My Daddy Is My Sugar Daddy

My Daddy Is My Sugar Daddy
42. Kepribadian Ganda


__ADS_3

Setelah membuat drama panjang untuk alasan yang sepenuhnya tidak penting, Kalista sekarang duduk di kursi penumpang mobil Rahadyan yang dikemudikan oleh Agas.


Kalista tidak tahu banyak soal mobil, karena yang ia peduli cuma naiknya. Tapi kalau harus berkomentar, mobilnya Rahadyan ini kayaknya lebih mahal dari harga seluruh organnya Kalista.


"Ini pasti mobil yang pajaknya satu M."


Sergio di depan sana menoleh. "Lo kenapa dah dari kemarin ngomongin pajak mulu?"


"Ya jelaslah nyusahin Om Enggak Guna!"


Sergio menutup wajahnya dan terlihat depresi. "Kepribadian ganda."


"Hah?"


"Gak."


Cih, dasar tidak penting.


Kalista sebenarnya sebal Sergio malah duduk di depan padahal Agas juga di depan. Harusnya yang di depan itu Kalista.


Tapi Rahadyan bersikeras untuk hal ini, mengatakan kalau Kalista adalah seorang Nona dan seorang Nona itu duduknya di kursi khusus Nona.

__ADS_1


Omong-omong, dia tidak mengantar Kalista sebab ia membuat drama panjang yang berakhir Rahadyan merasa sangat berdosa bahkan untuk muncul sebagai bapaknya.


Tak lama setelah mobil berjalan, tahu-tahu mereka sudah sampai. Kalista bergegas turun hanya demi meraih tangan Agas. Ia mau digandeng biarpun satu sekolah melihat.


Tidak, Kalista malah mau satu sekolah melihat.


Siapa yang enggak bangga digandeng pangeran ganteng? Huh, Kalista malah mau digendong kalau bisa.


"Kalista!" Sergio melotot padanya lagi. "Lo tuh—"


"Shuuuuuuut!" Kalista muak mendengar suara dia. "Udahlah, diem. Kalo lo enggak puas, yaudah lo pacar gue, terus Kak Agas tuh sodara gue. Beres!"


"Beras-beres-beras-beres, berak!" Sergio tampak mau menggigitnya. "Lo kira satu sekolah enggak ada yang tau lo siapa? Nyokap lo siapa aja kayaknya mereka tau!"


Kan hot juga memikirkan Agas memakai kemeja hitam dan celana formal lalu masuk ke kelas sambil berkata, "Baik anak-anak, hari ini pelajaran akan dimulai, harap diam."


Ternyata Kalista terlalu berharap. Agas datang ke sini sebagai pengawal Kalista.


Dengan kekuatan uang sogokan dan orang dalam, Kalista diperbolehkan membawa masuk seorang pengawal.


Satu-satunya saat Agas meninggalkan sisi Kalista adalah saat ada kelas. Katanya Agas akan menunggu di depan kelas.

__ADS_1


Tanpa disadari oleh mereka bertiga, dari jarak yang cukup jauh, pelataran lantai dua gedung sekolah, seorang gadis berdiri memerhatikan mereka.


Dia adalah Astrid, salah satu orang yang mendengar bukan hanya kepindahan tapi juga cerita dibalik kehadiran Kalista.


Dia mendengar dari sang Mama kalau anaknya Rahadyan adalah anak pelacurr yang dihamili Rahadyan saat masih sangat muda. Mama bilang Kalista adalah keturunan tercela dan tidak layak baginya ada, apalagi diakui sebagai salah satu anak elitis.


Namun Astrid tidak peduli pada itu.


Astrid lebih peduli pada bagaimana Kalista datang beriringan dengan Sergio.


Aku emang denger Gio dipaksa ngajarin dia kemarin-kemarin.


Astrid menatap tajam pada bagaimana Sergio dan Kalista terlihat sangat dekat.


Mereka bicara akrab. Bahkan Sergio berulang kali seperti sengaja mencari wajah Kalista cuma buat bicara.


Buat apa?


Buat apa Sergio dekat dengan anak pelacurr itu? Kalau cuma soal urusan mengajari, dia kan bisa mengajarinya tanpa harus dekat.


Kenapa malah kelihatannya mereka dekat?

__ADS_1


Astrid tidak menyukai fakta itu.


*


__ADS_2