My Daddy Is My Sugar Daddy

My Daddy Is My Sugar Daddy
66. Langsung Strike


__ADS_3

Kalista pundung mendengar kalimat super jujur dari Sergio itu.


Bahkan setelah Kalista cari ke seluruh sudutnya google, instagram bahkan facebook, rupa dari Lissa Makaria Narendra itu tidak nampak.


Iya, namanya Lissa Makaria Narendra.


Dari namanya saja sudah terkesan seorang putri gitu. Ternyata usut punya usut, dia bukan orang yang Agas layani dulu tapi memang tuanya Agas sampai sekarang.


Tapi pengawal Narendra digilir. Katanya Agas cuma sedang libur dsri tugas utama, makanya dia sekarang bertugas menjaga Kalista sampai liburnya dia selesai dan dia bakal kembali ke Papua nanti buat tugas lagi, dengan si Lissa itu.


Alhasil, Kalista cemberut sepanjang hari.


"Kamu kenapa, Sayang?" Oma memerhatikan wajah cemberut Kalista waktu mereka makan malam bersama. "Kenapa? Papamu bikin kamu kesel?"


Rahadyan yang mendengar suaranya disebut langsung tersentak.


Apaan dirinya lagi? Rahadyan malah dari tadi menahan kepo apa gerangan yang membikin Kalista ini cemberut?


Jangan-jangan dia marah karena kemarin Rahadyan memanggilnya sayang?


Tapi Kalista menggeleng. Membikin semua orang bungkam agar dia tak merasa sedang didesak.


"Gimana kalo kamu jagain Rahil sama Papamu?" Raynar tiba-tiba melemparkan sebuah saran. "Om sebenernya mau ketemu temen sama Cassie sekarang, jadi gimana kalo kamu temenin Rahil aja? Nanti Om beliin hadiah kalo pulang."


Rahadyan melotot mendengar adiknya berbohong.

__ADS_1


Halah, dusta besar dia mau bertemu teman. Sejak Rahil masih dalam kandungan, orang ini sudah membatasi Cassie tidak bertemu banyak orang kecuali sangat penting, biar manti Cassie tidak terpapar hal-hal negatif dari luar yang bikin istrinya stres.


Apalagi, Cassandra itu sebenarnya anak introvert yang hobinya di rumah tidur-tiduran.


Dia pasti cuma mau menjebak Rahadyan bersama Kalista.


Ya bagus sih niatnya, cuma bagaimana kalau Kalista ngamuk disuruh menjaga anak kecil?! Yang ada Rahadyan bertengkar lagi dengan anaknya!


"Yaudah." Kalista menjawab tapi Rahadyan malah terkejut. "Aku juga mau ngomong berdua sama Om."


HEEEEEE? SERIUS, BAMBANG?!


Rahadyan sampai ternganga mendengar Kalista berkata demikian, tapi buru-buru Rahadyan berdehem, pura-pura tidak kaget.


Hehe, jangan bilang teknik sayang kemarin ampuh? Haduh, cewek memang kalau sudah dipanggil sayang segalanya bakal lebih mudah.


Tak sampai setengah jam kemudian, Rahadyan dan Kalista sudah ditinggal berdua di ruang bermainnya Rahil. Pintu bahkan ditutup rapat oleh Raynar, seakan-akan takut ada satu dari mereka yang kabur.


Tapi tidak mungkin Rahadyan, soalnya sekarang ia bersenang-senang dalam hati. Menatap gemas pada Kalista yang diluar dugaannya tak canggung memegang Rahil.


Pikir Rahadyan dia tidak suka anak-anak soalnya dari kemarin cuek.


"Ehem." Rahadyan berdehem palsu. "Kamu suka anak kecil, Kalista?"


Masih ada di otak Rahadyan dugaan anaknya bakal melotot atau berkata 'enggak usah nanya-nanya'.

__ADS_1


Tapi ternyata trik sayang kemarin jitu karena Kalista cuma diam sebentar, sebelum dia menjawab dengan suara sangat tenang.


"Enggak."


"Enggak?"


"Anak kecil suka takut sama aku. Kadang pada nangis duluan."


Rahadyan memandang wajah anak itu dan bersumpah tidak akan pernah berkata bahwa dia memang seram kalau tidak senyum.


Kalian tahu kan ada tipe-tipe wajah yang kalau dia tidak berusaha senyum, mukanya terkesan seperti ngajak tawuran? Nah, mukanya Kalista begitu.


Itu bukan dari Rahadyan, kayaknya dari Mama, Omanya Kalista.


"Rahil anaknya pemberani. Dia enggak mgejudge orang dari penampilan—maksudnya dia biasa aja sama orang baru."


Duh, mulut ini.


Kalista tidak melirik Rahadyan tapi dia melihat Rahil yang menjulurkan tangan ke padanya. Anak itu minta digendong. Dan Kalista cukup paham buat mengambilnya.


"Om kenapa enggak nikah juga?"


Langsung strike.


*

__ADS_1


__ADS_2