasaran pada kisah Agas.
"Dia kecelakaan?"
"Tidak—ya, mungkin saja bisa disebut begitu. Tubuh Nona Lissa memang sudah lemah sejak lahir. Nona tahu, Nona Lissa pernah nyaris mati hanya karena beliau bermain lari-larian dengan adik kembarnya."
Kalista mengerjap terkejut. "Ohya?"
"Ya, Nona. Lalu, kondisinya diperparah saat Nona Lissa tenggelam di danau saat masih kecil. Sejak saat itu Nona selalu sesak napas jika berjalan sebentar. Nona juga sering pingsan karena menaiki tangga kastel. Karena itu dibutuhkan banyak pengawal menjaga Nona."
"Dia jatuh dari tangga?"
"Tidak, Nona. Kematian Nyonya Narendra, ibu dari Nona Lissa yang jadi alasan. Beliau mengalami guncangan psikologis dan pelan-pelan kehilangan kakinya."
Kalista menghela napas. "Orang cantik punya banyak masalah."
Agas tersenyum. "Setidaknya saya setuju."
"Tapi bentar. Antara Lissa sama aku, mana yang lebih baik? Aku dong?"
"Benar."
Eh? Kalista pikir dia bakal menjawab 'Nona Lissa paling baik'.
__ADS_1
"Nona Lissa adalah salah satu gadis tercantik di dunia, menurut saya. Tapi beliau juga ... gadis terburuk yang pernah ada."
*