
Setelah mendapatkan serlok dari Ze, Evan bergegas menuju tempat tersebut. Di sana Ze sudah tidak sabar menunggu kedatangan Evan. Beberapa kali ia melirik jam tangan kecil yang kini melingkar di pergelangan tangannya.
Beberapa menit kemudian.
Tin ... tin ....
Sebuah mobil sport mewah berhenti tepat di hadapannya. Ze terpelongo dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya.
"Ayo, Ze! Masuklah," ajak Evan sembari membukakan pintu mobil untuk Ze.
"Te-terima kasih," sahut Ze dengan terbata-bata.
Ze segera masuk sambil memperhatikan interior mobil milik Evan tersebut. Ia benar-benar tidak percaya bahwa dirinya bisa menyentuh, bahkan bisa masuk dan duduk di mobil mewah sekelas itu.
Padahal sebelumnya, jangankan bermimpi menyentuh benda mewah nan mahal itu, bisa melihat benda mewah itu lewat di depan matanya pun, Ze sudah senang.
"Bagaimana, mobilnya bagus 'kan?" tanya Evan sambil tersenyum melihat reaksi Ze saat itu.
"Ya, mobilmu sangat keren. Kapan aku bisa punya yang seperti ini, ya?" sahut Ze, masih memperhatikan sekelilingnya.
"Mungkin, suatu saat nanti," jawab Evan tersenyum sembari melajukan mobil tersebut menuju sebuah restoran mewah di pusat kota. Di mana Aldi dan Daniel sudah menunggu kedatangan mereka.
Ternyata, tanpa sepengetahuan Ze, Bu Lidya mengintip anak perempuannya itu dari kejauhan. Ia kesal setelah tahu bahwa Ze sudah berbohong kepadanya.
__ADS_1
"Ish, bocah itu! Bilangnya sama perempuan, lah yang jemput laki! Awas kamu, Ze," gerutu Bu Lidya seraya melangkahkan kakinya pulang ke rumah.
Di perjalanan Ze dan Evan.
Beberapa kali Evan melirik Ze dan memperhatikan penampilan sederhana gadis itu sambil menyunggingkan senyuman tipis. Walaupun sebenarnya saat itu Ze terlihat lebih manis dari biasanya, tetapi bagi Evan gadis itu tetap saja terlihat aneh dengan tubuh ratanya.
"Huft! Seandainya ini bukan karena taruhan itu, aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh ini!" gerutu Evan dalam hati.
"Kamu terlihat cantik, Ze," ucap Evan mencoba berbasa-basi kepada gadis itu.
"Benarkah? Wah, terima kasih," jawab Ze yang tampak grogi.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di depan sebuah restoran mewah, di mana teman-teman Evan sudah menunggu dengan tidak sabar.
Evan hanya bisa tersenyum sembari menuntun Ze memasuki tempat tersebut. "Ya, bagaimana menurutmu? Tempatnya bagus 'kan?"
Ze menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Ya, sangat bagus!" sahut Ze dengan wajah semringah.
Ia terus mengikuti kemana Evan menuntunnya. Hingga akhirnya merekapun tiba di depan sebuah meja yang sudah di pesan oleh Aldi dan Daniel sebelumnya. Meja yang letaknya tak jauh dari meja mereka berdua.
"Itu mereka!" pekik Aldi.
"Lihatlah, bukankah mereka pasangan terkonyol yang pernah ada di muka bumi ini?!" ucap Daniel sambil menawan tawanya agar tidak pecah. Menurut Daniel, pasangan itu adalah pasangan paling aneh yang pernah ia lihat selama hidupnya.
__ADS_1
"Hush! Jangan bilang seperti itu! Siapa tahu suatu saat nanti kamu malah mendapatkan jodoh seperti gadis itu?!" sahut Aldi.
"Hiy, amit-amit jabang bayi! Kamu ajalah, aku mah ogah!" sahut Daniel sambil bergidik ngeri ketika membayangkan dirinya berjodoh dengan gadis yang sama seperti Ze.
"Hush, sudah diam. Sebaiknya siapkan kamera ponselmu! Mari kita rekam kejadian langka malam ini!" sela Aldi seraya memperhatikan kebersamaan Evan dan Ze di meja yang berada tak jauh dari mereka.
"Duduklah, Ze." Evan menarik sebuah kursi kemudian mempersilakan Ze untuk duduk di sana.
"Terima kasih," sahut Ze sembari duduk di kursi tersebut sambil terus menyunggingkan senyuman manisnya.
Tepat di saat itu para waitress berdatangan dengan membawa berbagai menu makan malam untuk Ze dan Evan yang ternyata memang sudah dipersiapkan oleh Evan dan kawan-kawan sebelumnya.
Ze yang hanya seorang gadis pinggiran kota, tidak pernah merasakan yang namanya makan malam di restoran mewah, tentu saja merasa sangat senang. Gadis itu bahkan tidak henti menyunggingkan senyum bahagianya.
"Mari makan," ajak Evan kepada Ze yang sedang asik memperhatikan menu-menu istimewa di atas meja mereka.
"Ah, iya. terima kasih, Evan."
Mereka pun mulai menikmati makan malam mereka sambil sesekali berbincang ringan. Walaupun tampak canggung dengan berbagai peralatan makannya, tetapi Ze tetap tenang dan menikmati makan malamnya tanpa kesulitan.
Sementara pasangan itu menikmati makan malam mereka, kedua sahabat 'lucknut' Evan, masih saja merekam kebersamaan mereka sambil terkekeh.
...***...
__ADS_1