My Naughty Uncle

My Naughty Uncle
Hari Pernikahan 3


__ADS_3

"Wah, Jimmy! Mengejutkan sekali, pantas saja beberapa minggu terakhir kamu tidak kelihatan di tempat Gym, ternyata ini lah alasannya," goda salah seorang laki-laki bertubuh besar, yang kini berdiri tepat di hadapan Ze dan Jimmy.


Jimmy tersenyum kecut. "Terima kasih karena sudah bersedia meluangkan waktu untuk hadir di pesta pernikahan kami," sahut Jimmy sembari mengulurkan tangannya dan segera disambut oleh lelaki tersebut.


Ternyata bukan hanya lelaki itu, di belakangnya ternyata masih ada beberapa orang lelaki dengan bentuk tubuh yang sama, besar dan berotot. Ze hanya bisa terpelongo melihat para lelaki bertubuh besar yang ada di sekelilingnya.


Ze seakan melihat segerombolan model 'minuman pembesar otot' seperti iklan di televisi-televisi. Setelah selesai mengucapkan selamat, para lelaki bertubuh besar itu meminta fotografer untuk mengabadikan kebersamaan mereka bersama Ze dan Jimmy.


"Setelah menikah, jangan malas pergi ke gym, Jimmy! Atau ajak sekalian istrimu, biar kita nge-gym bersama," ucap salah satu dari mereka sebelum pergi meninggalkan pelaminan.


"Oh, baiklah!" jawab Jimmy sambil terkekeh pelan.


"Mereka siapa sih, Om?" tanya Ze heran.


"Mereka teman-temanku dan di antara mereka ada beberapa yang menjadi Personal Trainer di tempat gym-ku," jawab Jimmy.


Ze menautkan kedua alisnya. "Tunggu-tunggu! Personal Trainer di tempat gym-mu? Apa itu artinya gym itu milikmu, Om?" tanya Ze.

__ADS_1


Jimmy tersenyum tipis. "Ya, gym yang sering aku datangi, di mana kita pertama kali bertemu itu adalah milikku. Sekarang kamu sudah tahu 'kan apa pekerjaanku yang sebenarnya," sahut Jimmy.


"Pantas saja tubuhmu segede gaban," gumam Ze.


"Apa?!" tanya Jimmy.


"Ah, bukan apa-apa. Oh ya, kenapa Om malah memilih usaha lain, kenapa tidak meneruskan usaha keluarga Om? Seperti Tuan Evan misalnya," tanya Ze heran.


"Entahlah. Sejak dulu aku tidak punya bakat berbisnis seperti mendiang Kakakku. Dan usaha inipun tercetus begitu saja. Dari pada setiap hari aku nge-gym di tempat orang, kenapa aku tidak bikin tempat gym sendiri? Dan dengan modal nekat setingkat dewa, akhirnya terbangunlah tempat itu dengan perjuangan yang sungguh luar biasa," tutur Jimmy sambil mengingat-ingat masa lalunya ketika membangun pusat kebugaran tersebut.


"Wow, keren! Itu artinya aku bisa ikut gabung dengan gratis donk, Om! Kan tempat itu milik suami aku," celetuk Ze sambil tersenyum konyol.


"Dasar laki pelit!" gerutu Ze.


Akhirnya acara pernikahan Ze dan Jimmy pun selesai. Semua tamu sudah kembali ke habitat mereka masing-masing. Begitu pula pasangan pengantin yang kini sudah bersiap untuk kembali ke kediaman milik Mommy Martha.


Eits! Jangan tanya soal Honey moon kepada kedua manusia tersebut. Tidak ada Honey moon di antara mereka. Jangankan memikirkan soal honeymoon seperti kebanyakan pasangan pengantin baru lainnya, mereka bahkan tidak tahu malam yang seperti apa yang akan mereka lalui nantinya.

__ADS_1


"Huwah! Akhirnya selesai juga, aku benar-benar sudah lelah dan ingin beristirahat," gumam Jimmy sembari merenggangkan otot-otot tubuhnya yang lelah di sebuah kursi kosong.


Sementara itu, Ze dan Bu Lidya masih berbincang dengan mata berkaca-kaca sebelum mereka berpisah dan pulang ke tempat mereka masing-masing. Bu Lidya begitu sedih, seolah tidak rela melepaskan putri semata wayangnya tersebut pergi ke rumah mertuanya.


"Jangan lupakan Ibu ya, Ze. Nanti jengukin Ibu, Ibu sendirian di rumah," ucap Bu Lidya yang mencoba sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak merembes.


"Iya, Bu. Ze pasti akan sering-sering menjenguk Ibu. Benar 'kan, Om?!"


"Ya!" sahut Jimmy dari kejauhan.


"Ish, memangnya dia tahu apa yang sedang kami bicarakan?! Main jawab ya, ya aja," gumam Ze dengan kesal.


"Pokoknya Ibu jangan sedih-sedih. Ibu jangan mikirin yang tidak-tidak dan selalu jaga kesehatan Ibu dan jangan lupa makan! Ya, berjanjilah padaku," ucap Ze dengan tegas karena ia takut Bu Lidya malah melupakan kesehatannya setelah mereka tidak lagi tinggal bersama.


Bu Lidya pun menganggukkan kepalanya pelan. "Baiklah, Nak. Ibu berjanji," jawab Bu Lidya.


Setelah puas berbincang, Bu Lidya pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Dan kini giliran sang pengantin untuk kembali ke kediaman Mommy Martha, yang ternyata sudah tidak sabar menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


...***...


__ADS_2