My Daddy Is My Sugar Daddy

My Daddy Is My Sugar Daddy
71. Cinta Pertama Kalista


__ADS_3

"Nona, sudah waktunya bangun. Ini hari Senin jadi Nona harus berangkat ke sekolah."


Kalista menggeliat malas pada suara lembut Agas yang membangunkannya. Rasa kantuk masih menyelimuti Kalista, jadi daripada berpikir harus ke sekolah karena ini hari Senin, Kalista lebih suka berpikir kalau hari ini ia akan tidur sampai jam sebelas siang.


"Nona, ayo bangun dan bersiap."


Kalista mengerang. "Hari ini aku pengen libur aja."


Sebagai anak dari orang yang menyewakan pengawal berharga satu miliar sebulan, Kalista bebas dong mau libur kapan saja?


"Nona."


Kalista mendengar tapi matanya sangat berat untuk terbuka. Dibiarkan saja Agas berusaha membangunkannya sementara Kalista malah berusaha kembali tidur.


Kesadaran Kalista sudah sangat tipis ketika samar-samar ia mendengar suara lain.


"Kalista, kamu enggak bangun, Nak?"


Itu suara Rahadyan. Tapi sekali lagi, Kalista terlalu mengantuk buat merespons.


"Sayang." Sebuah tangan mendarat di sisi wajahnya dan mengusap-usap sudut mata Kalista. Meskipun tahu itu Rahadyan, Kalista sedikitpun tidak merespons. "Kamu kenapa?"


"Ngantuk," jawab Kalista tanpa sadar.


".... Yaudah. Kamu tidur."


Sudut bibir Kalista melengkung tanpa ia sadari sama sekali. Mana mungkin Kalista tahu bahwa sekarang ekspresinya terlihat lembut karena menikmati elusan tangan Rahadyan.

__ADS_1


Sementara Rahadyan yang menyaksikan itu ikut tersenyum.


Ternyata benar kata Bu Direktur. Kalista diam-diam sudah sedikit membuka diri pada Rahadyan, tapi masih sangat sedikit hingga kebanyakan dia menunjukkan pemberontakan saja.


Imutnya anak gue. Rahadyan menepuk-nepuk pelan kepala Kalista sambil terus tersenyum puas. Kalau Agas tidak ada, kayaknya Rahadyan bakal mencium-ciumi Kalista sekarang saking gemesnya.


Bodo amat deh dia bolos sekolah atau tidak. Toh cuma sekali.


Bahkan Rahadyan benci hari Senin, jadi terserah saja.


"Saya akan menghubungi sekolah dan memberitahu Nona Kalista akan masuk di jam pelajaran kedua, Pak."


Suara Agas menyentak Rahadyan, tapi ia tetap mengangguk setuju.


Secara terpaksa rasanya, Rahadyan menarik tangan dari mengelus kepala Kalista. Ia berdiri, bermaksud untuk keluar dan memberitahu Latifah agar menyiapkan sarapan Kalista di kamar saja.


Namun suara Agas menghentikannya.


Rahadyan mengangkat alis seketika. Tentu bukan tidak boleh, tapi pengawal Narendra yang ia tahu tidak banyak tanya dan lebih suka mengambil kesimpulan dari hasil observasi mereka sendiri.


Sampai dia mengajukan pertanyaan, itu agak aneh.


"Apa?"


"Apa maksud Anda tentang membuat Nona tidak menyukai saya?"


Lah? Dia mempertanyakan hal itu? "Kamu enggak tau?"

__ADS_1


"Tentu saya tahu. Membuat orang membenci saya itu cukup mudah. Tapi bagaimana saya melakukannya ketika saya juga harus menjaga Nona dan tidak membuatnya menangis?"


....


Rahadyan loading.


Satu.


Dua.


Tiga.


"Mmm." Seketika, Rahadyan mengerang samar.


Benar juga yah. Bagaimana Agas bisa membuat Kalista berhenti suka padanya kalau dia juga harus bersikap lembut? Duh, Rahadyan sepertinya memberi perintah sambil terbawa emosi makanya begini.


"Ehem." Buru-buru Rahadyan berdehem, pura-pura tenang padahal sedikit malu. "Maksudnya, seenggaknya Kalista enggak bakal nangis kalo kamu enggak ada nanti."


"Saya merasa itu bisa dilakukan dengan mengalihkan rasa sukanya pada subjek lain. Maksud Anda, Nona Kalista boleh menyukai Sergio?"


"Gak!" Rahadyan langsung melotot. "Kan ada opsi saya! Alihin aja sukanya ke saya, bukan malah Sergio!"


Enak saja Sergio yang dapat jatah rasa cinta Kalista. Cuih, cuih. Seorang ayah haruslah jadi cinta pertama anak perempuannya. Jadi sebelum Rahadyan, bahkan jika malaikat yang turun ke dunia juga tidak bakal ia sudi memberikan posisi sebagai cinta pertama Kalista.


Sementara itu Agas, yang diam saja setelah perkataan Rahadyan, hanya bisa menaruh pendapat dalam pikiran.


Bukankah rasa suka Kalista pada Agas itu rasa suka pada lawan jenis? Bagaimana bisa dialihkan pada Rahadyan yang secara harfiah adalah ayahnya?

__ADS_1


Hah. Agas baru merasa bahwa Rahadyan memang sedikit merepotkan untuk diladeni.


*


__ADS_2